Chapter 6 : Doppelganger

Master Johnson saat ini sedang menatap arena di kelas dengan tatapan tak percaya.

Dia melihat semua orang saat ini terbaring di arena tak sadarkan diri.

Di antara kerumunan orang, terdapat seorang remaja yang berdiri diam sambil menyeka keringat yang mengalir di dahinya.

"Master, tak perlu khawatir. Aku hanya membuat mereka pingsan." ucap remaja tersebut yang tak lain adalah Van.

"Ya.... Baiklah." ucap Master Johnson sambil memikirkan kejadian sebelumnya.

...----------------...

Saat Master Johnson memulai pertarungan, Van bergerak dengan sangat cepat.

Setiap kali dia muncul, satu siswa terjatuh.

Meskipun pergerakan Van terbilang sangat cepat, tetapi Master Johnson dapat melihat pergerakan Van dengan sangat baik.

Namun yang membuat Master Johnson kagum adalah pukulan Van yang sederhana, tetapi penuh kekuatan.

Eksekusi pukulan Van sangat tepat, sehingga tidak membahayakan keselamatan para siswa.

Hanya dalam waktu 1 jam, Van berhasil mengalahkan semua siswa.

...----------------...

Adapun Van saat ini sedang terengah-engah sambil menyeka keringatnya yang mengalir di dahinya.

"Sungguh melelahkan, sepertinya latihan fisik perlu ditingkatkan." gumam Van.

Van kemudian kembali duduk di bangkunya dengan tujuan memulihkan tenaganya.

Setelah setengah jam menunggu, semua siswa akhirnya terbangun.

Mereka semua menatap Van dengan keterkejutan dan ketakutan di mata mereka.

"Baiklah semuanya, bersiaplah untuk pergi ke kelas berikutnya." teriak Master Johnson.

Van kemudian keluar dari kelas dan berjalan menuju kelas berikutnya.

Kelas berikutnya adalah [Kelas Pahlawan] yang membuat Van cukup menantikannya.

Setelah beberapa menit berjalan, Van akhirnya tiba di depan pintu [Kelas Pahlawan].

Namun sebelum membuka pintu, Van mendekati sebuah mesin di sebelah pintu.

Van memasukkan sidik jarinya di depan sensor sidik jari dan mesin tersebut mengeluarkan sebuah koper.

Van meraih koper tersebut dan langsung memasuki kelas.

Setelah masuk ke dalam kelas, Van melihat aula yang sangat luas. Lebih luas dari kelas sebelumnya.

Tidak ada bangku untuk duduk, tetapi terdapat belasan arena yang sangat besar.

Di masing-masing arena terdapat siswa tahun pertama yang telah tiba duluan sebelum Van.

Van kemudian berjalan menuju ruang ganti dan membuka koper yang diambilnya sebelum memasuki kelas.

Di dalam koper tersebut, Van melihat sebuah kostum pahlawan yang dirancang sendiri oleh para siswa akademi.

Van memilih kostum pahlawan berupa sebuah kaos hitam lengan panjang, celana hitam panjang, dan jubah panjang tanpa kerudung.

Sebuah kostum pahlawan yang sederhana, tetapi memudahkannya dalam hal fleksibilitas.

Van menatap dirinya di cermin dan mengangguk puas.

Van kemudian berjalan menuju arena dan disana dia melihat semua orang masih sibuk bermain dengan [Skill] mereka sambil menunggu Master datang.

Selang beberapa saat, sang Master akhirnya datang dan mulai memperkenalkan dirinya.

"Perkenalan namaku Beatrix, pahlawan #8 (peringkat 8) - [Rune Master] sekaligus guru yang akan mengajar kalian di kelas [Kelas Pahlawan]." jelas Master Beatrix.

"Sebelum memasuki kegiatan kita, aku akan menjelaskan sedikit tentang [Pahlawan].

[Pahlawan] adalah orang-orang yang bertugas melindungi bumi ini dari berbagai masalah.

Mereka yang bertugas menyerang monster, melindungi masyarakat, dan melawan penjahat.

Mereka bertugas sambil mempertaruhkan nyawa mereka.

Jadi di kelasku, kalian akan diberikan pengalaman tentang menjadi pahlawan." jelas Master Beatrix.

"Baiklah mari kita mulai kelas kita." ucap Master Beatrix.

Master Beatrix mulai menulis bahasa Rune di udara dan sebuah Doppelganger dari setiap siswa mulai terbentuk.

"Coba lawan Doppelganger kalian. Dengan melawan diri kalian sendiri, maka kalian dapat melampaui batasan kalian." ucap Master Beatrix.

Tanpa memberi para siswa waktu untuk bersiap, para Doppelganger mulai berlari menuju para siswa.

Van juga sedang menghadapi Doppelganger miliknya sendiri.

Van mencoba menendang wajah Doppelganger dengan kakinya, tetapi berhasil ditahan.

Van melompat mundur dan Doppelganger Van memanfaatkan kesempatan ini dengan melompat ke arah Van.

Doppelganger mengepalkan tinjunya dan meninju ke arah kepala Van.

Namun, Van berhasil menahan tinju Doppelganger dengan telapak tangannya.

Van mengaktifkan [Decay] dan tangan Doppelganger mulai hancur menjadi debu.

Seolah menyadari bahaya yang mengancam nyawa, Doppelganger tersebut melompat menjauh.

Nampak selama melayang di udara, tangan Doppelganger tersebut mulai beregenerasi.

"Sudah kuduga, Doppelganger ini tidak berani menggunakan [Decay] karena tidak bisa mencelakakan siswa." gumam Van.

Van kemudian memasang pose bertarung jarak dekat dan menatap Doppelganger yang kembali berlari ke arahnya.

"Baiklah, akan kulampaui batasku sekarang tanpa menggunakan [Decay]." gumam Van.

Doppelganger memukul ke arah perut Van, tetapi Van berhasil menahannya.

Doppelganger itu melompat mundur sambil melakukan back kick.

Van menunduk, lalu mengangkat kakinya dan berhasil menendang dagu Doppelganger.

Doppelganger terlempar ke atas dan Van juga melompat untuk melawan Doppelganger tersebut di udara.

Van berputar di udara dan mencoba menendang perut Doppelganger.

Namun, Doppelganger tersebut menyilangkan tangannya di depan perut dan berhasil mengurangi impact serangan Van.

Meskipun begitu, Doppelganger tersebut tetap terlempar ke bawah.

Doppelganger membentur tanah, tetapi dapat be diri dalam sekejap mata.

Van yang baru saja mendarat langsung melompat ke arah Doppelganger dengan tangan kanan terkepal.

Tinju Van berhasil ditahan oleh Doppelganger, tetapi Van menggunakan tangan kirinya untuk meninju perut Doppelganger.

Tinju kiri Van berhasil ditahan oleh Doppelganger, tetapi Van menendang Doppelganger yang lengah dengan kaki kanannya.

Doppelganger akhirnya melepaskan tangan kiri Van, lalu mengangkat lengan kirinya untuk menahan tendangan Van.

Tendangan Van berhasil ditahan oleh Doppelganger, tetapi Van melakukan backflip dan kaki kirinya berhasil menendang wajah Doppelganger.

Van kemudian melompat dan mendaratkan tinjunya di wajah Doppelganger.

Tinju Van yang pertama berhasil melemahkan Doppelganger tersebut.

Akhirnya, Van terus melancarkan pukulan terus-menerus tanpa henti.

Setelah puluhan pukulan, muncul retakan di wajah Doppelganger dan Doppelganger tersebut mulai hancur menjadi debu.

Van menghela nafas ketika melihat Doppelganger tersebut hancur menjadi debu.

Van mengangkat kepalanya untuk melihat sekitarnya dan melihat semua orang masih sibuk melawan Doppelganger mereka masing-masing.

Van kemudian duduk menuruni arena dan duduk memulihkan tenaganya.

"Hei nak lama tak bertemu." suara Master Beatrix terdengar.

"Apa kita pernah berkenalan sebelumya?" tanya Van dengan datar.

"Astaga, aku ada di [Aula Kebangkitan] saat itu." ucap Master Beatrix.

"Ooo begitu." ucap Van.

"Jadi bagaimana dengan kondisimu di hari pertama [Akademi]?" tanya Master Beatrix

"Cukup melelahkan." jawab Van dengan singkat, padat, dan jelas

"Begitu, semangat nak. Kaulah harapan Ayahmu selanjutnya" ucap Master Beatrix dan pergi menjauh.

"Tak peduli apakah aku harapan Ayahku atau bukan. Selama itu tidak mengganggu urusanku, maka aku tak peduli." gumam Van.

...----------------...

30 menit kemudian.

Saat para siswa sibuk melawan Doppelganger, Doppelganger mereka tiba-tiba hancur menjadi debu.

Tentunya hal ini membuat mereka terheran-heran.

"Baiklah semuanya, kelas telah selesai dan sekarang waktunya makan siang." ucap Master Beatrix.

Mendengar ucapan Master Beatrix, semua orang tanpa sadar menghela napas lega.

"Akhirnya aku tak perlu melawan monster itu lagi."

"Sungguh melelahkan."

Van kemudian bangkit dan berjalan keluar dari kelas menuju kantin.

Sesampainya di kantin, Van melihat kantin yang sangat ramai.

Van duduk di salah satu meja dan sebuah suara terdengar.

...[Selamat datang Siswa Van]...

...[Apa yang ingin Anda makan?]...

"Semangkuk ramen." ucap Van.

[Baiklah, 15 poin dikurangi dari penyimpanan Anda]

Semangkuk ramen akhirnya muncul setelah beberapa menit Van menunggu.

Setelah beberapa menit menikmati ramen, seorang siswa tiba-tiba menghampiri Van dan duduk di sebelahnya.

"Hai jenius, aku ingin melakukan transaksi denganmu." ucap siswa tersebut.

"Apa yang kau inginkan? Jangan membuang waktuku." ucap Van sambil memakan ramen miliknya.

"Aku memiliki biodata seluruh siswa tahun kedua dqn ketiga di [Akademi] ini." ucap siswa tersebut.

Van yang mendengarnya meletakkan sumpitnya dan bertanya dengan suara kecil, "Berapa yang kau inginkan?"

"Hanya 1000 poin, tak bisa kurang... Kau tahu kan jumlah poin kelas F." ucap siswa tersebut.

Van mengangguk setuju dengan argumen siswa tersebut.

Setiap bulan, poin akan dibagikan kepada setiap siswa akademi dengan 1 poin \= 1 dollar ($1)

Kelas S mendapat 5000 poin

Kelas A mendapat 4500 poin

Kelas B mendapat 4000 poin

Kelas C mendapat 3500 poin

Kelas D mendapat 3000 poin

Kelas E mendapat 2500 poin

Kelas F mendapat 2000 poin

Jumlah biaya hidup manusia rata-rata adalah $3000 (3000 dollar) dan dapat dipastikan kelas F dengan 2000 poin (2000 dollar) akan kesulitan untuk hidup di Akademi.

"Baiklah aku setuju, 1000 poin telah dikirim kepadamu." ucap Van.

"Baiklah, biodatanya akan tiba di depan asramamu nanti malam." ucap siswa tersebut lalu menjauh

"Sebaiknya kau tidak menipuku, jika tidak kau yang akan menanggung konsekuensinya." ucap Van dengan suara dalam.

Terpopuler

Comments

☠zephir atrophos☠

☠zephir atrophos☠

kek kenal

2023-12-03

0

lihat semua
Episodes
1 Chapter 1 : Keadilan
2 Chapter 2 : Kebangkitan
3 Chapter 3 : Akademi
4 Chapter 4 : Bawahan Baru
5 Chapter 5 : [Physique] or [Skill]?
6 Chapter 6 : Doppelganger
7 Chapter 7 : Bawahan Baru
8 Chapter 8 : Time Skip
9 Chapter 9 : [Tamer]
10 Chapter 10 : Jin
11 Chapter 11 : [Red Blood]
12 Chapter 12 : Hobgoblin
13 Chapter 13 : The Last Day of Survival
14 Chapter 14 : [Academy Tournament] I
15 Chapter 15 [Academy Tournament] II
16 Chapter 16 : Vampire Attack I
17 Chapter 17 : Vampire Attack II
18 Chapter 18 : Vampire Attack III
19 Chapter 19 : Vampire Attack IV
20 Chapter 20 : Magang I
21 Chapter 21 : Magang II
22 Chapter 22 : Magang III
23 Chapter 23 : Magang IV
24 Chapter 24 : Magang V
25 Chapter 25 : Psychologist
26 Chapter 26 : Perjalanan
27 Chapter 27 : Aneh
28 Chapter 28 : Monster Wave I
29 Chapter 29 : Monster Wave II
30 Chapter 30 : Revenge
31 Chapter 31 : Penculikan
32 Chapter 32 : Kawasan Kumuh
33 Chapter 33 : The Revolution of [Dark Shadow]
34 Chapter 34 : Status
35 Chapter 35 : Demon I
36 Chapter 36 : Demon II
37 Chapter 37 : Demon III
38 Chapter 38 : Demon IV
39 Chapter 39 : Demon V
40 Chapter 40 : Information
41 Chapter 41 : Purge
42 Chapter 42 : Fear
43 Chapter 43 : [Hell] I
44 Chapter 44 : [Hell] II
45 Chapter 45 : [Hell] III
46 Chapter 46 : [Hell] IV
47 Chapter 47 : [Hell] V
48 Chapter 48 : [Hell] VI
49 Chapter 49 : [Hell] VII
50 Chapter 50 : [Hell] VIII
51 Chapter 51 : Final Hell
52 Chapter 52 : Back to Earth
53 Chapter 53 : [Mysterious] I
54 Chapter 54 : [Mysterious] II
55 Chapter 55 : [Mysterious] III
56 Chapter 56 : Identity
57 Chapter 57 : [Volcano] I
58 Chapter 58 : [Volcano] II
59 Chapter 59 : [Volcano] III
60 Chapter 60 : [Volcano] IV
61 Chapter 61 : [Volcano] V
62 Chapter 62 : Volcano VI
63 Chapter 63 : Holiday I
64 Chapter 64 : Holiday II
65 Chapter 65 : Holiday III
66 Chapter 66 : Holiday IV
67 Chapter 67 : Holiday V
68 Chapter 68 : Red Dragon I
69 Chapter 69 : Red Dragon II
70 Chapter 70 : Red Dragon III
71 Chapter 71 : [War of Dragons] I
72 Chapter 72 : [War of Dragons] II
Episodes

Updated 72 Episodes

1
Chapter 1 : Keadilan
2
Chapter 2 : Kebangkitan
3
Chapter 3 : Akademi
4
Chapter 4 : Bawahan Baru
5
Chapter 5 : [Physique] or [Skill]?
6
Chapter 6 : Doppelganger
7
Chapter 7 : Bawahan Baru
8
Chapter 8 : Time Skip
9
Chapter 9 : [Tamer]
10
Chapter 10 : Jin
11
Chapter 11 : [Red Blood]
12
Chapter 12 : Hobgoblin
13
Chapter 13 : The Last Day of Survival
14
Chapter 14 : [Academy Tournament] I
15
Chapter 15 [Academy Tournament] II
16
Chapter 16 : Vampire Attack I
17
Chapter 17 : Vampire Attack II
18
Chapter 18 : Vampire Attack III
19
Chapter 19 : Vampire Attack IV
20
Chapter 20 : Magang I
21
Chapter 21 : Magang II
22
Chapter 22 : Magang III
23
Chapter 23 : Magang IV
24
Chapter 24 : Magang V
25
Chapter 25 : Psychologist
26
Chapter 26 : Perjalanan
27
Chapter 27 : Aneh
28
Chapter 28 : Monster Wave I
29
Chapter 29 : Monster Wave II
30
Chapter 30 : Revenge
31
Chapter 31 : Penculikan
32
Chapter 32 : Kawasan Kumuh
33
Chapter 33 : The Revolution of [Dark Shadow]
34
Chapter 34 : Status
35
Chapter 35 : Demon I
36
Chapter 36 : Demon II
37
Chapter 37 : Demon III
38
Chapter 38 : Demon IV
39
Chapter 39 : Demon V
40
Chapter 40 : Information
41
Chapter 41 : Purge
42
Chapter 42 : Fear
43
Chapter 43 : [Hell] I
44
Chapter 44 : [Hell] II
45
Chapter 45 : [Hell] III
46
Chapter 46 : [Hell] IV
47
Chapter 47 : [Hell] V
48
Chapter 48 : [Hell] VI
49
Chapter 49 : [Hell] VII
50
Chapter 50 : [Hell] VIII
51
Chapter 51 : Final Hell
52
Chapter 52 : Back to Earth
53
Chapter 53 : [Mysterious] I
54
Chapter 54 : [Mysterious] II
55
Chapter 55 : [Mysterious] III
56
Chapter 56 : Identity
57
Chapter 57 : [Volcano] I
58
Chapter 58 : [Volcano] II
59
Chapter 59 : [Volcano] III
60
Chapter 60 : [Volcano] IV
61
Chapter 61 : [Volcano] V
62
Chapter 62 : Volcano VI
63
Chapter 63 : Holiday I
64
Chapter 64 : Holiday II
65
Chapter 65 : Holiday III
66
Chapter 66 : Holiday IV
67
Chapter 67 : Holiday V
68
Chapter 68 : Red Dragon I
69
Chapter 69 : Red Dragon II
70
Chapter 70 : Red Dragon III
71
Chapter 71 : [War of Dragons] I
72
Chapter 72 : [War of Dragons] II

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!