Di [Akademi].
Seorang remaja berusia sekitar 18 tahun sedang berjalan.
Keberadaan remaja tersebut menjadi perhatian karena wajahnya yang tampan serta tubuh yang sempurna.
Remaja tersebut tak lain adalah Van.
Sudah 3 tahun berlalu semenjak Typhon menjadi bawahan Van.
Saat ini, Van resmi menjadi siswa Akademi tahun ke-4.
Ada perbedaan besar saat menjadi siswa tahun 1-3 dengan tahun 4-7.
Saat menjadi siswa tahun ke-1 sampai ke-3, siswa Akademi akan belajar teori-teori kepahlawanan.
Untuk tahun ke-4 sampai ke-7, siswa Akademi akan mulai menjalani praktik lapangan dengan menjadi pahlawan magang.
Saat ini, Van sedang berjalan menuju ruangan kepala Akademi untuk mengambil kartu pahlawan magang miliknya.
Adapun untuk bawahan Van, saat ini Van memiliki tambahan 5 bawahan.
Jadi, Van memiliki 7 bawahan dengan 7 skill yang cukup unik.
Alice : Telekinesis
Typhon : Boost
Ryu : Dragon Form
Anna : Ice Manipulation
Jin : Stealth
Lucy : Infinite Castle
Bruce : Tamer
[Telekinesis] : Penggunanya mampu mengendalikan suatu objek dengan kekuatan pikiran
[Boost] : Penggunanya mampu menggandakan kekuatannya berkali-kali lipat
[Dragon Form] : Penggunanya mampu berubah menjadi wujud naga timur
[Ice Manipulation] : Penggunanya mampu mengendalikan es dan menciptakan es
[Stealth] : Penggunanya mampu menjadi tak terlihat dan tidak dapat dideteksi
[Infinite Castle] : Penggunanya mampu menciptakan sebuah dimensi khusus dan dapat mengendalikannya serta membawa siapapun ke dalam [Infinite Castle]
[Tamer] : Penggunanya mampu menjinakkan hewan dan monster apapun
Van akhirnya tiba di depan ruang kepala Akademi dan mengetuk pintu.
"Masuk." suara terdengar dari balik pintu.
Van membuka pintu dan melihat seorang pria paruh baya yang merupakan Kepala Akademi
Selain itu, beliau adalah pahlawan #3 (peringkat 3) dengan kode nama [Disaster]. [Skill] miliknya bernama [Disaster].
[Disaster] : Penggunanya mampu menciptakan bencana alam sesuai kehendaknya
Kepala Akademi di depannya adalah guru dari Ibunya, namanya Javier.
"Yo bocah jenius, tak disangka kau sudah masuk tahun ke-4." ucap kepala Akademi.
"Lama tak bertemu, kepala." ucap Van dengan datar.
"Tak perlu sesopan itu, cukup panggil aku Paman Javier." ucap kepala Akademi.
"Baiklah." ucap Van dengan ringan.
"Ngomong-ngomong, ini kartu pahlawan magang milikmu." ucap Paman Javier sambil melempar kartu tersebut kepada Van.
Van meraih kartu tersebut dan menyimpannya di saku celananya.
"Sepertinya 3 hari kemudian akan ada proyek untuk tahun ke-4, yaitu ekspedisi ke hutan di luar Kota #1." ucap Paman Javier.
"Hmmm? Baru beberapa hari semenjak kenaikan tahun ke-4, tetapi langsung melakukan ekspedisi berbahaya ke hutan?" tanya Van dengan heran.
"Itu rencana yang memang cukup berbahaya, tapi itu berguna untuk menambah pengalaman kalian mengenai dunia luar." ucap Paman Javier.
"Begitu." ucap Van dengan santai.
"Tak perlu khawatir, kalian akan dibagi menjadi beberapa kelompok dan ditemani pahlawan dengan peringkat 1000 besar." ucap Paman Javier.
"Terserah, selama mereka tak mati, maka akan baik-baik saja." ucap Van dan berjalan keluar dari ruangan Kepala Akademi.
...----------------...
3 hari kemudian.
Akhirnya tiba waktu ekspedisi tahun ke-4 di hutan.
Ada yang memiliki wajah bersemangat.
Ada yang memiliki wajah takut.
Tahun ke-4 dengan 2000 siswa menaiki bus satu per satu.
Van yang sedang berada dalam bus menutup matanya dan menghubungi Bruce yang memiliki skill [Tamer].
Bruce yang sedang berada di suatu tempat di kota #1 tiba-tiba mendengar suara Van di benaknya.
"Bruce, pergilah ke hutan dan temui aku disana."
"Baik, Master." ucap Bruce sambil berlutut.
Setelah 30 menit perjalanan, bus akhirnya tiba di pintu masuk Kota #1.
Para siswa dapat melihat kabut tebal di luar kota dan samar-samar melihat hutan dengan pohon setinggi 10 meter ataupun lebih.
"Baiklah semuanya, silakan kalian dengar kelompok kalian." ucap Kepala Akademi.
Saat giliran Van, dia langsung terdiam saat mendengar kelompoknya.
Kelompok yang dia dapatkan adalah 5 peringkat E dan 3 peringkat D.
Untungnya, ada satu peringkat S yang berada dalam kelompoknya.
Namun, peringkat S itu adalah anak yang sombong karena merasa [Skill] miliknya sangat kuat, yaitu [Lightning] yang dapat membuat petir di langit menyambar.
Pahlawan yang menemani kelompok Van adalah pahlawan #215 (peringkat 215), yaitu [Barrier Master] dengan skill [Barrier].
[Barrier] : Penggunanya mampu menciptakan sebuah penghalang yang dapat menahan serangan
Kelompok Van akhirnya berjalan keluar dari kota dan menelusuri hutan.
"Perkenalan aku [Barrier Master] yang akan memimpin kalian selama perjalanan ini." ucap [Barrier Master].
"Salam kenal, [Barrier Master]." ucap siswa peringatkan D dan E.
"Hei pahlawan dimana monster-monster itu? Aku tak sabar ingin membunuh mereka." ucap siswa peringkat S.
Ucapan siswa peringkat S membuat [Barrier Master] mengerutkan kening "Nak, namamu?"
"Rover, siswa yang akan menjadi pahlawan #1 di masa depan." ucap siswa peringkat S dengan sombong.
"Nak, aku tau bahwa [Skill] milikmu kuat, tetapi ada kesenjangan besar untuk dirimu menjadi #1." ucap [Barrier Master].
"Terserahlah, itu impian kalian.... Untuk sekarang, kita akan membangun tenda karena kita akan tinggal di hutan selama 3 hari." ucap [Barrier Master].
"3 hari?! Jangan bercanda? Aku tidak rela tinggal di tenda yang kecil, pengap, dan kotor." ucap Rover.
"Nak, ekspedisi ini adalah pengambilan nilai dan aku yang menentukan nilai kalian. Jika kau menolak, maka aku akan memberikanmu nilai F." ucap [Barrier Master].
"Tch." gumam Rover dengan kesal.
Setelah berjalan menelusuri hutan beberapa menit, kelompok Van akhirnya tiba di pinggir sungai dengan tanah yang datar.
"Baiklah, kita akan membangun tenda disini. Disini cukup air untuk kita hidup. Meskipun ada resiko untuk bertemu monster, tetapi tempat ini adalah yang paling cocok." ucap [Barrier Master].
"Peringkat D dan E akan membangun tenda bersamaku, sedangkan kalian berdua peringkat S akan pergi berburu mencari makanan." ucap [Barrier Master].
Van dan Rover mengangguk, lalu berlari ke dalam hutan.
Saat di dalam hutan, Van akhirnya bertemu dengan Bruce.
Van kemudian berhenti dan menatap Bruce dengan mata dingin, "Bruce, sudah 1 tahun semenjak kau menjadi bawahanku, tapi kau hanya berhasil menjinakkan beberapa monster tingkat C dan satu monster peringkat S."
Bruce yang mendengar jawaban Van seketika punggungnya basah oleh keringat dingin.
"Ta-" ucap Bruce, tetapi terpotong saat Bruce merasakan tekanan yang sangat kuat menimpanya.
"Ada apa? Apa kau ingin mengelak? Apa kau tahu bagaimana nasibmu jika kau masih tak memiliki skill saat ini?" tanya Van.
Bruce mengangkat kepalanya dan melihat mata dingin Van "Maafkan aku, Master. Aku akan berusaha menangkap monster tingkat tinggi hari ini"
"Berikan aku monster-monster tingkat C yang kau miliki, gunakan monster tingkat S milikmu untuk mencari lebih banyak monster untuk dijinakkan." ucap Van.
Bruce kemudian berdiri dan pergi memasuki hutan lebih dalam.
Adapun Van, dia berdiri diam menatap daerah Bruce pergi.
Konsep yang dia miliki pada bawahannya adalah menundukkan mereka dengan ketakutan.
Dengan ketakutan, mereka tak akan berani memberontak dan akan menganggap tugas mereka sangatlah penting.
Van merasakan beberapa monster tingkat C mendekatinya dan tanpa basa-basi langsung membunuh mereka dengan [Telekinesis].
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 72 Episodes
Comments
Serabi Lempit
tch
2024-07-01
0
☠zephir atrophos☠
ini anak kenapa mukanya kayak gitu banget dah, abis berantem lu?
2023-12-03
0
☠zephir atrophos☠
ngomongin bencana, ge jadi keinget kashimo hajime dari jjk
2023-12-03
0