Chapter 7 : Bawahan Baru

Van yang sedang menikmati semangkuk ramen miliknya tiba-tiba terusik setelah mendengar keributan.

Van melihat Typhon, senior yang dia temui tadi pagi sedang dibully oleh sekelompok siswa.

"Hei hei, bukankah ini satu-satunya tanpa [Skill] di angkatan tahun ketiga? Sungguh aib!"

"Apa gunanya kau melatih fisikmu? Kau ingin mengandalkan kekuatan fisik untuk menjadi pahlawan?"

Namun, Typhon tetap diam sambil menghadapi semua hinaan dengan senyum.

...----------------...

Van menyelesaikan makan siangnya dan berjalan menuju kelas berikutnya.

Setelah beberapa kelas, hari pertama Van di Akademi akhirnya selesai.

Van kemudian berjalan menuju Akademi sambil memandang langit sore.

Dengan sebuah rencana di benaknya, Van langsung mencoba mencari keberadaan Alice.

Setelah beberapa detik, Van mengetahui lokasi Alice yang sedang berada di hutan sambil melatih kekuatan [Telekinesis] yang baru dia dapatkan.

Van kemudian mengirimkan pesan kepada Alice melalui telepati.

Alice yang sedang berlatih di hutan tiba-tiba mendapat perasaan aneh di otaknya dan mendengar suara.

[Alice, bawakan aku sebuah monster tingkat B]

Suara Van terdengar di benaknya dan Alice tanpa sadar berlutut tanpa keinginannya "Baik Master."

Alice kembali berdiri dan masuk lebih dalam ke hutan untuk mencari monster.

Sudah semalam semenjak Alice mendapat darah Van dan menjadi bawahannya.

Berkat itu, Alice berkembang dengan sangat cepat.

Sekarang dia bahkan tak perlu makan ataupun tidur dan bakatnya sangat menakutkan.

Dapat dikatakan bahwa dia abadi karena semua lukanya akan sembuh dalam sekejap.

Alice yang berjalan menelusuri hutan akhirnya bertemu seekor monster badak sebesar 10 meter dengan cula hitam tajam sebesar 3 meter.

"Ketemu, monster tingkat B, [Dark Horn Rhino]." gumam Alice.

Alice tanpa ragu mengaktifkan [Telekinesis] dan mengangkat badak tersebut ke udara setinggi ratusan meter.

Alice kemudian melepaskan kekuatan [Telekinesis] yang menyelimuti badak raksasa tersebut, hingga membuatnya terjatuh.

Badak raksasa menabrak tanah dengan kepala mendarat terlebih dahulu. Berkat hal itu, badak raksasa langsung jatuh pingsan dan Alice mengangkat badak tersebut ke udara.

[Lapor Master! Perintah Anda sudah terlaksana]

[Kerja bagus, Alice]

Alice kemudian mengangkat badak raksasa tersebut ke udara dan membawanya menuju Kota #1.

Dengan melewati saluran pembuangan bawah tanah, Alice berhasil memasuki Kota #1 dan mencapai Akademi.

Alice meninggalkan badak raksasa di saluran air dan pergi menemui Van di asrama.

Setelah berjalan sambil menghindari pengawasan, Alice berhasil tiba di depan kamar Van.

Pintu kemudian terbuka dan Alice memasuki kamar tanpa ragu.

Sesampainya dalam kamar, Alice berlutut kepada Van "Salam Master."

"Pertemukan Typhon dengan badak raksasa itu. Aku rasa kau sudah mengetahui siapa Typhon karena darahku mengalir dalam dirimu." ucap Van tanpa bertanya di mana badak raksasa karena dia sudah melihatnya melalui ingatan Alice.

"Baik Master." ucap Alice dan berjalan keluar dari kamar Van.

Adapun Van, dia saat ini mengenakan pakaian ala [Darkness] miliknya dan bergumam, "Saatnya [Dark Shadow] bergema di dunia."

Di hutan dekat Akademi, Typhon berlatih keras dengan fisiknya dengan memukul pohon yang sangat keras.

"988, 989, 990, 991." ucap Typhon sambil memukul pohon.

*Grhhh

Typhon yang mendengar suara geraman seketika berbalik dan melihat seekor badak sebesar 10 meter yang terluka sedang menatapnya.

"[Black Horn Rhino]?!!" gumam Typhon dengan terkejut.

Tanpa menunggu Typhon tersadar, [Black Horn Rhino] bergegas menuju Typhon sambil memamerkan culanya yang indah.

Typhon langsung menghindar ke samping, sedangkan [Black Horn Rhino] menabrak pohon yang dipukul oleh Typhon sebelumnya.

Akibatnya, pohon tersebut rubuh dan Typhon yang melihatnya tertegun.

"Sangat kuat!" gumam Typhon.

Melihat Typhon menghindari serangannya, [Dark Horn Rhino] sekali lagi bergegas menuju Typhon dengan niat membunuh.

Melihat [Dark Horn Rhino] menuju ke arahnya, Typhon menjadi panik dan mengerahkan kemampuannya untuk berpikir.

Akhirnya, Typhon kemudian menarik nafas dan memasang postur bertarung.

Saat jarak Typhon dan [Black Horn Rhino] semakin dekat, Typhon meraih cula badak tersebut dan menahannya dengan sekuat tenaga.

Berkat hal tersebut, badak tersebut akhirnya melambat perlahan-lahan.

[Black Horn Rhino] yang menyadari dirinya melambat sekali lagi menambah kecepatannya.

Typhon yang tak siap langsung tertusuk cula badak dan terlempar beberapa meter.

Typhon memegangi perutnya yang memiliki luka gores dan menghela nafas, "Untungnya hanya luka ringan."

[Black Horn Rhino] sekali lagi bergegas menuju Typhon.

Typhon mencoba menghindar, tetapi dirinya tiba-tiba menginjak batu.

Typhon seketika terpeleset dan beruntungnya cula badak hanya menusuk perut bagian kiri Typhon, bukan jantungnya.

Typhon melompat menjauh sambil memegangi perutnya yang berlubang.

Typhon yang menyadari dirinya berada di ambang sekarat langsung meraih cula badak.

Karena serangan Alice sebelumnya, cula badak melemah akibat terjatuh dari udara dengan wajah mendarat pertama kali.

Typhon mengerakkan seluruh kekuatannya dan berhasil mencabut cula badak tersebut.

Typhon akhirnya berhasil mengangkat cula badak tersebut dan menusuk kepala badak dengan cula di tangannya.

Namun saat Typhon menusuk badak tersebut, yang ada hanya percikan api.

"Si*l! Sungguh keras!" gumam Typhon.

Typhon sekali lagi mengayunkan cula badak ke bagian mata kiri [Dark Horn Rhino].

Akhirnya, cula berhasil menembus kepala badak.

Melihat ini, Typhon seketika kehilangan seluruh kekuatannya.

Typhon jatuh berlutut sambil memandangi bagian kiri perutnya yang berlubang.

Saat sedang berada di ambang kematian, Typhon mendengar suara langkah kaki yang menginjak dedaunan kering.

Typhon mengangkat kepalanya dan melihat sosok yang familiar "Van?"

Typhon menatap Van di depannya dengan serius "Kau sungguh berbeda dengan dirimu yang di Akademi."

"Begitukah? Terima kasih atas pujiannya." ucap Van.

"Apa yang kau inginkan? Membunuhku untuk mengakhiri penderitaanku?" tanya Typhon.

"Aku hanya memberimu penawaran, kuberikan kau kesempatan kedua. Jika kau menolak, maka kau akan mati sebagai pahlawan... Jika kau menerima, maka kau akan hidup lebih lama dan hanya melihat dirimu menjadi penjahat." ucap Van.

"Heh apa aku terlihat seperti orang baik yang ingin mati secepat ini? Aku masih ingin hidup." ucap Typhon.

"Begitu." ucap Van lalu meletakkan jarinya di dahi Typhon

Darah Van kemudian menyerap ke dalam tubuh Typhon.

Typhon tiba-tiba merasakan rasa hangat di sekujur tubuhnya dan luka di tubuhnya mulai sembuh dalam sekejap.

Typhon juga merasakan kekuatan aneh di tubuhnya.

Terasa asing, tetapi familiar dan nyaman.

...[Bawahan #2 - Typhon - Boost]...

[Boost] : Skill yang dapat meningkatkan kekuatan pengguna sesuka hati

"Typhon, mulai sekarang lupakan identitasmu, mulai sekarang kau adalah bagian [Dark Shadow]." ucap Van.

"Baik Master." ucap Typhon yang berlutut tanpa sadar.

Terpopuler

Comments

Serabi Lempit

Serabi Lempit

kreeennnnn

2024-07-01

0

☠zephir atrophos☠

☠zephir atrophos☠

a**!!, kekuatan issei

2023-12-03

0

lihat semua
Episodes
1 Chapter 1 : Keadilan
2 Chapter 2 : Kebangkitan
3 Chapter 3 : Akademi
4 Chapter 4 : Bawahan Baru
5 Chapter 5 : [Physique] or [Skill]?
6 Chapter 6 : Doppelganger
7 Chapter 7 : Bawahan Baru
8 Chapter 8 : Time Skip
9 Chapter 9 : [Tamer]
10 Chapter 10 : Jin
11 Chapter 11 : [Red Blood]
12 Chapter 12 : Hobgoblin
13 Chapter 13 : The Last Day of Survival
14 Chapter 14 : [Academy Tournament] I
15 Chapter 15 [Academy Tournament] II
16 Chapter 16 : Vampire Attack I
17 Chapter 17 : Vampire Attack II
18 Chapter 18 : Vampire Attack III
19 Chapter 19 : Vampire Attack IV
20 Chapter 20 : Magang I
21 Chapter 21 : Magang II
22 Chapter 22 : Magang III
23 Chapter 23 : Magang IV
24 Chapter 24 : Magang V
25 Chapter 25 : Psychologist
26 Chapter 26 : Perjalanan
27 Chapter 27 : Aneh
28 Chapter 28 : Monster Wave I
29 Chapter 29 : Monster Wave II
30 Chapter 30 : Revenge
31 Chapter 31 : Penculikan
32 Chapter 32 : Kawasan Kumuh
33 Chapter 33 : The Revolution of [Dark Shadow]
34 Chapter 34 : Status
35 Chapter 35 : Demon I
36 Chapter 36 : Demon II
37 Chapter 37 : Demon III
38 Chapter 38 : Demon IV
39 Chapter 39 : Demon V
40 Chapter 40 : Information
41 Chapter 41 : Purge
42 Chapter 42 : Fear
43 Chapter 43 : [Hell] I
44 Chapter 44 : [Hell] II
45 Chapter 45 : [Hell] III
46 Chapter 46 : [Hell] IV
47 Chapter 47 : [Hell] V
48 Chapter 48 : [Hell] VI
49 Chapter 49 : [Hell] VII
50 Chapter 50 : [Hell] VIII
51 Chapter 51 : Final Hell
52 Chapter 52 : Back to Earth
53 Chapter 53 : [Mysterious] I
54 Chapter 54 : [Mysterious] II
55 Chapter 55 : [Mysterious] III
56 Chapter 56 : Identity
57 Chapter 57 : [Volcano] I
58 Chapter 58 : [Volcano] II
59 Chapter 59 : [Volcano] III
60 Chapter 60 : [Volcano] IV
61 Chapter 61 : [Volcano] V
62 Chapter 62 : Volcano VI
63 Chapter 63 : Holiday I
64 Chapter 64 : Holiday II
65 Chapter 65 : Holiday III
66 Chapter 66 : Holiday IV
67 Chapter 67 : Holiday V
68 Chapter 68 : Red Dragon I
69 Chapter 69 : Red Dragon II
70 Chapter 70 : Red Dragon III
71 Chapter 71 : [War of Dragons] I
72 Chapter 72 : [War of Dragons] II
Episodes

Updated 72 Episodes

1
Chapter 1 : Keadilan
2
Chapter 2 : Kebangkitan
3
Chapter 3 : Akademi
4
Chapter 4 : Bawahan Baru
5
Chapter 5 : [Physique] or [Skill]?
6
Chapter 6 : Doppelganger
7
Chapter 7 : Bawahan Baru
8
Chapter 8 : Time Skip
9
Chapter 9 : [Tamer]
10
Chapter 10 : Jin
11
Chapter 11 : [Red Blood]
12
Chapter 12 : Hobgoblin
13
Chapter 13 : The Last Day of Survival
14
Chapter 14 : [Academy Tournament] I
15
Chapter 15 [Academy Tournament] II
16
Chapter 16 : Vampire Attack I
17
Chapter 17 : Vampire Attack II
18
Chapter 18 : Vampire Attack III
19
Chapter 19 : Vampire Attack IV
20
Chapter 20 : Magang I
21
Chapter 21 : Magang II
22
Chapter 22 : Magang III
23
Chapter 23 : Magang IV
24
Chapter 24 : Magang V
25
Chapter 25 : Psychologist
26
Chapter 26 : Perjalanan
27
Chapter 27 : Aneh
28
Chapter 28 : Monster Wave I
29
Chapter 29 : Monster Wave II
30
Chapter 30 : Revenge
31
Chapter 31 : Penculikan
32
Chapter 32 : Kawasan Kumuh
33
Chapter 33 : The Revolution of [Dark Shadow]
34
Chapter 34 : Status
35
Chapter 35 : Demon I
36
Chapter 36 : Demon II
37
Chapter 37 : Demon III
38
Chapter 38 : Demon IV
39
Chapter 39 : Demon V
40
Chapter 40 : Information
41
Chapter 41 : Purge
42
Chapter 42 : Fear
43
Chapter 43 : [Hell] I
44
Chapter 44 : [Hell] II
45
Chapter 45 : [Hell] III
46
Chapter 46 : [Hell] IV
47
Chapter 47 : [Hell] V
48
Chapter 48 : [Hell] VI
49
Chapter 49 : [Hell] VII
50
Chapter 50 : [Hell] VIII
51
Chapter 51 : Final Hell
52
Chapter 52 : Back to Earth
53
Chapter 53 : [Mysterious] I
54
Chapter 54 : [Mysterious] II
55
Chapter 55 : [Mysterious] III
56
Chapter 56 : Identity
57
Chapter 57 : [Volcano] I
58
Chapter 58 : [Volcano] II
59
Chapter 59 : [Volcano] III
60
Chapter 60 : [Volcano] IV
61
Chapter 61 : [Volcano] V
62
Chapter 62 : Volcano VI
63
Chapter 63 : Holiday I
64
Chapter 64 : Holiday II
65
Chapter 65 : Holiday III
66
Chapter 66 : Holiday IV
67
Chapter 67 : Holiday V
68
Chapter 68 : Red Dragon I
69
Chapter 69 : Red Dragon II
70
Chapter 70 : Red Dragon III
71
Chapter 71 : [War of Dragons] I
72
Chapter 72 : [War of Dragons] II

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!