kenyataan

"Selamat malam anak papah yang cantik!" sapa pak wira hadi sembari membawa sebuah papper bag di tangannya.

Seketika jelita langsung terkejut,ia pun langsung memeluk erat tubuh papahnya yang masih terlihat kekar.

"papah!! Tumben pulang gak bilang-bilang dulu!" tanya jelita

"suprise dong sayang!!! Papah memang sengaja gak ngasih tahu kamu!" terang pak wira

kemudian jelita dan papahnya pindah ke ruang keluarga,begitu banyak pertanyaan yang jelita lontarkan kepada papahnya itu.

"kamu itu kalau nanya sama apah satu-satu lah!! Sudah tahu papahmu yang tua ini sudah mulai pikun nak!" jawab pak wira sembari mengusap lembut rambut putrinya

"papah jangan bilang kaya gitu!! Jelita sedih dengernya pah!! Cuma papah yang jelita punya di dunia ini!"

"jelita sayang!! Kan masih ada kak Dimas yang akan menggantikan papah!! Dia pasti akan menjadi kakak kamu yang baik dan bertanggung jawab,meskipun dia bukan kakak kandungmu nak!"

"kak dimas terlalu sibuk sama perusahaannya pah!! Mana ada waktu dia buat aku!! Sekalinya pulang ke rumah juga sudah seperti orang lain!! Kak dimas yang dulu dan sekarang sangat berbeda jauh pah!"

"hush!!! Kamu jangan ngomong kaya gitu sayang!! Kakakmu itu mungkin sangat sibuk mengurusi perusahaan keluarga kita,toh nanti hasilnya juga buat kamu sayang!! Kamu adalah pewaris tunggal perusahaan dan semua aset milik papah nantinya!" terang pak wira

"aku gak butuh itu semua pah!! Jelita hanya butuh papah di samping jelita!"

Pak wira hadi begitu haru dengan jawaban putrinya tersebut."Nak,tidak ada manusia yang abadi di dunia ini,setiap kehidupan pasti ada kematian,dan setiap pertemuan pasti ada perpisahan!"

"stop pah!!! Jangan papah ulangi kata menakutkan seperti itu lagi!! Jelita gak mau dengar!! Protes jelita sembari menutup kedua kupingnya dengan kedua tangannya

Pak wira pun tersenyum,ia tahu jika putrinya begitu menyayanginya.

"permisi pak!! Ada telepon dari istana negara!" ucap prabu yang merupakan ajudan pak wira hadi

"tunggu sebentar ya nak!! Nanti kita ngobrol lagi!"

Jelita pun hanya mengangguk,kemudian pak wira hadi pergi keruang kerjanya untuk menerima telepon yang sangat penting.

......................

Damar satrio dewangga,ternyata dia adalah putra bungsu dari seorang pengusaha sekaligus cucu dari seorang jenderal bintang tiga,yakni pak dewangga arya perkasa,sangat cocok jika di sandingkan dengan jelita,sama-sama keluarga dari seorang jenderal,apa sebaiknya aku memberi tahu pak wira saja ya? Toh pasti lambat laun jelita dan damar akan menjalin kasih meskipun sedari awal pak wira melarang putrinya untuk berpacaran!

 Akhirnya sakti alias satria segera menemui pak wira hadi,ia pun sebelumnya sudah di beritahu terlebih dahulu jika pak jendral wira hadi akan tiba pukul sembilan malam,setelah situasi baginya terasa aman,yakni sudah tidurnya putri semata wayangnya yakni jelita.

"selamat malam pak wira hadi!" sapa satria sembari memberikan hormat

"selamat malam sakti!! Ayo silahkan duduk!"perintah pak wira

Dengan segera akhirnya sakti duduk berhadapan dengan pak wira hadi.

"apakah ada hal penting yang ingin kamu bicarakan?" tanya pak wira

"iya pak!! Ada hal penting yang ingin saya bicarakan,ini mengenai jelita!"

"apa itu sakti? Coba kau jelaskan

Akhirnya sakti alias satria menceritakan peristiwa yang terjadi tadi siang di sekolah

"ha..ha..ha!! Jadi tadi siang putriku di tembak oleh seorang laki-laki?" tanya pak wira tertawa geli

Seketika sakti bingung dengan sikap pak wira hadi di hadapannya,padahal sebelum kepergiannya tugas ke aceh,pak wira hadi sempat berpesan jika ia tidak setuju jika jelita dekat dengan seorang pria

"jadi pria itu namanya Damar satrio dewangga ya!! Sebenarnya damar dan jelita pernah ada rencana perjodohan sewaktu mereka masih kecil,almarhum pak Dewangga sempat merencanakan ini semua kepadaku,dia adalah seorang jenderal sekaligus seniorku!! Biarkan jelita dekat dengan damar ya sakti!! Saya harap jelita bisa menerima damar,karena damar adalah calon suami untuk jelita." terang pak wira hadi

Satria sempat terdiam mendengar penjelasan dari pak wira hadi.

"baiklah kalau begitu saya permisi dulu pak! Masih banyak pekerjaan yang harus saya kerjakan!" terang sakti

"kamu istirahatlah sakti,kamu juga manusia biasa,jangan terlalu memforsir pekerjaan!" perintah pak wira hadi

"siap!! Laksanakan.."

Akhirnya satria balik kanan dan segera pergi menuju paviliun belakang.

Keesokkan harinya...

Seperti biasa,hari ini jelita selalu terlihat berseri-seri,apalagi semenjak ia mengenal satria,entah kenapa jelita merasakan sesuatu yang berbeda

"aduhh non lita!! Tumben sih minta di bikinin dua kotak makanan!! Buat siapa hayo??" ledek bi sumi

"ada deh!! Kepo ikhhhh..bi sumi!!" jawab jelita dengan wajah yang bersemu merah

"wah!! Pasti buat pacarnya non jelita ya?" tanya bi sumi asal ceplos

"sssttttttt!!! Jangan kenceng-kenceng bi,entar kalau papah tahu bisa kacau urusannya!" terang jelita sembari pergi berlalu membawa dua kotak bekal makanan

Semoga elo suka dengan kejutan yang gue kasih ini satria. Jelita

sebelum bertemu dengan tiga sahabat jelita yang super rempong,jelita mencari keberadaan satria,akhirnya ia menemukan satria sedang duduk di bangku taman belakang sekolah

Dengan nafas yang masih tersenggal-senggal,akhirnya jelita menghampiri satria dan mencoba duduk di sebelahnya,namun sial!! Rupanya satria tidak menghiraukan dirinya saat ini

"ehem!!! Jelita berdehem

Sontak satria yang sengaja mengalihkan perhatian dengan berpura-pura seolah sedang membaca buku,kini ia menutup sampul buku yang sedang ia baca.

"ada perlu apa kamu kesini?" tanya satria ketus dengan mimik wajah kurang mengenakkan

dengan perasaan gugup,jelita memberikan saru kotak bekal makanan untuk satria

"ini buat elo sat!! Di makan ya!! Jangan sampe elo enggak sarapan!" terang jelita yang kemudian langsung melengos pergi begitu saja

Satria tampak terlihat bingung dan heran

Kamu kenapa nona jelita? Kenapa tiba-tiba dirimu jadi baik seperti ini padaku? Sampai-sampai kau bawa kotak bekal makanan yang sengaja kamu bawa dari rumah? Satria

ketika jam istirahat,satria pergi ke kontrakan sahabatnya yang tidak lain dia adalah ridho,yang kebetulan hari ini dia sedang off berdinas di kodim.

"apa? Jadi itu cewek ngasih elo kotak makanan ini sat?" tanya ridho tidak percaya

"sstttt!!! Kalau ngomong gak usah pake toa dho?" protes sakti alias satria

"eh,elo itu bodoh apa bego sih sakti? Jelas-jelas tuh cewek suka sana elo!" terang ridho

"apa?? Suka??? Kamu jangan asal ngomong dho!" jawab sakti tidak percaya

"begini nih kalau punya sahabat kelamaan ngejomblo!! Hal kecil begini saja gak tahu!!! Hadeuhhh sakti..sakti!! Dari planet mana sih elo ini!" ledek ridho sembari tertawa geli melihat tingkah bodoh sahabat sekaligus atasannya tersebut.

Masa iya sih nona jelita anaknya jenderal wira hadi menyukaiku? Pasti si ridho keliru!! Bangsat juga nih orang mau membodohiku kek gini! Sakti

"udeh,elo pepet aja tuh cewek!! Udah ngasih kode kek gitu juga,emang siapa sih cewek itu sakti?" tanya ridho penasaran

Lalu sakti menghiraukan pertanyaan dari ridho,ia pun langsung berlalu dan pergi meninggalkan ridho begitu saja.

Episodes
1 Protes
2 Misi pertama
3 Menyamar menjadi seorang siswa SMU
4 soal yang mematikan
5 merayu satria
6 Tragedi di kantin
7 Satria vs Damar part 1
8 Satria vs Damar part 2
9 Satria vs damar part 3
10 Satria vs Damar part 4
11 Pergi berdua
12 Kado untuk papah
13 Menyatakan perasaan
14 kenyataan
15 Penolakkan yang menyakitkan
16 teraancam kembali
17 Cerita di masa lalu
18 kejutan untuk jelita
19 sikap yang konyol
20 Pergi ke museum
21 perjodohan
22 Sudah terlambat
23 Pergi
24 Mendadak demam
25 Adu jotos
26 Di dekatmu aku bahagia
27 akhirnya ketahuan
28 Kembalinya Dimas ke rumah
29 pergi ke makam mamah
30 Mencari jawaban
31 Peringatan
32 Jelita kabur
33 Jelita kabur Part 2
34 penculikkan
35 Makan berdua
36 permintaan konyol jelita untuk satria
37 kembali ke rumah
38 Di jenguk tiga sahabat rempong
39 Membuang rasa trauma masalalu
40 Di antar kak Dimas ke sekolah
41 Berbicara masalah hati
42 Resmi jadian
43 Cemburu
44 Yah,ketahuan deh!!!!
45 Mengagumi dirimu
46 Ujian sekolah
47 Cinta bikin gila
48 Pergi ke rumah Dila
49 Jelita cemburu
50 Merayakannya bersama
51 Di fitnah
52 Jelita di culik
53 Titik terang
54 Memburu kelinci kecil
55 Memburu para penjahat
56 Memiliki dirimu seutuhnya
57 Di jenguk kak dimas dan dila
58 Menemuimu secara diam-diam
59 Keputusan yang tiba-tiba
60 Jujur
61 Menjenguk sakti di rumah sakit
62 Mencarimu
63 Akhirnya bisa bertemu lagi denganmu
64 Keputusan yang berat
65 Menerima semuanya
66 Situkang ngadu
67 Di undang keluarga Damar
68 Jebakan
69 Bersama di atap gedung
70 Selamat tinggal kekasihku
71 Ngidam
72 kenyataan yang sangat pahit
73 Patah hati
74 Melupakan masalalu demi masa depan
75 Memilih kabur
76 Rindu yang mendalam
77 Bertemunya Sakti dan Satria
78 Akhirnya ku menemukanmu
79 Jelita sadar
80 Bertemu kembali dengan papah
81 Merestuinya
Episodes

Updated 81 Episodes

1
Protes
2
Misi pertama
3
Menyamar menjadi seorang siswa SMU
4
soal yang mematikan
5
merayu satria
6
Tragedi di kantin
7
Satria vs Damar part 1
8
Satria vs Damar part 2
9
Satria vs damar part 3
10
Satria vs Damar part 4
11
Pergi berdua
12
Kado untuk papah
13
Menyatakan perasaan
14
kenyataan
15
Penolakkan yang menyakitkan
16
teraancam kembali
17
Cerita di masa lalu
18
kejutan untuk jelita
19
sikap yang konyol
20
Pergi ke museum
21
perjodohan
22
Sudah terlambat
23
Pergi
24
Mendadak demam
25
Adu jotos
26
Di dekatmu aku bahagia
27
akhirnya ketahuan
28
Kembalinya Dimas ke rumah
29
pergi ke makam mamah
30
Mencari jawaban
31
Peringatan
32
Jelita kabur
33
Jelita kabur Part 2
34
penculikkan
35
Makan berdua
36
permintaan konyol jelita untuk satria
37
kembali ke rumah
38
Di jenguk tiga sahabat rempong
39
Membuang rasa trauma masalalu
40
Di antar kak Dimas ke sekolah
41
Berbicara masalah hati
42
Resmi jadian
43
Cemburu
44
Yah,ketahuan deh!!!!
45
Mengagumi dirimu
46
Ujian sekolah
47
Cinta bikin gila
48
Pergi ke rumah Dila
49
Jelita cemburu
50
Merayakannya bersama
51
Di fitnah
52
Jelita di culik
53
Titik terang
54
Memburu kelinci kecil
55
Memburu para penjahat
56
Memiliki dirimu seutuhnya
57
Di jenguk kak dimas dan dila
58
Menemuimu secara diam-diam
59
Keputusan yang tiba-tiba
60
Jujur
61
Menjenguk sakti di rumah sakit
62
Mencarimu
63
Akhirnya bisa bertemu lagi denganmu
64
Keputusan yang berat
65
Menerima semuanya
66
Situkang ngadu
67
Di undang keluarga Damar
68
Jebakan
69
Bersama di atap gedung
70
Selamat tinggal kekasihku
71
Ngidam
72
kenyataan yang sangat pahit
73
Patah hati
74
Melupakan masalalu demi masa depan
75
Memilih kabur
76
Rindu yang mendalam
77
Bertemunya Sakti dan Satria
78
Akhirnya ku menemukanmu
79
Jelita sadar
80
Bertemu kembali dengan papah
81
Merestuinya

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!