10. CASTING

Langkah kakinya terhenti ketika melihat tampilan dirinya di kaca etalase toko. Kemudian muncul jendela status.

Sesuai seperti dugaan, nilai 'Penampilan'-nya menjadi B+ karena Sea telah berhasil memperhatikan rambut dan cara berpakaiannya. Bagus. Namun, masih kurang untuk memberi kesan pertama yang mendalam. Karena acuhannya adalah Lilyana Oswald yang memiliki nilai 'Penampilan' A, kalau bisa ia lebih dari itu atau setara.

Sebab, wajah adalah hal utama yang diperdagangkan di dunia entertainment.

Dan pada akhirnya, wanita itu menambah nilai 'Penampilan' dengan status point. Ya, saat ini bukan waktunya berkata 'sayang' karena Sea hanya memiliki 1 point.

[ Ding! Sistem mendistribusikan 1 point! ]

[ Terima kasih sudah memakai point anda, saat ini status point 0. ]

《 Nama karakter : Sea Alison 》

Penampilan : A-

Pesona : C

Kecerdasan : C

Bakat : B-

Karakteristik : Snapdragon Musim Panas ( SS ), Air Mata Buaya (D)

Misi saat ini : ( Utama ) Menjadi superstar atau mati | Periode : H-355 |

Status points : 0

Uang : $1200

Level : 3

Sea tersenyum dan mengangguk puas. Bukankah statistik ini terlihat bagus untuk seorang pemula yang ikut audisi pemeran pendukung?

Kemudian wanita dengan tote bag coach kembali melangkah ke arah halte bus, menuju lokasi audisi terbuka film 'Arthur The Criminal'.

Di perjalanan, Sea kembali menggali ingatannya tentang film semacam apa 'Arthur The Criminal'. Ia punya penglihatan bagus untuk projek yang akan sukses saat penayangan, bahkan rating melebihi 8.

Sebuah film kriminal yang kemudian mengeklaim peringkat sejarah tertinggi dan menyapu semua jenis penghargaan. Filmnya tayang bersamaan dengan film yang Lilyana Oswald ikuti, mengambil semua peringkat pemirsa, dan membuat karakter utama kita gigit jari.

Sea tidak mengincar pemeran protagonis karena itu diperuntukan hanya untuk aktor, yang ia inginkan adalah peran 'Emily'. Meski bukan peran utama, dia adalah karakter adik perempuan pemeran utama yang memainkan peran besar dalam filmnya. Sea ingat, pemeran 'Emily' mendapatkan popularitas karena menjadi karakter menyedihkan yang mati bunuh diri karena dibully, memicu sang kakak laki-laki 'Arthur' terlibat dengan mafia untuk membalas kematiannya.

Dia tampak seperti remaja lemah lembut yang sangat disayangi kakaknya. Meski sangat cantik namun mendapat kebencian dari teman-temannya karena miskin, ia berakhir ditindas secara tidak manusiawi hingga kehilangan kakinya. Dan gadis itu menjadi karakter tak kalah populernya dengan protagonis.

Bukankah 'Emily' peran yang sangat cocok dengan Sea? Ditambah, ia perlu sering merekam adegan menyedihkan. Namun, tidak apa karena Sea sudah fokus berlatih akting untuk ini.

[ Ding! Bicara tentang menyedihkan, tuan rumah sudah berpengalaman. ]

Mendengar celetukan sistem yang benar, Sea menghela napas kasar. Dia berbeda dengan 'Emily', karena dia tidak akan pernah membunuh dirinya sendiri.

"Tapi aku akan tetap mengambil peran ini."

Bus berwarna hijau kebiruan berhenti di pemberhentian tujuan, ia turun dan langsung menyeret kakinya ke arah rumah produksi yang berjarak 200 meter dari halte bus.

Sebuah mobil mewah nampak familiar melintas di sebelahnya.

Terlihat seorang pria dengan stelan jas berwarna kelabu mengalihkan tatapan dari jendela.

"Seharusnya anda tidak perlu datang. Direktur casting dapat mengurusnya dengan baik."

"Aku hanya melihat-lihat."

"Tidak seperti anda saja, Tuan."

"Karena ada 'hal' yang perlu kupastikan."

Melihat pria itu tersenyum, membuat si pengemudi di depan seketika bungkam. Itu adalah senyum yang digunakan Jerkin Sicario untuk memecat banyak karyawan IAA yang menurutnya tak layak.

**

No. 32.

Setelah mendapat nomer peserta audisi, Sea masuk ke barisan dan duduk dengan peserta lainnya.

Melirik sekeliling pada setiap orang yang duduk berserakan di ruang kosong, yang memalukan disebut sebagi ruang tunggu, tapi dia tidak kehilangan motivasi.

Ada kira-kira 50 peserta yang merebutkan peran yang sama.

Biasanya informasi tentang audisi terbuka disebar melalui media sosial. Jika kau pemula dan belum punya banyak pengalaman, maka audisi terbuka bisa jadi salah satu cara untuk memulai karirmu. Seperti dirinya.

Proses audisi terbuka sebetulnya tidak jauh berbeda dengan screen test. Bedanya di audisi terbuka, casting director dan sutradara tidak mengenal aktornya dan tidak pernah melihat karyanya sebelumnya.

Ya, itu tidak masalah. Yang terpenting, nama Sea Alison ada di daftar peserta.

Namun, ada elemen gangguan nomor pertama yang sudah diduga.

"Permisi, halo."

Salah satu peserta datang dan berbicara padanya. Tak tahu apakah wanita tersebut sedang bersemangat atau memcoba mencairkan suasana dalam situasi ini. Yang Sea ingat, ia adalah Donna Peach, orang sebenarnya yang akan mendapatkan peran 'Emily'.

Jadi, sebagai orang yang tahu masa depan, Sea memperkenalkan diri pada pesaing alaminya untuk mencipkaan hubungan sosial. Diam-diam ia memerikasa kondisi jendela status milik Donna.

《 Nama karakter : Dona Peach 》

Penampilan : B

Pesona : B

Kecerdasan : C

Bakat : C

Karakteristik : Lihat Saya! ( C )

[ Ding! Karakteristik kelas C 'Lihat Saya!', magnetik berkilau yang dapat menarik perhatian dan simpati dalam kemungkinan 46%. ]

Sial.

Itu tidak buruk. Meski nilai 'Bakat' C namun itu bisa ditutupi dengan karakteristik-nya yang bagus. Ya, karena wanita itu akan lolos audisi di cerita aslinya.

"Apa kau melamar sendiri?"

"Ya."

Seketika Sea tersadar mendengar pertanyaan Donna.

"Wow, aku juga. Oh, kebetulan, berapa umurmu?"

"23."

"Apakah kau punya agensi?"

"Tidak, aku tidak punya."

"Ah, benar! Biasanya di balik sebuah film ada beberapa agensi yang terlibat. Kau berasal dari agensi mana..."

"Tidak. Aku tidak punya."

"Oh, begitu."

Segera, wanita berambut cokelat itu tiba-tiba kehilangan ketulusannya. Kemudian, setelah menyelesaikan kata-katanya dengan kasar, dia pergi untuk berbicara dengan orang lain.

Lagi pula, Sea sudah mengira Donna Peach bisa sekejam itu.

Setelah meraih kepopuleran menjadi 'Emily' di film 'Arthur The Criminal' ia menandatangani kontrak dengan IAA dan menjadi lengket dengan Lilyana Oswal. Namun, tak sampai setahun namanya terlibat dengan narkorba, dan karir yang sudah susah payah ia dapatkan runtuh begitu saja. Kemudian Donna tewas bunuh diri dengan meloncat dari kamar apartemennya yang berada di lantai 10.

Bikin merinding, bahkan kematiannya mirip dengan 'Emily'.

Sea melirik diam-diam padanya yang tertawa dengan peserta lain. Terlihat sekali jika wanita itu sedang berusaha mencari koneksi, dia bahkan rela menjadi antek Lilyana demi mendapat sebagian kepopuleran aktris cantik itu. Juga, Sea tidak melupakan perbuatan Donna yang ikut menindasnya.

Kali ini, Sea bertanya-tanya apakah dia telah salah mengambil keputusan bodoh karena telah terjebak dalam situasi yang tidak realistis. Tapi airnya sudah tumpah.

"Peserta Nomer 4!"

Mendengar peserta di atasnya dipanggil satu perasatu, Sea tiba-tiba merasa gugup. Wajar, karena ini adalah casting pertama baginya. Ia yang dulu selalu tersingkirkan, sekarang menjadi pusat perhatian, bahkan sejak ia datang sudah banyak orang yang meliriknya dengan berbagai macam tatapan.

Merasa mulas, wanita bermata turquoise blue tersebut meminta persetujuan ke salah satu staf untuk pergi ke kamar mandi. Beruntung nomernya berada di sekitar pertengahan akhir sesi, dia masih mempunyai waktu guna menenangkan diri.

Sesampainya di kamar mandi, Sea memasuki salah satu bilik dan menempatkan pantatnya di kloset duduk. Mulai menarik napas dalam-dalam lalu mengeluarkannya perlahan, terus seperti itu sampai pintu toilet terbuka.

Tiga orang wanita masuk.

Sea acuh tak acuh, namun, tak bertahan lama sampai mendengar dirinya tengah menjadi bahan pembicaraan para wanita tersebut.

"Apa kau tahu, peserta nomer 32 yang duduk di belakangku? Aku segan ingin berbicara padanya."

"Oh, dia yang paling cantik di antara kita. Aku juga ingin berbicara padanya. Bagaimana denganmu, Donna?"

Wanita yang diberi pertanyaan tak langsung menjawab, justru terdengar suara air mengalir dari keran wastafel. Dia berdeham pelan dan berkata.

"Aku sudah berbicara padanya."

"Seperti yang diharapkan dari Donna yang supel."

"Apa, apa, apa yang kalian bicarakan?"

"Tidak banyak. Dia hanya pemula dengan nol pengalaman. Dan..."

"Dan?"

Suara yang paling bersemangat mendesak perkataan Donna yang menggantung. Tanpa sadar Sea mengepalkan lututnya.

Mematikan keran air, Donna kembali membuka mulut cantiknya, "Kupikir dia tidak secantik yang kalian pikirkan. Dia memakai make up sangat tebal setelah dilihat dari dekat."

Sedetik berikutnya terdengar suara tawa si ketiga wanita. Tawa ringan yang penuh dengan ejekkan.

[ Beraninya dia... Ding! Tuan rumah, ini tidak bisa dibiarkan! ]

Suara mekanik sistem terdengar marah.

'Loh, kok. Dia yang sewot?'

[ Ding! Misi dadakan didapatkan! ]

《 Misi dadakan : ...

Hah? Misi dadakan di saat seperti ini?

_To Be Continued_

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!