Chapter 3 : Akademi

Di pusat kota #1, yaitu gedung Pemimpin Kota.

Saat ini Ayah Van, Vander, sedang menatap beberapa pahlawan di depannya dengan wajah serius.

"Jadi, kalian kemarin bertemu dengan seseorang yang memperkenalkan dirinya [Darkness]??" tanya Ayah Van.

"Ya Tuan Vander. Kami menemukannya bersama seorang wanita.... Wanita itu mengatakan bahwa [Darkness] itu baru saja membunuh pahlawan #7.000.000 dengan kode nama [Silver Claw]."

Meskipun mengatakan kenyataan mengenai kematian [Silver Claw], pahlawan tersebut sengaja menyembunyikan bahwa pahlawan [Silver Claw] yang dibunuh Van berusaha melecehkan seorang wanita.

Lagi pula ketegasan Pahlawan nomor 1 terkenal di kalangan pahlawan di Kota #1.

"Begitu yah, nampaknya sekarang akan ada masalah baru lagi, seseorang pembunuh pahlawan.....

Pasangkan di berita mengenai [Darkness] untuk memberitahu warga sipil, serta peringatkan para pahlawan di kota #1 agar lebih waspada terhadap [Darkness]." ucap Ayah Van, Vander.

Setelah itu, pahlawan-pahlawan tersebut kemudian keluar dari ruangan Vander.

Melihat kepergian para pahlawan, Vander duduk di kursi dan memijat kepalanya sambil memikirkan masalah ini.

Meskipun jumlah Pahlawan di dunia saat ini terbilang cukup banyak, yaitu sekitar 100.000.000 (seratus juta), tetapi jumlah populasi dunia juga tidak kalah banyak, yaitu 100.000.000.000 (100 miliar).

Namun, bisa dikatakan bahwa populasi pahlawan sangatlah kurang karena perbedaan jumlah, terutama banyak pahlawan yang mati saat melawan penjahat dalam kota maupun monster-monster di luar kota.

Apalagi di dunia ini ada 100.000 kota dengan kualitas pahlawan setiap kota yang berbeda-beda.

"Sial*n, Aku ingin sekali berlibur dan melihat Van masuk Akademi." gumam Vander.

Saat Vander sedang sibuk berpikir, suara ketukan menyadarkannya.

*TUK

*TUK

"Masuk." ucap Vander.

Pintu terbuka dan memperlihatkan seorang sekretaris mendatangi Vander

"Tuan Vander, ada permintaan dari kota #63.000 untuk mengirimkan bantuan pahlawan karena monster [Plague Rat] berhasil masuk ke kota lewat saluran bawah tanah" lapor sekretaris itu

[Plague Rat] : Tikus sebesar kepala manusia biasa, tidak memiliki serangan yang kuat namun gigitannya menyebabkan penyakit yang mematikan. Bahkan di suatu kota, pernah terjadi suatu wabah karena [Plague Rat]

Kota #1 sebagai kota terkuat tentunya merupakan pusat pemerintahan dan perlu memenuhi permintaan kota-kota lain.

"Baiklah, kirimkan pahlawan #100 (peringkat 100) - [Fire Dragon] dan pahlawan #10.000 (peringkat 10.000) - [Healer]." ucap Vander.

"Baik, Pak!"

...----------------...

Adapun anak Vander saat ini, Van, sedang berjalan-jalan di pasar untuk mencari bahan makanan.

Saat berjalan, Van melihat banyak sekali pengemis di pinggiran pasar.

Melihat ini, Van mau tak mau berpikir sesuatu di dalam hatinya.

Keberadaan [Skill] sangat penting di dunia ini.

Semua pengemis ini adalah orang-orang tanpa [Skill].

Mereka dapat memasuki akademi meskipun tanpa [Skill], tetapi mereka tidak akan menjadi apa-apa setelah lulus.

Beruntung jika mereka dapat bekerja setelah lulus dari akademi.

Beruntung jika mereka memiliki keluarga yang mau menerima mereka dan dapat mencukupi kebutuhannya.

Namun, banyak orang tua yang membuang anaknya jika anak mereka tidak memiliki [Skill].

Hal tersebut yang menunjukkan betapa kejamnya dunia ini.

Meskipun orang-orang miskin seperti pengemis ini diberi tunjangan oleh pemerintah, tetapi uang-uang yang ada di perbendaharaan tidak selalu cukup untuk semua pengemis di dunia.

Van kemudian berjalan memasuki pasar lebih dalam dan mengabaikan para pengemis.

Van dapat menjadikan mereka bawahan mereka dengan [Sistem Bawahan], tetapi mereka telah lama kehilangan harapan hidup mereka.

Seseorang yang kehilangan semangat hidup mereka hanya bisa dikatakan sebagai mesin tua yang dipaksa untuk bekerja hanya karena mereka tetap diberi pasokan listrik.

...----------------...

Seminggu telah berlalu sejak Van berada di pasar.

Saat ini dia berada di pintu gerbang Akademi.

Akademi di setiap kota hanya ada 1, sehingga pastinya akan sangat ramai.

Namun saat Van berjalan, orang-orang langsung memberi Van ruang kosong untuk berjalan.

Lagi pula identitas anak pahlawan #1 bukanlah sebuah candaan belaka.

Van mendekati sebuah pohon setinggi 5 meter.

Bahkan pohon yang berada di dunia ini bisa berevolusi, pohon biasa bahkan dapat mencapai ketinggian 5-10 meter.

Van kemudian melompat dan mendarat di dahan pohon, lalu bersandar sambil menunggu acara pembukaan Akademi.

Keberadaan Van tentunya menarik perhatian semua orang, baik dari laki-laki maupun gadis.

Gadis memandang ketampanan Van.

Laki-laki memandang kekuatan Van yang membangkitkan 2 [Skill] peringkat SSS.

"Lihatlah, itu Van, sungguh tampan!"

"Ya, sangat tampan dan dingin."

"Itu Van? Aura nya bahkan terasa sangat kuat."

"Sungguh hebat membangkitkan 2 [Skill] peringkat SSS."

Setelah 30 menit, kerumunan yang awalnya sangat ramai menjadi lebih ramai lagi, dan Van dapat memperkirakan peserta tahun ini sekitar 2 ribu.

Saat itu, Kepala Akademi [Akademi] yang terlihat seperti pria berusia 50an akhirnya tiba di panggung.

Kedatangan Kepala Akademi menarik perhatian dan membuat kerumunan yang awalnya ribut menjadi diam.

"Selamat datang, wahai calon masa depan dunia, Aku Pahlawan #3 (peringkat 3) - [Disaster] sekaligus Kepala Akademi menyambut kalian di [Akademi] ini.

Kalian akan belajar di [Akademi] ini selama 7 tahun jadi biar kujelaskan sedikit mengenai [Akademi] ini, [Akademi] terbagi menjadi kelas F - S....

Selama di akademi, kalian akan tinggal di asrama jadi hubungan kalian dengan dunia luar akan sangat berkurang.

Kelas di Akademi akan dimulai jam 9 pagi sampai jam 3 sore.

Namun tenang saja, fasilitas di [Akademi] sebanding dengan gedung Pemimpin Kota...

Kalian dapat menikmati fasilitas ini selama poin kalian cukup.

Baiklah, acara selanjutnya adalah menentukan peringkat kelas kalian dengan bertarung melawan semua orang disini sampai hanya tersisa satu orang.

Apakah kalian mendapat kelas F? A? S? Semua ditentukan dari pertarungan ini.

Peraturannya sangat sederhana, yaitu jangan menyerang dengan serangan yang dapat menyebabkan luka berat ataupun kematian." jelas Kepala Akademi sambil menatap Van di kalimat terakhir.

"Berusahalah yang terbaik karena pendistribusian poin awal ditentukan oleh pertarungan ini." Kepala Akademi menambahkan.

"Baiklah, pertarungan dimulai!" ucap Kepala Akademi sambil tersenyum tipis.

Akhirnya terjadi keributan di mana semua orang saling berkelahi satu sama lain.

Bahkan Van juga menjadi target.

"Akan ku kalahkan anak pahlawan #1 untuk ke kelas S!" ucap seorang siswa sambil mendekati Van dengan sebuah pedang di tangannya.

Apa kau cacat otak?

Van memandang siswa yang menuju ke arahnya dengan aneh.

Jelas-jelas Aku berada di atas pohon dan kau mendekatiku dengan pedang.

Jika kau tipe serangan jarak jauh, kau mungkin bisa melakukannya, tapi petarung jarang dekat?

Saat jarak tersisa beberapa meter antara siswa tersebut dan Van, siswa tersebut melempar pedangnya.

'Bodoh. Pendekar pedang yang kehilangan pedangnya sama saja seperti kehilangan nyawanya.' pikir Van.

Van meraih pedang tersebut dengan tangannya dan mengaktifkan [Decay].

Pedang di tangan Van langsung hancur menjadi debu.

Van kemudian melompat dari pohon dan menendang kepala siswa yang melempar pedang tadi.

Saat ditendang Van, siswa itu merasakan kepalanya akan pecah dan telinganya berdengung.

'Si*l! Sakit sekali!'

Saat mendarat di tanah, Van tanpa ragu menyentuh tanah di bawahnya dan mengaktifkan [Decay].

Van menghancurkan tanah menjadi debu sambil mengendalikannya agar tidak mengubah orang-orang menjadi debu.

Untungnya, kendali Van atas kekuatannya sangat sempurna setelah seminggu berlatih.

Akibat serangan Van, tanah bergetar dan hancur menjadi tak beraturan, sehingga menyebabkan siswa Akademi kehilangan pijakan.

Daerah di sekitar Van terasa seperti terkena bencana alam yang dapat menghancurkan dunia.

"Sungguh merepotkan untuk menggunakan [Decay] tanpa membunuh, sepertinya perlu untuk menemukan bawahan secepatnya." gumam Van.

Van kemudian berlari menuju kerumunan di kejauhan.

Kedatangan Van membuat siswa Akademi ketakutan, tetapi ada juga beberapa siswa yang bersemangat dan mulai menyerangnya.

Van yang melihat serangan datang tentunya tak berniat untuk menghindarinya dan menerima semua serangan tersebut.

Melihat serangan-serangan mereka akan mengenai Van, mereka tiba-tiba menjadi pucat karena takut membuat Van terluka parah atau bahkan mati.

Namun dari balik asap, Van muncul dengan pakaian yang telah hangus terbakar dan nampak luka bakar di sekujur tubuhnya.

Namun, luka-luka itu beregenerasi kembali berkat bantuan [Immortality].

Setelah beregenerasi, terlihat tubuh Van yang mengagumkan dengan otot sempurna dan 8-pack

"Aww Van sangat tampan!"

Gadis-gadis seketika jatuh pingsan ketika melihat badan Van dan hampir seluruh siswi Akademi tereliminasi.

"Hei bisa seperti itu?" gumam Kepala Akademi yang terkejut ketika melihat Van mengalahkan siswi Akademi bermodalkan tubuh dan wajahnya.

Adapun Van, saat ini dia sedang menyeka keringatnya dan terus berlari mendekati siswa Akademi yang masih bertarung.

Setiap detik, seorang siswa jatuh akibat serangan Van yang mengenai tengkuk mereka.

Setelah satu jam menyerang tanpa henti, Van akhirnya berhasil mengalahkan semua siswa Akademi.

Van menyeka keringat di dahinya sambil terengah-engah.

"Belum cukup, stamina dan kekuatanku belum cukup untuk saat ini, terlalu mudah lelah." gumam Van.

*PLAK

*PLAK

Suara tepuk tangan membuat Van berbalik dan melihat Kepala Akademi berjalan mendekatinya.

"Hei hei wajah tampan, kekuatan hebat, dan bakat menakutkan. Sungguh monster, sepertinya dunia memiliki calon pahlawan yang hebat.... Vander si*lan itu memiliki putra yang mengagumkan." ucap Kepala Akademi dengan senyum.

"Terima kasih atas pujianmu." balas Van dengan wajah datar dan dingin.

"Hei sepertinya rumor itu benar, ekspresi dingin seperti itu mengingatkanku saat bertemu ibumu pertama kali di Akademi" ucap Kepala Akademi.

"Kau mengenal Ibuku?" tanya Van dengan wajah datar, tetapi nada heran tak dapat disembunyikan dalam suaranya.

Lagi pula dalam ingatannya, Ibunya yang dingin sepertinya hanya mengenal beberapa orang saja.

"Tentu saja, Aku guru Ibumu dahulu saat dia masih berada di Akademi." balas Kepala Akademi.

"Begitu." ucap Van dengan datar, lalu berjalan pergi.

"......" Kepala Akademi terdiam setelah melihat kepergian Van.

Terpopuler

Comments

ardian lewatz

ardian lewatz

bingung sama author ,, sifat dingin Van 11/12 sama ane bedanya ane lebih dingin

2024-01-14

3

☠zephir atrophos☠

☠zephir atrophos☠

mohon bersabar,ngomong ama balok es emang gitu

2023-12-03

0

☠zephir atrophos☠

☠zephir atrophos☠

👁👄👁

2023-12-03

0

lihat semua
Episodes
1 Chapter 1 : Keadilan
2 Chapter 2 : Kebangkitan
3 Chapter 3 : Akademi
4 Chapter 4 : Bawahan Baru
5 Chapter 5 : [Physique] or [Skill]?
6 Chapter 6 : Doppelganger
7 Chapter 7 : Bawahan Baru
8 Chapter 8 : Time Skip
9 Chapter 9 : [Tamer]
10 Chapter 10 : Jin
11 Chapter 11 : [Red Blood]
12 Chapter 12 : Hobgoblin
13 Chapter 13 : The Last Day of Survival
14 Chapter 14 : [Academy Tournament] I
15 Chapter 15 [Academy Tournament] II
16 Chapter 16 : Vampire Attack I
17 Chapter 17 : Vampire Attack II
18 Chapter 18 : Vampire Attack III
19 Chapter 19 : Vampire Attack IV
20 Chapter 20 : Magang I
21 Chapter 21 : Magang II
22 Chapter 22 : Magang III
23 Chapter 23 : Magang IV
24 Chapter 24 : Magang V
25 Chapter 25 : Psychologist
26 Chapter 26 : Perjalanan
27 Chapter 27 : Aneh
28 Chapter 28 : Monster Wave I
29 Chapter 29 : Monster Wave II
30 Chapter 30 : Revenge
31 Chapter 31 : Penculikan
32 Chapter 32 : Kawasan Kumuh
33 Chapter 33 : The Revolution of [Dark Shadow]
34 Chapter 34 : Status
35 Chapter 35 : Demon I
36 Chapter 36 : Demon II
37 Chapter 37 : Demon III
38 Chapter 38 : Demon IV
39 Chapter 39 : Demon V
40 Chapter 40 : Information
41 Chapter 41 : Purge
42 Chapter 42 : Fear
43 Chapter 43 : [Hell] I
44 Chapter 44 : [Hell] II
45 Chapter 45 : [Hell] III
46 Chapter 46 : [Hell] IV
47 Chapter 47 : [Hell] V
48 Chapter 48 : [Hell] VI
49 Chapter 49 : [Hell] VII
50 Chapter 50 : [Hell] VIII
51 Chapter 51 : Final Hell
52 Chapter 52 : Back to Earth
53 Chapter 53 : [Mysterious] I
54 Chapter 54 : [Mysterious] II
55 Chapter 55 : [Mysterious] III
56 Chapter 56 : Identity
57 Chapter 57 : [Volcano] I
58 Chapter 58 : [Volcano] II
59 Chapter 59 : [Volcano] III
60 Chapter 60 : [Volcano] IV
61 Chapter 61 : [Volcano] V
62 Chapter 62 : Volcano VI
63 Chapter 63 : Holiday I
64 Chapter 64 : Holiday II
65 Chapter 65 : Holiday III
66 Chapter 66 : Holiday IV
67 Chapter 67 : Holiday V
68 Chapter 68 : Red Dragon I
69 Chapter 69 : Red Dragon II
70 Chapter 70 : Red Dragon III
71 Chapter 71 : [War of Dragons] I
72 Chapter 72 : [War of Dragons] II
Episodes

Updated 72 Episodes

1
Chapter 1 : Keadilan
2
Chapter 2 : Kebangkitan
3
Chapter 3 : Akademi
4
Chapter 4 : Bawahan Baru
5
Chapter 5 : [Physique] or [Skill]?
6
Chapter 6 : Doppelganger
7
Chapter 7 : Bawahan Baru
8
Chapter 8 : Time Skip
9
Chapter 9 : [Tamer]
10
Chapter 10 : Jin
11
Chapter 11 : [Red Blood]
12
Chapter 12 : Hobgoblin
13
Chapter 13 : The Last Day of Survival
14
Chapter 14 : [Academy Tournament] I
15
Chapter 15 [Academy Tournament] II
16
Chapter 16 : Vampire Attack I
17
Chapter 17 : Vampire Attack II
18
Chapter 18 : Vampire Attack III
19
Chapter 19 : Vampire Attack IV
20
Chapter 20 : Magang I
21
Chapter 21 : Magang II
22
Chapter 22 : Magang III
23
Chapter 23 : Magang IV
24
Chapter 24 : Magang V
25
Chapter 25 : Psychologist
26
Chapter 26 : Perjalanan
27
Chapter 27 : Aneh
28
Chapter 28 : Monster Wave I
29
Chapter 29 : Monster Wave II
30
Chapter 30 : Revenge
31
Chapter 31 : Penculikan
32
Chapter 32 : Kawasan Kumuh
33
Chapter 33 : The Revolution of [Dark Shadow]
34
Chapter 34 : Status
35
Chapter 35 : Demon I
36
Chapter 36 : Demon II
37
Chapter 37 : Demon III
38
Chapter 38 : Demon IV
39
Chapter 39 : Demon V
40
Chapter 40 : Information
41
Chapter 41 : Purge
42
Chapter 42 : Fear
43
Chapter 43 : [Hell] I
44
Chapter 44 : [Hell] II
45
Chapter 45 : [Hell] III
46
Chapter 46 : [Hell] IV
47
Chapter 47 : [Hell] V
48
Chapter 48 : [Hell] VI
49
Chapter 49 : [Hell] VII
50
Chapter 50 : [Hell] VIII
51
Chapter 51 : Final Hell
52
Chapter 52 : Back to Earth
53
Chapter 53 : [Mysterious] I
54
Chapter 54 : [Mysterious] II
55
Chapter 55 : [Mysterious] III
56
Chapter 56 : Identity
57
Chapter 57 : [Volcano] I
58
Chapter 58 : [Volcano] II
59
Chapter 59 : [Volcano] III
60
Chapter 60 : [Volcano] IV
61
Chapter 61 : [Volcano] V
62
Chapter 62 : Volcano VI
63
Chapter 63 : Holiday I
64
Chapter 64 : Holiday II
65
Chapter 65 : Holiday III
66
Chapter 66 : Holiday IV
67
Chapter 67 : Holiday V
68
Chapter 68 : Red Dragon I
69
Chapter 69 : Red Dragon II
70
Chapter 70 : Red Dragon III
71
Chapter 71 : [War of Dragons] I
72
Chapter 72 : [War of Dragons] II

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!