Nyi blorong berhasil melilit tubuh Venneca, tangan beracunnya sudah siap akan menyentuh tubuh besi Venneca. Hal itu membuat suasana semakin mencekam.
Aji tersenyum miring. Bagaimanapun juga, racun nyi blorong tidak ada apa-apanya dengan ketahanan tubuh milik Venneca.
"Jika kau berpikir, racun pada tangan Nyi Blorong tidak akan mempan pada droid mu...Kau salah besar, " Ella tersenyum, "Kita lihat saja nanti.."
"Ehm.. sial.. Venneca bertahanlah, " Batin Aji dalam hati, tubuhnya keringat dingin, ia mengernyit menunggu pergerakan selanjutnya dari Blorong.
"Kartu skill aktif... Dark approaches!!" Pekik David, meletakkan kartu skill di deknya.
Kulou langsung membuat kegelapan yang sangat gelap, seluruh teamnya kemudian menyatu dalam kegelapan, Kini sisa Blorong yang tidak mengetahui keberadaan para musuhnya, termasuk Ella yang tidak dapat melihat para droid dan playernya.
"Kemampuan ini, sungguh menyulitkan mu bukan?" David senyum miring, ia kemudian mengode dengan mata melirik kearah Risa.
"Eum.."
"Sirden!!! Wolf ball!!!" Pekik Risa dalam kegelapan.
Wung...
Muncul suara dari bole hijau berbentuk bunga milik Sirden, seketika serigala milik SIrden langsung berputar layaknya gangsing dan bergerak dengan cepat dan memantul-mantul menyerang Blorong tanpa terlihat.
"AGHHH..."
Hp Blorong
[||||||||||||||||||||||||||||||||| ] Hp 80%
Hp belorong semakin menurun karena serangan terus menerus milik SIrden, hingga
[||||||||||||||||| ] Hp 40%
"Huh... Nyi, kartu skill aktif, kabut beracun!!"
Seketika Blorong melemparkan selendangnya keatas, selendang itu kemudian berubah menjadi kabut beracun, efek dari kabut ini adalah untuk menonaktifkan kartu skill lawan serta menurunkan pertahanan droid milik lawan dan meningkatkan efek serangan dari Blorong.
Kegelapan tersebut mulai menghilang, Muncul lah mereka bertiga dengan droid mereka masing-masing.
"Hahahah. Awas.." Ella memberi peringatan kepada Aji.
Tidak disnagka tubuh besi Venneca meleleh, diikuti nyawa Venneca yang juga terus menurun, "SIalan.." Aji menggertakkan giginya kesal.
"Hhaha, jika Venneca sampai kalah. Artinya, kalian akan ikut kalah juga..."
"Tidak semudah itu Ella.. Summon card aktif...Predaplant stapella worm.."
Wush.....
Muncul cacing besar dari dalam bola hijau berbentuk bunga milik Sirden dengan duri-duri tajam di sekujur tubuhnya, berkepala bunga dan terdapat datu mata di tengah-tengah bunga tersebut.
"Predaplant... Hisap efek skill lawan.." Tita Risa tangannya menunjuk kearah kabut asap milik Blorong.
Wushhh..
Shurpppp...
Ella tercengang, ia sontak melihat kearah dek kartunya, kedua kartu skillnya langsung redup tidak dapat digunakan, "SIALAAANNNN!!!"
"Venneca Bom air!!" Venneca langsung mengibaskan ekornya, dan keluar 3 buah bom mengarah ke Blorong.
Dor..
Byur..
Keluar air yang membasahi sekujur tubuh Blorong, "Serangan listrik Venneca!!!"
Bzzzz
Borong langsung kesetrum setelah mendapati itu. Tubuhnya penuh luka, ia menatap penuh dendam kearah 3 droid tersebut, "Ella..."
Hp Blorong
[||||||||| ] 35%
"NYI!!!" Teriak Ella, ia berlari menghampiri Blorong, kasihan sih, "Tinggal beberapa serangan lagi dan lo bakalan kalah, " Kata Aji sambil membusungkan dada sombong.
"Ji, gue ngerasa ada hawa yang gak enak deh... Hawa pembunuh, " Celetuk David sambil menggaruk tengkuknya walau gak gatal.
***
"Kartu skill aktif, time magic!!" Kata Tasya, perempuan yang mengenakan kacamata dan memakai pakaian layaknya bad girl itu, bertarung dengan droid tengkorak.
Black Magician, droid Tasya. Droid pria dengan jubah armor ungu dengan topi kerucut ungu juga, memegang tongkat sihir panjang berwarna hijau, "Time...magic.."
Sontak nyawa Black magician kembali terisi penuh, dan skeleton, droid tengkorak pria asing. Itu bergerak mundur ke posisi semula awal bertarung.
"Black magician..." Tasya melipat tangannya di depan dada, memerintah droidnya untuk melakukan serangan.
Diputar tuh tongkat sihir panjang hijau layaknya marionate, dan menunjuk kearah Skeleton, "Black Magic!!"
Pyar...
Seketika droid milik pria itu hancur berkeping-keping tak tersisa.
Ting...tong...
"Tim 1 berhasil mendapatkan 10 kunci, mereka lolos ke babak selanjutnya."
"Kerja bagus, Asya.." Arga memberikan jempol kearah Tasya.
Tasya senyum memperlihatkan giginya yang tersusun rapi itu, dan membalas jempolan Arga dari Jauh, muncul ruangan yang terbuka pada dinding labirin dan segera mereka masuk. Pintu itu kemudian perlahan tertutup.
Ting...tong...
"Tim 19 berhasil mendapatkan 10 kunci..."
***
Pertarungan terus berlanjut dari Kulou, Sirden, Venneca dan Blorong, Blorong mulai terpojok.
"Ris... Lo mending pergi dari sini dan cari kunci... Biar gue sama Aji yang ngelawan. Udah tersisa 4 kelompok lagi, "Kata David..
"Oke.."
Risa berlari menjauh diikuti oleh Sirden dan serigala miliknya, "Huh... Jika kita ngehabisin waktu disana. Kita gabisa masuk ke babak selanjutnya, " Batin Risa sambil berlari menjauh, sekali-kali ia melihat kearah peta digital dari jamnya, menunjukkan arah-arah lokasi kunci.
Ting..tong..
"Tim 10 berhasil mendapatkan 10 kunci..."
Ella menatap tajam kearah Aji dan David, ia menatap dengan tatapan pembunuh sambil mengeluarkan kartu skill yang mengkilap, "Kartu dengan kekuatan melebihi droid rank SSR dan dapat dengan mudah memenangkan pertandingan...."
"NYi... Ultimate skill aktif, A thousand dance of death dragons.."
"HUAAAHUAHAUAAA, " Nyi blorong tertawa mendongak keatas sambil tangannya juga ikut layaknya villain, Nyi blorong langsung meninju ketanah.
Blar..
Cahaya hijau sangat cerah muncul dan diikuti sulur-sulur yang muncul dari tanah, "HAHAHAH KEKUATAN ABSOLUTE."
WUsh...
Nyi blorong berubah wujud, ia memakai pakaian tertutup layaknya seperti tameng yang menutup seluruh tubuhnya kecuali muka, dengan dua ular kecil di samping kanan dan kirinya.
"Sudah lama kita tidak melakukannya, Ella."
SOntak David dan Aji terkejut melihat skill ultimate milik Blorong, ia tidak percaya saat bersamaan melihat bar hp milik Nyi blorong kembali pulih 100%.
SUlur-sulur yang di keluarkan oleh blorong merambat keseluruh area. Untuk mencari droid tim milik Blorong, "Maaf...Lala lulu, kau terkena perangkapku..."
***
Disisi lain ruangan, tepatnya diruangan tim yang telah lolos. Pria gemas, Arga dan TAsya tengah menonton pertandingan, mereka semua menutup identitas mereka dengan mengenakan topeng yang hanya menutupi setengah wajha yaitu mata.
"Blorong menggunakan kartu itu, ya?"
"Kartu ultimate Blorong yang meningkatkan semua kekuatannya hingga hp dan mp nya juga pulih, dan.. memangsa tim nya sendiri."
"Huh, Arga. Lo tau kan kalau Ella ngeluarin kartu itu bakal muncul surprise di turnamen ini.
Arga tersenyum miring. Pria gemas itu yang duduk di tengah-tengah diantara Tasya dan Arga hanya menghela nafas, "Sampai kapan kau akan terus begini, " Katanya sambil melihat wajah David yang tengah mengernyit heran dengan penampilan baru Blorong.
"Kau bilang apa?" Tanya Tasya agak kepo dengan gumaman pria di sampingnya.
"ENggak, hanya saja. Pria itu tampak tak asing bagi ku..."
"Ohh, itu David. Yang selalu menang tapi, dia kalah dengan mu pada turnamen di Jakarta minggu kemarin, lo ga inget?"
Pra gemas itu hanya ber ohh ria.
-Bersambung-
14
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 39 Episodes
Comments