Bu Dora masuk ke kelas 11 ips 1 kelas dimana Callie berada di kelas tersebut sedangkan Cesario berada di kelas 11 ips 2, Bu Dora tidak sendirian dia masuk bersama seorang siswi baru yang akan masuk ke kelas 11 ips 1.
Begitu Bu Dora masuk ke kelas 11 ips 1 yang terkenal dengan sebutan kelas makeup dimana semua penghuni kelas 11 ips 1 tiap jam kosong semua para siswi saling sibuk memoles wajah mereka dengan berbagai alat make up, Bu Dora sering sekali menggeledah tas mereka pasti banyak sekali make up yang mereka bawa ke sekolahan, kecuali Callie dia jarang memakai make up tergantung mood saja. Tapi para penghuni kelas tersebut tidak ada kapoknya untuk membawa make up lagi ke sekolah.
"Anak-anak tolong diam sebentar" ucap Bu Dora.
Seketika kelas tersebut langsung diam dan duduk di meja masing-masing.
"Ibu membawa teman baru untuk kalian semua di kelas 11 ips 1, tolong perkenalkan diri kamu" ucap bu Dora setelah itu menoleh ke siswi baru yang ada di belakang bu Dora.
Siswi baru tersebut langsung mendekat ke samping bu Dora dan memperkenalkan diri kepada semua penghuni kelas 11 ips 1.
"Perkenalkan nama saya Fika pindahan dari SMA Bhakti luhur bangsa" ucap Fika sambil tersenyum tipis.
Setelah sesi perkenalan bu Dora langsung memerintahkan Fika untuk duduk bersama Callie. Semua para murid tidak ada komentar tentang murid baru hanya saja tatapan sinis dari penghuni kelas 11 ips 1 bagaimana tidak, mereka melihat pakaian seragam milik Fika sangat ketat dan membentuk tubuh yang sangat sexy. Itu mau sekolah atau mau ke club?
"Kamu duduk di sebelah Callie ya, mejanya ada di paling belakang sendiri" tunjuk Bu Dora ke arah meja Callie.
Sedangkan Callie belum terbangun dari mimpi indahnya, ya saat jam kosong Callie biasa menghabiskan waktu kosong untuk tidur di dalam kelas. Bu Dora melihat ke arah meja Callie hanya berdecak melihat Callie sedang tertidur sangat pulas.
"Habis kerja rodi apa itu Callie" gumam bu Dora sambil geleng-geleng setelah itu dia pergi dari kelas 11 ips 1.
Fika melangkahkan kaki menuju meja Callie, dia mendaratkan bokongnya sambil menatap heran ke arah Callie yang sedang tertidur.
"Ck, cewek macam apa dia tidur kok di kelas mana ngiler lagi, iuyuh.." jijik Fika menatap Callie.
Fika belum siapa Callie sebenarnya kalau Fika tahu siapa Callie pasti dia tidak akan mencibir Callie.
"Eungh.." suara lenguhan panjang Callie bangun dari tidur, ia meregangkan otot-otot nya dan saat menoleh ke samping Callie terkejut ada ondel-ondel tengah duduk di sampingnya.
Callie menelisik penampilan Fika dari ujung rambut sampai ujung kaki.
'Nih anak mau sekolah atau mau mejeng sih? ketat banget tuh seragam dan rok nya pendek mau jual pa•ha murah? gila ngapain dia duduk di samping gue, nih makhluk astral datang darimana coba' gerutu Callie dalam hati.
Fika menyadari sedari tadi Callie menatapinya terus menerus.
"Lo ngapain ngeliat gue kek gitu? heran ya baru lihat cewek tajir dan cantik kayak gue hm?" ucap Fika dengan gaya angkuh menyibakkan rambut yang menutupi wajah.
Callie yang mendengar seketika membulatkan matanya dan berekspresi ingin muntah.
'Sumpah ini makhluk datang dari mana sih, baru kali ini gue ketemu sama makhluk yang mempunyai tingkat kepedean yang sangat di luar planet Toi 700' batin Callie menatap sinis Fika.
"Heh tante jangan kepedean deh lo siapa juga gue ngeliatin lo dan apa kata lo cantik? cantik darimana nya? menurut gue penampilan lo itu udah mirip dengan ondel-ondel mana pakaiannya ketat rok pendek banget dan make up lo itu tebal banget masih mending mbak medusa lah ini lo mau mejeng dimana tante? club malam? sepertinya tante salah tempat deh, disini buat siswa dan siswi untuk belajar menuntut ilmu bukan buat jualan pa•ha kayak tante, mending lo pindah deh jangan duduk bareng gue, karena gue suka bentol-bentol kalo deket sama makhluk astral kayak lo" cibiran pedas lolos dari mulut Callie.
Fika tidak terima mendapatkan cibiran dari Callie teman sebangkunya.
"Heh, nama gue Fika bukan tante, lo-
Ucapan Fika terpotong oleh kedatangan guru matematika tengah berjalan masuk kedalam 11 ips 1.
"Anak-anak buka buku kalian hari ini kita akan belajar mengenai sudut dan garis" ucap guru matematika yang baru saja masuk kedalam ruangan.
Callie tidak menghiraukan perkataan guru matematika ia malah menyuruh Fika untuk pindah tempat duduk.
"Udah deh sana pindah hus..hus..hus, kalo lo nggak pindah gue tendang lo" ancam Callie menatap tajam Fika.
"Tapi tadi kata bu Dora gue disuruh duduk disini jadi gue nggak akan pindah" tegas Fika membalas tatapan tajam Callie.
"Oke, yang waras ngalah jadi gue yang akan pindah" balas Callie sambil menenteng tas dan pindah ke bangku yang tak jauh dari sana. Fika berdecih melihat Callie pindah dari sana.
Callie duduk bersama siswi cupu yang berkacama mata besar. Siswi cupu tersebut tertegun melihat Callie duduk di sampingnya.
"Gue duduk disini ya mulai sekarang, karena tempat duduk gue ada setan nya" ucap Callie kepada siswi cupu.
"Ah,i-iya" balas siswi cupu tersebut dengan suara terbata-bata. Kapan lagi anak pemilik sekolah duduk dengannya.
"Ah, siapa nama lo? gue lupa hehe" cengiran Callie, dari kelas 10 Callie emang cuek dengan teman-teman sekelasnya dia cenderung nyaman dengan dirinya sendiri tanpa adanya teman cewek, makanya dia sering lupa nama penghuni kelas 11 ips 1.
"N-nama a-aku Julia" balas Julia dengan gugup.
"Ah, Julia ya?" Julia langsung menganggukkan kepalanya. "Nggak usah grogi sama gue ya, mulai sekarang gue teman sebangku lo,oke" lanjut Callie.
...****************...
"Jul, kita ke kantin yuk" ajak Callie kepada Julia.
"Emm..aku bawa bekal Cal, maaf ya" balas Julia ia benar-benar tidak enak sama Callie sambil menunjuk ke arah bekalnya.
"Iya nggak apa-apa kok, tapi lo mau makan di dalam kelas?" tanya Callie.
"Hum, emang kenapa?"
"Lo makan di kantin aja Jul sambil nemenin gue makan daripada di dalam kelas sendirian" sahut Callie.
"Tapi aku tidak pernah makan bekal di kantin Cal, apalagi aku tidak pernah beli makanan di kantin aku selalu bawa bekal, emang boleh makan bekal di kantin apa nggak di marahin?" ucap polos Julia.
Callie yang mendengar perkataan Julia rasanya ingin ketawa, siapa yang ngelarang makan bekal di kantin semua para siswa berhak bawa apa aja ke kantin nggak ada yang akan memarahinya.
"Ya ampun deh Jul, siapa yang ngelarang makan bekal di kantin hum? nggak ada, ayo temani gue makan di kantin" Callie menarik tangan Julia.
"I-iya Cal".
Sedangkan Fika sejak bel berbunyi dia langsung pergi entah kemana Callie pun tidak perduli dengan tante menor itu yang Callie pedulikan adalah cacing-cacing yang ada didalam perutnya yang minta asupan gizi.
Saat sampai di kantin Callie mengedarkan pandangannya mencari sosok kedua abangnya apa mereka sudah berada di kantin atau belum.
"Nah, itu mereka kita gabung sama abang gue ya Jul" ucap Callie membuat Julia mendelik bagaimana bisa ia makan bersama para geng motor Ravestrack dan ketua osis.
"Lebih baik kita ke meja yang kosong Cal, aku takut satu meja sama mereka" cicit Julia sambil memegang bekalnya.
"Ngapain takut Jul kan ada gue lo lupa gue ini siapa hm? kalo mereka berani macam-macam sama lo gue rontokin tuh gigi mereka, dan pastinya abang gue nggak akan ngapain-ngapain lo kok, yok kita kesana" balas Callie menyakinkan Julia.
"Tapi-
"Ck,banyak tapi-tapi lo kelamaan" Callie langsung menyeret tangan Julia ke meja geng Ravestrack.
'Aish...gimana nih malah Callie menyeret ku ke sana, mana aku takut lagi aku kan nggak terbiasa duduk bersama mereka' batin Julia.
Callie menghentikan langkahnya didepan meja anak motor geng Ravestrack.
"Callie lo nyulik siapa? tumben lo datang sama orang biasanya sendiri" celetuk Nicholas melihat Callie datang bersama cewek berkacamata besar.
"Ah, kenalin ini teman baru gue namanya Julia" ucap Callie sambil memperkenalkan Julia kepada teman-teman abangnya.
Semua tuyul melotot mendengar perkataan Callie, apa teman? sejak kapan dia mau memiliki teman?.
"Hey, Cas adik lo nggak kesambet setan kan pas berangkat tadi pagi" ucap Kenzo kepada Casey.
Casey hanya menatap Julia dengan tatapan menyelidik, Julia yang merasa di tatap oleh Casey dia langsung menundukkan kepalanya dan tubuhnya gemetaran, Callie yang masih menggenggam tangan Julia ia terkejut merasakan tubuh Julia gemetaran.
Callie tahu pasti gara-gara tatapan tajam dari Casey, ia pun menghela nafas, bisa-bisanya Casey memberi tatapan tajam ke teman barunya Callie.
"Bang jangan tatap Julia seperti itu, dia takut sama abang" tegur Callie kepada Casey.
"Hm" balas singkat Casey.
"Serius lo ini teman lo Cal? sejak kapan lo mau nyari teman Cal, eh mbak lo nggak di bayar sama Callie kan buat berteman dengannya" ucap Danar menatap Julia.
Callie melempar tisu bekas entah punya siapa ke arah jidat Danar.
Pluk!
"Sembarangan gue ini anti sogok menyodok club, ini murni tulus gue mau berteman dengan Julia cantik kan orangnya walaupun dia pakai kacamata besar tapi menurut gue dia cantik luar dalam" ucap Callie membuat pipi Julia menjadi memerah tersipu malu.
Danzel dan Devano menyadari perubahan warna pipi Julia mereka berdua hanya terkekeh.
'Ternyata cewek cupu bisa salting juga' batin Danzel tersenyum tipis.
"Yee dimana-mana semua cewek itu cantik kecuali medusa" ujar Cesario definisi buaya kelas kakap.
"Itu mah lo yang selalu menganggap semua cewek cantik dan seksoy" celetuk Azlan.
"Udah minggir gue sama teman baru gue mau duduk bisa geseran dikit nggak" pinta Callie ia duduk di samping Casey, Casey pun meminta kepada teman-temannya untuk menggeser tempat duduk.
"Geser" suara berat Casey.
Julia masih menatap wajah tampan Casey dari dekat.
'Gila benar-benar sangat tampan sekali kak Casey' decak kagum Julia.
Suara Callie membuyarkan lamunan Julia.
"Jul, lo duduk disebelah gue sini" ucap Callie sambil menepuk-nepuk tempat duduk.
Dengan terpaksa Julia duduk di samping Callie.
"Udah lo makan gih bekal lo Jul" ucap Callie menatap Julia hanya diam saja tanpa membuka bekalnya.
"Ah, iya Cal" ucap Julia.
"Nggak usah sungkan sama mereka anggap saja mereka makhluk transparan" bisik lirih Callie.
"Iya Cal".
Julia pun akhirnya membuka bekalnya sebelum membuka Julia menatap ke sekeliling siapa tahu mereka melihat dirinya yang tengah ingin memakan bekal miliknya. Dan ternyata mereka sedang sibuk masing-masing ada yang sedang mengobrol ada juga yang main game kecuali Casey tengah sibuk mengotak-atik ipad.
Kurang beberapa menit Fika tengah memasuki kantin ia menatap ke segala arah. Dan mata Fika menangkap sosok yang selama ini Fika incar siapa lagi kalau bukan ketua Ravestrack.
"Dia bukan yang namanya Casey tampan sekali dia, dan sebelahnya juga tampan juga aaah....geng Ravestrack isinya kumpulan para cogan,gue harus bisa bergabung dengan mereka apalagi bisa mendapatkan seorang ketua Ravestrack. Dan tunggu itu kan cewek yang tadi di kelas ngapain dia ada disana, cih masih cantikan gue dan tajir gue coba lihat dia mana gaya nya kayak preman pasar pasti tuh cewek miskin ih..nggak level deh, gue harus nyingkirin tuh cewek dari sana" ucap Fika menatap nyalang ke arah Callie yang sedang mengobrol dengan Kenzo abang sepupunya.
Sedangkan Raya terkejut melihat Fika berada di kantin.
'Jadi dia beneran pindah kesini, nih anak sedang ngapain berdiri di tengah jalan? jangan bilang mau bikin masalah lagi' batin Raya tengah menatap Fika.
"Raya, lo lihatin apa?" tanya Freya sedari tadi Raya diam dan pandangan nya lurus ke depan.
"Ah, itu barusan ada tikus" balas asal Raya.
"Hah, tikus? mana ada tikus di kantin Ray" ucap Freya.
'Gue akan pura-pura tidak mengenali lo Fika, disekolah kita bukan siapa-siapa tapi di rumah kita sodara kandung, demi menghindari masalah yang berhubungan dengan lo, gue ingin tenang dan fokus belajar di sekolahan' ucapnya dalam hati.
...----------------...
...Visual Julia...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 242 Episodes
Comments
latishaura
bu dora itu guru apa y masa masuk kls 12 jg kls 11
2024-03-13
0
Fitriana Muflihatul Afidah
Julia cantik banget loh
2023-11-11
0
Weldien Juntak Sasada Part II
mana thorr kelanjutan nya thorr..
2023-11-10
0