Van akhirnya kembali ke asramanya secara diam-diam dan langsung tertidur.
Adapun Alice, saat ini dia sedang berjalan-jalan di kota sambil merenung kejadian di asrama tadi.
...----------------...
Keesokan harinya, Van terbangun dari tidurnya dan melihat jam yang menunjukkan pukul jam 6 pagi.
Van kemudian bangkit dari kasur dan mengenakan pakaian olahraganya.
Setelah itu, Van melompat dari jendela asrama dan mendarat dengan mulus di tanah.
Karena masih jam 6 pagi, lingkungan Akademi masih sangat sepi dan udara masih terasa sejuk.
Van memulai olahraganya dengan jogging.
Saat sedang jogging, Van merasakan seseorang sedang berlari mendekat ke arahnya.
Saat sosok tersebut tiba di sampingnya, Van bersiap untuk menyerang dengan [Decay], tetapi melihat wajah tersenyum pihak lain membuat Van menggagalkan serangannya.
"Halo, Kau Van kan? Anak tahun pertama yang memecahkan rekor di Akademi?" tanya pihak lain.
Namun, Van hanya memasang wajah datar dan tidak merespon pertanyaan pihak lain.
Diam-diam Van juga mempercepat larinya.
Pihak lain yang melihat Van mempercepat larinya juga ikut mempercepat larinya.
Pihak lain akhirnya menyusul Van dan memperkenalkan dirinya "Hai, perkenalkan aku Typhon, siswa tahun ketiga kelas C di Akademi."
"Senior, mengapa kau terus mengejarku? Apa yang kau inginkan?" tanya Van tanpa menatap Typhon.
"Tak ada, sangat jarang aku bertemu siswa Akademi yang berolahraga pagi-pagi. Apalagi siswa itu adalah siswa tahun pertama yang berhasil memecahkan rekor Akademi." jawab Typhon sambil tersenyum.
Van yang mendengarnya hanya bisa memasang ekspresi datar dan berjalan menuju gym Akademi.
Saat tiba, Van akhirnya memahami betapa mewahnya kehidupan Akademi.
Melihat fasilitas gym yang sangat lengkap membuat Van tertarik untuk mencobanya.
2 jam kemudian, Van telah selesai berolahraga dan berjalan kembali ke asrama.
"Dah Van, semoga kita bisa bertemu lagi." suara Typhon terdengar dari belakang, tetapi Van terus berjalan tanpa merespon.
Saat dalam perjalanan pulang, Van tentunya menarik perhatian karena dia adalah siswa tahun pertama yang memecahkan rekor Akademi #1 saat ujian masuk.
Namun, bukan hanya satu rekor, melainkan 2 rekor sekaligus.
Dia adalah siswa pertama di Akademi #1 dengan 2 [Skill].
Adapun rekor lainnya adalah mengalahkan semua 1680 partisipan saat ujian masuk padahal rekor sebelumnya hanyalah 500 partisipan.
Saat perjalanan pulang, Van juga mendengar gosip yang menyebar di Akademi, yaitu ada 2 siswi yang mati terbunuh dan satu siswi menghilang.
Pelakunya yang tertangkap bahkan mengaku bahwa dia yang membunuh keduanya.
Dia dianggap bertanggung jawab atas kematian 2 siswi dan hilangnya satu siswi.
Namun saat diinterogasi, siswi tersebut gemetar ketakutan dan hanya diam tanpa berbicara sedikit pun.
"Hei, kau sudah mendengarnya? Penjaga keamanan menemukan 2 mayat di belakang asrama tingkat B."
"Hah? Siapa yang membunuh keduanya? Itu tingkat yang sudah dapat dianggap langka."
"Entahlah, katanya keduanya dibunuh oleh teman mereka sendiri."
"Astaga. Sungguh mengerikan."
"Bahkan ada saksi yang mengatakan bahwa salah satu siswi kelas F mengikuti mereka."
"Siswi F? Jadi di mana siswi F itu?"
"Entahlah, dikatakan bahwa dia menghilang seolah-olah lenyap dari dunia ini."
Sebuah senyum tipis terbentuk di wajahn Van saat mendengar suara-suara disekitarnya.
Setelah tiba di asrama, Van langsung mengenakan seragam Akademi, yaitu kemeja putih lengan panjang dan celana panjang hitam.
Selanjutnya adalah rompi lengan panjang dengan sebuah lencana yang memiliki warna sesuai tingkatan masing-masing.
Tingkat S : Emas
Tingkat A : Ungu
Tingkat B : Merah
Tingkat C : Biru
Tingkat D : Hijau
Tingkat E : Putih
Tingkat F : Abu-abu
Setelah berjalan sebentar, Van akhirnya tiba di depan gedung Akademi yang sangat besar.
Dikatakan bahwa gedung Akademi adalah bangunan terbesar kedua di Kota #1 setelah gedung Pemimpin Kota.
Saat Van berjalan memasuki gedung, Van langsung diperhatikan oleh semua orang.
Tak peduli di daerah manapun, rompi emas akan selalu menjadi pusat perhatian.
Van berjalan memasuki Akademi dan bergumam, "A1, A1, A1."
Van akhirnya tiba di depan kelas A1 yang merupakan kelasnya selama setahun ke depan.
Van kemudian membuka pintu A1 dan melihat sebuah aula sangat besar
Sejauh mata memandang, Van melihat 2 ribu siswa.
Kedatangan Van tentunya menarik perhatian semua orang, tetapi Van hanya memperhatikan interior aula kelas tahun pertama seolah-olah orang-orang di sekitarnya hanyalah sebuah debu di pinggir jalan.
Aula kelas A1 seluas 1 kilometer persegi dengan desain ala Eropa Kuno yang elegan.
Seluruh lantai dan dinding terbuat dari logam khusus yang tahan lama dan dapat menyerap dampak serangan.
Terdapat arena di tempat duduk siswa di sisi kiri dan di sisi kanan.
Van kemudian kembali tersadar dan mulai mencari tempat untuk duduk.
Akhirnya, Van memiliki tempat duduk yang sangat jauh dari kerumunan, yaitu sudut kanan belakang ruangan.
Walaupun Van sudah menjauh dari kerumunan, tetapi mata semua orang masih tertuju padanya.
Setelah beberapa menit, seorang Master akhirnya tiba dan berjalan ke tengah arena.
Catatan : Di Akademi, sebutan untuk guru atau dosen akan diganti dengan Master.
"Perkenalkan aku Johnson, pahlawan #22 (peringkat 20) dengan codename [Kombatan] sekaligus Master yang mengajar mengenai pertarungan jarak dekat di Akademi ini."
"Mulai ke depannya, aku akan mengajar kalian mengenai pertarungan jarak dekat tanpa menggunakan [Skill]." ucap Master Johnson.
Master Johnson menunjuk salah satu siswa kurus dengan rompi Biru (Tingkat C) dan siswa berotot dengan rompi Putih (Tingkat E) "Kalian berdua, ke arena."
"Dari tingkat kelas, sudah pasti tingkat C yang akan menang, tetapi seorang anak kecil juga dapat membual seperti itu tanpa alasan yang jelas." jelas Master Johnson
"Baiklah, sekarang mulai pertarungan jarak dekat tanpa menggunakan [Skill]. Pertarungan dimulai!" ucap Master Johnson.
Siswa berotot dengan rompi putih (tingkat E) awalnya ragu saat ingin menyerang.
Adapun siswa kurus dengan rompi biru (tingkat C) langsung menyerang dengan percaya diri.
Namun, siswa tingkat E mampu menahan serangan siswa tingkat C dengan mudah.
Tak terima dengan hal itu, siswa tingkat C menyerang terus-menerus dengan tinjunya, tetapi tinjunya tidak memberikan efek apa pun pada siswa tingkat E yang berotot.
Siswa tingkat E akhirnya memberanikan dirinya dan mengepalkan tinjunya.
Siswa tingkat E memukul perut siswa tingkat C yang membuatnya terhempas jauh.
Siswa tingkat E menatap tak percaya pada siswa tingkat C yang terlempar jauh dan menatap tinjunya yang masih terkepal
"Kalian lihat? Semua berubah saat kita tidak membicarakan tentang [Skill]! Tingkat E bahkan dapat mengalahkan tingkat C." jelas Master Johnson.
"Jadi, sekarang persiapkan dirimu, turun ke arena dan kita akan memulai kelas yang sesungguhnya." ucap Master Johnson dengan senyum tersembunyi.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 72 Episodes
Comments
Serabi Lempit
lanjutkan thorrrrrrrr
2024-07-01
0
☠zephir atrophos☠
lah!!!, nama johnson!!!!! badan pakuhito
2023-12-03
2
☠zephir atrophos☠
johnson gah tuh, ada zhilong atau yuu zhong di sini gak?
2023-12-03
0