14. MONSTER

[ Ding! Target berburu terdeteksi! ]

《 Informasi target 》

Nama : Lucian Clark

Usia : 25 tahun

Pekerjaan : Aktor

Presentase suka : 18%

Kalainan status : ( ! ) Psikopat berdarah dingin.

>>

Rasa suka naik 2%. Padahal Sea belum bertemu dengan target harem pertamanya itu semenjak kejadian mengerikan di bar. Entah alasan apa yang membuatnya naik tanpa harus berusaha.

"Selamat siang, Senior. Mohon kerja samanya kali ini."

Seakan mendapat kontrol dirinya, Sea mengulurkan tangan pada Lucian. Sebagai orang baru ia harus menghormati aktor senior itu.

Lucian mengerutkan dahi dan menatapnya.

"Hei, sudah lama, ya."

Menerima tangan kurus sang wanita, seolah-olah mereka tidak memiliki masalah apapun. Senyumnya yang hilang sesaat kembali kelengkungan yang biasa.

"Apa kau yang akan menjadi adik perempuanku?"

"Ya, Senior. Namaku Sea Alison, tolong jaga aku."

"Baiklah, senior pasti akan menjaga juniornya."

Ketika hendak melepas jabatan tangan keduanya, Sea mengernyit karena Lucian justru memperkuat rangkulan telapak tangannya. Pria itu berbisik supaya orang-orang tidak mendengar apa yang selanjutnya ia katakan.

"Ngomong-ngomong aku senang melihatmu masih hidup. Aku dengar kau sudah berhenti bekerja menjadi manajer Lilyana Oswald. Kau tahu? Aku mencoba menghubungimu namun nomermu yang kudapat dari perusahaan tidak aktif. Aku panik karena berpikir bahwa orang yang tahu rahasiaku melarikan diri dan aku tidak tahu kapan dia akan membeberkannya di media."

Dasar orang gila! Memang siapa yang menyuruh pria ini mencarinya? Dia seperti aktor yang kurang kerjaan saja!

Melotot dibuatnya, dia ingin menyemburkan kata-kata yang tertahan di tenggorokannya dengan lantang. Namun, Sea hanya menatap Lucian dan balas berbisik.

"Aku sudah lupa. Tidak perlu khawatir padaku."

Sepertinya untuk sesaat senyumnya menghilang. Tetapi, seperti sebuah kebiasaan, ujung bibir Lucian naik lagi.

"Sepertinya kau salah mengartikan. Aku tidak khawatir padamu."

"Oke, terserah kau saja, Senior. Tapi aku memang sudah melupakannya. Aku berharap kita akur agar syuting film ini tidak terganggu."

Bagaiman bisa Lucian memakai topeng untuk menutupi wajah aslinya dengan santai selama ini? Bahkan saat ini orang-orang tidak sadar dengan dirinya yang sedang diintimidasi diam-diam. Sea mengerutkan dahi, bertanya-tanya apa dia tidak bisa rukun dengan pria itu lebih dari yang diduga.

"Akur denganmu?" ucapnya skeptis. Di saat yang sama, dia memindai tubuh Sea dari atas ke bawah, "Ah, oke."

Namun, Lucian menyetujui apa keinginannya.

Semudah itukah?

Dan apa yang dikatakan Lucian tiga detik berikutnya, dengan cepat menarik kembali pemikiran Sea.

"Kau ingin akur denganku yang akan menjadi kakak laki-lakimu, kau harus bisa mengambil hatiku. Kalau begitu, apa yang akan kau berikan padaku?"

"A... Apa?"

Sea menarik kasar tangannya, menggunakan keduanya untuk menutupi bagian depan tubuhnya. Dia menatap ngeri. Tapi pihak lain tidak peduli dan ada senyum di matanya. Sekarang dia nampaknya menikmati suasana seolah-olah ada tawa yang tercampur dalam suaranya.

"Benar-benar lucu."

<< Anda memperoleh $6400 karena presentase suka target 'Lucian Clark' naik 20% >>

Hah?

Sea tak dapat mengontrol wajah saat ini, dan ia yakin wajahnya lebih konyol daripada saat mendapatkan fitur harem. Sepertinya ada yang salah dengan otak pria itu.

"Oh, Lucy. Senang melihat pemeran utama kita yang tampan."

Seorang pria berumur 40-an menginterupsi dan menepuk bahu Lucian dengan senyum lebar. Matanya berbinar seolah menemukan sebongkah permata. Membuat kedua tangan yang masih bertaut terlepas.

"Aku senang bisa kerja sama dengan Asisten Sutradara Nikolai lagi. Aku dengar kau merekomendasikanku untuk peran ini."

"Bukankah peran ini sangat cocok untukmu?"

"Ya, terima kasih banyak."

Sea menatap kosong pada Lucian yang jago sekali dalam merubah nada suara, ekspresi, dan tingkah laku dalam kedipan mata. Aktor tampan itu bersikap hormat namun bersahabat pada asisten sutradara, tanpa menunjukan tanda-tanda habis mengintimidasi orang.

"Karena Lucian sudah datang, sepertinya kita sudah bisa memulainya sekarang. Mari kita mulai membacakan naskahnya sekarang."

Perkataan produser memecah lamunan Sea yang masih tenggelam dalam bingung dan kagum ketika melihat kehebatan Lucian.

Pertemuan pertama berjalan lancar, di mulai tentang pembahasan tentang film, lalu dilanjutkan dengan pembacaan naskah. Sea kembali kagum dengan bagaimana akting Lucian yang seakan benar-benar nyata, terasa begitu natural dan tidak berlebihan. Terlepas dari betapa menyeramkannya dia.

'Apa aku bisa melihat jendela status Lucian?'

《 Nama karakter : Lucian Clark 》

Penampilan : A+

Pesona : S+

Kecerdasan : S

Bakat : A

Karakteristik : Lubang Hitam ( S )

>>

[ Karakteristik Lubang Hitam kelas S, daya tarik bertambah 160%, seperti cahaya yang tidak pernah redup. ]

Sea menelan ludahnya yang kering. Wajahnya mengeras ketika memelototi jendela status Lucian yang muncul dengan akurat. Satu kata terpahat dibenaknya...

Monster.

Setelah menyelesaikan semuanya, dilakukan sesi pengambilan foto sebagai penutup akhir kegiatan hari ini.

Akhirnya semuanya berakhir, sudah ditetapkan syuting akan dimulai Minggu depan.

**

Jika bersanding dengan Lucian Clark, Sea Alison hanyalah seekor cumi-cumi.

《 Nama karakter : Sea Alison 》

Penampilan : A-

Pesona : C

Kecerdasan : C

Bakat : B-

Karakteristik : Snapdragon Musim Panas ( SS ), Air Mata Buaya (D)

Misi saat ini : ( Utama ) Menjadi superstar atau mati | Periode : H-331 |, ( Harian ) Olahraga | Periode : 10 jam |

Status points : 3

Uang : $13430

Level : 4

>>

Kalori. Sea membutuhkan kalori untuk menetralisir pikirannya yang kusut. Namun, ia harus menghitung kalori dengan baik. Ia tidak mau kembali menjadi gendut seperti gajah.

Yang dimaksud, ia seharusnya tahu sebelumnya bahwa ia akan membakar banyak kalori karena misi harian yang harus diselesaikan pagi ini.

Ngomong-ngomong, hasil misi hariannya sudah banyak terkumpul. Uang itu akan ia kumpulkan untuk melunasi semua hutang orang tuanya. Ya, ia harus melunasi hutang tersebut sebelum semakin menumpuk karena bunga yang naik setiap bulannya. Setelah itu, ia akan pindah ke tempat tinggal yang lebih layak agar bisa tinggal bersama adiknya.

Selama ini ia menyuruh adik laki-lakinya untuk tinggal di asrama sekolah daripada tinggal bersama dengannya di town hose kumuh yang dibangun lebih dari dua puluh tahun yang lalu. Di lantai 3 tepat di bawah atap itulah di mana Sea tinggal. Bahkan ia langsung dapat mengenali suara langkah kaki yang terdengar dari luar, bahkan seekor kucing yang memasuki gedung dapat bergema sampai ke atap. Tentu saja Sea tidak membiarkan sang adik tersayang hidup menderita sepertinya.

"Berpikir tentang adikku. Aku belum menghubunginya. Pasti dia akan terkejut melihat bentuk kakaknya yang telah berubah."

Mari hubungi Kyle Alison nanti. Kemudian Sea terkekeh membayangkan reaksi adiknya.

Dan detik berikutnya, terdengar suara gas dari dalam perutnya yang belum diisi sejak semalam. Dia sangat lapar, sehingga terlihat lelah sebelum memulai hari.

Namun, sebelum mengisi perutnya, Sea harus merubah statistiknya terlebih dahulu. Ah, dia juga mempunyai 20 lebih tiket untuk memutar roda keberuntungan. Berharap bisa mendapatkan karakteristik baru yang dapat menutupi kekurangannya.

Mengingat jendela status Lucian Clark yang seperti monster, ia perlu menyusun strategi untuk tidak termakan oleh kehadiran aktor tampan tersebut ketika mereka dalam satu adegan.

Dapatkah Sea menggunakan keberuntungannya?

_To Be Continued_

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!