"Lo bawa baju olahraga nggak bro? gue males banget kalo jam pertama itu olahraga masih pagi udah harus mengeluarkan keringat,mending rebahan deh" tanya Nicholas.
Di kelas nya Casey jam pertama mereka adalah pelajaran olahraga dan kelas mereka pasti akan disatukan dengan kelas Callie 11 ips 1 karena pelajaran mereka sama di jam pertama.
"Jangan bilang lo nggak bawa baju olahraga Nich" tebak Danar.
Nicholas malah cengengesan sambil menggaruk kepala.
"Hehe gue salah bawa baju Dan, gue malah bawa kolor nya bapak Abercio pasti bokap gue nyariin nih kolor" nyengir Nicholas sambil mengibaskan kolor Abercio.
Emang anak durjana Nicholas 😪...
Semua tuyul menatap cengo Nicholas benar-benar tingkahnya di luar BMKG bisa-bisanya kolor bapaknya di bawa terus bapaknya pakai kolor siapa? eh ...
"Anjir lo ngapain bawa kolor bokap lo" celetuk Danzel.
"Gue lagi bayangin tuh om Abercio pasti lagi nyari tuh kolor kesayangannya di lemari, gak tahu aja kalo kolornya di bawa ke sekolah sama anaknya qiqiqi" kekehan Areksa.
"Yaudah lo pake aja tuh kolor buat olahraga" celetuk Danar.
"Kan gue nggak sengaja ke bawa ogeb, nih juga warnanya kenapa harus sama kan gue asal ambil nggak lihat bentuknya" ucap Nicholas sambil merucutkan bibir.
Casey langsung memberikan uang kepada Nicholas untuk membeli baju olahraga di koperasi.
"Baju olahraga di koperasi" ucap Casey sambil meletakkan uang diatas meja Nicholas.
Nicholas menatap cengo Casey apa maksudnya Casey?.
"Maksudnya pak bos?" tanya Nicholas memandangi uang yang ada di atas meja.
Pletak!
"Lo disuruh beli baju olahraga buruan sana gih, nanti kita tunggu di depan ruang ganti" ucap Danzel menyentil kepala Nicholas.
"Buruan kita ke lapangan" ucap Devano yang udah berjalan duluan bersama Casey.
Nicholas langsung lari ke arah koperasi untuk membeli baju olahraga.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Saat mereka sedang bermain basket banyak para siswi bersorak berteriak memanggil nama mereka terutama berteriak memanggil nama Casey dan Devano.
"Wuih, lihat tuh fans lo Dev banyak juga tuh tapi lebih banyak fans nya pak bos deh" ucap Nicholas tunjuk ke arah para siswi menatap kagum mereka, membuat Devano menoleh ke arah para siswi.
"Iya bener tapi kita juga nggak kalah tampan nya dengan pak bos dan Devano" sambung Danar.
"Saatnya tebar pesona bro, mumpung para ciwi-ciwi ngelirik kita" sahut Nicholas kepada Danar menaik turunkan kedua alisnya.
"Boleh juga tuh, siapa tahu ada yang nyantol salah satu dari mereka, tunjukan pesona kita bro" pekik Danar.
Sedangkan disisi lain Callie menatap malas ke arah gerombolan geng Ravestrack.
"Ck, dasar buaya rawa" umpat Callie menatap jengah ke arah mereka sambil duduk di bawah tribun.
Callie tanpa sengaja melihat Fika berjalan ke arah Casey sambil membawa sebotol air mineral.
"Ck, dedemit mulai gatel lagi tuh, gue lihatin dulu deh kalo semakin gatel gue garukin pake cangkul biar nggak kegatelan" menatap sinis Fika.
Tuk...
Tuk ..
Tuk...
"Kak Casey, Fika bawain minuman buat kakak" ucap Fika sambil menyodorkan sebotol minuman mineral.
Raya mencibir kelakuan sok manis adik kandung nya itu. "Cih, segitunya mau caper sama cowok lain gimana kalo pacarnya tahu".
Casey yang merasa di panggil namanya ia langsung menaikkan alisnya menatap malas Fika, Casey tidak menyukai wanita yang hobinya cari perhatian kepadanya.
"Kak Casey, ini minumnya aku udah beliin lho buat kakak" ucap Fika dengan suara yang sengaja di buat semakin mendayu.
Saat Kenzo lewat tiba-tiba Casey menghentikan langkah Kenzo.
"Bang" panggil Casey melihat Kenzo berjalan melewatinya.
"Kenapa Cas?" tanya Kenzo menoleh kearahnya.
"Lo hauskan?" Casey bukannya menjawab malah balik tanya.
Kenzo emang tadinya mau pergi ke kantin untuk membeli minuman soalnya tenggorokan dia kering setelah memberikan arahan kepada anggota osis setengah jam yang lalu.
"Iya gue haus Cas, ini mau ke kantin buat beli minuman" balas Kenzo.
"Tuh, ada yang mau ngasih lo minuman gratis, ambil aja" tunjuk ke arah Fika.
Fika menatap bingung ke arah Casey dan Kenzo, Sedangkan Kenzo langsung menatap ke arah Fika.
'Tuh bedak apa tepung? tebel amat' cibir Kenzo dalam hatinya.
Kenzo langsung merebut botol minuman mineral dari tangan Fika. "Thanks ya, kebetulan gue haus" Kenzo langsung membukanya dan meminumnya.
"Eh?" Fika hendak mencegah eh udah keburu di minum sama Kenzo.
Fika merucutkan bibir dan menghentakkan kaki kesal dengan temannya Casey lagi-lagi gagal deketin Casey setelah itu Fika pergi sana.
"Thanks bro, udah bantuin gue dari onde-onde" ucap Casey menepuk pundak Kenzo setelah itu Casey pergi menghampiri temannya.
"Hah? onde-onde? yang di maksud onde-onde sama Casey itu cewek yang pakai tepung di wajahnya?" gumam Kenzo.
Callie yang sedari tadi menonton hanya ketawa puas melihat Fika diabaikan oleh Casey.
"Makan tuh caper hahaha" tawa Callie membuat teman-teman yang ada di sampingnya bergirik ngeri terutama Julia.
"Lo kesambet setan iprit Cal?" tanya Julia merinding disko.
"Ini bukan setan iprit lagi Jul, tapi dedemit ganjen" balas Callie yang masih ketawa.
"Kasihan mana masih muda udah gila" gumam Julia dengan gelengan kepala.
...****************...
Tok..
Tok..
Tok..
"Masuk"
Ana masuk kedalam ruangan Kivandra dengan melenggak-lenggok tubuhnya dan Ana sengaja tiga kancing kemeja nya terlepas hingga terlihat gundukan dua gunung miliknya.
"Tuan ini dokumen nya harus di tandatangani" ucap Ana suaranya sengaja di buat selembut mungkin.
Kivandra langsung mendongakkan kepala dan kaget melihat penampilan sekretaris barunya itu, bukannya tergoda malah jijik menatap penampilan Ana.
"Dimana Arga? kenapa kau yang mengantarkan dokumennya hah" maki Kivandra menatap nyalang Ana.
Glek!
"P-pak Ar-arga sedang ada urusan tuan" balas Ana dengan terbata-bata.
"Lain kali biarkan Arga saja yang mengantarkan dokumennya, kau cukup bantu pekerjaan Arga dan saya sudah menyuruh kau untuk mengubah penampilan kau yang lebih sopan Ana, ini kantor bukan tempat hiburan sekali lagi tidak menuruti peraturan di kantor ini saya akan memecat kau, ingat itu" sentak Kivandra dengan suara dingin.
"I-iya tuan, saya akan berpenampilan lebih sopan lagi, maaf tuan" ucap Ana sedikit takut menatap Kivandra.
'Gila dia semakin cakep kalo sedang marah, hot daddy membuat gue ingin merasakan tidur di bawah kungk•ungan nya, pasti hangat' otak omes Ana.
"Hm,pergilah dan panggilkan Arga kesini" ucap Kivandra sambil memberikan dokumennya kembali setelah di tandatangani oleh Kivandra.
"Baik tuan" pamit Ana pergi dari sana.
Kivandra memijat pelipisnya dan menghembuskan nafas.
Tok..
Tok..
"Masuk"
Arga masuk kedalam ruangan dan berdiri di depan meja Kivandra.
"Anda memanggil saya tuan?" tanya Arga.
"Hm, lain kali kau jangan menyuruh Ana datang ke ruangan saya, dimana kau tadi hah" sentak Kivandra.
Glek!
"Ma-maaf tuan tadi saya ada di toilet dan tadi saya yang menyuruh Ana untuk mengantarkan dokumen" balas Arga yang sedikit takut.
"Hm, lain kali kau saja yang mengantarkan dokumennya bukan Ana dan suruh dia berpenampilan yang lebih sopan lagi" pinta Kivandra.
"Ba-baik tuan".
"Hm" balas singkat Kivandra.
'Gini amat punya bos dingin dan galak' gerutu Arga dalam hatinya.
...----------------...
Thanks for reading 🤗❤️😘......
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 242 Episodes
Comments
Eka Chusnul Msi
ya ampunn... sama randomnya kek bapaknya 🤣🤣🤣
2024-03-05
0
Endangdaman
/Joyful//Joyful//Joyful//Joyful//Joyful/🤣🤣🤣🤣
2023-12-21
0
Yoni Hartati
kenapa sih tdk pecat atau bunuh aja jalang pelakor ini
2023-12-15
1