Lucian berlari-lari di atas treadmill sambil melirik jam tangan pintarnya. Suasana gym pagi ini cukup sepi. Hanya ada dirinya dan dua orang yang berada di sana. Pria itu memperlambat kecepatan dan benar-benar berhenti sepenuhnya.
Aktor tampan itu melompat pelan. Keringat membanjiri kulit eksotisnya. Bajunya yang agak ketat nampak basah sehingga membuat tubuh atletisnya semakin terlihat.
Kemudian meraih botol air minum berwarna hitam yang berada di atas kursi. Dia duduk di sana. Mengatur napas pelan-pelan dan menegak minumannya dengan rakus.
Waktu menunjukkan pukul 9 pagi. Dia masih mempunyai waktu 2 jam lagi untuk pergi ke pemotretan musim gugur. Mengingat akhir-akhir ini jadwalnya cukup padat. Lucian memang ingin memanfaatkan waktu yang tersisa dengan sebaik-baiknya.
Hingga matanya berkedut tiba-tiba, tak menganggapnya serius, ia berpikir mungkin ada seseorang yang sedang membicarakannya. Ya, memang cukup... Tidak, banyak orang yang membicarakannya.
"Hei."
Tangan Lucian yang mengusap halus matanya terhenti mendengar sapaan dari suara seorang wanita. Pada situasi yang tidak diharapkan, ia mengangkat kepalanya sedikit ke sumber suara. Lilyana Oswald melangkah mendekatinya.
"Hei," suaranya lembut dengan membalas sapaan dengan ramah.
"Senang bertemu denganmu pagi ini. Sedang menikmati waktu luangmu?"
Lilyana menatap intens tubuh berotot yang tercetak jelas, lidahnya terjulur untuk menjilat bibirnya tanpa sadar. Lucian, lelaki itu memiliki tubuh yang setampan wajahnya.
"Ya, aku──"
"Itu bagus! Bisakah ajari aku nge-gym? Aku baru saja mendaftar menjadi anggota VIP di sini."
Ketika Lilyana menyela dengan mata berbinar, pihak lain juga menjawab dengan senyum dan mata melengkung.
"Mungkin bisa dilakukan lain kali. Ada pekerjaan yang harus segera aku selesaikan."
Lilyana menatapnya seolah-olah kecewa, dan akhirnya melontarkan ucapan lirih, "Oh, sayang sekali."
Namun, dia tidak bisa mengetahui arti sebenarnya dari senyum pria itu. Senyum yang tidak mencapai matanya.
Mengajari nge-gym? Memangnya dia seorang personal trainer? Tak tahukah wanita itu kalau seorang Lucian Clark sangat sibuk?
Kenyataannya, Lucian malas untuk menanggapi. Bahkan setelah tahu Lilyana akan sering datang ke gym ini, ia akan segera pindah ke gym lain. Sangat merepotkan jika wanita yang nampak menyimpan ketertarikan padanya merecokinya setiap pagi. Juga tak mau menuruti Lilyana Oswald yang berniat mendekatinya dengan cara klise.
"Tapi bisakah meluangkan sedikit waktumu untuk mendengar ceritaku?"
"Ya, jika itu hanya sebentar."
Mendengar persetujuan itu, segera Lilyana duduk di sebelah Lucian, dengan sengaja menempel begitu dekat. Sementara sang pria menggeser posisinya ke kanan karena merasa tidak nyaman, yang justru disalah artikan sebagai sikap malu-malu.
Topik utama yang menjadi ceritanya adalah 'My Sweet Love' yang akan mulai syuting tiga hari lagi. Lilyana yakin bisa berada di puncak karena dia yang menjadi karakter utama di film itu. Filmnya sudah selesai dalam tahap segala perencanaan. Banyak orang-orang yang berinvestasi di dalam karya itu.
"Ingin bertaruh?"
"Bertaruh?"
"Ya, di antara film yang kumainkan dan film yang kau mainkan, manakah yang akan menjadi hit. Bagaimana?"
"Aku tidak tertarik dengan hal semacam taruhan."
Lucian menolak dengan halus. Lilyana terlihat kecewa namun tidak mendesaknya. Wanita itu hanya mengerucutkan bibir dan kembali bercerita.
Topik percakapan mereka menjadi membosankan. Lucian ingin percakapan tidak penting ini berakhir. Melirik jam tangan pintarnya, ia berencana membuang dua menit waktunya lagi, barulah ia pergi meninggalkan Lilyana dengan omong kosongnya.
Namun, segera mengurungkan rencananya ketika mendengar nama seorang wanita yang akhir-akhir ini dia anggap menarik disebut oleh Lilyana.
"Oh, ya. Omong-omong bukannya kau mengatakan dikhianati managermu yang mendadak mengundurkan diri?"
Lucian menyesuaikan ketukannya dengan suara penuh rasa penasaran. Itu dapat memancing Lilyana bercerita lebih jauh lagi.
"Ya, aku telah menjaganya dengan baik selama dua tahun, tapi yang kudapatkan adalah penghianatan. Bisa-bisanya dia berhenti bekerja di saat aku sedang sibuk-sibuknya. Tak tahukah dia jika aku sudah sangat bersabar dengan kinerja lambatnya karena memahami bobot tubuhnya yang berlebih. Dasar wanita gendut yang tak tahu diuntung," ucap Lilyana merasa paling tersakiti.
"Wanita gendut? Kupikir kau sedang membicarakan managermu yang pernah kulihat di pestamu."
"Tidak. Wanita yang pernah kau lihat itu sepupu jauhnya, dia menggantikannya untuk sementara waktu. Mereka berdua sama-sama bernama Sea. Tidak ada yang lebih baik di antara keduanya, kecuali hanya lumayan cantik dan suka mencari perhatian. Bagaimanapun juga, keduanya tidak akan menjadi apapun kalau bukan karena aku sudah menerima mereka."
Lilyana mendengus penuh hinaan. Nada yang mengejek seseorang seolah itu terdengar alami. Itu cukup memberi tahu seberapa sering itu keluar dari mulutnya. Tapi, memang siapa yang tidak tahu bagaimana aktris paling kontroversial itu memperlakukan managernya selama ini. Sisi lain merasa tidak perlu mendengar lebih lanjut.
"Hmm."
Lucian menatap Lilyana yang sudah berhenti membeber. Dia mengedipkan mata besarnya beberapa kali pada lirikan disertai gumaman itu. Dan pria itu memberi tahu sebuah berita yang sangat mengejutkan baginya.
"Sea Alison. Wanita itu akan bermain di film yang sama denganku."
"Apa...?" Wajah Lilyana terdistorsi.
Memandang Lucian tertegun. Pikirannya kabur tertutup amarah yang mendadak menyeruak. Bagaimana bisa wanita bernama Sea Alison itu? Dia benar-benar merubah karirnya. Itu karena Lilyana tidak berhasil memotong sayapnya.
"Jadi kau tidak perlu khawatir dengan pekerjaannya lagi. Kudengar rumornya Sutradara Sicario menemukan aktris baru itu saat audisi terbuka bulan kemarin dan dia lolos evaluasi karena berakting dengan sangat baik, bahkan direktur casting yang ikut mengevaluasinya menangis. Dia dikatakan jenius akting."
Wajah Lilyana memerah seolah-olah tersinggung oleh Lucian yang membicarakan mantan manager pengganti itu. Hatinya panas. Tidak. Dia merasa tidak boleh membiarkan ini.
Lucian Clark mengangkat kepalanya ketika orang di sebelahnya tiba-tiba berdiri dengan punggung setengah menghadapnya. Dia tidak bisa melihat ekspresi Lilyana dengan jelas karena dia hanya bisa melihat setengah wajahnya, tapi dia bisa tahu wanita itu kesal.
Lalu, terdengar nada bergetar dari wanita dengan rambut ponytail, "Maaf aku harus ke kamar mandi."
Pria tampan itu mengangkat alis. Tanpa menunggu jawabannya, Lilyana mulai berjalan cepat ke suatu tempat dengan ponsel di tangannya. Lucian dengan acuh tak acuh tidak berniat repot-repot mengikuti atau menunggunya kembali.
"Tck, kenapa dia sangat panik? Memang apa salahnya kalau mantan manager pengganti itu menjadi selebriti?" decak Lucian tanpa ekspresi.
Lilyana masuk ke dalam toilet wanita, ia segera mengecek setiap bilik. Setelah yakin tidak ada satupun orang, ia berteriak marah ke seseorang di telepon.
"Bagaimana aku tidak mendengar rumor tentang aktris baru yang ditemukan Direktur Jerkin Sicario? Dia adalah sepupu jauh dari si gendut! Bagaimana bisa wanita diluar ligaku mengambil peran yang awalnya ditawarkan untukku? Ah, karena aku kesal! Dia menarik sebagian besar perhatian orang di sekelilingku, aku tidak menyukainya! Kubilang padamu dia lolos audisi terbuka bulan kemarin... Ya, itu benar. Ha, cuma hal sepele tentang menginjak-injak pendatang baru. Kalau dia bekerja denganmu, aku akan memberitahunya bagaimana rasa kegagalan."
Itu adalah objek kata-kata yang kejam. Namun, kelihatan lucu bagaimana Lilyana menghawatirkan Sea Alison bahkan sebelum dia melakukan apapun.
_To Be Continued_
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 41 Episodes
Comments