teraancam kembali

Selama acara berlangsung,entah kenapa jelita terus memperhatikan pengawal baru yang bernama sakti.

kenapa melihat orang itu,seperti melihat satria? ya tuhan!! Sadarlah kamu jelita!! Satria itu sudah menolakmu,meskipun aku belum bisa menerimanya apalagi melupakannya,bagiku itu semua masih cukup berat.jelita

karena peristiwa tadi di sekolah,mendadak kepala jelita merasa pusing,semua orang di ballroom serasa berputar semua,tidak lama jelita terjatuh tidak sadarkan diri,Dengan gerakan cepat,sakti alias satria langsung membawa jelita ke rumah sakit,sedangkan pak wira hanya bisa berteriak memanggil-manggil nama jelita,ia pun kaget tidak percaya dengan apa yang telah terjadi di depan matanya.

ketika di ruang IGD,jelita langsung di tangani oleh dokter,sedangkan sakti di berikan izin untuk menemani jelita di dalam ruangan atas permintaan dari pak wira hadi,sedangkan pak wira hadi sendiri,ia masih trauma dengan ruang IGD karena kejadian tewasnya istri tercinta akibat terkena luka tembakan oleh orang yang mencoba membunuh ibu kinanti.dan benar saja,nyawa istri dari jendral wira hadi prasetyo tidak bisa di selamatkan,dari situ pak wira hadi sangat marah karena pihak rumah sakit tidak becus menangani mendiang istrinya akibat luka tembak,sebab dari itu ia meminta sakti alias satria untuk menemani jelita selama pertolongan dan tindakan dari dokter.

Sekitar dua puluh menit kemudian,akhirnya jelita bisa sadarkan diri,dan dokter mendiagnosis jika jelita mengalami vertigo,namun masih bisa di katagorikan belum begitu parah!! Dan dokter memberi saran agar jelita lebih banyak istirahat dan jangan terlalu banyak beban fikiran.

Maafkan aku nona jelita,pasti kamu seperti ini gara-gara aku!! satria

Ketika di pindahkan ke ruang perawatan,jelita terus menatap tajam sakti.

"hey,elo emmmhhh,sakti!! Itu nama elo kan?" tanya jelita

Sedangkan sakti hanya menjawab dengan mengangguk,tidak lama mata mereka saling bertemu kembali

"SATRIA!! Elo satria kan? Bukan sakti? Hayo ngaku!" tanya jelita

Tidak lama pak wira hadi bersama ajudannya datang.

"syukurlah putrinya papah sudah siuman!! Gimana keadaanmu nak?" tanya pak wira masih merasa hawatir,namun sayang,jelita justru malah mengabaikan kehadiran papahnya tersebut dan ia malah fokus memperhatikan sakti yabg ia anggap satria

sepertinya jelita sudah mulai menyadari jika sakti adalah satria,ini tidak boleh di biarkan!! Aku harus mencari cara.Wira hadi

"sakti!!! kau boleh keluar,istirahatlah sejenak!"

"siap pak!" kemudian sakti memberi hormat lalu balik kanan

selama sakti keluar sampai pintu kamar,pandangan jelita tidak pernah putus menatap tajam sakti.

"jelita!! Kenapa kamu menatap pengawal papah seperti itu nak?" lalu pak wira langsung duduk di kursi sebelah jelita

"enggak kok pah!! Jelita serasa pernah kenal saja dengan pengawal yang bernama sakti itu!"

"ha..ha..ha!! Sudah jangan kau bahas masalah pengawal papah,gak penting juga kan nak?"

Maafkan jelita pah,tapi ini semua penting untuk jelita,karena jelita telah jatuh hati dengan seorang laki-laki yang mirip dengan pengawalnya papah.Jelita.

keesokan harinya

karena kondisi jelita masih sakit,ia pun memutuskan untuk tidak masuk sekolah,sedangkan dilla,jenny dan juga diana begitu terkejut ketika mendapat kabar jika jelita di rawat di rumah sakit permata indah.

Begitupun satria,ia pun hari ini ikut-ikutan tidak masuk sekolah,karena tugasnya saat ini menjaga keselamatan jelita ketika masih di rawat di rumah sakit

"kok jelita sama si satria bisa kompakkan ya gak masuk sekolah?" tanya dilla

Iya dil bener banget,bisa barengan begini gak masuk sekolah!" ujar jenny

"hush!!! Udah akkkh jangan curigaan terus,masa sahabat kita lagi sakit di rawat di RS,ehh kalian malah berfikir yang tidak-tidak!" terang diana

Tidak lama damar datang menghampiri ketiga sahabat jelita.

"dil,jen,diana!!! Jelita katanya masuk rumah sakit ya?" tanya damar panik

"hooh dam!! Semalem dia masuk RS,ini saja kita mau nengokin kesana!! Elo mau ikut gak dam? Siapa tahu jelita bisa langsung sembuh di jengukin sama elo!" goda dilla

"iya,gue ikut kalian! Emang gue mau jengukin jelita!" jawab damar

Akhirnya mereka berempat segera menuju rumah sakit.

......................

Doorrr.. Doorrrr!!! Suara tembakkan terdengar sebanyak dua kali dari pistol yang sakti gunakan

"hosh!!!hoshh!!!

Sakti berlari mengejar seorang penjahat yang mencoba masuk ke dalam kamar jelita, namun berhasil ia gagalkan,satria pun mengejar penjahat tersebut sampai terowongan kereta api,namun sial si penjahat tersebut kini berhasil lolos kembali,tidak tanggung-tanggung seorang pria yang di curigai tersebut telah membawa senjata api juga.

"Sial!!! Si brengsek ini berhasil kabur lagi!" umpat satria

Ini kali kedua pria misterius ini berusaha mencoba akan menghabisi jelita,pertama ketika jelita mengajaknya ke sebuah mall untuk membeli sebuah jam tangan,tapi tanpa sepengetahuan jelita,satria alias sakti telah berhasil mengagalkan upaya penembakkan dari jarak jauh kepada jelita ketika di parkiran mall,namun lagi-lagi si pria misterius ini berhasil melarikan diri ,kini satria harus ekstra hati-hati dan lebih waspada lagi menjaga serta melindungi jelita,kini kamar jelita pun di jaga sangat ketat dan tidak bisa sembarang orang bisa masuk di dalamnya,mendengar jelita hampir dalam bahaya,pak wira hadi segera menemui sakti.

"ya tuhan,jadi ini kali kedua orang tersebut mau mencoba membunuh putriku?" tanya pak wira tidak percaya

"betul sekali pak,saya harus lebih ekstra dua kali lipat untuk menjaga nona jelita dan saya tidak boleh lengah."

"iya sakti,tolong jaga putriku dengan baik,saya sudah menghubungi batalyon untuk meminta beberapa bantuan tim penembak jitu untuk mengamankan sekitar rumah sakit dan rumah saya!!" terang pak wira

"siap!! Saya harap pak jendral juga selalu waspada dan hati-hati!" ucap sakti

Lalu pak wira menepuk bahu sakti."terima kasih sakti,saya berhutang nyawa padamu!! Saya percayakan keselamatan jelita padamu!"

"siap,laksanakan pak jendral!"

Tidak lama satria mendapatkn sebuah panggilan telepon dari letnan yos dan di perintahkan untuk segera menghadap padanya,untuk sementara dari batalyon sudah ada tiga prajurit yang sudah terlatih yang akan menggantikan posisi sakti untuk sementara waktu.

Sesampainya di lantai delapan,dilla,jenny,diana dan juga damar merasa tidak percaya dengan apa yang mereka lihat,dimana sebuah kamar VVIP terdapat beberapa pengawal dan tiga orang menggunakan senjata laras panjang

"dill!! Ini beneran kamarnya jelita kan?" tanya jenny tidak percaya

"iya jen!! Barusan jelita chat ke gue kaya gitu,kamar VVIP nomer 3,noh lo lihat saja nomer yang terpampang di atas pintu!" terang dilla

"yasudah baiknya kita segera kesana saja!" usul damar

Sebelum mereka melangkah ke kamar VVIP,langkah mereka terhenti karena tiga orang anggota yang memegang senjata laras panjang mencoba menginterogasi mereka berempat

"maaf adik-adik semuanya!! Kalau boleh saya tahu apa keperluan adik-adik datang kesini?" tanya serda latif

"kami mau menjenguk teman sekolah kami pak,namanya jelita prasetyo!" terang dilla

"ouh,jadi adik-adik ini teman sekolahnya nona jelita?" tanya serda latif

"betul pak!! Apa boleh kita jenguk jelita?" tanya damar

"maaf ya adik-adik semuanya,berhubung demi keselamatan nona jelita,untuk hari ini pasien tidak bisa menerima kunjungan selain dari keluarga pasien,jadi saya mohon maaf untuk adik-adik segera pergi dari sini,nanti saya sampaikan pesan dari adik-adik di sini untuk nona jelita!" terang serda latif

"yahhh!!!! Lagian kenapa penjagaannya begitu ketat ya pak? Memangnya ada apa dengan sahabat kami?" tanya jenny super kepo

"maaf ya adik-adik! Saya tiak bisa menjelaskan kepada adik-adik di sini!! Saya mohon adik-adik untuk segera pulang dan meninggalkan tempat ini!" perintah kembali serda latif

"ishhhh!!! Nyebelin banget sih!! Kita udah datang jauh-jauh!! Eh malah gak bisa jenguk jelita!" gerutu dilla

"yasudah dill,sebaiknya kita ikuti saja perintah dari mereka,siapa tahu memang telah terjadi sesuatu yang sangat genting.

Akhirnya mereka berempat segera kembali ke rumah masing-masing

Episodes
1 Protes
2 Misi pertama
3 Menyamar menjadi seorang siswa SMU
4 soal yang mematikan
5 merayu satria
6 Tragedi di kantin
7 Satria vs Damar part 1
8 Satria vs Damar part 2
9 Satria vs damar part 3
10 Satria vs Damar part 4
11 Pergi berdua
12 Kado untuk papah
13 Menyatakan perasaan
14 kenyataan
15 Penolakkan yang menyakitkan
16 teraancam kembali
17 Cerita di masa lalu
18 kejutan untuk jelita
19 sikap yang konyol
20 Pergi ke museum
21 perjodohan
22 Sudah terlambat
23 Pergi
24 Mendadak demam
25 Adu jotos
26 Di dekatmu aku bahagia
27 akhirnya ketahuan
28 Kembalinya Dimas ke rumah
29 pergi ke makam mamah
30 Mencari jawaban
31 Peringatan
32 Jelita kabur
33 Jelita kabur Part 2
34 penculikkan
35 Makan berdua
36 permintaan konyol jelita untuk satria
37 kembali ke rumah
38 Di jenguk tiga sahabat rempong
39 Membuang rasa trauma masalalu
40 Di antar kak Dimas ke sekolah
41 Berbicara masalah hati
42 Resmi jadian
43 Cemburu
44 Yah,ketahuan deh!!!!
45 Mengagumi dirimu
46 Ujian sekolah
47 Cinta bikin gila
48 Pergi ke rumah Dila
49 Jelita cemburu
50 Merayakannya bersama
51 Di fitnah
52 Jelita di culik
53 Titik terang
54 Memburu kelinci kecil
55 Memburu para penjahat
56 Memiliki dirimu seutuhnya
57 Di jenguk kak dimas dan dila
58 Menemuimu secara diam-diam
59 Keputusan yang tiba-tiba
60 Jujur
61 Menjenguk sakti di rumah sakit
62 Mencarimu
63 Akhirnya bisa bertemu lagi denganmu
64 Keputusan yang berat
65 Menerima semuanya
66 Situkang ngadu
67 Di undang keluarga Damar
68 Jebakan
69 Bersama di atap gedung
70 Selamat tinggal kekasihku
71 Ngidam
72 kenyataan yang sangat pahit
73 Patah hati
74 Melupakan masalalu demi masa depan
75 Memilih kabur
76 Rindu yang mendalam
77 Bertemunya Sakti dan Satria
78 Akhirnya ku menemukanmu
79 Jelita sadar
80 Bertemu kembali dengan papah
81 Merestuinya
Episodes

Updated 81 Episodes

1
Protes
2
Misi pertama
3
Menyamar menjadi seorang siswa SMU
4
soal yang mematikan
5
merayu satria
6
Tragedi di kantin
7
Satria vs Damar part 1
8
Satria vs Damar part 2
9
Satria vs damar part 3
10
Satria vs Damar part 4
11
Pergi berdua
12
Kado untuk papah
13
Menyatakan perasaan
14
kenyataan
15
Penolakkan yang menyakitkan
16
teraancam kembali
17
Cerita di masa lalu
18
kejutan untuk jelita
19
sikap yang konyol
20
Pergi ke museum
21
perjodohan
22
Sudah terlambat
23
Pergi
24
Mendadak demam
25
Adu jotos
26
Di dekatmu aku bahagia
27
akhirnya ketahuan
28
Kembalinya Dimas ke rumah
29
pergi ke makam mamah
30
Mencari jawaban
31
Peringatan
32
Jelita kabur
33
Jelita kabur Part 2
34
penculikkan
35
Makan berdua
36
permintaan konyol jelita untuk satria
37
kembali ke rumah
38
Di jenguk tiga sahabat rempong
39
Membuang rasa trauma masalalu
40
Di antar kak Dimas ke sekolah
41
Berbicara masalah hati
42
Resmi jadian
43
Cemburu
44
Yah,ketahuan deh!!!!
45
Mengagumi dirimu
46
Ujian sekolah
47
Cinta bikin gila
48
Pergi ke rumah Dila
49
Jelita cemburu
50
Merayakannya bersama
51
Di fitnah
52
Jelita di culik
53
Titik terang
54
Memburu kelinci kecil
55
Memburu para penjahat
56
Memiliki dirimu seutuhnya
57
Di jenguk kak dimas dan dila
58
Menemuimu secara diam-diam
59
Keputusan yang tiba-tiba
60
Jujur
61
Menjenguk sakti di rumah sakit
62
Mencarimu
63
Akhirnya bisa bertemu lagi denganmu
64
Keputusan yang berat
65
Menerima semuanya
66
Situkang ngadu
67
Di undang keluarga Damar
68
Jebakan
69
Bersama di atap gedung
70
Selamat tinggal kekasihku
71
Ngidam
72
kenyataan yang sangat pahit
73
Patah hati
74
Melupakan masalalu demi masa depan
75
Memilih kabur
76
Rindu yang mendalam
77
Bertemunya Sakti dan Satria
78
Akhirnya ku menemukanmu
79
Jelita sadar
80
Bertemu kembali dengan papah
81
Merestuinya

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!