Episode 17: Kasih sayang

Tasya diam-diam melihat Keyla dan David dari kejauhan yang tengah duduk di bangku taman, Tasya di tugaskan untuk menjaga Keyla. Sebenarnya, Keyla tidak boleh jauh dari pengawasan Arga dan Tasya. Alasannya simple. Karena, implant mata yang dipasang pada Keyla masih tahap awal percobaan. Sedangkan implant mata milik Arga dan Tasya sudah pengeluaran lama.

Tasya meneguk bobanya sambil menyandarkan tubuhnya di tiang lampu. Sesekali ia agak iri dengan Keyla, ada orang yang bisa memberinya kasih sayang bahkan itu dari teman. Tasya saja merasa bahwa dirinya tidak pantas untuk berteman dengan siapapun.

"Huh..." Tasya memutar bola matanya malas, tatapannya sangat lesu melihat orang yang mendapatkan kasih sayang dari orang lain.

Tasya menyalakan ponselnya. Tidak ada satupun orang yang memberi pesan.

Drrt..

Muncul notifikasi panggilan dari Arga pada ponsel Tasya. Segera Tasya mengangkat panggilan tersebut, "Halo?" Jawab Tasya dengan nada ketus.

"Gimana dia?"

"Aman, lagi ngebucin tuh."

"Hmmh... "

"Lo cemburu? Huh gosah bilang lo suka sama Keyla saat dia di bawa ke perusahaan kan?"

Perkataan Tasya yang tepat semua, membuat Arga terdiam, "Lanjut awasi dia.." Kata Arga lalu mematikan telefonnya.

"Ck, orang aneh, " Tasya langsung memasukkan ponselnya. Wajahnya berubah menjadi kesal.

Ia kembali meneguk bobanya kasar.

Karena angina diluar sudah semakin dingin dan jalanan semakin sepi. David segera menggendong belakang Keyla. David kemudian berjalan layaknya membawa tempurung di punggungnya.

"AAAA Jwangwnan, " Keyla mengigau lalu tangannya menampol kepala David.

Plak..

"Ehmm.. Ya, ya terserah lu.." Wajah David sabra menahan emosi, ia menaikkan lagi gendongan Keyla yang melorot dari nya.

"Mwu weskwrim.."

"Udah malem. Besok aja. Ya? Nanti mas David kasih eskrim yangbanyak buat adek Keyla."

"Eum.."

Mereka kemudian berjalan menuju tempat berkumpulnya para player turnamen. DIikuti Tasya yang berjalan di belakang tapi jauh banget. Tasya berjalan sambil sesekali meminum bobanya.

***

Di tempat kumpulnya para player turnamen, Risa nyoba bergaul ke Emyrza dan teman-temannya. MEreka kini membahas tentang rank para droid sesekali ngeghibah.

"Kalian tau itu gak sih.. orang yang nametagnya tanda tanya aja?" Taya Caca. Wajahnya serius banget.

"Kenapa emangnya? Gue tadi ngeliat fotonya dan cakep sih orangnya. Sayangnya, gue takut dia punya pawang, " Kata Emy sambil nyemil jajan namanya plintiran

"Dih, karepmu Em (Terserahmu Em )"

"Tapi, tau gak sih? Kalo droidnya name tag tanda tanya belum diketahui? Kalau dia gapunya droid. Gimana bisa dia join?' Citra menunjukkan informasi dari website Tencent tentang player dan droid yang lolos menuju babak ke 2

"Iya, droidnya tidak diketahui...."

"Ahh, iya.." Celetuk Risa tiba-tiba membuat ketiga perempuan itu agak kaget, "Namanya, Keyla kalau gak salah dan droidnya adalah Baram.."

Caca seakan ga percaya, "Coba cit cari informasinya si Baram."

"Sek (Bentar), " Citra mengetikkan nama 'Baram' pada kolom pencarian droid.

Muncul hasilnya, lengkap beserta dengan gambar perempuan memegang kipas dengan pakaian tradisional jepang.

"Ada kok, " Citra menunjukkan ponselnya.

"Aneh.."

Kriet..

"Risa.. Aji.. Tolong gue, " David masuk sambil menggendong Keyla di punggungnya. Risa hanya dapat melihat, wajahnya berubah menjadi murung tapi dia tahan.

Caca menoleh kearah Risa. Ia mencoba memahami perasaan Risa.

Aji segera menurunkan Keyla dan menggendongnya ala bridal style dan ditaruhnya di ranjang, "Lo abis kemana aja? Sampek malem gini?"

"Main lah Ji.. Mau kemana lagi?"

Kriet..

Muncul Tasya sambil membuka pintu, ia berjalan dengan tangannya dimasukkan ke saku dan menuju ke ranjangnya.

Memang diruangan ini ranjangnya jadi satu Bersama. Tanpa pengecualian cewek dan cowok. Hal ini siperkirakan sangat aman oleh perusahaan.

***

Keesoan harinya, matahari telah menampakkan diri dan waktu menunjukkan pukul 9 pagi. Para peserta turnamen. Berkumpul di asebuah ruangan yang terdapat 5 pintu dan diatas sudah ada tulisan masing-masing tempat tujuan.

Css..

Seluruh pintu kemudain terbuka dan terdapat 4 buah kursi pada setiap ruangan.

Ting..tong..

"Dimohon untuk seluruh player turnamen masuk ke tempat yang sudah kami list kemarin. Keyla dan David berpegangan tangan erat. Nmun, mereka harus berpisah pada saat ini, tidak aka nada yang tahu apa yang bakal terjadi kedepannya.

Keyla berjalan ke ruangan yang bertuliskan padang pasir diatasnya dan David berjalan ke ruangan yang bertuliskan Pantai. Seluruh peserta kemudain masuk keruangan mereka masing-masing.

Css..

Pintu setiap ruangan tertutup. Setiap kursi yang diduduki player tiba-tiba dibungkus layaknya telur. Kemudian masuk menyatu dalam dinding.

WUsh...

Dengan kecepatan sangat tinggi telur itu seperti dibawa ke suatu tempat melalui saluran-saluran pipa. Mereka hanya mengikuti arus.

Wing...

Blar..

David perlahan membuka matanya, ia masih duduk didalam kursi, dengan cangkang telur yang sudah terbuka. Ia langsung segera keluar dan melihat pemandangan sekitar.

"Ini..pantai sungguhan??"

Ia terkeut melihat pemanangan hamparan pesisir serta ada lautan disebrang, "Huh.. nyantai aja dulu deh.."

David langsung duduk di hamparan pasir melihat pemandangan laut dan suara ombak yang sangat ramai membuat suasana tenang.

***

Caca yang tengah berjalan di padang pasir. Serta, terdapat 3 piramid besar, seperti ia berada di Giza, Mesir. Dan terdapat patung Sphinx megah yang ia temui.

"Hai.." Muncul pria dari atas patung Sphinx. Pria itu langsung melompat kebawah. Ia mendarat dengan selamat, "Kenalin, Erik."

"Wah.. Halo.. Aku Caca"

"Caca? Nama nya cantik.. Hehe.. Ceberus.."

"Ehh.."

Blar..

Muncullah Anjing berkepala tiga sangat besar.

"Kenalkan juga, droidku.. Ceberus.."

"Heh.., Siren, muncullah.." Caca mengeluarkan tabung droidnya,

Blurb.. Seketika pasir di depan caca beruabh menajdi air.

Plash... Muncul putri duyung anggun mengenakan jubah berwarna biru panjang dan di tangannya membawa kecapi magis, "Hahaha.. Sudah lama aku tidak melawan droid.."

"Siren.. Pasif skill aktif, Dive Mirage.." Caca meletakkan kartunya pada dek kartu miliknya.

"HAhhah, come to me.." Siren langsung menceburkan dirinya lagi kedalam air yang berwujud pasir.

"Cerberus, kartu skill aktif, the eye of truth!!"

Seluruh mata milik Cerberus memancarkan cahaya. Seketika posisi Siren langsung diketahui oleh Cerberus, Cerberus melesatkan serangannya denganc akarnya yang tajam. Ke pasir tempat Siren.

"Huh, Siren saat berada di dalam air tidak dapat terkena serangan dari lawan... Kalo lo terus menerus menyerang Siren artinya lo bodoh banget."

"Siren.. Melodi kematian!!"

Siren kemudian muncul sambil memainkan kecapinya, melodi yang dihasilkan dari kecapinya berhasil embuat droid Erik mendapati serangan yang cukup besar.

[||||||||||||||||||||||||||||| ]75% Hp Cerberus

Erik mengernyit heran. Hero tipe duyung seperti Siren memang dapat dengan mudah bersembunyi dan menghindar. Yang diperlukan adalah akal yang dapat menyerangnya. Namun, bagaimana?

"Kemampuan droid lo boleh juga ya.."

"Kartu skill aktif, Tremendous Fire, " Seketika tiga kepala anjing Cerberus mendongak keatas memunculkan bola api yang sangat besar.

"HAHAHHAHA, dengan ini habis lo.."

-Bersambung-

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!