Hari syuting pertama Sea Alison pun tiba.
Sea tahu kalau syuting memakan waktu beberapa bulan atau paling lama lebih dari setahun, ia juga sadar berapa lamanya mengambil satu adegan. Dari mencapai tempat yang cocok untuk syuting, bahkan setelah menemukannya kemungkinan ada banyak masalah di mana tempat itu tidak bisa dipesan, dan biasanya mereka harus membayar biaya sewa yang mahal. Kau tahu? Kalau jalan raya biasa, jalanan, stasiun kereta, halte bus dan lain-lain yang biasa muncul di film harus terlebih dahulu dipesan dan disetujui secara resmi.
Bisakah Sea menyelesaikan film pertamanya dengan cepat? Sebab ia hanya memiliki waktu satu tahun.
Dan kekhawatirannya menguap begitu saja.
Tidak masalah soal perlu banyak uang yang dikeluarkan untuk lokasi film 'Arthur The Criminal' yang beranggaran tinggi. Berkat itu, mereka berencana membuat film ini dengan sangat cepat. Memungkinkan membuat proses syuting dalam 57 hari. Kecepatannya sangat gila. Setnya sangat besar karena ini bukan film independen.
Namun, itu tidak mustahil karena ada Sutradara Jerkin, Asisten Sutradara Nikolai, dan Juru Kamera Benjamin. Orang-orang luar biasa di dunia perfilman. Kecuali ada set syuting yang sangat besar, serta bom operator. Hanya itu, Jerkin Sicario merupakan pembuat film yang sangat analog.
Meski begitu, kabarnya pria penting itu tidak selalu berada di lokasi syuting. Pria itu memang sibuk karena memegang jabatan penting di IAA. Sea sendiri juga hanya mendapat sedikit kesempatan untuk sekedar melihat sekilas Direktur Sicario ketika dia masih bekerja menjadi manager Lilyana Oswald. Wajar saja, pria itu adalah orang yang akan menjadi CEO IAA di masa depan, si pemegang saham terbesar di perusahaan manajemen artis terbaik.
"Lelaki yang hebat," ujar Sea meluncur begitu saja dari bibir yang sedang dilukis kemerahan.
"Ya, itu benar."
"Jantungku berdegup sangat kencang sampai kukira aku akan mati. Ya, Sutradara Sicario tahu kalau kru-nya membuat kesalahan meski tidak selalu di lokasi syuting."
[ Ding! Karakteristik 'Keterampilan komunikasi yang kuat' aktif. ]
"Ya ampun, bagaimana dia bisa tahu?"
Sea bertanya mengikuti tempo pembicaraan dua orang wanita yang sedang meriasnya.
Meski ia tidak mau membicarakan orang di balik punggungnya, namun, mulutnya tiba-tiba saja bergerak tak terduga. Ah, apakah ini efek dari karakteristik tersebut? Ini membuatnya tidak seperti dirinya saja. Namun, ini cukup efektif untuk bergaul. Dia menjadi tidak merasa kikuk dan lancar berbicara. Dan sepertinya dua makeup artist tersebut nampak menyukai Sea.
"Aku tidak tahu. Ya, semua juga tahu. Sutradara Sicario memiliki intuisi tajam dan kecerdasan yang tak tertandingi."
"Mhm, itu benar. Oh ya , ngomong-ngomong bukannya Nona Sea dipilih secara langsung oleh Sutradara hebat kita? Kudengar dia sangat menyukai akting-mu."
"Eh?"
Sea mengerutkan sudut matanya yang sedang dioleskan eye shadow berwana lembut. Sebelumnya, wanita yang meriasnya bilang, "Matamu sudah cantik karena menyerupai bentuk kacang almond." Dan wanita satunya juga bilang, "Karena kau cukup terampil──maksudku, dirimu yang sudah terlihat cantik meski tanpa makeup, aku pikir yang perlu kau lakukan hanyalah melihat cermin. Kami hanya sedikit memolesnya agar semakin terlihat cantik di layar." Dan Sea berterima kasih dengan malu-malu.
Penampilan A- memang mempermudah segalanya. Lihat saja dua makeup artist yang bersemangat melukis wajahnya di sana-sini.
Ah, bukan itu problemnya sekarang. Apa yang dikatakan wanita berambut kepirangan lah yang membingungkan Sea. Apa maksudnya dengan Jerkin Sicario sangat menyukai aktingnya? Benarkah begitu? Apakah itu alasan mengapa pria itu memberikannya saputangan berharga ratusan dolar untuk digunakan menghapus air mata dan ingusnya?
Ingin bertanya lebih lanjut lagi, tapi suara Sea tak sampai karena suara di sekitar semakin bising.
"Hei, ini gelap, naikkan reflektor lebih tinggi! Ayo cepat kita mulai!"
Mendengar suara Asisten Sutradara Nikolai, staf mengangkat reflektor besar sedikit lebih tinggi dari kepala mereka. Tempatnya ada di stasiun kereta di pinggir kota. Mereka harus selesai syuting dalam waktu terbatas sebelum operasi dimulai sebelum fajar, jadi meski semua orang mengusap mata yang mengantuk namun memiliki gerakan cepat ketika memasang peralatan dalam kegelapan. Di antara mereka, Sea adalah pesohor yang sudah standby di lokasi, dan ada satu lagi belum datang.
"Hai! Lucy! Lucian!"
"Lucy, aku mencintaimu! Lucy!"
"Lucian, tolong lihat sini!"
Tiba-tiba jeritan yang begitu menusuk gendeng telinga merayap di tempat yang sibuk itu. Bahkan menelan suara Asisten Sutradara Nikolai dan tim syuting.
Ah, panjang umur. Protagonis utama sudah datang.
Rumor bahwa Lucian Clark sedang syuting di sini sudah menyebar, dan di daerah sekitarnya dipenuhi orang-orang yang berbondong-bondong ingin melihatnya. Ada juga yang sampai berkemah.
Sea menyipitkan mata melihat kerumunan histeris itu. Mendorong, menginjak kaki, memukul, dan menjerit. Tidak ada rasa takut akan terinjak-injak sampai mati. Sungguh mereka. Ada lima orang dari pihak keamanan untuk menghentikan perkumpulan fans fanatik itu dan mendorong mereka menjauh. Dengan suara tipis ia bergumam, "Ini bahkan lebih banyak daripada fans Lilyana."
Ketika sudut matanya bertemu dengan biang kerok penyebab kegilaan dibalik bridge tersebut, yang sedang berjalan dengan keren dan melambai menyapa kumpulan penggemarnya. Sea tertegun karena matanya bertabrakan dengan mata hijau milik Lucian. Tidak lebih dari satu detik, namun, dia dapat melihat sudut bibir pria itu tertarik. Ah, dia tidak tahu maksudnya.
Lucian menghampiri Astrada Nikolai dan keduanya tampak berbincang. Meski aktor tampan itu datang terakhir namun sepertinya sang asisten sutradara tidak mempermasalahkannya. Ekspresinya seperti biasa. Tatapan pria berusia 40-an itu melihat sekitar, dan terpaku pada Sea yang sudah selesai dirias.
"Sea Alison, bersiap-siaplah!"
"Ya."
Akting yang akan menjadi debut pertamanya akan segera dimulai. Sea meletakan naskah yang dia peluk di atas meja bundar dekat kursinya, lalu bersiap.
**
"Cut!"
<< Anda mendapat 1 point karena telah berhasil melakukan syuting pertama! >>
Untungnya adegan pendek berakhir tanpa kritik apapun, dan dia mendapatkan hadiah dadakan 1 point.
Sea mengatakan dialog dengan benar. Awalnya dalam adegan ini, Emily bertemu teman-temannya di stasiun, jadi dia tidak canggung menjadi wanita yang diperlakukan tidak manusiawi oleh teman bermainnya, tapi karena kakak laki-lakinya──Arthur muncul, mereka pun berpura-pura memperlakukan Emily dengan sangat baik. Dia yang takut hanya bersembunyi tanpa mengatakan apapun.
Sea tahu sekali bagaimana perasaan ditolak oleh sekitar, takut, marah, sedih, dan malu yang dirasakan karakter 'Emily'. Serta bagaimana ia tidak bisa berbicara tentang penindasan yang diterimanya. Sangat menyesakan sampai membuat frustrasi. Itu adalah pengalaman yang nyata baginya.
Masih pagi-pagi, di mana cahaya kebiruan belum tiba. Sea menatap Lucian dengan mata terkejut, ia merasa tidak tenang karena tidak percaya dengan ketulusan pria yang memujinya dengan suara serius dan lembut itu. Meski dia menggunakan jumper hangat, ujung jarinya terasa dingin.
"Benar. Ternyata juniorku jenius akting."
"Terima kasih, Senior. Akting-mu lebih luar biasa daripada aku yang pemula. Aku hanya berusaha untuk tidak merepotkanmu dengan terus mengulang satu adegan. Aku berharap senior terus membimbingku."
"Tidak perlu berpikir seperti itu. Lakukan apapun yang kau rasa nyaman. Oke, kau bisa menanyakan apapun yang tidak kau mengerti padaku."
"Kalau begitu tolong."
Tentu saja, Sea muak dengan senyum palsu yang sialnya terlihat tampan itu. Terima kasih juga karena 'Karakteristik' ketiganya yang telah membatunya untuk meladeni lidah fasih aktor tampan itu. Namun, apa yang dikatakan Lucian membuat mulutnya mendadak kering.
"Aha, kudengar dari Hans kau itu penggemar beratku?"
_To Be Continued_
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 41 Episodes
Comments