Hari sudah mulai gelap,sang surya telah berganti tugas dengan sang rembulan, cahaya terang nya membuat sebagian bumi dan seisinya menjadi lebih indah,namun tidak dengan hiruk pikuk manusia di dalamnya,kini banyak manusia yang di penuhi dengan ambisi,nafsu serta dendam yang tidak berkesudahan.
Malam ini sakti menemui Kolonel yos sudarso di kediamannya yakni tidak jauh dari batalyon.
tidak lupa sakti memberikan salam serta hormat kepada atasannya tersebut.
"masuk,dan duduklah sakti!! Ada hal penting yang ingin saya bicarakan kepadamu!" terang kolonel yos
Sakti pun duduk berhadapan dengan kolonel yos,yang kemudian tanpa bertele-tele langsung menjelaskan maksud dan tujuannya menyuruh sakti segera datang menemuinya.
"jadi,sudah dua kali putri dari jendral wira terancam di bunuh?" tanya Kolonel yos
"siap! Betul Kolonel! Maaf saya belum berhasil menangkap pelakunya."
"tidak apa-apa sakti,setelah di selidiki! Ternyata orang ini dulunya adalah seorang pemberontak yang telah berlatih di kawasan timur tengah,rupanya dia adalah seorang yang di bayar dan di tugaskan untuk membunuh jelita sebagai target utamanya,setelah itu besar kemungkinan pria ini akan menghabisi jendral wira juga!" ucap kolonel yos
"lantas,apa motif dari ini semua kolonel?" tanya sakti penasaran
Akhirnya kolonel yos membeberkan kejadian yang sebenarnya.
"kejadiannya sekitar lima belas tahun yang lalu sakti!! Dia adalah anggoro ,seorang anggota pasukkan elit juga,namun ia telah melakukan perbuatan yang melanggar hukum,dan orang yang pertama mengetahuinya adalah jendral wira,padahal jendral wira dan anggoro adalah sahabat dekat,dan saya juga lupa,ada seorang lagi yang tidak tercantum namanya!!!! Nanti saya coba cari tahu informasi yang lebih akurat, dan mereka bertiga selalu di sebut pasukan tiga serangkai yang sangat berprestasi,namun anggoro telah terjerat suatu kasus,sifatnya yang tamak dan serakah, membuatnya terjerumus kedalam lubang hitam,dia telah sekongkol dengan seorang mafia di negeri ini,dan sudah berapa kali ia meloloskan penyelundupan senjata ilegal,dan jendral wira lah yang melaporkan ini semua,hingga akhirnya ia berhasil di tangkap dan di pecat secara tidak hormat,setelah kejadian itu,selama di dalam penjara,ternyata keluarga anggoro telah di bunuh secara sadis oleh orang yang tidak di kenal,istri dan kedua putranya yang masih kecil,terpaksa harus meregang nyawa!! Dan anggoro malah menuduh jendral wira yang telah melakukannya,karena tidak ada bukti,akhirnya jendral wira bebas dari tuduhan tersebut,tidak lama kehidupan jendral wira mulai mendapatkan teror serta ancaman,hingga akhirnya istri sang jendral yang bernama nyonya kinanti prasetyo terkena tembakan panas di rumahnya sendiri,tepatnya di paviliun belakang,awalnya ia ingin menyelamatkan putrinya yang terkurung di sana namun naas,saat seseorang mencoba melayangkan pistol ke tubuh mungil putri jendral wira,ibu kinanti berhasil menyelamatkan putrinya,yakni dengan cara memeluk putrinya,dan dua tembakkan panas telah mengenai punggung belakang hingga tembus ke dada depan di sebelah kiri!!! Padahal pada kejadian naas itu,penjagaan cukup ketat,namun sayang!! Para pengawal tersebut berhasil di lumpuhkan dengan cara cukup sadis,mereka di tembak satu persatu hingga tewas di tempat.
Dheghhh!!!
jadi,ini yang membuat nona jelita trauma ketika masuk ke dalam paviliun? ternyata ibunya terbunuh di tempat itu.Satria
"lantas,pada saat kejadian naas itu,dimana jendral wira dan putra angkatnya yang bernama dimas prasetyo berada?"tanya sakti penasaran
"pada saat kejadian,jendral wira masih dalam perjalanan pulang setelah tugas selama seminggu di surabaya,dan pas saat kejadian naas itu,ia sempat melihat pelaku yang berhasil melarikan diri lewat tembok belakang paviliun,dan sampai saat ini orang itu seperti lenyap begitu saja!! Anggoro sempat di curigai,namun karena posisi dia masih dalam penjara,besar kemungkinan bukanlah anggoro pelakunya,tapi akhir-akhir ini,setelah melakukan beberapa kali penyelidikan,ternyata yang ingin menghabisi putri jendral wira adalah anggoro,rasa dendam dirinya kepada jendral wira masih sangatlah besar,dan putra angkat pak wira pada saat itu sedang melanjutkan kuliah semester akhir di universitas terkenal di inggris,jadi saya harap,kamu selalu waspada sakti!! Kini kamu harus ekstra menjaga dan melindungi jelita,jangan sampai lengah!" perintah kolonel yos.
"siap!! Saya akan melindungi nona jelita sampai titik darah penghabisan kolonel!!" jawab satria
"bagus!! Saya harap kamu bisa di andalkan!! Kamu adalah pasukan terbaik kami sakti,jangan pernah kamu kecewakan kesatuan kita!" terang kolonel yos
Akhirnya pembicaraan mereka pun berakhir,dan sakti bergegas kembali menuju rumah sakit.
......................
"Kau ini benar-benar manusia tidak berguna!! Menghabisi satu wanita saja tidak becus!" dengus kesal anggoro.
"maaf tuan!! Ternyata wanita itu telah di kawal oleh seorang pasukan elit yang sudah terlatih!!" terang hendro,yang merupakan seorang penembak jitu yang sudah tiga tahun berlatih di timur tengah.
"aarrkkkhhh sial!!! Rupanya si jendral sialan itu pintar juga!! Pokoknya saya tidak mau tahu!! Saya kasih satu kali lagi kesempatan untuk kamu menghabisi wanita itu!! Jangan kau kecewakan kesempatan terakhir ini,ngerti kamu!" terang anggoro.
"baik tuan!! Saya akan mengatur kembali rencana,agar bisa dengan mudah menghabisi putri jenderal wira!"
"bagus!! Pokoknya ada kesempatan,kamu habisi wanita itu!! Masalah bayaran,kamu tidak perlu takut hendro,saya akan memberikanmu imbalan lima kali lipat dari bayaranmu semula!"
mendengar berita bagus dari anggoro,hendro pun semakin bersemangat untuk segera menghabisi jelita.
Baiklah hendro,kini elo tinggal mengorek informasi dari murid pelita bangsa yang sudah elo manfaatkan!! Gue yakin orang ini akan menuruti semua perintahku!! Memang uang bisa membeli harga diri seseorang!! Ha..ha..ha..ha!!! Hendro
......................
Tiga hari berlalu,akhirnya jelita sudah bisa pulang ke rumah,karena kondisinya sudah berangsur membaik
Akhirnya gue bisa pulang ke rumah,sumpek juga lama-lama di rumah sakit!! Gue kangen ketemu temen-temen di sekolah!! Kenapa sih papah mesti melarang temen-temen aku datang menjenguk ke rumah sakit? Jelita
Sesampainya di rumah,jelita tampak heran dengan kondisi pengamanan di rumahnya,terdapat beberapa pengawal serta pasukan bersenjata sedang berjaga di depan dan belakang rumahnya.
"pah!! Kenapa di rumah ini banyak sekali pengawal? Apa papah berniat mau mengurungku lagi seperti dulu?" tanya jelita curiga
"ha..ha..ha!!" tawa pak wira agar bisa mencairkan suasana yang cukup tegang.
"kok papah malah ketawa sih? Aku nanya serius lho pah!! Ucap jelita sedikit kesal
"kamu tenang saja jelita,papah tidak akan menyuruh pengawal papah untuk selalu berada di sisimu sayang!! Kau akan bebas seperti biasanya!" jawab enteng pak wira
"hemmmmm!!! Syukurlah pah!!! jelita fikir,papah akan melakukan tindakan seperti kemarin!! Lantas kenapa penjagaan di rumah ini begitu ketat pah? Apa telah terjadi sesuatu selama aku di rumah sakit?" tanya kembali jelita
"emmhhh!!! Tidak ada apa-apa kok sayang!! Papah hanya ingin rumah ini tetap selalu aman!! Yasudah kamu segera istirahat sana!! Jangan punya fikiran yang macam-macam!" perintah pak wira
Jelita akhirnya mengikuti perintah dari papahnya,dengan di dampingi oleh sakti,jelita terus berjalan menuju kamarnya sembari melamun
Pah!! Jelita bukanlah gadis kecil yang bisa dengan mudah papah bohongi!! Pasti ada sesuatu yang telah terjadi.Jelita
setibanya di dalam kamar jelita,entah kenapa jelita merasakan sesuatu yang aneh pada pengawal yang bernama sakti itu.
"hey kamu!! Kenapa kamu selalu memakai masker? Ini kan di dalam rumah,lagian gue bukan cewek yang menyebarkan virus!! Elo buka kek tuh masker di wajah elo!" perintah jelita
Namun sakti alias satri menghiraukan perkataan dari jelita
Ishhhh...orang ini sangat menyebalkan!! Jelita
Dengan lancangnya,jelita berusaha melepaskan masker wajah yang sakti kenakan,namun gerakannya kalah cepat,sakti berhasil menepis tangan jelita dan menatap dalam wajah jelita,sontak jantung jelita pun berdebar sangat kencang.
Tatapan mata itu?? Kenapa sangat familiar!! Sebenarnya siapa dirimu wahai pria misterius! Jelita
Aduhhh nona,bisa kah anda bersikap lebih jinak dan tidak bar-bar seperti ini? hampir saja penyamaranku terbongkar.Satria
setelah kejadian itu,akhirnya sakti memutuskan untuk langsung keluar dari kamar jelita,dan ia memilih untuk mengawasinya lewat monitor di dalam paviliun,dimana kamera CCTV selalu memantai setiap gerak-gerik jelita.
🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸
Hallo sahabat setiaku,terima kasih karena sudah membaca novel ini,jangan lupa subscribe dan tinggalkan jejak di setiap babnya,karena dukungan dari kalian adalah motivasi untuk author agar bisa menghasilkan karya yang lebih baik lagi
Mohon maaf jika masih ada kesalahan dalam penulisan karya author ini 🙏🙏🙏
Salam hangat
Author 😘
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 81 Episodes
Comments