Hari itu, pikiranku sangat hancur karena kekalahan. Akan tetapi, mengapa wajahmu menyebalklan mu selalu terlintas pada pikiranku...
*
*
Hari yang melelahkan David. Ia membawa tas di bahunya sambil melihat kearah ponselnya, "Yaampun. Sampai banyak orang yang heran, " David melihat ke dinding ponselnya. Banyak sekali postingan di twitter dan instagram tentang kekalahan saat tournament tadi.
"Hmm, Terserah kalian lah, " segera David memasukkan ponselnya ke saku.Ia kemudian melanjutkan perjalanannya.
***
"Bibi, paman, " panggil David tengah berada di depan pintu rumah Bu Aisyah, bibinya David. Beberapa saat kemudian sang suami Bu Aisyah membukakan pintu, Pak Eko namanya, yaitu pamannya David.
"Loh, David kok ga bilang-bilang mau kesini?" tanya Pak Eko sambil berkacak pinggang, "Udah ayo masuk, " Pak Eko menepuk bahu David lembt sambil tersenyum kearahnya. David membalas senyum Pak Eko.
David masuk sambil membawa tas di bahu dan koper yang ia seret, dia mendapati bibi nya bu Aisyah tengah memasak untuk makan malam, " Siapa pak?"tanya bu Asiyah ke pak Eko tanpa menoleh.
"Ini David buk, Anaknya adikku Rizal, " jawab pak Eko, sontak langsung bu Aisyah menoleh dengan cepat mendapati David yang telah tumbuh dewasa serta tinggi dan juga bertambah ganteng.
"Loh, David. Perasaan dulu masih kecil lah kok sekarang udah tinggi banget sampai bibi kalah tinggi, " kata bu Aisyah menghampiri David. Segera David menyalimi tangan bibi nya itu, "Heh tangan bibi kotor. Gausah, " bu Aisyah menyembunyikan tangannya saat akan disalimi David.
"Ehh yaudah bi."
"Kamar kamu ada di atas. Sebenernya itu kamarnya mas Tyas tapi dia sekarang fokus kuliah. Jadinya, harus ngekos. Oh ya, nak David istirahat dulu di kamarnya Tyas, bibi mau nyiapin makan malam. Pasti David lapar toh?" kata bu Aisyah dengan logat khas betawinya.
"Baik bi, " David menuruti perintah bibi nya itu, ia kemudian berjalan ke lantai atas menuju kamar saudara nya. David membuka pintu lalu menaruh tas dan kopernya di kasur. Ia lalu duduk di tepi kasur, pikirannya sangat penuh tentang Keyla.
"Perempuan itu, " Gumam David.
"Heh, David kamu kok bisa sih kalah. Padahal nih ya, bibi itu selalu liat di televisi kalo kamu selalu menang. Kok bisa, kamu pas ngelawan anak baru lahir itu kalah, " celetuk bu Aisyah dengan mulutnya yang sangat pedas.
David menggaruk tengkuknya walau tak gatal, "Saya aja kaget banget bi pas ngeliat kekuatan droid lawan. Droidnya gapernah ada di sistem droid."
Pak Eko dan bu Aisyah mencoba memahami perkataan, maklum orang tua sulit banget ngikutin zaman, "Sistem droid itu maksudnya apa Pid?"
David menghela nafas, "Sistem itu sekumpulan komponen yang saling bekerja sama dengan tujuan yang sama untuk menghasilkan output yang sudah di tentukan sebelumnya. Jadi kayak mirip resep masakan yang itu-itu aja terus tiba-tiba muncul masakan baru yang gak ada di resep itu."
"OHHH iya, bibi paham. Jadi, dia itu belum pernah ada di resep gitu?"
"Iya bi. Jadi, entah darimana dia ngedapetin tuh droid."
"Bibi pusing jadinya, udah deh. Makan aja, " bu Aisyah memasukkan sesendok makanan ke mulutnya.
***
Keyla tengah perjalanan pulang menuju ke rumahnya dengan hatinya yang sungguh bahagia, "LALALALALALALA~~"
"Kamu Keyla?"
Keyla langsung memberhentikan langkahnya, ia merasa tidak dapat bergerak maju. Seperti ada sesuatu yang harus membuat kepalanya menoleh, "S-siapa?"
Terdapat Risa memakai hoodie zip berwarna abu-abu resletingnya di tutup setengah. Ia memakai kaos berwarna hitam serta mengenakan celana pendek abu-abu.
"Hai..." Keyla melambaikan tangannya sambil gugup, Risa hanya memandang Keyla dengan wajah datarnya.
"Keyla Aprilia? Cewek yang berhasil mengalahkan David, " kata Risa sambil meneguk sekaleng minuman soda. Mereka kini sedang duduk di bangku alun-alun taman kota.
"Eum.." Jawab Keyla dengan gugup. Ia tidak memberanikan diri untuk menatap kearah Risa. Jadinya, dia hanya menunduk sambil tangan mungilnya itu gemetar.
"Aku ingin menantang mu bertarung, " celetuk isa tiba-tiba, Ia menoleh kearah Keyla. Keyla langsung menatap kaget Risa. Kini pandangan mereka bertemu tidak disertai unsur romantis, melainkan amarah.
Salah satu alasan Risa menantang Keyla cukup simpel sebenarnya yaitu, Risa ga nerima kekalahan dari David. Hanya itu saja
Keyla menerima ajakan Risa, mereka berdiri agak berjauhan, "Kau siap Keyla?"
Keyla hanya mengangguk. Tiba-tiba saja dia menjadi sangat berani dan percaya diri, hal itu membuat Risa aneh, apa yang terjadi terhadap pria yang ada di depannya itu.
"Droid dek aktif, " ucap mereka bersama sambil melemparkan benda berbentuk kubus ke tengah. Kedua kubus itu langsung bersinar terang, area sekitar kemudian dilindungi oleh barrier berbentuk kotak.
"Baiklah, tidak perlu basa-basi lagi.Perkenalkan droid ku, Serdin." Risa menaruh tabung droid di tempatnya.
Wung..
Muncul wanita berambut hijau panjang dikuncir kuda tidak merata terdapat bunga yang menjadi perhiasan di rambutnya, memakai pakaian dinasti berwarna putih serta membawa bola melayang berbentuk seperti bunga berwarna hijau menyala. Dia juga membawa serigala bermata hijau menyala berbulu putih, bagian kaki, telinga serta mulutnya berwarna gelap.
Wanita itu tersenyum sambil memejamkan matanya, "Siapa yang akan kita hadapi Risa?"
Risa menunjuk kearah Keyla, "Dia" Sorot mata Risa menatap tajam kearah Keyla.
Keyla kemudian memunculkan Baram dengan sisi baiknya yang mengenakan dua kipas sebagai senjata utamanya, "nugu rang ssauji ?Keyla-a? (Siapa yang harus kita lawan? Keyla?) " Kata Baram.
"Wanita yang membawa serigala itu."
"Algesseo (Aku mengerti)."
"Serdin, serang!!!" pekik Risa.
Cring..
Muncul suara dari bola melayang yang dibawa Serdin. kedua mata serigala mereka langsung semakin menyala, "AUUUU"
Wrar...
Serigala itu dengan cepat bergerak dengan cepat maju menyerang langsung Baram, "Kartu skill aktif," Keyla meletakkan kartu skill ke dek miliknya.
"TERLAMBAT!!" pekik RIssa
Crat...
Baram terkena cakaran dari serigala Serdin, "Aku tidak pernah terlambat satu detik pun nyonya, " Keyla mengangkat ujung bibirnya dengan tatapannya yang licik.
Wush..
Baram yang terkena serangan Serigala berubah menjadi Serdin dan Baram berpindah ke posisi Serdin dengan nyawa yang masih utuh.
"HAH?!?" Risa tercengang melihatnya, "WOY GAMUNGKIN BANGET BISA KAYAK GITU ASU!!!" Risa memekik kesar dengan kata kata kasarnya
"Kartu skill permanen milik Baram, Change position. Sekali diaktifkan akan terus aktif hingga pertarungan berakhir. Lo bakal kena damage saat nyerang Baram."
"Ck, " Risa berdecit kesal, ia mengernyitkan dahinya. Tangannya mengepal, "Gak, gak mungkin. Itu pasti dia ngomong ngasal. Gamungkin juga ada permanen skill di suatu droid. Pasti itu ada batasnya, " batinnya. Risa kemudian menelan ludah kasar.
Jantungnya berdebar sangat kencang akibat pertarungan ini.
-Bersambung-
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 39 Episodes
Comments