Lilyana menatap Sea yang sedang bersama pria suruhannya, tersenyum tipis dan menjadi seringai di detik berikutnya. Tanpa ia sadari, saat ini ia sedang menggunakan karakteristik Black Eyed Susan kelas SS miliknya. Meski wanita ini tidak tahu keberadaan item tersebut namun otomatis sudah melekat.
Kecantikan yang mencolok mampu menarik pandangan semua orang, gigih mendapatkan perhatian, 120% menghipnotis target yang didapat.
Pria yang sudah jatuh cinta padanya mudah sekali untuk digunakan. Hanya dengan memberi ciuman dan sedikit merengek, pria itu bersedia menuruti apa yang ia inginkan.
Yang Lilyana inginkan, supaya pria itu merayu Sea dan memberi tawaran menjadikannya selebriti terkenal, yang sebenarnya menjebak wanita menyebalkan itu ke industri film panas, jika perlu dirusak saja.
Kenapa dia melakukan itu?
"Karena tidak seharusnya dia ada di sekitarku dengan wajah murahnya."
Lilyana bergumam dengan napas yang hampir tertahan, ia begitu kesal. Dan sudah menahan rasa kesalnya selama seminggu bekerja bersama manager cantik itu.
Awalnya, ia merasa tak ada yang harus diwaspadai. Namun, wanita itu justru menarik perhatian orang-orang di sekitarnya, bahkan ada yang terang-terangan berkata bahwa Sea adalah wajah baru di industri hiburan yang dapat menggeser tempatnya, mereka semua menyayangkan wanita itu yang hanya berkarir menjadi manager pengganti.
Sebagai aktris dengan "wajah cantik yang tidak bisa tergantikan" dan tidak bisa diabaikan, Lilyana geram dan tidak terima. Jelas ia merasa lebih cantik dan lebih unggul dalam hal apapun, ia ingin semua orang terus menyukainya sampai mati. Tidak ingin Sea atau siapapun merebut posisi puncaknya ini.
Jadi, Lilyana harus membuat Sea jatuh, sejatuh-jatuhnya, sebelum dia bisa merangkak dengan percaya diri ke industri ini karena menjadi bersemangat oleh komentar-komentar omong kosong.
Wanita itu harus disingkirkan dari jalannya.
Dia merasa yakin bahwa Sea pasti tak akan menolak Jamie Scott──pria kalangan konglomerat yang hobi mengumpulkan wanita untuk koleksi film dewasa pribadinya. Sekalinya terjerat, ia tak akan bisa lepas dari Jamie karena hanya Lilyana yang bisa mengendalikan pria itu.
Lagipula, siapa yang tak mau menjadi terkenal seperti Lilyana Oswald?
"Hanya diberi umpan dengan kata-kata dia pasti──"
PLAK!
Namun, ungkapan percaya diri tersebut langsung dipatahkan tatkala melihat Sea yang menampar Jamie. Ekspresi Lilyana menjadi gelap karena suasana menjadi muram, semua orang yang berpesta serentak terhenti. Tatap mereka tertuju ke suara tamparan keras tersebut.
"Apa dia sudah gila?" desis Lilyana, melotot tak percaya.
"Maaf, ada lalat di pipimu."
Sea berujar santai namun terdapat emosi tidak enak di wajah cantiknya, lalu meremas kedua tangan di depan dada seolah ia gugup dan benar-benar menyesal. Sedangkan yang ditampar terlihat sangat terguncang dengan wajah mengeras.
[ Wow, nilai 100! Sistem mengapresiasi tuan rumah yang sudah pandai berakting! Banzai! ]
'Banzai pantatku, jika ingin mengapresiasi berilah $700!'
Sea hanya melampiasakan rasa kesal pada sistem dengan menampar Jamie sekencang-kencangnya. Jelas ia memilih 'B' meski sangat membutuhkan uang.
Jamie membentak kalap, masih memegangi rahangnya yang terasa kaku habis ditampar. Hal itu justru menjadi tontonan menarik bagi orang-orang.
"Kau sialan. Apa kamu tidak tahu siapa aku? Apakah ini kelakukan seorang manager? Apakah kau melakukan ini karena kau tidak tahu siapa yang menjadi sponsor nomer satu Lilyana?"
"Aku tidak maksud, Tuan. Tanganku hanya bergerak menuruti insting saat melihat lalat."
"Apa kau pikir aku bodoh dan percaya?"
"Maaf."
Sea menunduk namun tidak merasa bersalah sama sekali, dia tersenyum puas tanpa terlihat. Gerak-geriknya seperti gadis teraniaya, terlihat kasian, mengambil simpati semua yang melihat. Terkecuali Lilyana yang melangkah mendekat.
"Kau hanya wanita kampungan dan bahkan kau menolah tawaranku?"
Lilyana berdiri di sebelah Jamie, memberi isyarat mundur dengan tatapan setajam silet. Sea hanya mengikuti wanita yang ingin bermain peran menjadi superhero untuk menyelesaikan situasi, tahu kalau Lilyana pasti ingin merebut perhatiaan kembali yang tertuju padanya.
[ Ding! Karakter utama kita memang haus perhatian. ]
Sea mengangguk pelan pada suara mekanik yang berceletuk ria.
"Tuan Scott, mohon pengertiannya. Bukankan kita di sini untuk bersenang-senang? Managerku yang cantik akan menuangkan minuman untuk permintaan maaf."
"Bersenang-senang?"
Jamie menoleh pada Lilyana yang tersenyum penuh arti, lalu beralih menatap Sea dengan cermat. Dia nampak benar-benar menyesal, kepala bersurai blonde masih menunduk ketakutan, sedikit gertakan lagi mungkin dia sudah menangis.
"Tuangkan aku satu atau dua minuman," ucap pria kalangan konglomerat itu sambil mengangkat gelas di atas meja, "Kalau kau sangat menyesal, ayo tuangkan minuman untukku. Mari kita minum yang disajikan oleh manager cantik yang sudah berani menampar seorang Jamie Scott. Aku akan meminumnya dan memaafkanmu."
Mendengar ucapan menggelikan tersebut, Sea ragu-ragu sejenak. Ia yakin, pria bergengsi itu tidak mungkin memaafkannya dengan mudah, ia sudah banyak mengenal orang arogan semacam Tuan Scott selama dua tahun mengikuti Lilyana. Kemudian dengan tetap waspada ia mengambil sebotol minuman keras dan mengisi gelasnya.
Ketika gelas itu berisi minuman keras berkualitas tinggi, Jamie berseru, "Berhenti," seolah puas. Pria yang memegang gelas bibir tebalnya tiba-tiba memanggil Sea sambil berkata, "Hei, kau jalang tak punya sopan santun!"
Jamie menggerakan tangannya menyiram alkohol ke wajah Sea. Itu terjadi dalam sekejap. Alkohol mengalir di rahang tajam seorang pria yang berdiri di belakang Sea. Wanita itu telah dengan sigap menghindar.
Semua orang terkejut melihat siapa yang menjadi sasaran alkohol tersebut, bahkan Lilyana sampai membuka mulut dan mata lebar-lebar.
"K-kau? Kenapa berdiri di sana?" Jamie pun tidak menyangka akan berakhir menyiram salah satu tamu penting Lilyana. Tidak mau ambil pusing, dia melemparkan gelas ke atas meja dan berbalik pergi tanpa minta maaf, melarikan diri seperti pengecut.
"Apa. Oh, itu Lucian Clark."
"Aktor Lucian Clark yang tampan kenapa berada di sini? Bukankah ini pasta Lilyana? Apa mereka sedang menjalin hubungan?"
[ Ding! Target berburu terdeteksi! ]
[ Ding! ]
[ Ding! ]
"Apa kau baik-baik saja?" tanya Lilyana yang melangkah maju mendekati pria dengan cairan alkohol, menyingkirkan Sea yang berdiri kaku karena mendengar pemberitahuan sistem, lalu segera menatap pria bernama Lucian tersebut.
Pria itu menjawab sambil tersenyum. Senyum yang menyegarkan saat aroma udara saat jeruk segar baru saja dikupas. Rambut berwarna cerahnya yang basah tersiram tidak membuat pesona Lucian menghilang.
"Aku baik-baik saja. Ada orang seperti itu di mana-mana."
Sea menyipitkan mata tatkala melihat letupan kembang api di sekitar pria itu, sebuah layar hologram dengan kembang api meriah yang hanya bisa dilihat olehnya muncul.
《 Informasi target berburu terbuka! 》
Nama : Lucian Clark
Usia : 25 tahun
Pekerjaan : Aktor
Presentase suka : 0%
Note : Jika presentase suka meningkat, anda mendapatkan uang! 1% ; $400, 5%; $800, 10% ; $1600, 15% ; $3200, 20% ; $6400, 25% ; $12800 ect...
Hah? Uang dengan perhitungan macam apa ini?
_To Be Contiued_
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 41 Episodes
Comments