"Hai Hana long time no see" sapa Winter suara menggema seisi ruangan kamarnya.
"Winter? apa itu lo?" tanya Hana masih memejamkan mata.
"Hm, yes it's me bagaimana kabar lo? Red menanyakan kabar juga kepada lo" jawab Winter.
Saat Hana sedang tidur tiba-tiba Winter muncul tepatnya suara Winter hanya Hana yang bisa mendengar dan menjawab orang lain tidak dapat mendengar suara Winter.
"Alhamdulillah baik Winter, dimana Red? bagaimana kabar kalian semua" ucap Hana.
"Kami berdua baik-baik saja dan Red sedang berada di alam nya, bagaimana perkembangan Elijah Hana? pasti dia sudah bergerak mencari mangsa" tebak Winter.
"Mangsa? Elijah?" bingung Hana mengerut dahi saat ia masih memejamkan matanya.
"Ya, apa anak lo tidak memberitahu kepada lo tentang dia sudah membunuh orang ah tepatnya Elijah bukan anak lo" sambung Winter.
Hana mengerutkan kening kenapa dia tidak tahu tentang hal ini? kenapa Casey tidak bercerita dengannya.
"Tidak anak gue nggak pernah cerita coba nanti gue akan bicara dengan Casey, apa Elijah membunuh orang yang tidak bersalah?" ucap Hana.
"Tidak, Elijah hanya akan membunuh orang yang sangat keji dan jahat, Tenang saja Casey sudah bisa mengendalikan Elijah Hana jadi lo nggak perlu khawatir, gue cuman mau bilang akan ada badai yang akan datang, lindungilah anak-anak lo Hana terutama Callie" ucap Winter.
Hana semakin tidak mengerti perkataan Winter, badai? Callie? badai apa lagi?.
"Baiklah Winter gue akan berusaha melindungi anak-anak gue terutama anak perempuan gue" balas Hana.
"Yaudah kalo begitu gue pamit Hana, nanti kita akan bertemu kembali di medan perang" pamit Winter suara Winter pun ikut menghilang.
Eungh ...
Hana terbangun dari tidur siangnya ia mengerjap-ngerjapkan mata dan mengambil ponsel miliknya yang sedari tadi berdering. Hari ini Hana tidak masuk kantor karena dia kurang enak badan, dan semua tugas kantor sudah di tangani oleh Alan Pardew.
"Hallo" suara serak Hana khas orang bangun tidur.
"Sayang bisa kirimkan makan siang ke sini nggak?" ternyata yang menelpon dirinya adalah Kivandra suami Hana.
"Bisa sayang, tunggu 20 menit aku akan segera kesana" balas Hana yang sudah bangkit dan berdiri.
"Baiklah aku akan menunggumu sayang, bye emmuach"
"Bye muach"
Setelah selesai Hana langsung mengakhiri panggilan dan langsung pergi ke kamar mandi untuk menjalankan ritual mandi.
Setelah selesai semuanya Hana melangkahkan kaki menuruni anak tangga menuju dapur untuk mengambil kotak bekal.
Tap..
Tap ..
Tap...
Hana memakai celana hitam dan blouse berwarna biru, dengan rambutnya di kuncir kuda dan sedikit polesan make up tipis, membuat Hana semakin bertambah cantik natural.
"Bibi"panggil Hana kepada bibi Sumini kepala Maid.
Bibi Sumini lari tergopoh-gopoh dari paviliun halaman belakang kamar para maid.
"Iya nyonya ada apa?" tanya Bibi Sumini.
"Bibi masak apa?" tanya balik Hana.
"Opor ayam, perkedel kentang, bakwan jagung, sayur asem, tumis tumpe kacang, sambal terasi dan ikan goreng nyonya".
"Tolong bungkusin semuanya taruh ke dalam kotak bekal ya bi" pinta Hana kepada bibi Sumini.
"Baik nyonya".
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Hana menghentikan mobil didepan perusahaan Lexander, satpam kantor langsung berjalan menghampiri mobil Hana, dia tahu kalau mobil itu milik nyonya Hana istri dari tuan Kivandra pemilik perusahaan Lexander.
"Siang Nyonya" salam satpam membukakan pintu mobil.
"Siang juga pak, tuan Kivandra ada di dalam ruangan kan?" balas Hana tersenyum tipis.
"Ada nyonya beliau baru saja datang selesai dari meeting di luar kantor" ucap satpam tersebut.
"Baiklah, terima kasih" Hana mengucapkan terimakasih kepada satpam kantor.
"Sama-sama nyonya".
Tap
Tap
Tap
Saat Hana melangkahkan kakinya ke dalam gedung Lexander semua karyawan menyapa Hana dan memberikan hormat kepadanya dan Hana membalas dengan senyuman dan anggukan kecil.
Ting!
Hana keluar dari lift dan melanjutkan berjalan menuju ruangan Ceo. Saat sampai di depan pintu Ceo hendak ingin meraih daun pintu tiba-tiba di hentikan oleh Ana sekretaris baru Kivandra yang membantu pekerjaan Arga.
"Maaf anda ini siapa ya? kok main ngeloyor masuk ke dalam ruangan Ceo tanpa permisi,apa anda sudah membuat janji dengan tuan Kivandra?" tatapan sinis dari Ana sambil menelisik penampilan Hana dari atas sampai ke bawah menurut Ana penampilannya sangat sederhana tidak seperti wanita kaya yang selalu berpenampilan gelamour dan mewah, menurut Ana Hana ada wanita miskin yang mempunyai niat untuk merayu Kivandra.
"Maaf anda siapa ya? kok saya baru lihat anda disini?" bukannya menjawab Hana malah balik tanya.
"Heh, jawab dulu pertanyaan dari saya wanita miskin dari segi penampilan anda seperti nya emang anda itu wanita miskin sangat sederhana sekali, perkenalkan saya ini Ana sekretaris baru tuan Kivandra" sombong Ana sambil bersedekap dada menatap sinis Hana.
Hana mencibir menilai penampilan Ana beginikah penampilan seorang sekretaris, bisa-bisanya perusahaan Lexander merekrut karyawan seperti Ana otaknya dimana coba. Pakaian nya saja udah seperti jala•ng murahan yang diobral di pinggir jalan 10.000 dapat dua.
"Heh, kenapa anda diam saja! apa anda insecure melihat penampilan saya huh?" angkuh Ana tersenyum miring.
"Maaf di kamus saya tidak ada kata insecure bagi perempuan seperti anda ini,dan saya sebelum kesini saya sudah menghubungi tuan Kivandra terlebih dahulu" suara dingin Hana.
Hana belum ingin memberitahu kepada Ana tentang siapa Hana, Hana ingin bermain dulu dengannya udah lama tidak bermain dengan wanita seperti Ana ini, sepertinya Hana harus mencari tahu siapa Ana.
"Permisi" sentak Hana ia sengaja menyenggol tubuh Ana membuat Ana yang tidak siap berdiri jadi oleng.
Dibalik itu Hana tersenyum miring."Selamat bermain Ana" desis Hana.
Ceklek!
Hana pun membuka pintu ruangan tersebut. Sedangkan Ana kesal dengan Hana , Ana mengepalkan tangannya dengan erat dan rahang mengeras menatap tajam pintu ruangan Ceo.
"Awas lo wanita miskin gue nggak akan biarkan lo mendekati tuan Kivandra" desis Ana.
"Ana ngapain kau ada didepan pintu?" Ana tersentak mendengar suara dari Arga.
Ana membalikan badannya dan tersenyum kecut ke arah Arga.
"Tidak ada apa-apa, pak Arga mau ngapain?".
"Saya mau mengantarkan dokumen untuk tuan".
"Biar saya saja pak yang mengantar" ucap Ana ia berharap Arga menyetujui nya.
Arga masih ingat dengan ucapan Kivandra seketika ia langsung menolak. "Tidak biar saya saja, kau bantu saya untuk menyiapkan bahan buat meeting besok, Ana".
Ana yang mendengar jawaban dari Arga langsung kecewa. "Baik pak". Tapi Ana tidak juga beranjak dari tempatnya.
Arga yang melihat Ana masih berdiri didepan pintu merasa geram. "Kenapa kau masih ada disitu, Ana! cepat sana kerjakan tugasmu".
"Ah, baik pak Arga" Ana langsung pergi dari sana.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Hana berjalan menghampiri suaminya yang tengah berjibaku dengan kertas-kertas penting yang ada di mejanya. Kivandra belum menyadari kedatangan istrinya ia mengira yang membuka pintu adalah Arga sekretaris nya.
"Sayang, sibuk banget ya" ucap Hana memeluk Kivandra dari arah samping.
"Eh, sayang aku kira yang datang Arga ternyata kamu, iya nih banyak yang harus aku selesaikan hari ini juga, kamu bawa makan siang sayang?" tanya Kivandra menatap wajah cantik istrinya yang kelihatan lebih muda padahal umurnya sudah hampir berkepala 4.
"Iya sayang , aku bawakan makan siang untuk kamu, apa aku boleh bantu meringankan beban kamu sayang?" ucap Hana melihat wajah setres suaminya.
"Jangan sayang nanti kamu tambah tidak enak badan, kan kamu lagi nggak enak badan sayang, kita makan dulu yuk temani aku makan sayang pasti kamu belum makan siang kan?" ucap Kivandra mengajak istrinya untuk menemani makan siang.
"Aku udah baik-baik saja kok, udah lebih enakan karena tadi udah istirahat, ayok aku temani ,aku juga belum sempat makan siang" balas Hana.
Kivandra pun langsung bangkit dan berdiri ia menggandeng tangan Hana mengajaknya duduk di sofa.
Hana membuka kotak bekal dan menyiapkan nasi dan lauk untuk Kivandra.
"Makan sayang" ucap Hana.
Cup!
Kivandra mencium kening Hana sebagai tanda terimakasih.
"Terimakasih istriku" senyum manis Kivandra.
Tok..
Tok..
Tok...
Disela-sela makan siang Arga mengetuk pintu ruangan Ceo ia tidak tahu kalau Kivandra tengah menikmati makan siang bersama Hana.
"Ck, ganggu saja" decak Kivandra yang udah ingin memasukan nasi kedalam mulutnya.
"Jangan gitu dong, siapa tahu ada yang penting" sambung Hana.
"Baiklah, masuk" pekik Kivandra.
Ceklek!
Arga membuka pintu ruangan Ceo ia terkejut melihat Hana duduk di samping Kivandra sambil memegang piring.
"Ada apa?" suara berat Kivandra membuyarkan keterkejutan nya.
"Ah, maaf tuan sudah mengganggu waktu makan siang anda bersama istri anda maaf saya tidak tahu kalo ada nyonya disini" ucap lirih Arga.
"Tidak apa-apa Arga kamu tidak salah, tidak perlu meminta maaf, apa kau sudah makan siang Arga?" bukan Kivandra yang menjawab melainkan Hana yang menjawab.
"Saya sudah barusan nyonya" balas Arga sedikit takut dengan tatapan tajam dari Kivandra.
"Ada perlu apa kau datang kesini Arga? kalo ada yang penting harusnya nanti saja setelah jam makan siang, ini masih jam 12 siang" suara tegas Kivandra.
"Maaf tuan, tapi ini ada sesuatu yang penting sekali dan ini membutuhkan tanda tangan langsung dari anda tuan" ucap Arga sambil menyodorkan dokumen penting hasil meeting kemarin.
Kivandra langsung menerima dokumen tersebut dan langsung memberikan tanda tangan di dokumen tersebut.
"Sudah, ada lagi?" tanya Kivandra.
"Jam 1 ada meeting dengan tuan Abercio dan tuan Agam,tuan" ucap Arga.
Kivandra menghela nafas ia kira ada sesuatu yang penting lagi ternyata ada meeting dengan dua tuyul somplak untung saja Adrian tidak ikut, coba kalo Adrian ikut sudah dipastikan meeting kali ini akan tambah heboh dengan tiga tuyul somplak untung Delvin dan Kivandra waras dan normal tidak seperti mereka bertiga.
"Baiklah, kau boleh pergi".
"Baik tuan, saya permisi" pamit Arga.
"Hm".
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Brak!
Motor Cesario tidak sengaja menabrak seorang gadis saat gadis itu hendak menyeberang untung tidak terluka parah hanya lecet sedikit terkena goresan motor.
"Shittt" umpat Cesario ia langsung turun dari motor berjalan menghampiri gadis tersebut.
"Lo nggak apa-apa?" tanya Cesario berjongkok menatap gadis itu yang tengah duduk di atas aspal.
Deg!
"Ganteng ternyata" gumam lirih gadis tersebut.
"Nona?" tersentak mendengar suara Cesario membuyarkan lamunan gadis itu.
"Ah, it's okay gue nggak apa-apa, maaf gue nggak lihat ada motor" ucap gadis itu masih menatap wajah tampan Cesario.
"Syukurlah kalo lo baik-baik saja , bisa berdiri?" tanya Cesario bernafas lega.
"Bisa kok" gadis tersebut langsung berdiri meskipun sedikit ada rasa nyeri.
"Mau gue bawa ke klinik,nona?" tanya kembali Cesario ia tidak mau menjadi laki-laki yang tidak bertanggungjawab karena mommy Hana tidak mengajarkan hal seperti itu.
"Ah, tidak perlu nanti kakak gue akan datang menjemput gue ke sini, nama lo siapa?" tanya gadis tersebut.
"Yaudah kalo begitu, gue Cesario" balas Cesario.
"Gue Elnara" sambung Elnara.
...----------------...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 242 Episodes
Comments
Alejandra
Jangan sampai masuk jebakan Ces...
2024-08-31
0
Shinta Dewiana
mulai munjul jalang ini..
2024-03-13
0
Yoni Hartati
kpn musnahkan ana sekretaris jalang itu?
2023-12-17
1