Karena kondisi jelita masih dalam tahap pemulihan,maka pak wira sementara waktu tidak mengizinkan jelita untuk masuk sekolah,apalagi setelah kejadian percobaan pembunuhan terhadapnya,otomatis penjagaan akan dirinya sangat di perketat,sehingga tidak ada celah sedikitpun yang bisa melukai jelita,pak wira sendiri begitu hawatir akan keselamatan putri semata wayangnya,mengingat kejadian lima belas tahun silam,dimana semua pengawalnya telah di bantai habis pada peristiwa malam terkutuk itu.Ia pun tidak mau sampai kecolongan lagi,cukup sudah mendiang istrinya yang telah menjadi korban.
"pah!! Jelita bete di rumah terus!! besok jelita masuk sekolah ya?" rengek jelita kepada papahnya
"Tidak nak,kamu masih harus banyak istirahat sampai kondisimu benar-benar pulih!" jawab pak wira.
Jelita pun mengerucutkan bibirnya,dia begitu kesal karena tidak di ijinkan masuk sekolah,padahal jelita sudah merasa kondisinya sangat baik.
Sepertinya saya harus mencari cara agar jelita masih bisa mendapatkan pelajaran meskipun di dalam rumah,ohhh iya !!! Saya baru ingat!! Bukankah sakti itu anak yang cerdas!! Kenapa dia gak ku jadikan guru lesnya jelita saja!! Ha..ha..ha!! Sepertinya patut di coba!!! Wira hadi
Akhirnya sakti alias satria mendapatkan perintah untuk mengajar les privat kepada jelita,dengan penyamaran sebagai satria.
"Bagaimana sakti? Saya tidak mau kalau jelita sampai ketinggalan pelajaran!! Kamu bisa kan bantu saya?"pinta pak wira hadi
"siap laksanakan!" jawab tegas sakti
Pak wira pun tersenyum lebar karena sakti tidak protes sedikitpun.
"mulai besok!! Saya akan meminta ijin juga dari pihak sekolah,agar mereka memberikan ijin padamu agar bisa mengajar jelita di rumah ini!" terang pak wira
Hubungan antara pak wira dan pemilik sekolah pelita bangsa sangatlah dekat,apalagi pak wira merupakan salah satu donatur sekolah yang sangat aktif.meminta satria untuk membantu jelita belajar selama di rumah,pastinya pihak sekolah tidak akan keberatan.
Keesokan harinya....
Tap..tap..tap!! Suara langkah kaki menuju sebuah ruangan perpustakaan yang letaknya tidak jauh dari kamar jelita.
Hemmm!! di jam seperti ini,kau malah asik tidur ya?? Apakah semua sikap nona muda selalu seperti ini? satria
"jelita...hey!!! Ayo bangun!! siang ini adalah jadwal kamu belajar!" perintah satria
Namun jelita tidak kunjung bangun,hingga akhirnya satria menaikkan intonasi suaranya satu oktaf,dan benar saja!! Jelita langsung terbangun dari tidurnya.
jelita pun terkejut tidak percaya jika satria berada di rumahnya saat ini
"elo!!! Ngapain elo di sini satria?" tanya jelita sembari bangkit dari sofa.
Apakah satria sedari tadi sudah berada di sini? Jadi dia melihatku sedang tertidur pulas?? Oh my god!! Sumpah malu banget gue!!!! Jelita
"maaf jelita!! Saya hanya di perintahkan dari pihak sekolah untuk membantumu belajar sampai kondisi kesehatan kamu benar-benar stabil."
Oh my god!! Kenapa harus satria sih?? Apakah tidak ada murid yang lain apa selain dia?? Jelita
"Gue males belajar sama elo sat!! Lebih baik elo pergi dari sini!" perintah jelita
Satria pun terdiam dan kemudian ia menatap tajam jelita
DHEGH!!!!!
Kenapa tatapan matanya mirip sekali dengan sakti pengawal barunya papah? Apa mungkin sakti dan satria itu masih ada ikatan saudara? Aaarrkkhhh...bodo amat,emang gue pikirin! Jelita
"apa kamu masih marah dengan sikapku tempo hari?"tanya satria
"gue gak mau jawab!! Elo udah tahu sendiri kan jawabannya apa?" jawab ketus jelita sembari berlalu meninggalkan satria
"tunggu!!" ujar satria dengan menarik lengan jelita hingga jelita terjatuh dalam pelukkan satria
Aaarrrkkhhh!!! Satria!!! Apa yang sudah kamu lakukan? Kamu terlalu gegabah bertindak!! Satria
jelita pun kaget tidak percaya dengan sikap satria barusan,tanpa fikir panjang!! Tiba-tiba jelita malah memeluk erat tubuh satria
Satria!! kenapa sikapmu seperti ini? Tempo hari kau telah menolakku secara kasar!! Tapi kenapa hari ini sikapmu kembali menjadi manis? Jelita
Satria hanya bisa diam mematung,suasana perpustakaan mendadak menjadi hening,sedangkan jelita sendiri malah sangat menikmati aroma tubuh maskulin satria yang menurutnya sudah menjadi candu.
"jelita!!bisa kah kau tidak bersikap seperti ini?" pinta satria yang sedikit kaku,baginya ini adalah pengalaman pertamanya di peluk oleh seorang wanita selain ibu dan adik perempuannya,sontak satria pun menjadi salah tingkah,ia terus menggaruk kepalanya yang tidak gatal
Yaaa tuhan!! aku harap bisa selamanya seperti ini! Jelita
Tidak lama terdengar suara langkah kaki,yang sepertinya menuju perpustakaan,namun benar saja ketika pintu hampir di buka,dengan gerakkan cepat jelita langsung menyudahi tindakan konyol tersebut begitupun satria,dan kedua nya terlihat kaku.
"kamu sudah datang ya? Jadi kamu seorang murid yang bernama satria?" tanya pak wira sedikit berakting di depan jelita
"iya pak!! Perkenalkan,nama saya satria anggara,saya teman sekelasnya jelita!" jawab satria yang berpura-pura baru mengenali pak wira agar rencana pak wira bisa berjalan dengan lancar.
"baiklah nak satria,tolong jelita di bimbing ya,kasian kalau sampai ketinggalan pelajaran nanti!" pinta pak wira sembari menepuk bahu satria
Sedangkan jelita hanya diam memperhatikan papahnya berbicara dengan satria.
Pah,pria yang berada di hadapan papah itu adalah pria yang aku sukai!! Mungkin kalau papah tahu,papah tidak akan setuju! Jelita
Tidak lama akhirnya pak wira meninggalkan jelita dan satria di perpustakaan.
"emmhh.....!!!! Baiklah jelita,kita mulai belajarnya,di sini saya akan mengajarkanmu pelajaran matematika!" terang satria sembari duduk di sofa dan membuka sebuah laptop yang sengaja iya bawa,sedangkan jelita hanya tersenyum memperhatikan satria.
"kamu kenapa senyum-senyum kaya gitu?" tanya satria agak sinis
sedangkan jelita enggan menjawab pertanyaan dari satria
Kau itu terlihat seperti pria dewasa,kamu tidak terlihat seperti seumuran denganku satria,tepatnya kau begitu mengagumkan.Jelita
Entah kenapa jelita bisa melupakan emosinya kepada satria,perasaan cintanya pada satria bisa di bilang cukup besar,ia pun seolah telah lupa dengan kejadian tempo hari,dimana satria telah menolaknya cukup kasar.
"coba kamu kerjaan soal yang ini!" perintah satria sambil menyodorkan soal yang menurutnya mudah tapi tidak untuk jelita
"woyyy!!! Soal apaan ini? Elo gila ya sat?" protes jelita sembari mengerucutkan bibirnya karena kesal
"ini soal aritmetika lah nona jelita!! Bukan kah kamu sudah sering mempelajarinya di sekolah?" terang satria
"yeeyyy!!! Iya gue juga tau ini tuh soal aritmetika,tapi elo kira-kira aje sat,soal susah kek gini elo kasih ke gue!" gerutu jelita
"sulit apanya sih lit?? Kamu sih di sekolah tidak pernah fokus jika pak indra sedang menjelaskan pelajaran ini,eh malah asik bergosip ria dengan ketiga sahabatmu itu!" terang satria
"idiihhh!! Enak aja elo kalau ngomong!! Ya enggak lah!! Gue selalu fokus kok kalau pak indra jelasin pelajaran matematika,apalagi kalau udah masuk soal aritmetika dan logaritma,menurut gue ini tuh soal yang lumayan sulit sat!"
"Tidak ada pelajaran yang sulit jelita,asalkan kita ada kemauan untuk berusaha bisa!" ucap satria
"ya,,itu sih menurut elo,tapi tidak kalau menurut gue!" jawab jelita
Satria pun hanya bisa menggelengkan kepalanya,sepertinya dia kalah kalau harus adu argumentasi dengan jelita,baru kali ini ucapan ia selalu di bantah,ketika menjadi kapten di kesatuan elit,tidak ada yang berani membantahnya,apalagi satria adalah sosok pria yang tegas serta sangat di segani oleh rekan-rekannya.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 81 Episodes
Comments