Pagi ini Jelita pergi ke sekolah tanpa di dampingi oleh tiga orang bodyguard yang selama ini selalu mengikutinya kemanapun.
"asikkk,Akhirnya aku bisa terbebas dari orang-orangan sawahnya Papah, Oke Jelita Prasetyo,saatnya menjadi gadis normal." sungut Jelita begitu senangnya.
Jelita akhirnya di antar oleh supir pribadinya ke sekolah,yakni Mang Asep,supir yang abadi bekerja di keluarganya, sebelum dirinya lahir ke dunia ini,mang Asep sudah menjadi supir pribadi keluarga Prasetyo
"Hallo looooo besti!" sapa Jelita kepada ketiga teman satu geng nya, diantaranya Dila, Diana dan juga Jenny.
"Hay juga cin, Weleeeehhh tumben lo sendirian aje? Pada kemane orang-orangan sawah bokap elo Lit?" tanya Dila tampak heran
"iya Lit,wah...ada angin apa nih? Kok bisa para bodyguard itu minggat dari elo?" tanya kembali Dila
"Diapain sih bokap elo Lit? Kok bisa sih mereka semua musnah dari hidup elo?" tanya Jenny menimpali
"Ha..ha..ha! Rahasia dong, yang jelas sekarang gue sudah bisa hidup normal tanpa adanya pengawal-pengawal nya Papah, Sumpah gue ngerasa risih banget, gara-gara adanya mereka,jadi gak ada satu pun cowok yang berani deketin gue!" cetus Jelita dengan jengkelnya
"yaiyalah gak ada yang berani deketin elo Lit! Lihat tampang-tampang pengawal elo aja serem kek gitu,mirip banget orang-orangan sawah! Sumpah deh." ledek Dila
"bha...ha..ha..ha, Bisa aje lo Dil, tapi emang mirip sih, eh elo-elo ngelihat Damar gak?" tanya Jelita begitu antusias
"Cie yang ngerasa sudah bebas, Udah sana lo pepet noh si Damar,entar keburu di serobot si Juli, Elo tahu kan si Juli itu lagi caper banget sama si Damar!" sahut Dila
"hooh Lit,elo mesti gercep deh, gue ilfil banget lihat tingkahnya si Juli,pecicilan banget kalo ada Damar,udah kaya cacing kepanasan gak bisa diem!" ledek Jenny
"arrrkhhh, masa iya gue sebagai seorang cewek mesti ngejar-ngejar cowok! malu akh!" sungut Jelita dengan wajah yang sudah bersemu merah
"Hadeuuhhhh ini itu zaman apa sih Lita? Hello sekarang itu sudah zaman emantipasi wanita!" ujar Diana
"salah woyyyyy! Emansipasi wanita Diana, Hadeuh belom hatam baca aja udah sok-sok an ngomong kek gitu!" sindir Jenny
"sudah-sudah, Bentar lagi bel masuk bunyi tuh,nyok kite cabuk ke kelas, telat dikit bisa mampus nih kita. Elo tahu kan pak Indra? si guru matematika yang super killer? salah dikit entar elo suruh berdiri depan kelas, mau di taro dimana muka gw yang super cantik ini?" sungut Dila dengan percaya dirinya
"Huuuuuuu,uekkk..uekkkk!" ledek Jelita, Diana dan Jenny kompak.
......................
Akhirnya hari ini Sakti menemui Jendral Wira Hadi Prasetyo di kediamannya
"jadi kamu yang bernama Kapten Sakti Kusuma Wijaya?"tanya jendral Wira
"Betul Jendral!" sahut Sakti dengan posisi tubuh berdiri tegap dan berhadapan dengan Jendral Wira
"Apakah Kolonel Yos sudah memberikan instruksi apa saja kepadamu tentang misi ini?" tanya Jendral witra
"siap,Sudah Jendral! Saya sudah mempelajari semuanya dari file yang telah di berikan oleh Kolonel Yos kepada saya!" tegas Sakti
"Bagus, Apakah kamu sudah mempelajari biodata putri saya?" tanya Jendral Wira
"siap, Sudah pak..nama putri Jendral adalah Jelita Prasetyo,lahir di Jakarta tanggal 12 Juli tahun XXXX,tinggi badan 165 cm,berat badan 45 kg,warna kulit putih,warna rambut hitam agak coklat,warna mata hitam,memiliki empat tanda lahir,yakni satu di lengan kanan bagian atas,kedua berada di paha atas sebelah kiri,ketiga berada di punggung sebelah kiri dan!!" sakti pun menghentikan ucapannya!
"kenapa berhenti sakti? Ayo kau sebutkan saja bagian yang terakhir!" perintah Jendral Wira sedikit tertawa geli
"ehhh yang ke empat ada...ada, Ada di bagian organ intim pak!" jawab Sakti merasa sedikit canggung
"sudah cukup, Saya yakin jika kamu sudah mengetahui ciri-ciri putriku secara detai dan terperinci!"
"siap, Jendral, Saya sudah mengetahui seluruh isi file yang Kolonel Yos berikan kepada saya kemarin!" terang Sakti
"Bagus! Untuk memulai penyamaran mu sebagai seorang siswa di sekolah putriku,saya kasih kamu waktu selama satu bulan untuk mempersiapkan semuanya,dan untuk sementara waktu kau pelajari dan selidiki setiap pelosok lokasi dan tempat-tempat yang selalu di kunjungi oleh Jelita,semuanya harus sangat detail dan jangan sampai kamu ketahuan oleh putriku jika kamu adalah pengawal rahasianya! Ngerti kamu sakti?" tanya Jendral Wira
"Siap, Saya mengerti pak Jendral Wira Hadi!"
"Baiklah,kamu sudah tahu kan nanti kamu akan memerankan sebagai siapa ketika menyamar menjadi seorang siswa di sekolahnya Jelita?"
"Siap, Sudah pak Jendral, nanti semua identitas saya akan di ganti semua menjadi Satria Anggara,lahir di Surabaya pada tanggal 20 Januari tahun xxxx,saya akan mengaku sebagai murid pindahan!"
Sakti pun menjelaskan semuanya sangat terperinci kepada Jendral Wira Hadi,dan Jendral Wira pun tampak kagum dengan kemampuan daya ingat seorang Kapten Sakti Kusuma Wijaya,baginya dengan memilihnya sebagai pengawal rahasia putrinya, itu merupakan suatu keputusan yang benar,ketimbang kemarin-kemrin ia harus merekrut tiga pengawal sekaligus untuk selalu menjaga putrinya nya,apalagi jika Jendral Wira mendapatkan tugas Negara dan harus pergi keluar kota,otomatis ia harus meninggalkan Jelita seorang diri di rumahnya,dan hanya di temani oleh para asisten rumah tangga.
Setelah bertemu dan berbincang dengan Jendral Wira Hadi Prasetyo,akhirnya Sakti segera meluncur menuju sekolahnya Jelita Prasetyo,ia pun tidak lupa mengenakkan topi serta masker di wajahnya agar tidak di kenali oleh orang sekitar.
Dari balik pintu gerbang sekolah Pelita Bangsa,akhirnya Sakti bisa melihat Jelita secara langsung,ia pun tidak pernah putus untuk terus memandang ke arah Jelita.
"akhirnya ketemu juga,Hmmm.. lumayan manis, tapi sepertinya dia adalah wanita yang sangat manja, baiklah Nona manis, hari ini kau berada dalam pengawasanku." gumam Sakti yang tetap fokus dengan pandangannya.
"Lit,kita ke kantin seberang gerbang sekolah yuk? di sana ada jajanan enak,Kayak Kafe gitu,baru buka deh kayaknya!" ajak Jenny
"wah,kalau urusan perut aje nomer wahid lo Jen!"ledek Dila
"iya dong, biar nanti body gue bohay, gak kurus kayak orang cacingan!" sahut Jenny
"ohhh,jadi elo fikir gur kurus karena gue cacingan hah?" cetus Dila sangat kesal
"bha..ha..ha, Kenapa elo jadi sewot Dil? Gak asik lo akh!" ledek Jenny
"sudah-sudah! Kalian jangan ribut kek gitu,malu ikh di lihatin orang-orang!"ucap Jelita
"bener tuh,dengerin apa kata Jelita!" jawab Diana menimpali
Akhirnya mereka berempat pergi menuju tempat yang di tunjukkan oleh Jenny,dan memang tempat itu lumayan nyaman untuk nongkrong anak-anak sekolah
"bang,nasi goreng spesial satu ye?" pinta Jenny
"woy Jen, gak salah lo siang-siang mesen nasi goreng? Wah elo beneran pengen badan elo gendut kek bola basket?" sindir kembali Dila
"iye,emang kenapa sih Dil? Perut-perut gw,uang-uang gw juga!! Ngapain elo repot sih ngurusin gw!" jawab jenny kembali emosi
"woy! Udah akh jangan bikin rusuh di sini! Kita makan makanan yang kita sukai, dan jangan ada yang protes, Inget guys,persahabatan kita itu lebih berharga dari apapun. Masa gara-gara masalah kek gini doangan jadi ribut!"tegas Jelita
Akhirnya mereka bertiga mendengarkan perkataan dari Jelita.
Sedangkan dari arah pojok Kafe,sudah ada Sakti yang terus memperhatikan Jelita sambil menikmati segelas kopi hitam,tidak lama kemudian datang segerombolan pria bertato dan berpenampilan seperti anak punk yang langsung menerobos masuk ke dalam Kafe.
"hey anj*ng keluar elo! gue tahu elo ada di sini, Keluar lo b*ngs*t! teriak salah satu anggota yang memiliki tato sambil mengeluarkan sebuah samurai panjang,otomatis pengunjung Kafe pun langsung berhamburan keluar untuk menyelamatkan diri,termasuk Jelita dan teman-temannya,namun sial ketika Jelita hendak melewati anak punk yang sedang memegang pedang samurai panjang,ia pun di tarik tangannya oleh salah satu anggota tersebut, Jelita pun berteriak histeris
"hey,lepasin teman kami!!" ucap dila dengan beraninya
Tubuh mereka berempat pun gemetar karena takut
"wih,nih cewek bening-bening banget! kita apain nih cok?" tanya si cowok yang masih menggenggam erat lengan Jelita
"kita bawa ke basecamp! elo amankan dulu cewek-cewek bening itu,gw lagi fokus nyari si Andre bro, gue yakin nih orang masih ngumpet di dalem!" jawab si cowok yang masih bertahan dengan menggenggam samurai di tangannya.
"Hey bocah, Lepasin wanita itu! Kalian pergilah dari sini sebelum kalian menyesal!" usir salah seorang pria dari arah kursi paling pojok.
Semua mata pun langsung tertuju kepada arah suara tersebut,yang tidak lain itu adalah suara dari Kapten Sakti Kusuma Wijaya,termasuk Jelita.
Bersambung...
🌺🌺🌺🌺🌺🌺
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 81 Episodes
Comments
Kak Dsh 14
Parah bgt bpk s jelita minta di sebut semua . kan jadi malu s sakti wkwkk
2024-07-07
1
Kak Dsh 14
Orang2 ngan sawah ya gaess😭🤣
2024-07-07
1
Utayiresna🌷
si kapten sakti🙈
2024-06-24
1