Chapter 13 : The Last Day of Survival

"Hei kau bercanda?! Bahkan Hero profesional pun akan terluka menghadapi kumpulan monster seperti ini" ucap [Blinkers]

Tetapi [Blinkers] merasakan tepukan di bahunya dan berbalik. [Blinkers] melihat [Barrier Master] hanya menggelengkan kepalanya

"Lupakan [Blinkers]. Yang satu adalah anak [Elemental Master] dan yang satunya anak Pahlawan #35, [Yellow Laser]" ucap [Barrier Master] kepada [Blinkers]

[Blinkers] yang mendengar ucapan [Barrier Master] hanya bisa terdiam dan setuju dalam hatinya

Di sisi lain, Ace berubah menjadi kilatan cahaya lalu muncul di samping Van dan berkata "Hei, kau sungguh kuat! Ayo bertarung lain kali, wahai rivalku"

Van yang mendengar Ace memanggilnya sebagai 'rival' langsung terdiam sejenak dan berjalan menuju [Barrier Master]

"Ayo lanjutkan perjalanan" saran Van kepada [Barrier Master] dan disetujui oleh [Barrier Master]. Van, Rover, [Barrier Master], dan yang lainnya kemudian melanjutkan perjalanan lebih dalam ke hutan

Sedangkan Ace saat ini ingin berpisah dengan kelompoknya dan menyusul Van, tetapi ditahan oleh [Blinkers]

"Bocah, ayo lanjutkan perjalanan kita" ucap [Blinkers] sambil menarik kerah Ace dan berjalan berlawanan arah dengan kelompok Van

"Tak mau, aku hanya ingin ke rivalku!" ucap Ace sambil memberontak melepaskan diri dari [Blinkers]

...----------------...

Tak terasa field trip untuk angkatan Van telah berakhir

Van, [Barrier Master], dan yang lainnya akhirnya tiba di gerbang masuk kota #1

Saat tiba, mereka melihat ada banyak siswa akademi lainnya yang telah tiba duluan sebelum mereka

Ada yang menangis bahagia

Ada yang biasa-biasa saja

Dan tentunya ada anomali seperti Ace yang sedih karena tidak bisa bertarung lagi

Saat ini semua siswa bertemu dengan orang tua mereka setelah 3 hari tak bertemu, dan tentunya Van juga bertemu orang tuanya

Van berjalan menuju Ayahnya, [Elemental Master], yang sedang berlari dan merentangkan tangannya untuk memeluk Van

Tetapi Van hanya mengelak ke kiri dan berhasil menghindari pelukan Ayahnya. Sedangkan Ayah Van terjatuh karena kehilangan keseimbangannya

Ayah Van kemudian bangkit dan menatap Van dengan kesal "Ayolah nak, sangat jarang bagiku untuk bertemu denganmu"

Tetapi Van hanya menatap Ayahnya dengan datar dan berkata "Dasar Ayah tua gila kerja, beraninya kau memotong uang jajanku"

Setiap ucapan yang keluar dari mulut Van membuat Ayah Van terasa seperti tertusuk pisau. Ayah Van menatap putra di depannya dengan tak percaya "Kau bahkan hanya memikirkan uang jajan saat bertemu dengan ayahmu?" dan dibalas anggukan oleh Van

"Ugh" gumam samar Ayah Van mendengar jawaban Van. Putra satu-satunya yang Ia rawat dengan sepenuh hati sejak kecil, sekarang menganggap uang jajan lebih penting dari Ayahnya

Tetapi yang tidak diduga adalah, Ayah Van membuang Van yang masih berusia 1 tahun ke laut yang penuh monster dengan dalih 'belajar berenang', membuang Van yang masih berusia 4 tahun ke tengah hutan di luar kota dengan dalih 'belajar bertahan hidup' dan hal-hal lainnya

Saat Van dan Ayahnya sedang berdebat tentang uang jajan dan kasih ayah, terdengar suara iringan mobil yang membuat semua orang baik pahlawan, siswa akademi, orang tua, Van, dan Ayahnya berbalik melihat

Ayah Van yang melihat iringan mobil langsung terdiam dan bergumam "Astaga, kenapa Ia datang dengan semeriah ini"

Iring-iringan mobil akhirnya berhenti tepat beberapa meter dari Van. Van dapat melihat ada 11 mobil dengan 10 mobil mewah dan 1 mobil yang sangat mewah

Dari 10 mobil yang mewah, keluar puluhan bodyguard lalu meletakkan red carpet dan menebarkan bunga di atas red carpet

Mobil mewah kemudian terbuka dan memperlihatkan seorang wanita yang masih berusia 25 tahun, tetapi nyatanya wanita itu telah berusia mendekati 40 tahun. Wanita itu berjalan di atas red carpet menuju Van dan Ayahnya

Saat tiba, wanita itu berdiri diam menatap Van dan Ayahnya. Sedangkan Ayah Van mulai berbicara pada wanita itu "Hei Isabella, apakah perlu menggunakan rombongan mobil sebanyak itu untuk menjemput putramu?"

Isabella kemudian menatap mata Ayah Van dan mengangguk. Ayah Van yang melihatnya hanya bisa memegang dahinya dan menggelengkan kepalanya. "Ibu dan anak sama saja" gumam Ayah Van

Ibu Van, Isabella dan Van saling menatap, dan Ayah Van dapat melihat bahwa Isabella dan Van saling berkomunikasi dengan tatapan mata

Ibu Van kemudian berbalik ke arah para bodyguard dan berkata dengan suara rendah "Siapkan mobil, kita akan ke akademi"

Para bodyguard mengangguk sebagai tanggapan dan kembali ke mobil masing-masing

Van, Ibunya, dan Ayahnya juga ikut masuk ke mobil paling mewah. Iring-iringan mobil kemudian berjalan menuju kota

Adapun orang-orang yang masih berada di gerbang kota hanya terdiam melihat kejadian yang barusan terjadi

[Barrier Master] menatap [Blinkers] di sebelahnya dan berkata "Lihat, kan? Anak itu memang monster! Ayahnya pahlawan #1 dan Ibunya adalah orang terkaya di dunia. Ckckck bahkan mobil para pengawalnya adalah salah satu mobil langka"

...----------------...

Setelah 30 menit perjalanan, Van dan yang lainnya akhirnya tiba di akademi

Kepala akademi a.k.a Paman Javier a.k.a [Disaster] berdiri di depan pintu masuk akademi

Ayah Van yang melihat sahabatnya langsung turun dari mobil dan berjalan ke sahabatnya. "Hei Javier, lama tak bertemu" ucap Ayah Van

Tetapi yang menjadi jawaban adalah pukulan yang dilapisi gelembung putih dari Paman Javier. Kemudian retakan muncul di udara dengan kepalan tangan Paman Javier sebagai pusatnya

Dan Van samar-samar dapat merasakan gempa skala ringan terjadi di sekitar akademi

Adapun Ayah Van yang dipukul dengan kekuatan gempa hanya menatap sahabatnya dengan kesal. "Hei, apakah begitu caramu bertemu dengan sahabatmu?" tanya Ayah Van

"Diamlah Vander, apa-apaan dengan 2000 siswa di angkatan kali ini? Biasanya hanya 1000! Dan kau tidak memberitahukannya kepadaku terlebih dahulu" ucap Paman Javier terlebih dahulu

"Hehe, itu demi kepentingan bersama. Kita kekurangan pahlawan akhir-akhir ini" ucap Ayah Van, Vander tanpa penyesalan dalam suaranya

Paman Javier yang mendengar balasan sahabatnya langsung merasa kesal dan mengepalkan tinjunya

Adapun Van, Ia masuk ke akademi dan mengabaikan kedua orang tua yang bertengkar seperti anak kecil. Sedangkan Ibunya meninggalkan akademi setelah memberikan sebuah kartu bank berisi uang kepada Van

Saat Paman Javier sedang menghajar Ayah Van, Paman Javier berbalik ke arah Van dan berkata "Nak, bersiaplah untuk [Academy Tournament] yang akan diadakan minggu depan"

Van mengangguk sebagai tanggapan dan berjalan masuk ke akademi. Saat berjalan, Van melihat akademi telah dipenuhi dengan poster [Academy Tournament]

[Academy Tournament] adalah sebuah event tahunan akademi yang hanya dapat diikuti oleh tahun ke-4 sampai tahun ke-7

Dimana semua siswa akan berkompetisi dan para pahlawan akan menonton untuk menentukan siswa yang cocok untuk menjadi magang pahlawan

Terpopuler

Comments

"Lonely Dragon":)

"Lonely Dragon":)

enel / kizaru / shirohige / ..... ?

2024-03-19

0

☠zephir atrophos☠

☠zephir atrophos☠

kekuatan shirohige🗿

2023-12-03

0

☠zephir atrophos☠

☠zephir atrophos☠

pelajaran ala garp🗿

2023-12-03

2

lihat semua
Episodes
1 Chapter 1 : Keadilan
2 Chapter 2 : Kebangkitan
3 Chapter 3 : Akademi
4 Chapter 4 : Bawahan Baru
5 Chapter 5 : [Physique] or [Skill]?
6 Chapter 6 : Doppelganger
7 Chapter 7 : Bawahan Baru
8 Chapter 8 : Time Skip
9 Chapter 9 : [Tamer]
10 Chapter 10 : Jin
11 Chapter 11 : [Red Blood]
12 Chapter 12 : Hobgoblin
13 Chapter 13 : The Last Day of Survival
14 Chapter 14 : [Academy Tournament] I
15 Chapter 15 [Academy Tournament] II
16 Chapter 16 : Vampire Attack I
17 Chapter 17 : Vampire Attack II
18 Chapter 18 : Vampire Attack III
19 Chapter 19 : Vampire Attack IV
20 Chapter 20 : Magang I
21 Chapter 21 : Magang II
22 Chapter 22 : Magang III
23 Chapter 23 : Magang IV
24 Chapter 24 : Magang V
25 Chapter 25 : Psychologist
26 Chapter 26 : Perjalanan
27 Chapter 27 : Aneh
28 Chapter 28 : Monster Wave I
29 Chapter 29 : Monster Wave II
30 Chapter 30 : Revenge
31 Chapter 31 : Penculikan
32 Chapter 32 : Kawasan Kumuh
33 Chapter 33 : The Revolution of [Dark Shadow]
34 Chapter 34 : Status
35 Chapter 35 : Demon I
36 Chapter 36 : Demon II
37 Chapter 37 : Demon III
38 Chapter 38 : Demon IV
39 Chapter 39 : Demon V
40 Chapter 40 : Information
41 Chapter 41 : Purge
42 Chapter 42 : Fear
43 Chapter 43 : [Hell] I
44 Chapter 44 : [Hell] II
45 Chapter 45 : [Hell] III
46 Chapter 46 : [Hell] IV
47 Chapter 47 : [Hell] V
48 Chapter 48 : [Hell] VI
49 Chapter 49 : [Hell] VII
50 Chapter 50 : [Hell] VIII
51 Chapter 51 : Final Hell
52 Chapter 52 : Back to Earth
53 Chapter 53 : [Mysterious] I
54 Chapter 54 : [Mysterious] II
55 Chapter 55 : [Mysterious] III
56 Chapter 56 : Identity
57 Chapter 57 : [Volcano] I
58 Chapter 58 : [Volcano] II
59 Chapter 59 : [Volcano] III
60 Chapter 60 : [Volcano] IV
61 Chapter 61 : [Volcano] V
62 Chapter 62 : Volcano VI
63 Chapter 63 : Holiday I
64 Chapter 64 : Holiday II
65 Chapter 65 : Holiday III
66 Chapter 66 : Holiday IV
67 Chapter 67 : Holiday V
68 Chapter 68 : Red Dragon I
69 Chapter 69 : Red Dragon II
70 Chapter 70 : Red Dragon III
71 Chapter 71 : [War of Dragons] I
72 Chapter 72 : [War of Dragons] II
Episodes

Updated 72 Episodes

1
Chapter 1 : Keadilan
2
Chapter 2 : Kebangkitan
3
Chapter 3 : Akademi
4
Chapter 4 : Bawahan Baru
5
Chapter 5 : [Physique] or [Skill]?
6
Chapter 6 : Doppelganger
7
Chapter 7 : Bawahan Baru
8
Chapter 8 : Time Skip
9
Chapter 9 : [Tamer]
10
Chapter 10 : Jin
11
Chapter 11 : [Red Blood]
12
Chapter 12 : Hobgoblin
13
Chapter 13 : The Last Day of Survival
14
Chapter 14 : [Academy Tournament] I
15
Chapter 15 [Academy Tournament] II
16
Chapter 16 : Vampire Attack I
17
Chapter 17 : Vampire Attack II
18
Chapter 18 : Vampire Attack III
19
Chapter 19 : Vampire Attack IV
20
Chapter 20 : Magang I
21
Chapter 21 : Magang II
22
Chapter 22 : Magang III
23
Chapter 23 : Magang IV
24
Chapter 24 : Magang V
25
Chapter 25 : Psychologist
26
Chapter 26 : Perjalanan
27
Chapter 27 : Aneh
28
Chapter 28 : Monster Wave I
29
Chapter 29 : Monster Wave II
30
Chapter 30 : Revenge
31
Chapter 31 : Penculikan
32
Chapter 32 : Kawasan Kumuh
33
Chapter 33 : The Revolution of [Dark Shadow]
34
Chapter 34 : Status
35
Chapter 35 : Demon I
36
Chapter 36 : Demon II
37
Chapter 37 : Demon III
38
Chapter 38 : Demon IV
39
Chapter 39 : Demon V
40
Chapter 40 : Information
41
Chapter 41 : Purge
42
Chapter 42 : Fear
43
Chapter 43 : [Hell] I
44
Chapter 44 : [Hell] II
45
Chapter 45 : [Hell] III
46
Chapter 46 : [Hell] IV
47
Chapter 47 : [Hell] V
48
Chapter 48 : [Hell] VI
49
Chapter 49 : [Hell] VII
50
Chapter 50 : [Hell] VIII
51
Chapter 51 : Final Hell
52
Chapter 52 : Back to Earth
53
Chapter 53 : [Mysterious] I
54
Chapter 54 : [Mysterious] II
55
Chapter 55 : [Mysterious] III
56
Chapter 56 : Identity
57
Chapter 57 : [Volcano] I
58
Chapter 58 : [Volcano] II
59
Chapter 59 : [Volcano] III
60
Chapter 60 : [Volcano] IV
61
Chapter 61 : [Volcano] V
62
Chapter 62 : Volcano VI
63
Chapter 63 : Holiday I
64
Chapter 64 : Holiday II
65
Chapter 65 : Holiday III
66
Chapter 66 : Holiday IV
67
Chapter 67 : Holiday V
68
Chapter 68 : Red Dragon I
69
Chapter 69 : Red Dragon II
70
Chapter 70 : Red Dragon III
71
Chapter 71 : [War of Dragons] I
72
Chapter 72 : [War of Dragons] II

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!