Apakah misinya untuk menjadi superstar akan berjalan dengan mulus? Ya, itu tidak mungkin benar. Semua jalan memang tidak selalu lurus karena pasti ada tikungan atau batu-batuan. Entah itu karena dia bertemu dengan psikopat berdarah dingin seperti Lucian Clark, atau yang lebih gila seperti Jerkin Sicario. Apalagi, keduanya adanya target berburu yang harus ditaklukkan.
Hanya inilah yang dipikirkan Sea selama ia menunggu giliran adegan selanjutnya.
Tidak tahu secara pasti. Ada orang-orang yang bisa menerawang orang lain seolah-olah mereka hantu, atau ada orang-orang yang bisa menerawang masa depan seolah-olah mereka paranormal. Indigo atau sebagainya. Kalau dijadikan musuh mereka, kau akan mempunyai waktu yang sulit selama sisa hidupmu. Lebih buruknya, dia adalah sutradara sekaligus investor utama film pertama debutnya.
Suara lembut namun mengancam bernyanyi kembali di benaknya.
"Kalau kau ingin terus bermain di film ini, kau harus terus berusaha dengan baik, dan seperti yang kukatakan, kupikir kau menarik sehingga aku memilihmu dan membuang Donna Peach. Bukan berarti aku tertarik mencampuri urusanmu yang ingin merubah takdir. Aku hanya ingin kau tidak mengacaukan film ini. Ingat. Ada aku yang mengawasimu."
Itu adalah kalimat terakhir Sutradara Sicario yang tidak menjawab keingintahuannya. Sea tidak percaya dia diancam oleh orang yang baru pertama kali berbicara dengannya. Tentu saja, pria itu memiliki kekuasaan untuk menendangnya dari proyek tersebut. Dia cukup baik untuk tidak mencampuri urusannya, meski tahu Sea ingin merubah segalanya.
Merubah takdir. Ya, itulah tujuan Sea. Namun, kenapa Jerkin tahu?
[ Ding! Misi tersembunyi didapatkan! ]
Sea mengernyit tatkala mendengar suara mekanis yang memberikan misi. Kebiasaan buruk sistem yang senang sekali menganggu pikirannya. Dia menghela napas dan mulai membaca misi yang tiba-tiba muncul di hadapannya──yang sedang duduk termangu.
《 Misi tersembunyi : Ayo cari tahu! 》
Cari tahu kelainan status target berburu 'Jerkin Sicario', ungkap rahasianya dan pegang kelemahannya.
□ Berhasil, mendapat persentase suka target berburu 'Jerkin Sicario' bertambah 10% dan 1 point.
□ Gagal, persentase suka target berburu 'Jerkin Sicario' dikurangi 10%.
Sisa periode : 14 hari.
Alis Sea terangkat. Dia memegang pelipisnya yang tiba-tiba berkedut. Bagaimana dia bisa mengungkap rahasia dari pria yang tidak biasa itu dalam waktu 14 hari? Dan dikurangi 10% jika gagal? Bahkan persentase suka pria itu padanya masih 0%, yang berarti hanya menyisakan kebencian jika menjadi -10%.
Persetan misi tersembunyi!
"Nona Sea?"
Sea menolehkan kepala ke arah tangan yang mengguncang pundaknya, seorang pria dengan mata sayu sedang menatapnya. Dia adalah Christoph Daniel, salah satu pemeran utama di filmnya. Aktor berperawakan kurus tinggi yang mempunyai sikap ramah.
"Ada apa? Kau tiba-tiba suram setelah berbicara dengan Sutradara Sicario. Apa terjadi sesuatu?"
"Tidak apa-apa. Terima kasih sudah khawatir padaku."
"Hm? Sungguh?"
"Ya."
Keramahan yang membuat canggung. Sea harus berhati-hati, bukan? Toh, dia juga tidak bisa mengatakan bahwa penyebab yang membuat moodnya menjadi buruk karena pesan yang didapatkannya dari sistem.
"Hmm, aku bertanya-tanya untuk berjaga-jaga, Nona Sea, apa kau pernah melakukan hal buruk di masa lalu..."
"Jangan khawatir. Aku tidak punya garis merah dalam daftar keluargaku."
"Haha, benarkah?"
"Ya, bahkan aku tidak pernah menginjakkan kaki di kantor polisi."
Apakah Christoph khawatir jika Sea merusak proses filmnya? Sebut saja sebagai seorang aktor yang perfeksionis. Nampak juga sisi di mana ia mencoba mengorek latar belakangnya lebih jauh.
Padahal baru hari pertama syuting. Tapi Sea sudah mendapati tiga orang aneh yang mengajaknya berbicara.
Bisakah dia pulang saja?
[ Ding! Tuan rumah tidak bisa pulang ke rumah karena masih mempunyai satu adegan lagi yang harus dimainkan! ]
Mendengar sistem rewel yang bertingkah menjadi managernya, Sea hanya memutar mata dan melihat Sutradara Sicario yang sedang berdiskusi dengan Asisten Sutradara Nikolai, terlihat juga Lucian yang sudah menyelesaikan dialognya. Lalu, dia kembali mendengar suara berat Christoph yang masih berdiri di sebelah kursinya.
"Wow, gaya bicaranya, ekspresinya, semuanya sempurna. Kamera menyukai wajahnya, dan dia benar-benar pandai berakting. Siapa bilang hidup ini adil? Itu sebabnya dia seperti komoditas panas. Aku sangat iri..."
Hmm.
Christoph, dia terdengar memuji Lucian, namun, nadanya datar dan dingin. Ah, pria ini tidak menyukai Lucian Clark. Sea cukup mengetahuinya saja, yang terpenting ia tidak bermasalah dengannya.
Ngomong-ngomong, Christoph Daniel adalah salah satu dari anggota harem Lilyana, tak heran kalau dia tidak menyukai Lucian karena wanitanya tertarik dengan pria berkulit eksotis itu.
"Sungguh cinta yang rumit," gumamnya meluncur tanpa sadar, yang dapat didengar orang di sebelahnya.
"Apa?"
"Tidak. Aku hanya sedang berbicara dengan udara," Sea segera mengelak.
Pria itu hanya menatapnya seolah-olah ia sudah salah meminum obat. Sea juga tidak peduli dengan Christoph yang mungkin mengecapnya aneh. Lagipula ia tidak berniat untuk dekat dengan pria yang sudah menjadi milik Lilyana Oswald.
Terlebih, Sea memiliki kesan buruk terhadap pria dengan perasaan ingin tahu yang berlebih tentang dirinya.
**
Syuting pertama telah selesai tepat pada waktu tengah hari. Waktunya memang terbatas karena berlokasi di stasiun kereta bawah tanah. Untungnya adegan yang perlu di-shot di lokasi ini sudah terselesaikan semua.
Sea berlari melewati persimpangan jalan yang mulai dipenuhi dengan dedaunan yang berguguran. Jalan yang biasanya abu-abu berubah menjadi cokelat dan kuning. Angin berhembus menyapu keringat di tubuhnya. Terasa dingin namun menyegarkan. Langkah lebarnya menuju ke arah halte bus yang jaraknya kian mengikis.
Lebih memilih menaiki bus dibandingkan kereta, karena jarak pemberhentian kereta untuk sampai ke rumahnya masih lebih dekat dengan menaiki bus. Dan satu alasan lainnya karena ia sedang menyelesaikan misi harian yang baru sempat dilakukannya.
Lari 10km.
Meski sudah lelah karena syuting, tapi Sea tidak melupakan kewajibannya. Ya, dia sudah menganggap apa yang dilakukannya saat ini sebagai kewajibannya setiap hari. Meski dia tidak tahu hukuman seperti apa yang didapat jika dia tidak menyelesaikan misi harian tersebut.
"Aku benci dihukum."
Kata Sea bersamaan dengan munculnya centang biru di bagian 'Lari : 10km'. Kini yang tersisa tinggal push up, sit up, squats, dan yoga. Dia akan melakukannya setelah sampai di rumah. Kemudian langkahnya berhenti di halte bus.
Tanpa di sadari, ada sebuah mobil mewah berwarna putih yang sejak tadi melaju dengan pelan untuk mengikutinya dari belakang. Dan mobil itu berhenti tepat di sambil Sea yang sedang menunggu kedatangan bus.
Menoleh guna melihat kaca jendela belakang mobil yang terbuka perlahan. Sea mengerutkan bibir ketika melihat siapa yang muncul di baliknya. Mata hijau berkaca-kaca terkena sinar matahari dan senyum menawan. Wajah yang sering kali muncul di baliho.
"...Senior Lucian?"
"Ah ha, ya, ini aku seniormu."
"Ada apa?"
Sea merasa heran. Alisnya terangkat dan memiringkan kepalanya.
"Kau terlihat lucu berlari di tengah hari pada musim gugur."
"Eh?"
"Ayo naik. Senior akan mengantarmu pulang."
_To Be Continued_
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 41 Episodes
Comments
DEDY
Semangat lanjut
2023-12-12
1