Setelah pertarungan antara tahun ke-7 selesai, [Beauty] kembali muncul di arena yang telah selesai direnovasi dalam waktu singkat
"Bagaimana semuanya? Apa kalian masih semangat?"
"YAAAA"
"Baguslah, kalau begitu untuk menambah api di semangat itu. Mari kita lanjutkan ke pertarungan selanjutnya!"
"YAAAA"
Setelah itu, siswa tahun ke-4 yang berjumlah 2000 siswa mulai memasuki arena. Tetapi dibandingkan siswa tahun ke-7 yang penuh kepercayaan diri, siswa tahun ke-4 saat ini penuh dengan emosi negatif karena gemetar melihat pertarungan tahun ke-7
[Beauty] yang melihat kondisi tahun ke-4 hanya bisa terdiam sejenak. [Beauty] kemudian mendekati seorang siswa yang penuh semangat juang
"Hai siswa, bagaimana perasaanmu saat ini?" tanya [Beauty]
Van yang melihat siapa yang [Beauty] wawancarai sedikit terdiam sejenak sebelum kembali berjalan
"TENTU SAJA BERSEMANGAT! AKAN KU KALAHKAN SEMUA SENIOR-SENIOR PERS*TAN ITU! I'M GONNA F*CK ALL OF THEM!" ucap Ace
Pahlawan #35, [Yellow Laser] yang berada di tribun penonton langsung menepuk dahinya ketika mendengar jawaban anaknya, Ace
[Beauty] yang mendengar jawaban Ace seketika tersenyum canggung
Adapun senior yang berada di bangku siswa, mereka saat ini mencoba menahan emosi dengan tangan yang penuh dengan pembuluh darah yang menonjol
Untungnya, jawaban Ace berhasil membangkitkan sedikit semangat juang tahun ke-4
"Baiklah, tak perlu berlama-lama lagi. Pertarungan rookie tahun ini, dimulai!" ucap [Beauty] dan melompat keluar panggung
Ace yang bersemangat langsung berubah menjadi kilatan cahaya dan menendang wajah siswa di sebelahnya
Siswa yang terkena tendangan Ace langsung terlempar dan menabrak siswa lainnya
Karena tendangan berkecepatan cahaya, siswa yang ditendang dan siswa yang terkena tabrakan langsung keluar dari arena
Rover di sisi lain langsung mengeluarkan kemampuan maksimalnya
Langit pagi yang awalnya masih terang perlahan menjadi gelap dan suara berkecamuk listrik seperti jeritan dari neraka terdengar di langit
Beberapa detik kemudian, ratusan petir ungu menyambar arena dan mengeliminasi ratusan siswa akademi sekaligus
Van juga tak ikut diam. Van menyentuh arena di bawahnya dan mengaktifkan [Decay]
Tanah di bawah Van mulai hancur menjadi debu dan mulai menyebar sebuah ratusan meter
Dengan Van sebagai pusatnya, ratusan meter arena hancur menjadi debu dan ratusan siswa langsung tereleminasi
Paman Javier yang keluar seperempat arena hancur karena skill Van langsung terdiam dan menatap Ayah Van di sebelahnya dengan mata membara
Merasakan mata temannya, Ayah Van berpura-pura tidak melihat dan menikmati pertandingan
Saat Van membersihkan debu di tubuhnya, sebuah batu berkecepatan cahaya menembus kepalanya
Untungnya dengan [Immortality], luka tersebut tidak membuat Van mati dan mulai beregenerasi
Van berbalik dan melihat Ace tersenyum kepadanya
Sedetik kemudian, sosok Ace menghilang dan muncul di depan Van dalam sekejap
Ace mengayunkan kakinya dengan kecepatan cahaya. Tetapi Van berhasil menahan tendangan Ace
Retakan muncul di tanah di bawah Van. Van dengan ekspresi datar mengaktifkan [Decay] dan berniat menyentuh kaki Ace
Ace yang merasakan bahaya langsung berubah menjadi kilatan cahaya dan muncul puluhan meter jauhnya
Ace terkejut melihat bongkahan tanah di sekitar hancur menjadi debu dan menatap Van dengan kesal "Hei kau ingin membunuhku?!"
Saat Ace sedang mengomel kepada Van, sebuah petir menyambar Ace
Ace yang tidak siap langsung terkena sambaran petir. Seluruh tubuhnya mengalami kejang dan mati rasa selama beberapa detik
Ace berbalik dan melihat Rover yang berada di tengah arena sedang tersenyum kepadanya
Ace berubah menjadi kilatan cahaya dan muncul di depan Rover dalam sekejap
Rover terkejut ketika melihat Ace muncul di depannya dalam sekejap dan memasang posisi bertahan
Tetapi Ace mengayunkan kakinya dengan kecepatan cahaya. Untungnya Rover berhasil menghindar tendangan Ace
Tanpa mereka berdua sadari, sosok Van muncul di depan mereka berdua dan melakukan 540° kick kepada Ace dan menendang wajah Rover dengan lututnya
Ace terkena tendangan Van dan terhempas sejauh puluhan meter. Ia memegang pipinya yang berdarah dan menatap Van "F*ck kakinya terbuat dari apa?! Sungguh menyakitkan"
Sedangkan Rover yang terkena serangan Van mengalami patah tulang hidung dan mimisan ringan. Rover langsung menggunakan skillnya dan petir menyambar ke arah Van
Tetapi Van memukul petir tersebut dan petir yang menyambarnya lenyap
Saat Van sedang sibuk mengurus Ace dan Rover, sebuah peluru meluncur ke arahnya. Van meraih peluru tersebut dengan tangan kosong dan mengepalkan tangannya
Van membuka tangannya dan darah menetes disertai dengan peluru yang telah hancur menjadi debu
Van berbalik dan melihat seorang siswa dengan sniper di tangannya. Siswa itu menatap Van dengan tak percaya dan berlari ke kerumunan siswa, berusaha menghindari Van
Sebelum Van berhasil mengejar siswa yang menyerangnya, sebuah petir menyambar siswa tersebut
Van berbalik dan melihat Rover menatap kesal siswa yang mengganggu pertarungannya
Dari belakang Van, Ace muncul dan mengayunkan kakinya dengan kecepatan cahaya. Van dengan refleks menunduk dan berhasil menghindari tendangan Ace
Saat Van sedang bertarung dengan Ace, sebuah petir menyambar di atas mereka berdua
Karena tak memperhatikannya, Van dan Ace terkena sambaran petir. Van mengalami luka bakar ringan sedangkan Ace mengalami luka bakar di beberapa bagian
Luka bakar di tubuh Van langsung sembuh dalam sekejap. Van menendang Ace dan membuatnya terlempar belasan meter ke belakang
Mengabaikan Ace, Van berlari ke arah Rover yang berada puluhan meter jauhnya
Belasan petir mencoba menyambar Van, tetapi Van selalu berhasil menghindari semua petir yang akan menyambarnya
Setelah sedikit usaha, Van akhirnya tiba di depan Rover. Van memukul wajah Rover dengan sedikit tenaga dan membuatnya terlempar ke udara setinggi beberapa meter
Van melompat dan mengayunkan kakinya dari atas ke bawah. Ayunan kaki Van berhasil mengenai perut Rover dan membuatnya terhempas ke bawah dengan cepat
Rover yang menabrak arena menyebabkan debu bertebaran di udara dan membentuk asap
Sosok Van perlahan berjalan keluar dari balik asap. Saat keluar dari asap, Van mengangkat kepalanya. Van melihat siswa laki-laki setinggi 3 meter dengan badan dipenuhi otot
Siswa itu tersenyum pada Van yang lebih pendek darinya dan mencoba memukulnya. Van juga ikut memukul tinju siswa raksasa tersebut
Akibat pertemuan 2 tinju yang saling bertabrakan, Van termundur beberapa langkah sedangkan siswa raksasa tersebut terhempas beberapa meter ke belakang
Siswa raksasa tersebut mulai bangun perlahan dan menepuk pipinya. Siswa raksasa itu berlari menuju Van dengan tangan terkepal
*PRITTT
Saat tinju siswa raksasa tersebut hampir mengenai Van, suara sirine berbunyi menandakan pertandingan telah berakhir
Van dengan sigap bergerak menyamping dan meraih tangan siswa raksasa tersebut. Van kemudian melempar siswa raksasa itu ke tanah
Mengabaikan siswa raksasa, Van menatap 8 siswa selain dirinya dan siswa raksasa yang tersisa di arena
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 72 Episodes
Comments