Lilyana mengeluarkan saputangan dari sakunya dan mencoba menyeka wajahnya. Lucian mengangkat tangannya dan menyingkirkan saputangan sang aktris.
"...?"
"Singkirkan saputanganmu, jika kau membawaku handuk, aku akan menyekanya."
"Aku minta maaf. Ini adalah tempat bagimu merasa nyaman."
Lilyana yang sempat kebingungan dalam diam karena mendapat penolakan halus menyampaikan permintaan maaf. Lucian menanggapinya dengan senyum sopan dan dingin.
"Tidak, Nona Lilyana. Aku pikir ini adalah pengalaman sosial."
Merasa menyesal karena membuat Lucian tidak nyaman di pestanya. Padahal sangat sulit baginya untuk mengundang pria yang hanya pergi ke dan dari lokasi syuting saat bekerja, dan dari rumah ke gym saat istirahat. Sudah lama Lilyana mendekatinya untuk menjadikannya salah satu prianya.
Wanita itu sudah menyukai Lucian sejak bekerja bersama sekali di pertama kali. Pria yang mendapat peran kecil dalam film, namun, respon dari penonton luar biasa, sehingga penulis akhirnya merubah cerita dan dia menjadi peran pendukung. Dia bahkan menerima lebih banyak sorotan daripada pemeran utamanya.
Lilyana, yang telah lama bekerja di industri ini, mempercayai akal sehatnya, Lucian Clark adalah ikan besar. Dan itu sudah terbukti saat ini. Dia ingin menangkap ikan besar yang tampan itu.
Di lain sisi, Sea Alison tahu apa yang dipikirkan si aktris cantik. Apa yang dia tahu dari alur novel cinta sang bintang. Lilyana akan mendapatkan Lucian malam ini, dia akan menggoda habis-habisan pria tersebut yang nantinya mabuk berat dengan tubuhnya, mereka berdua akan melakukan hal-hal tidak senono di salah satu bilik kamar di lantai tiga dari malam menjelang malam.
Wajah Sea memerah mengingat jelas isi dari novel harem 19+ tersebut, sangat detail dan vulgar.
"Apa kau baik-baik saja, Nona Manager? Wajahmu merah, apa pria kurang ajar tadi memasukan sesuatu di minumanmu?"
"Aku baik-baik saja. Aku tidak minum sesuatu yang diberikan olehnya."
Sea menjawab pertanyaan Lucian seketika, dan mengeryit bingung di detik berikutnya.
<< Anda memperolah $400 karena presentase suka target 'Lucian Clark' naik 1% >>
Betapa mengejutkan karena presentase suka target pertamanya meningkat, sepertinya pria itu sedikit penasaran dengan Sea.
"Siapa dia? Orang itu?"
Hans, manager dari aktor tampan tersebut bertanya kesal. Menatap iba Sea dan Lucian yang menjadi korban.
"Nona Lilyana, bukankah dia sponsormu? Apa kau akan membiarkannya berkeliaran begitu saja? Dia bisa kembali mencari keributan karena sedang mabuk."
Secara tidak langsung Lucian menjawab pertanyaan Hans dengan bertanya retoris pada Lilyana.
"Ah, aku akan mengurusnya," sahut Lilyana sedikit malu, lalu menyempatkan diri menatap Sea sinis sebelum pergi menghampiri Jamie.
Sea mengedikkan bahu tak peduli, ia yakin wanita itu pasti sedang menggerutu di dalam hati, marah karena pesta dan rencanaya berantakan.
"Bajingan itu harusnya bertanggung jawab. Minta maaf padamu saja tidak."
"Tidak apa-apa. Setelah alkoholnya mengering, aku akan pulang dan mandi. Hentikan."
Menenangkan si manajer, Lucian dengan kasar menyeka alkohol dengan handuk yang dia terima dari pelayan. Di luar pintu, dia melihat Jamie Scott sedang berdebat dengan Lilyana lalu ditinggalkan sendirian.
"Aku akan mandi."
"Apakah kau akan pergi seperti itu?"
"Kamar mandinya tepat di depan. Jadi tidak apa-apa."
Lucian beralih menuju pintu keluar. Manager menghela napas dan berkata pada Sea yang masih berdiri di tempat.
"Oh, dia sangat lembut, aku khawatir apakah dia akan terus bisa melewati dunia yang sulit ini dengan baik tanpa aku yang sudah tua ini."
"Tidak. Biarpun kelihatannya seperti itu, aku yakin dia cukup kuat. Dia pasti akan menjadi lebih besar."
Sea sedikit tahu tentang aktor tampan yang saat ini dia bicakan.
Lucian Clark, yang memulai karir di industri hiburan dalam film independen beberapa tahun lalu, adalah seorang aktor yang sedang meraih kemenangan tanpa satu pun kemerosotan. Dia begitu menarik perhatian publik, serta kemampuan aktingnya yang sangat baik dan topeng pesona yang aneh sehingga sulit untuk menentukan kewarganegaraan dan usia.
Ia telah mencapai puncak setahun setelah memasuki industri hiburan. Memenangkan penghargaan aktor pendatang baru dan penghargaan terbaik dari tahun ke tahun. Pasang surut adalah hukum di industri hiburan, tapi hal ini tidak berlaku bagi Lucian Clark.
Ah, apakah Sea perlu menjadikan Lucian gurunya?
Apalagi karena setiap film yang dimainkan melebihi rating 7 di IMDb, setiap skenario yang dia pilih mendapat jackpot, dan efek komsumsi dari iklan yang dia filmkan membuat pengiklan menari. Tidak heran jika fans pria itu telah tersebar di berbagai negara.
Orang-orang entah itu wanita atau pria menyukai Lucian. Semua orang mengakui kecerdikannya, penampilan imutnya yang jarang terlihat, senyum indah yang memperhatikan gigi yang sempurna, kemampuan akting luar biasa.
Ada pula pendapat berbagai mengenai kehidupan Lucian Clark. Sedikit yang diketahui tentang latar belakangnya kecuali fakta bahwa dia lulusan Universitas Southern California. Hipotis menarik seperti cucu perusahaan asing terkenal, anak haram aktris terkenal, dan sebagainya telah terdengar, namun, belum ada yang bisa di komfirmasi. Dan misteri tersebut menjadi daya tariknya.
Bukankah dia melebihi kata sempurna untuk menjadi target harem? Bagaimana bisa Sea yang kurang pergaulan bisa disukai pria seperti itu? Bahkan Lilyana harus melakukan hal kotor untuk mendapatkan Lucian di genggamannya.
Sudah duapuluh menit berlalu sejak kepergian Lucian, Kekawatiran muncul di raut wajah Manager Hans yang telah dengan semangat menceritakan sepak terjang aktor tersebut pada Sea yang mengaku seorang fans.
"Pria bajingan tadi tidak mencari gara-gara dengan Lucy yang sekarang sendirian, kan?"
"Anda bisa memanggilnya, Tuan," saran Sea pada pria berumur petengahan tigapuluh itu.
Manager Hans segera mengeluarkan ponsel dan menelepon Lucian. Ketika panggilan itu tidak dijawab, si manager menelepon beberapa kali lagi. Namun, sia-sia.
"Oh, sial. Apa yang terjadi?"
Segera setelah Manager Hans berbicara, keduanya berdiri dari kursi. Sea menawarkan diri untuk ikut mencari Lucian.
Mereka berdua berlari ke kamar mandi. Dia tidak menemukan Lucian, yang keduanya pikir ada di kamar mandi.
"Tuan, sebaiknya kita berpencar."
Manager Hans mengangguk menyetujui apa yang dikatakan Sea, ia panik akan sesuatu yang buruk menimpa aktor-nya, juga bersyukur ada gadis baik yang bersedia membatunya. Setelah ini, ia akan meminta tanda tangan Lucian untuk diberikan pada gadis itu.
Sea berlari ke sisi berlawanan dengan Manager Hans, dia tidak bisa diam saja saat pundi-pundi uangnya sedang dalam bahaya. Padahal dia baru mendapat $400, kalau bisa dia ingin membuat persentase suka Lucian menjadi 5%. $400 adalah uang yang banyak, itu bisa menjadi modal baginya.
"Aku akan menyelematkan Lucian untuk menarik perhatiannya."
Bertekad dengan mata berapi-api, Sea menganggam botol minuman yang sengaja ia ambil sebelum berlari mencari pria itu. Ia akan memukul Jamie yang menyakiti target berburunya, sekalian kembali melampiaskan kemarannya yang belum mereda.
Langkah kaki Sea berhenti tatkala mendengar sesuatu yang pecah dari dalam pintu darurat yang terhubung ke ujung lorong. Dia beralih mendekat ke arah pintu. Sea mengeratkan genggaman pada botol minuman dan bersiap-siap memukul Jamie atau siapapun yang menganggu sang aktor lembut.
"Tuan Lucian, apa kau baik-baik saja..."
Lucian ada di sana. Namun, bukan Lucian yang diceritakan Manager Hans.
Di kakinya, pria yang menyiram minuman keras ke tubuhnya sedang berbaring dengan busa putih di mulutnya. Lucian, yang telah menendang kaki Jamie yang kehilangan kesadaran dan pingsan, menoleh kebelakang tanpa tanda-tanda keterkejutan. Ada darah di seluruh wajah yang tersenyum.
"Darah..."
Sea tidak dapat berbicara dengan baik.
[ Ding! Peringatan! ]
《 Peringatan! 》
Kelainan status target berburu 'Lucian Clark' terungkap. Mohon anda harus berhati-hati.
Kalainan status : Psikopat berdarah dingin.
_To Be Countinued_
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 41 Episodes
Comments