"Heyyyyy, bacot lo diem! gede juga nyali lo ngatain kita ini bocah!"ucap si laki-laki yng memegang samurai.
"hajar aja cok! paling kena samurai elo langsung kojor tuh orang!" usul si laki-laki yang enggan melepaskan genggaman tangannya yang sedang menggenggam kuat tangan Jelita
akhirnya Sakti bangkit dari tempat duduknya,ia segera menghampiri para penjahat tengik yang beraninya main keroyokan,tanpa aba-aba,si pria yang memegang samurai mulai melayangkan samurainya ke atas langit dan menuju ke arah Sakti, dengan lincahnya, Sakti bisa menghindar dari serangan pedang samurai tersebut
"wihhhh,hebat juga nih orang, bisa menghindar dari serangan samurai elo Cok! babat habis Cok, jangan di kasih ampun!" sahut si pria yang masih menggenggam kuat tangan Jelita
"aduh,bapak mohon jangan bikin keributan di sini! ini usaha bapak satu-satunya, Bapak mohon sama ade-ade semua di sini!" cetus seorang pria paruh baya yang tiba-tiba saja keluar dari pintu samping kafe.
"arrrkkhhh, diem lo tua bangka,elo dan anak elo sama saja, dasar manusia tidak berguna!" bentak si pria yang menggunakan samurai dan langsung menendang pria paruh baya hingga jatuh tersungkur,melihat kejadian tidak mengenakan seperti itu,darah yang mengalir di dalam tubuh Sakti langsung mendidih.
"ok,sekarang gue singkirkan dulu manusia songong yang satu ini!" sungut Sakti sudah sangat geram
dengan gerakan cepat si pria yang sering di panggil Cok ini langsung menebas ke arah Sakti,namun samurai tersebut berhasil di hentikan dengan cara di cengkram kuat oleh tangan Sakti,seketika tangan Sakti mengeluarkan darah cukup banyak, Jelita pun menangis histeris,begitu juga ketiga sahabatnya, yang langsung terduduk lemas. Kemudian dengan gerakkan cepat, Sakti langsung menendang perut si pria yang selalu di panggil Cok itu,ia pun seketika terpental jauh dan menimpa kursi serta meja, tiba-tiba bajingan tengik itu langsung pingsan,melihat ketua gengnya sudah terkapar dan senjata berupa samurai berhasil diamankan oleh Sakti,segerombolan orang-orang tersebut langsung berhamburan melarikan diri,namun naas,mereka justru langsung di ringkus oleh Polisi yang tidak lama datang ke TKP.
melihat tangan Sakti terus bercucuran darah,akhirnya Jelita berinisiatif untuk memberikan saputangan miliknya dan segera mengikatkan saputangan tersebut tepat di bagian luka yang Sakti derita
"gimana? sakit gak?" tanya Jelita dengan lembutnya
namun Sakti sedikit terkejut dengan perlakuan Jelita kepadanya,sejenak ia terdiam dan menatap tajam Jelita
"makasih sudah nolongin aku dan temen-temen aku!" sahut kembali Jelita sembari menatap pria di hadapannya yang masih mengenakkan masker wajah serta topi
tanpa berkata apa-apa,tiba-tiba Sakti pergi begitu saja,ia tidak ingin berlama-lama di dekat Jelita,karena ia takut Jelita akan mengenalinya.
"isshhh dasar cowok aneh, di tolongin bukannya bilang makasih kek,atau apa kek! ini malah diem aja kaya orang bisu!" dengus Jelita begitu kesalnya.
"wah,cowok barusan keren banget ya Lit,terus jago bela diri lagi! duh pengen banget punya cowo kek gitu, serasa selalu di lindungi, bener gak Jen?" terang Dila
"hooh! cowok idaman sejuta umat terutama kaum hawa,gue aja terpesona lihatnya, kalian bayangin aja pas tangannya terkena pedang samurai, gak ada suara sedikitpun,teriak kek gitu,ini malah diem kaya gak terjadi sesuatu! hebat banget sih! jadi melting gue nih Dil!"
"si cowok misterius pujaan hati!" celetuk Diana ikut menimpali
ketiga sahabatnya Jelita masih terpesona dengan aksi yang di lakukan oleh Sakti barusan.
"woy..woy, bangun! udahan mimpinya, baru lihat cowok kek gitu aja udah kaya lihat apaan!"ucap jelita yang masih merasa kesal
"iye..iye! yaudah ayo kita cabut, kayaknya kita telat masuk kelas nih, duuuhh kacau,alamat dapet hukuman ini mah!" ujar Dilla pasrah
"yasudah ayo,terima nasib saja! kita ceritakan saja kejadian yang sebenarnya,ya kalau mereka percaya berarti kita mujur,ya kalau gak percaya,siap-siap lah terima hukuman." cetus Jelita
lalu mereka berempat bergegas pergi menuju sekolah Pelita Bangsa,sedangkan Kade tersebut telah di amankan oleh pihak Polisi.
Sebulan setelah kejadian tersebut,akhirnya hari yang di tunggu oleh Sakti pun tiba,tepat hari senin,ia masuk menjadi seorang siswa murid baru di sekolah Pelita Bangsa,usahanya selama satu bulan terakhir dengan menurunkan berat badannya sebesar 10 kg dan menghilangkan rambut cepaknya menjadi sedikit gondrong,hingga tidak akan ada yang mengenali jika sakti yang seorang pasukan elit, yang telah berubah 180° menjadi seorang siswa yang masih berumur 18 tahun,tidak lupa ia mengenakan kacamata agar penampilannya bisa sempurna.
"hemmm...baiklah Sakti Kusuma Wijaya,mulai hari ini namamu telah berubah menjadi Satria Anggara!!"ucap Sakti sambil berdiri di depan cermin
Sebenarnya melakukan suatu penyamaran adalah suatu pekerjaan yang sudah tidak asing lagi baginya,namun berbeda dengan penyamarannya kali ini,ia harus kembali menjadi seorang siswa berusia 18 tahun,padahal usia sebenarnya saat ini sudah menginjak 28 tahun,tapi wajah sakti justru terlihat jauh lebih muda,ternyata upaya dirinya untuk merubah seluruh penampilannya telah membuahkan hasil yang cukup memuaskan.
Kini Sakti telah tiba Di sekolah Pelita Bangsa,dengan mengenakkan seragam berwarna putih serta celana abu-abu,sungguh Sakti benar-benar terlihat seperti seorang siswa berusia 18 tahun,dengan pedenya ia masuk kedalam pintu gerbang sekolah,ternyata para siswa/i beserta dewan guru sedang melaksanakan upacara,dimana itu semua sudah menjadi rutinitas para siswa/i di seluruh negeri ini.
Ketika upacara selesai,semua murid mulai masuk ke dalam kelasnya masing-masing,sedangkan Sakti yang kini berubah nama menjadi Satria mulai melangkahkan kedua kakinya menuju koridor kelas dengan di temani oleh guru matematika,yakni Pak Indra.
Dua langkah kaki seorang pria berjalan secara bersamaan,lalu Pak Indra masuk terlebih dahulu ke dalam kelas,sedangkan Satria masih harus menunggu di luar
"Berdiri, beri salam!" perintah Yanto yang merupakan ketua kelas 3-A IPA.
Semua murid langsung berdiri dan mengucapkan salam
"baiklah anak-anak,hari ini kita kedatangan murid baru dari Surabaya,dia sorang siswa yang kebetulan keluarganya pindah tugas ke Jakarta, Satria mari masuk!" perintah Pak Indra
Akhirnya Satria masuk ke dalam kelas 3A IPA,dimana di kelas itu ada Jelita dan juga kawan-kawan satu geng nya.
"idihhh...culunnya! tapi lumayan gak jelek-jelek amat!" ucap Dila yang langsung mengkritik Sakti alias Satria
"baiklah Satria,sekarang perkenalkan dirimu kepada teman-temanmu di sini!" perintah Pak Indra
Dengan perasaan sedikit gugup,akhirnya Sakti mulai memperkenalkan diri
"perkenalkan,nama saya Satria Anggara,saya adalah siswa pindahan dari SMU Harapan Bangsa Surabaya,mohon kerjasamanya teman-teman!" ucap Sakti yang merasa aneh,baginya ini adalah pekerjaan cukup berat dan menantang,dan ini adalah pengalaman baru baginya
"wah..wah, nambah lagi nih manusia alien di kelas ini,wah bisa jadi pemecah rekor nih kita, bayangkan saja, si mata empat sudah ada enam personil bro!" ledek Rizal yang asal ceplos
"Rizal, Jaga bicaramu! Apakah kamu tidak takut dengan hukuman yang akan saya berikan padamu atas sikapmu itu hah?" ancam Pak Indra yang langsung membuat mulut Rizal terkunci secara otomatis.
Para siswa/i pun langsung terdiam tanpa berani berkata apapun,dan kelas pun mendadak menjadi hening
"baiklah Satria,cukup perkenalannya, Kamu boleh duduk di kursi belakang bersama Jono
ketika hendak mencari tempat duduk! Sakit sempat melirik ke arah Jelita,namun Jelita sama sekali tidak menghiraukannya.
'baiklah Satria,mulai hari ini kamu adalah seorang siswa yang harus selalu melindungi Nona Jelita! ' gumam Sakti di dalam hatinya
Sakti pun tersenyum dan langsung duduk bersebelahan dengan Jono.
Bersambung...
🌺🌺🌺🌺🌺🌺
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 81 Episodes
Comments
Kak Dsh 14
kacamatanya lho
hmmm
2024-07-07
1
Utayiresna🌷
tua bangke aku malah baca😭😭😭
2024-06-24
1
Tanz>.<
nama nya keren /Good//Good/
2024-06-13
1