4

...Australia , 24 November 2020...

"Apa udah siap semua barang yang akan kamu bawa sayang?" tanya Bunda Dasha.

Danzel menatap semua barang yang udah berada di dalam koper. "Sepertinya udah semuanya Bun, bunda sama ayah kapan pindah ke Indonesia katanya mau pindah"

Bunda Dasha duduk di pinggir ranjang di samping Danzel anak semata wayangnya itu.

"Ayah nggak bisa melepaskan jabatannya sebagai Ceo disini sayang ayah kan udah menggantikan posisi Grandpa Agler, bunda dan ayah bisa ke Indonesia kalo ada hari libur" jawab Bunda Dasha.

Danzel langsung berdecak kesal kenapa sih hanya kita yang berada di luar negeri sedangkan semua keluarga berada di Indonesia.

"Ck, emang bunda nggak kangen apa sama mommy Hana dan anggota keluarga lainnya? termasuk nenek dan kakek Jendry, katanya dulu ayah pernah janji mau kembali ke Indonesia setelah bunda dinyatakan sembuh total" protes Danzel.

"Iya tapi waktu dulu sebelum Grandpa Agler mu menyuruh untuk menggantikan posisi Grandpa dan terpaksa ayahmu harus menurutinya, tunggu ayah mu akan mengalihkan cabang yang ada di Indonesia akan menjadi perusahaan pusat sementara yang disini akan dijadikan cabang, kalo kamu mau menunggu nya, bunda juga kangen sama mommy Hana dan yang lainnya terutama si kembar katanya mereka nakal ya?"

"Iya Bun, mereka nakal sering keluar masuk ruang BK, Danzel akan menunggu ayah dan bunda pindah ke Indonesia" ucap Danzel ia langsung memeluk bunda Dasha.

Ekhm!

Kalandra berdehem melihat Anak tunggalnya berpelukan dengan istrinya.

"Lepaskan son dia istri ayah jangan main peluk aja kamu" sentak ayah Kalandra sembari memisahkan antara istrinya dengan Danzel.

Danzel mendengus melihat sikap posesif ayahnya sendiri padahal ia itu putra kandungnya sendiri.

"Ayah, aku kan anaknya bunda masak nggak boleh peluk bundaku sendiri" Danzel merucutkan bibir.

"Iya nih ayah masak sama anaknya sendiri cemburu" protes bunda Dasha.

Kalandra menatap istri dan anaknya yang sedang melayangkan protesnya terhadap dirinya tetap saja dia cemburu kalau ada yang memeluk Dasha selain dirinya walaupun Danzel adalah anaknya.

"Pokoknya tidak boleh, bunda mu itu istrinya ayah tidak boleh ada laki-laki lain selain ayah ,yang boleh memeluk bunda walaupun kamu itu anak ayah, makanya kamu cepat cari cewek son biar nggak pelukan sama istri ayah" bantah Kalandra.

"Ck, emang di keluarga Lexander semua laki-laki selalu posesif sama istrinya kasihan yang jadi anak laki-laki nggak di bolehin peluk ibunya sendiri" gerutu Danzel.

"Itu namanya takdir son jadi terima nasib aja" ejek Kalandra.

"Udah kalian ini selalu saja bertengkar, ayo kita turun buat makan malam sebelum kamu berangkat ke Indonesia Zel" ajak bunda Dasha kepada mereka berdua.

 Kedua laki-laki yang beda generasi itu seketika langsung menjadi kucing penurut setelah mendengar ucapan Dasha dengan nada dingin.

"Yes, bunda"

"Yes, my wife"

"Good boy" balas Dasha setelah itu Dasha keluar dari kamar Danzel.

Setelah Dasha pergi dari kamar Danzel, Kalandra dan Danzel saling melempar tatapan tajam sebelum Kalandra menyusul istrinya.

...****************...

Pukul jam 10 malam Casey keluar dari kamar dengan berpakaian hoodie hitam, masker dan kacamata.

"Bang mau pergi kemana?ini udah jam 10 malam kalo mommy tahu bisa berabe lho" ucap Callie berpapasan dengan Casey saat ia ingin masuk kedalam kamarnya.

"Abang ada perlu sebentar cuman satu jam, kamu mau nitip sesuatu?" tanya Casey kepada Callie.

"Emang kemana cuman satu jam tuh? Callie nggak nitip apa-apa, ini udah malam bang nggak baik makan malam-malam jadi gendut entar" ucap Callie, sejak kapan dia memikirkan soal badannya.

"Hm, adalah abang ada perlu kamu masih bocil nggak boleh tahu, dimana bang Cesario?"

Callie kesal lagi-lagi di katain bocil padahal dirinya sudah 16 tahun lho udah bukan bocil lagi menurut Callie nya sendiri tapi tidak bagi Casey menurutnya Callie masih anak kecil yang berusia lima tahun.

"Noh, masih nongkrong di toilet katanya sakit perut gara-gara ngambil asinan nya mommy, langsung dapet karma instan tuh anak" sindir Callie.

Casey hanya geleng-geleng kepala betapa absurd nya tingkah kedua adiknya tersebut.

"Yaudah abang pergi dulu kalo mommy tanya bilang saja abang Casey sedang pergi ke minimarket" balas Casey menatap adik perempuan yang cantik ini.

Casey akan bersikap lembut terhadap mommy, adik perempuan, oma Anara dan nenek Lika saja. Tapi jika sama orang lain dia akan tetap bersikap dingin dan bicara seperlunya saja.

"Baiklah bang, tapi martabak manis satu ya bang" cengiran Callie.

Casey hanya menganga mendengar ucapan Callie, perasaan tadi dia bilang nggak mau nitip apa-apa sekarang malah jadi nitip martabak manis lagi.

"Hm, masuk kamar gih" pinta Casey.

"Siap bos" balas Callie dengan nada manja.

Setelah melihat Callie masuk kedalam kamar Casey langsung melangkahkan kaki ke lantai bawah, dan untungnya mommy dan daddy nya belum pulang dari kantor karena di garansi belum ada mobil mereka terparkir disana.

Casey pergi menuju garansi untuk mengambil motor sport kesayangannya itu.

Brum.....

Brum...

Casey mengendarai motor sport dengan kecepatan tinggi membelah jalanan ibukota yang lumayan sepi.

Hingga Casey menghentikan motornya di gang yang sangat sepi. Casey pun masih duduk di atas motor sembari menatap sekitar gang buntu itu. Casey memicingkan mata menatap seseorang yang tengah berjalan di kegelapan tanpa adanya lampu penerangan jalan, orang tersebut sepertinya sedang mabuk karena di sebelah tangannya Casey melihat sedang memegang botol minum beralkohol.

Casey langsung turun dari motor dan menghampiri seorang pria paruh baya yang tengah berjalan sempoyongan akibat mabuk.

"Hei anak muda kenapa kamu ada di sini, jalanan ini sangatlah tidak aman bagimu anak muda, anak muda pinjam seratus ada tak? buat beli alkohol lagi anak muda" racau seorang pria paruh baya tersebut.

Casey menyeringai tipis menatap tajam pria beja•t itu.

"Namaku bukan anak muda, call me Elijah" desis Elijah.

Ya sekarang Elijah mengambil ahli tubuh Casey, dia udah belajar mengendalikan Elijah yang bersemayam di dalam tubuh dirinya. Dengan mata merah darah dan gigi taring ciri khas dari seorang Elijah.

"Hahaha apa kamu pakai softlens anak muda kenapa mata kamu sangat mengerikan sekali membuat kepalaku menjadi sangat pusing" racau pria paruh baya tersebut.

"Mari aku buatkan kau tidak merasakan pusing lagi wahai manusia laknat, kau udah menyiksa anak kandungmu sendiri untuk mencari uang demi kesenangan mu sendiri, aku paling tidak suka ada orang menyiksa anak-anak" suara dingin Elijah.

Tanpa berpikir panjang Elijah langsung menarik pria beja•t itu kedalam rumah kosong. Disanalah Elijah akan menghabisi nyawanya.

Bruk!

Elijah melemparkan tubuh pria tua itu ke tembok hingga darah keluar dari mulut pria tua dengan nafas tersengal-sengal.

"Akan aku buat kau seperti anak mu itu bagaimana rasanya disiksa sampai kehilangan nyawa" desis Elijah.

Elijah mengeluarkan belati untuk menyiksa tubuh pria tua itu tidak lucu kalau di buat mati langsung keenakan dia ,mati tanpa merasakan rasa pedihnya siksa dunia, sebelum siksa neraka.

Elijah menusukkan belati ke pa•ha pria tua berkali-kali hingga suara teriakan terdengar merdu di telinga Elijah.

"Aku suka dengan suara teriakan mu itu"

Jleb!

Jleb!

"Aku suka aroma darah segar" desis Elijah menjilat darah yang ada di tangannya.

"Arrrgh... s-a-k-i-t s-siapa kamu" suara terbata-bata pria tua.

"Aku malaikat maut mu hihihi" tawa Elijah sambil menghunus belati ke arah bola mata.

Jleb!

"Arrrgh... b-bunuh se-karang"

"No, belum saatnya kau mati pria tua" Elijah terus menerus menusuk bola mata pria tua hingga terlepas dari matanya.

Suara ringisan seseorang bagi Elijah adalah suara yang sangat merdu dan indah membuatnya candu akan suara itu.

Elijah menusuk bola mata sebelahnya lagi dan kali ini mencongkel mata pria tua hingga terlepas kini pria tua tidak bisa melihat apa-apa.

Mata Elijah menatap ke mulut laknat pria tua yang selalu memaki dan mengumpat anak kecil yang dia siksa.

Blash!

"Ini mulut sepertinya enak di jadikan sop mulut ya" ucap Elijah.

Kress!

Elijah tanpa permisi langsung memotong lidah dan merobek sedikit bibir pria tua.Sehingga pria tua itu tidak dapat berbicara.

"Aau au aau" ucap pria tua sedikit kesusahan bicara.

"Aku butuh darah segar malam ini" desis Elijah.

Elijah langsung menusukkan belati ke leher pria tua hingga berkali-kali, seketika darah mancur sangat deras dari lehernya.

Bibir Elijah mendekatkan ke arah leher dan meminum darah segar.

"Argh...rasanya pahit, ini pasti kau kebanyakan dosa" setelah minum darah dari pria tua.

Elijah melihat pria tua sudah tidak bernyawa ia langsung mengambil jantungnya, setelah itu Elijah menelpon anak buah untuk menyingkirkan mayat pria tua, Casey mengambil alih tubuhnya lagi. Casey pun menutup pintu dan segera pergi dari sana sebelum anak buahnya datang. Dibalik pintu darah segar mengalir deras ke bawah pintu.

Sebelum pulang ke mansion Casey pergi ke apartemennya untuk membersihkan seluruh tubuh dari bercak darah pria tua.

Bagaimana Casey mengenal dan tahu soal pria tua tersebut. Saat Casey berangkat ke sekolah ia tidak sengaja melihat anak kecil sedang di siksa oleh pria tua itu. Dan Casey berjanji akan memberi hukuman yang setimpal kepada pria brengse•k setelah pulang sekolah.

...----------------...

Terpopuler

Comments

Alejandra

Alejandra

Pas perkenalan tadi di part 1 udah 17, Casey 18, kok sekarang 16...

2024-08-31

0

Shinta Dewiana

Shinta Dewiana

garasi...

2024-03-12

0

Netizen +62

Netizen +62

buset motor sport jalan 73 udah gigi 6

2023-12-09

0

lihat semua
Episodes
1 1
2 2
3 3
4 4
5 5
6 6
7 7
8 8
9 9
10 10
11 11
12 12
13 13
14 14
15 15
16 16
17 17
18 18
19 19
20 20
21 21
22 22
23 23
24 24
25 25
26 26
27 27
28 28
29 29
30 30
31 31
32 32
33 33
34 34
35 35
36 36
37 37
38 38
39 39
40 40
41 41
42 42
43 43
44 44
45 45
46 46
47 47
48 48
49 49
50 50
51 51
52 52
53 53
54 54
55 55
56 56
57 57
58 58
59 59
60 60
61 61
62 62
63 63
64 64
65 65
66 66
67 67
68 68
69 69
70 70
71 71
72 72
73 73
74 74
75 75
76 76
77 77
78 78
79 79
80 80
81 81
82 82
83 83
84 Comeback bukan episode selanjutnya
85 84
86 85
87 86
88 87
89 88
90 89
91 90
92 91
93 92
94 93
95 94
96 95
97 96
98 97
99 98
100 99
101 100
102 101
103 102
104 103
105 104
106 105
107 106
108 107
109 108
110 109
111 110
112 111
113 112
114 113
115 114
116 115
117 116
118 117
119 118
120 119
121 120
122 121
123 122
124 123
125 124
126 125
127 126
128 127
129 128
130 129
131 130
132 131
133 132
134 133
135 134
136 135
137 136
138 137
139 138
140 139
141 140
142 141
143 142
144 143
145 144
146 145
147 146
148 147
149 148
150 149
151 150
152 151
153 152
154 153
155 154
156 155
157 156
158 157
159 158
160 159
161 160
162 161
163 162
164 163
165 164
166 165
167 166
168 167
169 168
170 169
171 170
172 171
173 172
174 173
175 174
176 175
177 176
178 177
179 178
180 179
181 180
182 181
183 182
184 183
185 184
186 185
187 186
188 187
189 188
190 189
191 190
192 191
193 192
194 193
195 194
196 195
197 196
198 197
199 198
200 199
201 200
202 201
203 202
204 203
205 204
206 205
207 206
208 207
209 208
210 209
211 210
212 211
213 212
214 213
215 214
216 215
217 216
218 217
219 218
220 219
221 220
222 221
223 222
224 223
225 224
226 225
227 226
228 227
229 228
230 229
231 230
232 231
233 232
234 233
235 234
236 235
237 236
238 237
239 238
240 239
241 240
242 241
Episodes

Updated 242 Episodes

1
1
2
2
3
3
4
4
5
5
6
6
7
7
8
8
9
9
10
10
11
11
12
12
13
13
14
14
15
15
16
16
17
17
18
18
19
19
20
20
21
21
22
22
23
23
24
24
25
25
26
26
27
27
28
28
29
29
30
30
31
31
32
32
33
33
34
34
35
35
36
36
37
37
38
38
39
39
40
40
41
41
42
42
43
43
44
44
45
45
46
46
47
47
48
48
49
49
50
50
51
51
52
52
53
53
54
54
55
55
56
56
57
57
58
58
59
59
60
60
61
61
62
62
63
63
64
64
65
65
66
66
67
67
68
68
69
69
70
70
71
71
72
72
73
73
74
74
75
75
76
76
77
77
78
78
79
79
80
80
81
81
82
82
83
83
84
Comeback bukan episode selanjutnya
85
84
86
85
87
86
88
87
89
88
90
89
91
90
92
91
93
92
94
93
95
94
96
95
97
96
98
97
99
98
100
99
101
100
102
101
103
102
104
103
105
104
106
105
107
106
108
107
109
108
110
109
111
110
112
111
113
112
114
113
115
114
116
115
117
116
118
117
119
118
120
119
121
120
122
121
123
122
124
123
125
124
126
125
127
126
128
127
129
128
130
129
131
130
132
131
133
132
134
133
135
134
136
135
137
136
138
137
139
138
140
139
141
140
142
141
143
142
144
143
145
144
146
145
147
146
148
147
149
148
150
149
151
150
152
151
153
152
154
153
155
154
156
155
157
156
158
157
159
158
160
159
161
160
162
161
163
162
164
163
165
164
166
165
167
166
168
167
169
168
170
169
171
170
172
171
173
172
174
173
175
174
176
175
177
176
178
177
179
178
180
179
181
180
182
181
183
182
184
183
185
184
186
185
187
186
188
187
189
188
190
189
191
190
192
191
193
192
194
193
195
194
196
195
197
196
198
197
199
198
200
199
201
200
202
201
203
202
204
203
205
204
206
205
207
206
208
207
209
208
210
209
211
210
212
211
213
212
214
213
215
214
216
215
217
216
218
217
219
218
220
219
221
220
222
221
223
222
224
223
225
224
226
225
227
226
228
227
229
228
230
229
231
230
232
231
233
232
234
233
235
234
236
235
237
236
238
237
239
238
240
239
241
240
242
241

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!