Di pusat kota #1, yaitu gedung Pemimpin Kota.
Saat ini Ayah Van, Vander, sedang menatap beberapa pahlawan di depannya dengan wajah serius.
"Jadi, kalian kemarin bertemu dengan seseorang yang memperkenalkan dirinya [Darkness]??" tanya Ayah Van.
"Ya Tuan Vander. Kami menemukannya bersama seorang wanita.... Wanita itu mengatakan bahwa [Darkness] itu baru saja membunuh pahlawan #7.000.000 dengan kode nama [Silver Claw]."
Meskipun mengatakan kenyataan mengenai kematian [Silver Claw], pahlawan tersebut sengaja menyembunyikan bahwa pahlawan [Silver Claw] yang dibunuh Van berusaha melecehkan seorang wanita.
Lagi pula ketegasan Pahlawan nomor 1 terkenal di kalangan pahlawan di Kota #1.
"Begitu yah, nampaknya sekarang akan ada masalah baru lagi, seseorang pembunuh pahlawan.....
Pasangkan di berita mengenai [Darkness] untuk memberitahu warga sipil, serta peringatkan para pahlawan di kota #1 agar lebih waspada terhadap [Darkness]." ucap Ayah Van, Vander.
Setelah itu, pahlawan-pahlawan tersebut kemudian keluar dari ruangan Vander.
Melihat kepergian para pahlawan, Vander duduk di kursi dan memijat kepalanya sambil memikirkan masalah ini.
Meskipun jumlah Pahlawan di dunia saat ini terbilang cukup banyak, yaitu sekitar 100.000.000 (seratus juta), tetapi jumlah populasi dunia juga tidak kalah banyak, yaitu 100.000.000.000 (100 miliar).
Namun, bisa dikatakan bahwa populasi pahlawan sangatlah kurang karena perbedaan jumlah, terutama banyak pahlawan yang mati saat melawan penjahat dalam kota maupun monster-monster di luar kota.
Apalagi di dunia ini ada 100.000 kota dengan kualitas pahlawan setiap kota yang berbeda-beda.
"Sial*n, Aku ingin sekali berlibur dan melihat Van masuk Akademi." gumam Vander.
Saat Vander sedang sibuk berpikir, suara ketukan menyadarkannya.
*TUK
*TUK
"Masuk." ucap Vander.
Pintu terbuka dan memperlihatkan seorang sekretaris mendatangi Vander
"Tuan Vander, ada permintaan dari kota #63.000 untuk mengirimkan bantuan pahlawan karena monster [Plague Rat] berhasil masuk ke kota lewat saluran bawah tanah" lapor sekretaris itu
[Plague Rat] : Tikus sebesar kepala manusia biasa, tidak memiliki serangan yang kuat namun gigitannya menyebabkan penyakit yang mematikan. Bahkan di suatu kota, pernah terjadi suatu wabah karena [Plague Rat]
Kota #1 sebagai kota terkuat tentunya merupakan pusat pemerintahan dan perlu memenuhi permintaan kota-kota lain.
"Baiklah, kirimkan pahlawan #100 (peringkat 100) - [Fire Dragon] dan pahlawan #10.000 (peringkat 10.000) - [Healer]." ucap Vander.
"Baik, Pak!"
...----------------...
Adapun anak Vander saat ini, Van, sedang berjalan-jalan di pasar untuk mencari bahan makanan.
Saat berjalan, Van melihat banyak sekali pengemis di pinggiran pasar.
Melihat ini, Van mau tak mau berpikir sesuatu di dalam hatinya.
Keberadaan [Skill] sangat penting di dunia ini.
Semua pengemis ini adalah orang-orang tanpa [Skill].
Mereka dapat memasuki akademi meskipun tanpa [Skill], tetapi mereka tidak akan menjadi apa-apa setelah lulus.
Beruntung jika mereka dapat bekerja setelah lulus dari akademi.
Beruntung jika mereka memiliki keluarga yang mau menerima mereka dan dapat mencukupi kebutuhannya.
Namun, banyak orang tua yang membuang anaknya jika anak mereka tidak memiliki [Skill].
Hal tersebut yang menunjukkan betapa kejamnya dunia ini.
Meskipun orang-orang miskin seperti pengemis ini diberi tunjangan oleh pemerintah, tetapi uang-uang yang ada di perbendaharaan tidak selalu cukup untuk semua pengemis di dunia.
Van kemudian berjalan memasuki pasar lebih dalam dan mengabaikan para pengemis.
Van dapat menjadikan mereka bawahan mereka dengan [Sistem Bawahan], tetapi mereka telah lama kehilangan harapan hidup mereka.
Seseorang yang kehilangan semangat hidup mereka hanya bisa dikatakan sebagai mesin tua yang dipaksa untuk bekerja hanya karena mereka tetap diberi pasokan listrik.
...----------------...
Seminggu telah berlalu sejak Van berada di pasar.
Saat ini dia berada di pintu gerbang Akademi.
Akademi di setiap kota hanya ada 1, sehingga pastinya akan sangat ramai.
Namun saat Van berjalan, orang-orang langsung memberi Van ruang kosong untuk berjalan.
Lagi pula identitas anak pahlawan #1 bukanlah sebuah candaan belaka.
Van mendekati sebuah pohon setinggi 5 meter.
Bahkan pohon yang berada di dunia ini bisa berevolusi, pohon biasa bahkan dapat mencapai ketinggian 5-10 meter.
Van kemudian melompat dan mendarat di dahan pohon, lalu bersandar sambil menunggu acara pembukaan Akademi.
Keberadaan Van tentunya menarik perhatian semua orang, baik dari laki-laki maupun gadis.
Gadis memandang ketampanan Van.
Laki-laki memandang kekuatan Van yang membangkitkan 2 [Skill] peringkat SSS.
"Lihatlah, itu Van, sungguh tampan!"
"Ya, sangat tampan dan dingin."
"Itu Van? Aura nya bahkan terasa sangat kuat."
"Sungguh hebat membangkitkan 2 [Skill] peringkat SSS."
Setelah 30 menit, kerumunan yang awalnya sangat ramai menjadi lebih ramai lagi, dan Van dapat memperkirakan peserta tahun ini sekitar 2 ribu.
Saat itu, Kepala Akademi [Akademi] yang terlihat seperti pria berusia 50an akhirnya tiba di panggung.
Kedatangan Kepala Akademi menarik perhatian dan membuat kerumunan yang awalnya ribut menjadi diam.
"Selamat datang, wahai calon masa depan dunia, Aku Pahlawan #3 (peringkat 3) - [Disaster] sekaligus Kepala Akademi menyambut kalian di [Akademi] ini.
Kalian akan belajar di [Akademi] ini selama 7 tahun jadi biar kujelaskan sedikit mengenai [Akademi] ini, [Akademi] terbagi menjadi kelas F - S....
Selama di akademi, kalian akan tinggal di asrama jadi hubungan kalian dengan dunia luar akan sangat berkurang.
Kelas di Akademi akan dimulai jam 9 pagi sampai jam 3 sore.
Namun tenang saja, fasilitas di [Akademi] sebanding dengan gedung Pemimpin Kota...
Kalian dapat menikmati fasilitas ini selama poin kalian cukup.
Baiklah, acara selanjutnya adalah menentukan peringkat kelas kalian dengan bertarung melawan semua orang disini sampai hanya tersisa satu orang.
Apakah kalian mendapat kelas F? A? S? Semua ditentukan dari pertarungan ini.
Peraturannya sangat sederhana, yaitu jangan menyerang dengan serangan yang dapat menyebabkan luka berat ataupun kematian." jelas Kepala Akademi sambil menatap Van di kalimat terakhir.
"Berusahalah yang terbaik karena pendistribusian poin awal ditentukan oleh pertarungan ini." Kepala Akademi menambahkan.
"Baiklah, pertarungan dimulai!" ucap Kepala Akademi sambil tersenyum tipis.
Akhirnya terjadi keributan di mana semua orang saling berkelahi satu sama lain.
Bahkan Van juga menjadi target.
"Akan ku kalahkan anak pahlawan #1 untuk ke kelas S!" ucap seorang siswa sambil mendekati Van dengan sebuah pedang di tangannya.
Apa kau cacat otak?
Van memandang siswa yang menuju ke arahnya dengan aneh.
Jelas-jelas Aku berada di atas pohon dan kau mendekatiku dengan pedang.
Jika kau tipe serangan jarak jauh, kau mungkin bisa melakukannya, tapi petarung jarang dekat?
Saat jarak tersisa beberapa meter antara siswa tersebut dan Van, siswa tersebut melempar pedangnya.
'Bodoh. Pendekar pedang yang kehilangan pedangnya sama saja seperti kehilangan nyawanya.' pikir Van.
Van meraih pedang tersebut dengan tangannya dan mengaktifkan [Decay].
Pedang di tangan Van langsung hancur menjadi debu.
Van kemudian melompat dari pohon dan menendang kepala siswa yang melempar pedang tadi.
Saat ditendang Van, siswa itu merasakan kepalanya akan pecah dan telinganya berdengung.
'Si*l! Sakit sekali!'
Saat mendarat di tanah, Van tanpa ragu menyentuh tanah di bawahnya dan mengaktifkan [Decay].
Van menghancurkan tanah menjadi debu sambil mengendalikannya agar tidak mengubah orang-orang menjadi debu.
Untungnya, kendali Van atas kekuatannya sangat sempurna setelah seminggu berlatih.
Akibat serangan Van, tanah bergetar dan hancur menjadi tak beraturan, sehingga menyebabkan siswa Akademi kehilangan pijakan.
Daerah di sekitar Van terasa seperti terkena bencana alam yang dapat menghancurkan dunia.
"Sungguh merepotkan untuk menggunakan [Decay] tanpa membunuh, sepertinya perlu untuk menemukan bawahan secepatnya." gumam Van.
Van kemudian berlari menuju kerumunan di kejauhan.
Kedatangan Van membuat siswa Akademi ketakutan, tetapi ada juga beberapa siswa yang bersemangat dan mulai menyerangnya.
Van yang melihat serangan datang tentunya tak berniat untuk menghindarinya dan menerima semua serangan tersebut.
Melihat serangan-serangan mereka akan mengenai Van, mereka tiba-tiba menjadi pucat karena takut membuat Van terluka parah atau bahkan mati.
Namun dari balik asap, Van muncul dengan pakaian yang telah hangus terbakar dan nampak luka bakar di sekujur tubuhnya.
Namun, luka-luka itu beregenerasi kembali berkat bantuan [Immortality].
Setelah beregenerasi, terlihat tubuh Van yang mengagumkan dengan otot sempurna dan 8-pack
"Aww Van sangat tampan!"
Gadis-gadis seketika jatuh pingsan ketika melihat badan Van dan hampir seluruh siswi Akademi tereliminasi.
"Hei bisa seperti itu?" gumam Kepala Akademi yang terkejut ketika melihat Van mengalahkan siswi Akademi bermodalkan tubuh dan wajahnya.
Adapun Van, saat ini dia sedang menyeka keringatnya dan terus berlari mendekati siswa Akademi yang masih bertarung.
Setiap detik, seorang siswa jatuh akibat serangan Van yang mengenai tengkuk mereka.
Setelah satu jam menyerang tanpa henti, Van akhirnya berhasil mengalahkan semua siswa Akademi.
Van menyeka keringat di dahinya sambil terengah-engah.
"Belum cukup, stamina dan kekuatanku belum cukup untuk saat ini, terlalu mudah lelah." gumam Van.
*PLAK
*PLAK
Suara tepuk tangan membuat Van berbalik dan melihat Kepala Akademi berjalan mendekatinya.
"Hei hei wajah tampan, kekuatan hebat, dan bakat menakutkan. Sungguh monster, sepertinya dunia memiliki calon pahlawan yang hebat.... Vander si*lan itu memiliki putra yang mengagumkan." ucap Kepala Akademi dengan senyum.
"Terima kasih atas pujianmu." balas Van dengan wajah datar dan dingin.
"Hei sepertinya rumor itu benar, ekspresi dingin seperti itu mengingatkanku saat bertemu ibumu pertama kali di Akademi" ucap Kepala Akademi.
"Kau mengenal Ibuku?" tanya Van dengan wajah datar, tetapi nada heran tak dapat disembunyikan dalam suaranya.
Lagi pula dalam ingatannya, Ibunya yang dingin sepertinya hanya mengenal beberapa orang saja.
"Tentu saja, Aku guru Ibumu dahulu saat dia masih berada di Akademi." balas Kepala Akademi.
"Begitu." ucap Van dengan datar, lalu berjalan pergi.
"......" Kepala Akademi terdiam setelah melihat kepergian Van.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 72 Episodes
Comments
ardian lewatz
bingung sama author ,, sifat dingin Van 11/12 sama ane bedanya ane lebih dingin
2024-01-14
3
☠zephir atrophos☠
mohon bersabar,ngomong ama balok es emang gitu
2023-12-03
0
☠zephir atrophos☠
👁👄👁
2023-12-03
0