Bruk!
"Aaawwshh ...bokong gue,selalu saja di tabrak sama orang" ringisan Raya terduduk di lantai supermarket.
Danzel terkejut menabrak seseorang sampai terjatuh.
"Maaf nona, saya tidak sengaja" ucap Danzel ia emang benar-benar tidak sengaja.
Raya langsung mendongakkan kepalanya dan menatap wajah Danzel. "Emang di dunia ini cowok ganteng hobi banget ya main nabrak orang, nggak di sekolahan nggak di mall sama saja" gerutu Raya sembari berdiri dan menepuk celana jeans nya dari debu.
Danzel yang mendengar gerutuan Raya hanya menaikkan satu alisnya. "Cewek aneh" gumam Danzel.
"Nona kamu tidak apa-apa?" tanya Danzel untuk memastikan kalau Raya baik-baik saja.
Raya menampilkan wajah kesalnya. "Lo kira gue baik-baik saja huh? bokong gue sakit terkena lantai".
"Ah, maaf nona saya benar-benar tidak sengaja menabrak anda, saya akan tanggung jawab atas bokong anda" balas Danzel.
Raya seketika bingung dengan ucapan Danzel, Bokong? tanggung jawab? tunggu-tunggu ini maksudnya gimana? tanggung jawab soal bokong gue? terus tanggung jawabnya kayak apa? heh? pikir Raya yang masih mencerna kalimat Danzel.
"Maksud anda itu apa ya? tanggung jawab bokong gue?" tanya Raya mengerutkan dahi.
Danzel menganggukkan kepala."Iya katanya bokong anda sakit terkena lantai, makanya saya mau bertanggung jawab, karena saya yang menyebabkan anda jatuh".
'Wajahnya tampak tidak asing, gue pernah lihat dimana sih? kenapa otak gue akhir-akhir ini lemot sekali, ya Tuhan' gumam Raya dalam hatinya.
"Nona?" sentak Danzel melihat Raya terdiam dan pandangannya kosong.
Suara Danzel membuyarkan lamunan Raya. "Hah? apa?"
"Apa kamu sedang melamun nona?" tanya Danzel.
"Tidak, gue hanya memikirkan sesuatu saja, sepertinya kita seumuran jadi jangan bicara formal sama gue,dan sepertinya wajah lo nggak asing deh tapi dimana ya gue ngeliat nya?" ucap Raya.
Danzel masih menatap wajah Raya hendak menjawab ucapan dari Raya, tiba-tiba Cesario datang dengan membawa beberapa paper bag dari toko pakaian.
"Lo ngapain ninggalin gue sih, untung aja ketemu kalo nggak gue bisa di marahin sama mommy kalo lo hilang" gerutu Cesario dia belum sadar kalau di depannya ada Raya.
"Ck, habisnya lo lama banget nyari apaan sih kok lama banget" omel Danzel ia bosan menunggu Cesario di dalam toko pakaian yang sangat terkenal.
"Nyari kolor gue, kolor gue di rumah banyak yang bolong cok gara-gara kecoa mana kecoa nya belum ketemu lagi kalo ketemu gue geprek deh tuh kecoa" celetuk Cesario.
Raya meringis mendengar kalimat dari Cesario.
"Kolor? nyari kolor aja lama banget lo kayak bunda gue kalo belanja sama lama nya"kesal Danzel.
Mereka melupakan seseorang yang sedari tadi berdiri di antara obrolan mereka.
"Ini beda bro kolor gue kolor limited edition jarang yang punya" sombong Cesario ia sangat tidak malu bicara soal kolor di depan umum.
'Nih,cowo kalo ngomong nggak pake filter mereka nggak lihat apa semua orang menatap ke arah sini, gue yang malu kamvret' kesal Raya masih menyimak obrolan mereka, Raya bukannya pergi dari sana malah masih setia mendengar obrolan mereka.
"Emang kolor apaan kok limited edition" tanya Danzel.
"Kolor power rangers bro, itu kolor udah langka dan tadi ada keluaran terbaru langsung gue beli" ucap Cesario tanpa malu.
Raya menganga mendengar perkataan Cesario, Apa dia bilang kolor power rangers? gue nggak salah dengar kan? batin Raya.
Danzel menepuk jidatnya ia baru sadar kalau disini masih ada cewek yang baru saja ia tabrak. Pasti tuh cewek mendengar ucapan absurd Cesario pikir Danzel.
"Lo kalo ngomong soal kolor lihat sekeliling lo, noh ada cewek di belakang lo" ucap Danzel.
Cesario langsung menoleh ke belakang dan ia pun terkejut kenapa ada Raya disini? ngapain dia? jangan-jangan dia tahu kalau Cesario baru saja beli kolor power rangers, wah...aib seorang Cesario sudah diketahui oleh seorang gadis cantik yang bernama Raya. Cesario sungguh ingin menghilang dari bumi betapa malu dirinya.
"Lo kenapa nggak kasih tahu kalo ada Raya bego" bisik Cesario ke Danzel.
"Ya mana gue tahu, gue lupa Ces maap deh" balas Danzel.
Cesario berdecak semoga saja Raya tidak membeberkan soal kolor kepada semua penghuni kelas 12 ipa 2, nanti image cool seorang playboy tampan bisa tercoreng gara-gara kolor power rangers.
Ekhm!
Cesario berdehem lamunan Raya langsung buyar.
"Lo ngapain ada disini?" tanya Cesario.
"Gue? lo tanya sama gue?" bukannya menjawab Raya malah balik bertanya.
Cesario gemas sekali dengan Raya rasanya ingin menyentil otak Raya. "Bukan gue tanya sama suster ngesot" kesal Cesario.
"Oh, emang ada suster ngesot di mall? baru tahu dah gue".
"Lo ternyata ngeselin juga ya, lo ngapain disini oneng?" ngegas Cesario kesabarannya setipis masker sheet di bagi menjadi 7.
"Oh, lo tanya sama gue bilang dong daritadi, gue abis jatuh, noh di tabrak sama cowok yang ada disamping lo dan katanya dia mau tanggung jawab sama bokong gue"
Cesario mengernyitkan dahi dan menoleh ke Danzel."Lo nabrak dia Zel? terus tanggung jawab sama bokong maksudnya apa? bokong dia hilang separuh gitu?"
Raya membulatkan mata mendengar ucapan Cesario."Heh, mulut lo kalo ngomong, bokong gue masih utuh nggak hilang separuh".
"Nah, terus apa tadi lo bilang tanggungjawab sama bokong lo, emang bokong lo kenapa? benjol? kalo benjol tinggal beli salep di apotik kelar dah" celetuk santai Cesario.
Rasanya Raya ingin menenggelamkan wajah Cesario di empang buaya, gara-gara omongan Cesario yang super keras itu semua orang yang lewat langsung menatap mereka, rasanya malu sekali.
"Lo kalo ngomong volume lo bisa di kecilkan nggak? tuh, semua orang pada ngeliat ke arah kita" ucap Raya sambil tunjuk ke arah orang-orang yang lewat dengan dagunya.
Cesario menggaruk rambutnya dan menyengir, ia benar-benar tidak sadar kalau dirinya masih berada di pusat perbelanjaan. Ia mengira ada di tempat parkiran.
"Kita ke tukang urut dulu" ucap Danzel.
"Ngapain?" ucap Cesario dan Raya secara bersamaan.
"Tuh, katanya bokong dia sakit abis jatuh kena lanta, makanya ke tukang urut dulu bokong dia biar nggak nyeri lagi" balas Danzel sambil tunjuk ke Raya.
Begitu mendengar perkataan Danzel, Mata Raya langsung mendelik. Heh, tukang urut? yang benar saja.
"Nggak usah, sepertinya bokong gue udah sehat kembali, lebih baik gue pulang langsung nanti mama gue bisa marah pulang terlambat" ucap Raya langsung pergi dari sana.
Cesario dan Danzel menatap cengo melihat Raya langsung pergi dari sana.
"Tuh, anak benar-benar aneh" geleng-geleng Cesario.
"Iya cewek aneh" balas Danzel.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Di markas Costa Nostra terdapat dua laki-laki yang beda generasi sedang berdiskusi tentang masalah dunia bawah. Akhir-akhir ini dunia bawah sedang kacau karena ada seseorang yang ingin merebut kekuasaan dunia bawah.
"Ada apa daddy menyuruh ku datang ke markas? ada hal yang pentingkah?" tanya Kivandra duduk di sofa dia baru saja pulang dari kantor.
"Ada seseorang yang telah membangkitkan mafia milik Lorenzo Ndra" balas Brivan.
"Apa? yang benar dad? siapa? apa daddy Darren dan ayah Agler sudah tahu tentang ini?"
"Mereka semuanya belum tahu, Mika baru saja menginformasikan bahwa akan ada badai yang akan menerjang markas kita, menurutmu siapa yang mengambil keuntungan ini?" tanya Brivan menatap wajah menantunya itu.
"Om Rajendra?" tebak Kivandra.
"Kamu benar Kivandra, Rajendra yang selama ini sudah berhasil membangkitkan kembali mafia milik Lorenzo dan dia membunuh Sam dan Ratna, dia tidak mau mafia itu jatuh ke tangan Sam apalagi Ratna Rajendra sangat membenci Ratna yang sudah mengkhianatinya. Dan sebentar lagi Rajendra akan segera ke Indonesia. Ini akan menjadi ancaman bagi mafia kita, dan mafia yang dia pimpin sekarang menyuplai narkoba dan senjata tajam ke berbagai negara. Ini harus kita hentikan Kivandra jangan sampai seluruh dunia bawah di kuasai oleh Rajendra." ucap Brivan.
"Kita perlu semuanya berkumpul dan membicarakan ini kepada semua anggota inti Costa Nostra dad, cepat atau lambat pasti om Rajendra akan segera bergerak".
"Benar, nanti daddy akan bilang ke Agler dan Kalandra untuk segera pulang ke Indonesia. Kivandra tolong jaga Casey feeling daddy Rajendra pasti sedang mengincar Casey begitu dia pulang ke Indonesia".
"Daddy tenang saja, Casey akan baik-baik saja aku pastikan om Rajendra tidak akan bisa menyakiti Casey" jawab Kivandra sambil menyakinkan daddy Brivan.
"Baiklah, pulang lah nanti istri mu khawatir kalo kamu belum sampai rumah" ucap Brivan.
"Baiklah dad, Kivandra pulang dulu kalo ada apa-apa beritahu kepada ku dad" pamit Kivandra.
"Hm Baiklah".
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 242 Episodes
Comments
A&R
/Facepalm/
2024-10-10
0
🧡🥑⃟🦆͜͡мυмυ𝓐𝔂⃝❥
tuh kan bner Rajendra😂
2023-11-07
2
Selly Rizki Melina
Next
2023-11-07
0