Pergi ke museum

Pagi-pagi jelita sudah menyiapkan perlengkapan yang akan ia bawa saat ke museum bersama satria,ia pun sudah tidak sabar untuk segera pergi ke museum zoologi yang letaknya berada di kota bogor.

"ok bogor,I'm coming!!! Hi..hi..hi!!" ucap jelita.

"sakti,tolong kau jaga dan lindungi jelita!! Kamu tenang saja,ada empat orang pengawal juga yang akan mengikuti kalian sampai di museum,tapi ini tanpa sepengetahuan jelita!" ujar pak wira

"siap!! Laksanakan pak jendral..Saya berjanji akan menjaga serta melindungi jelita melebihi nyawa saya sendiri!"jawab satria

Pak wira pun tersenyum,ia sangat puas dengan jawaban dari sakti alias satria.

Tepat pukul 08.00 pagi,satria sudah berada di halaman depan rumah jelita dengan motor sport miliknya.

Dengan menggunakan baju kemeja putih yang di balut dengar cardigan dari wol berwarna cream serta celana jeans biru,jelita terlihat cantik dan juga manis,satria pun sempat terpana di buatnya.

Nah ini baru bisa di bilang cantik,malah sangat manis!!! Tidak seperti kemarin,sudah seperti badut ancol!! Ooppsssss!!!! Satria

"Ayo sat,kalau siang dikit nanti kejebak macet!" ucap jelita

"iya,yasudah ayo!!!"jawab satria

Tidak lama setelah berpamitan dengan pak wira,satria langsung tancap gas,tidak lupa empat orang pengawal lain mengikuti mereka dari belakang.

Selama perjalanan,dengan sengaja jelita memeluk satria,kini tubuh mereka saling berdekatan

Awalnya satria merasa canggung dan sedikit risih,namun lama kelamaan ia mulai merasa nyaman.

Mudah-mudahan gak cepat sampai,jadi bisa lama-lama dekat denganmu satria,hemmm kapan lagi bisa kek gini,hi..hi..hi! Jelita

Nona jelita sampai kapan kau bersikap seperti ini? Sampai kapan kau terus memelukku seperti ini? Sikapmu benar-benar membuat diriku menjadi panas dingin!! Hemmm sabar satria,tinggal nunggu beberapa bulan lagi misi ini selesai!! Satria

Selama dua jam perjalanan dari arah jakarta menuju kota bogor,akhirnya satria dan jelita tiba di museum zoologi.

"akhirnya,setelah sekian lama bisa ketempat ini lagi!" ucap jelita begitu bahagianya

"sepertinya kamu sangat menyukai tempat ini?" ujar satria

"ya,begitulah sat!! dulu sebelum almarhumah mamah meninggal,beliau pernah mengajakku ke sini pas usiaku masih tiga tahun,tapi gue sama sekali tidak ingat!"

"jadi kamu pernah kesini? Dan oleh sebab itu tujuanmu datang kembali ketempat ini?"

"emmhhh,tidak juga sat!! Sedari kecil gue sangat menyukai paus biru raksasa,kebetulan di tempat ini ada fosil paus biru raksasa terbesar di dunia,dan gue ingin bisa melihatnya kembali,dan hanya itu yang bisa gue ingat ketika gue kesini pas usia tiga tahun!" terang jelita.

Kemudian jelita dan satria segera masuk kedalam museum yang sebelumnya satria sudah membeli tiket masuk kedalam museum.

Sambil berjalan,jelita menceritakan pengalaman serta kenangan dirinya semasa mendiang ibunya.

"elo tahu gak sat,kenapa gue bisa suka sama paus biru?" tanya jelita

Satria pun hanya menjawabnya dengan mengangguk

"ini semua berawal dari kisah almarhumah mamahku,ketika di usianya yang baru menginjak remaja,mamah di ajak oleh mendiang kakek untuk berlibur ke pulau belitung,pada saat mamah dan kakek naik perahu boat,tiba-tiba ada gelombang air laut yang sangat tinggi,dan kapal yang di tumpangi mamah dan kakek langsung terguling,sepuluh penumpang lainnya telah hilang entah kemana,sedangkan mamah dan kakek terombang ambing di dasar lautan,beruntungnya mamah dan kakek masih bisa mengapung karena adanya sebuah papan kayu dari pecahan kapal boat,mamah dan kakek sempat pasrah pada waktu itu,namun mujizat tiba-tiba datang,ada sepasang ikan paus yang mamah dan kakek yakini jika itu adalah paus biru raksasa yang sudah langka keberadaannya,awalnya mamah dan kakek sangat panik dan ketakutan,namun ternyata sepasang paus biru telah menyelamatkan nyawa mamah dan kakek sampai akhirnya mereka berdua terdampar di sebuah pulau yang masih sedikit penghuninya,dan dari situlah,mamah dan kakek sangat menyukai paus biru!!" terang jelita sembari berjalan menyusuri setiap lorong museum sembari menikmati beberapa fosil hewan lain.

"paus biru bukanlah hewan pemakan manusia jelita!! Walaupun paus biru adalah termasuk hewan yang buas,tapi mereka enggan memangsa manusia yang sebenarnya bisa lebih buas dari mereka!" ucap satria

"ha..ha..ha!!! Betul sekali satria!! Jika paus biru sampai memangsa manusia,bisa-bisa populasi mereka punah!! Manusia di lawan!!" kata jelita

Satria pun mengulum senyumnya ketika mendengar jawaban dari jelita.

"Gue,seneng banget datang kesini sat!! Tempatnya gak begitu ramai,namun banyak ilmu yang bisa di ambil dari tempat ini!! Dari dulu gue penasaran juga dengan sejarahnya museum ini!" ujar jelita

Namun tanpa diminta,tiba-tiba satria menjelaskan tentang asal muasal adanya museum zoologi ini.

"museum ini berdiri sejak tahun 1894,pendirinya adalah seorang ahli zoologi pertanian dari jerman yang berkewarganegaraan belanda,yaitu J.C.Koningsberger." ujar satria

"kamu tahu sejarahnya sat?" tanya heran jelita

Satria pun tersenyum."hanya sedikit saja yabg saya tahu."

Kemudian satria menjelaskan kembali tentang museum zoologi dimana awal mula berdirinya museum ini ternyata dulunya hanya sebuah laboratorium kecil yang bertujuan untuk mengoleksi dan meneliti serangga pada tanaman pertanian dan hama tanaman yang berada di kebun raya bogor,tutur satria

Namun seiring perkembangan waktu,penelitian terus berkembang dan meluas ke berbagai jenis fauna lainnya seperti ikan,moluska,amfibi,reptil,burung,hingga mamalia.

"waahhhh!! Ternyata pengetahuan kamu tentang museum ini patut di acungin jempol nih!" puji jelita menatap kagum satria

"masih mau lanjut gak nih sejarahnya?" tawar satria

"ya maulah sat!! Ayo jelasin lagi!" pinta jelita

Kemudian mereka berdua berjalan lagi menuju fosil-fosil hewan laut

"kamu tahu gak lit,sejak berdirinya museum ini pada tahun 1894 hingga saat ini menjadi pusat penelitian biologi loh!! Emmhh....terus Lembaga ilmu pengetahuan indonesia atau di singkat LIPI,museum zoologi bogor ini telah berganti nama dan status kelembagaan beberapa kali,pada mass pendudukan jepang dulu yakni tahun 1942 sampai tahun 1945 tempat ini di sebut DOBUTSU HAKUBUTSUKAN dan di pimpi oleh T. Nakai.Sampai akhirnya jepang kalah oleh persemakmuran dan amerika serikat dalam front pasifik."kata satria

"lalu ia melanjutkan namanya kembali di sebut sebagai zoologisch museum and laboratorium,yang berada di bawah pimpinan M.A Liefthnick mulai tahun 1946 sampai 1947."terang satria

Prok!!! Prok!!! Suara tepukkan tangan jelita

"otak elo encer banget sih sat!! Elo itu udah seperti buku ensiklopedia tahu gak!!" puji kembali jelita

Satria sendiri hanya mengulum senyum sembari menatap wajah cantik jelita yang terlihat begitu menikmati suasana museum dan penjelasan akan sejarah museum ini.

"Akhirnya gue bisa lihat langsung fosil paus biru raksasa ini sat!! Cuma momen ini yang gue ingat pas usia gue tiga tahun!! Aneh banget kan?"Ucap jelita

"ya,itu tandanya kamu memiliki ikatan batin dengan fosil ikan paus ini jelita!"ucap asal satria

"ha..ha..ha!! Gak sekalian saja elo bilang nenek moyang gue masih sebangsa ikan sat,atau tepatnya turunan ikan duyung!! Gitu hah!!!" jawab kesal jelita

"bha..ha..ha!!! Bukan aku loh yang ngomong kaya gitu lit!!"

"tapi maksud elo menjurusnya kesitu sat!! Nyebelin loh!! tapi masih mending sih keturunan duyung,ketimbang elo keturunan makhluk astral yang tiba-tiba suka ngilang gak jelas!" ledek jelita

Namun tiba-tiba saja terdengar suara pintu tertutup dengan kencang

GUBRAAAAGGGGG!!!!suara pintu tertutup kencang akibat oleh tiupan angin

Sontak jelita mendadak ketakutan,ia pun menjadi beringsut dan memeluk tangan satria sembari memejamkan kedua matanya

"sat!! Itu bunyi apaan sih? Kok mendadak bulu kuduk gue merinding sih?"

"awas,ada hantu di siang bolong,terus mau nyari nona cantik yang sangat keras kepala dan manja!" goda satria sembari tersenyum jahil

Dengan sengaja jelita langsung menginjak kaki kanan satria

"aaawwwwwww!!!! Sakit tahu!"

"sukurin!!! Emang enak!! Suruh siapa elo berani nakutin gue!! Ngeselin banget lo sat!!! Gak asik akh!!" protes jelita dengan mengerucutkan bibirnya.

"yaudah,sorry..sorry!! Maafin gue ya lit!! Ujar satria sembari mengenggam erat tangan jelita sontak jelita pun terdiam dan wajahnya bersemu merah

satria,elo gak salah nih genggam tangan gue sekuat ini??? Hihihihi..Jelita

satria pun tersadar dengan tindakannya barusan

"ooopsss....!!! Maaf jelita,aku sudah lancang menyentuh tanganmu!" terang satria

Satria bodoh!! Kenapa lagi-lagi bertindak seperti ini? Jangan sampai nona jelita berfikiran yang tidak-tidak.Ingat satria tugasmu hanyalah untuk melindunginya,dan tidak ada yang lainnya.Satria

🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸

loha...loha sahabat setiaku 😊😊

Tidak terasa sudah di episode 20 nih guys

Yuk yang suka baca di lanjut terus sampai bab selanjutnya,dukungan kalian sangat berarti buat author

Jangan lupa meninggalkan jejak di setiap bab nya ya guys

Salam sayang selalu

Author 🥰😘

Episodes
1 Protes
2 Misi pertama
3 Menyamar menjadi seorang siswa SMU
4 soal yang mematikan
5 merayu satria
6 Tragedi di kantin
7 Satria vs Damar part 1
8 Satria vs Damar part 2
9 Satria vs damar part 3
10 Satria vs Damar part 4
11 Pergi berdua
12 Kado untuk papah
13 Menyatakan perasaan
14 kenyataan
15 Penolakkan yang menyakitkan
16 teraancam kembali
17 Cerita di masa lalu
18 kejutan untuk jelita
19 sikap yang konyol
20 Pergi ke museum
21 perjodohan
22 Sudah terlambat
23 Pergi
24 Mendadak demam
25 Adu jotos
26 Di dekatmu aku bahagia
27 akhirnya ketahuan
28 Kembalinya Dimas ke rumah
29 pergi ke makam mamah
30 Mencari jawaban
31 Peringatan
32 Jelita kabur
33 Jelita kabur Part 2
34 penculikkan
35 Makan berdua
36 permintaan konyol jelita untuk satria
37 kembali ke rumah
38 Di jenguk tiga sahabat rempong
39 Membuang rasa trauma masalalu
40 Di antar kak Dimas ke sekolah
41 Berbicara masalah hati
42 Resmi jadian
43 Cemburu
44 Yah,ketahuan deh!!!!
45 Mengagumi dirimu
46 Ujian sekolah
47 Cinta bikin gila
48 Pergi ke rumah Dila
49 Jelita cemburu
50 Merayakannya bersama
51 Di fitnah
52 Jelita di culik
53 Titik terang
54 Memburu kelinci kecil
55 Memburu para penjahat
56 Memiliki dirimu seutuhnya
57 Di jenguk kak dimas dan dila
58 Menemuimu secara diam-diam
59 Keputusan yang tiba-tiba
60 Jujur
61 Menjenguk sakti di rumah sakit
62 Mencarimu
63 Akhirnya bisa bertemu lagi denganmu
64 Keputusan yang berat
65 Menerima semuanya
66 Situkang ngadu
67 Di undang keluarga Damar
68 Jebakan
69 Bersama di atap gedung
70 Selamat tinggal kekasihku
71 Ngidam
72 kenyataan yang sangat pahit
73 Patah hati
74 Melupakan masalalu demi masa depan
75 Memilih kabur
76 Rindu yang mendalam
77 Bertemunya Sakti dan Satria
78 Akhirnya ku menemukanmu
79 Jelita sadar
80 Bertemu kembali dengan papah
81 Merestuinya
Episodes

Updated 81 Episodes

1
Protes
2
Misi pertama
3
Menyamar menjadi seorang siswa SMU
4
soal yang mematikan
5
merayu satria
6
Tragedi di kantin
7
Satria vs Damar part 1
8
Satria vs Damar part 2
9
Satria vs damar part 3
10
Satria vs Damar part 4
11
Pergi berdua
12
Kado untuk papah
13
Menyatakan perasaan
14
kenyataan
15
Penolakkan yang menyakitkan
16
teraancam kembali
17
Cerita di masa lalu
18
kejutan untuk jelita
19
sikap yang konyol
20
Pergi ke museum
21
perjodohan
22
Sudah terlambat
23
Pergi
24
Mendadak demam
25
Adu jotos
26
Di dekatmu aku bahagia
27
akhirnya ketahuan
28
Kembalinya Dimas ke rumah
29
pergi ke makam mamah
30
Mencari jawaban
31
Peringatan
32
Jelita kabur
33
Jelita kabur Part 2
34
penculikkan
35
Makan berdua
36
permintaan konyol jelita untuk satria
37
kembali ke rumah
38
Di jenguk tiga sahabat rempong
39
Membuang rasa trauma masalalu
40
Di antar kak Dimas ke sekolah
41
Berbicara masalah hati
42
Resmi jadian
43
Cemburu
44
Yah,ketahuan deh!!!!
45
Mengagumi dirimu
46
Ujian sekolah
47
Cinta bikin gila
48
Pergi ke rumah Dila
49
Jelita cemburu
50
Merayakannya bersama
51
Di fitnah
52
Jelita di culik
53
Titik terang
54
Memburu kelinci kecil
55
Memburu para penjahat
56
Memiliki dirimu seutuhnya
57
Di jenguk kak dimas dan dila
58
Menemuimu secara diam-diam
59
Keputusan yang tiba-tiba
60
Jujur
61
Menjenguk sakti di rumah sakit
62
Mencarimu
63
Akhirnya bisa bertemu lagi denganmu
64
Keputusan yang berat
65
Menerima semuanya
66
Situkang ngadu
67
Di undang keluarga Damar
68
Jebakan
69
Bersama di atap gedung
70
Selamat tinggal kekasihku
71
Ngidam
72
kenyataan yang sangat pahit
73
Patah hati
74
Melupakan masalalu demi masa depan
75
Memilih kabur
76
Rindu yang mendalam
77
Bertemunya Sakti dan Satria
78
Akhirnya ku menemukanmu
79
Jelita sadar
80
Bertemu kembali dengan papah
81
Merestuinya

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!