Raya yang sedang menjaga di bagian kasir ia sambil menatapi Casey dari kejauhan.
"Dari kejauhan saja masih kelihatan tampan tapi sayang sikapnya sangat dingin" gumam Raya menatap Casey yang tengah menelpon seseorang entah siapa.
"Tapi kenapa sodara kembarnya sangat berbeda dengan dia yang seperti kulkas dingin nya minta ampun deh". gumam Raya sembari geleng-geleng.
Casey merasa ada seseorang yang memperhatikan dirinya langsung menoleh ke arah Raya, seketika Raya salah tingkah di tatap oleh Casey.
'Aish...ngapain tuh anak lihatin ke sini apa dia sadar ya daritadi gue lihatin dia makanya dia langsung menoleh ke sini' gerutu Raya dalam hati.
Casey menaikkan alisnya keatas menatap bingung Raya. 'Cewek nggak jelas'. ucapnya
Casey saat ini sedang mengerjakan tugas dari daddy Kivandra untuk mencari tahu tentang Marcel Weisz. Dengan kelincahan jari tangannya ia mengotak-atik laptop untuk membobol data keluarga Weisz dan Abraham.
Setelah beberapa menit senyum miring tercetak di sudut bibir Casey.
"Dapat" gumam Casey.
Setelah selesai ia beralih menatap Raya yang tengah melayani pengunjung dan tidak di sangka di luar sana hujan turun sangat deras, Casey berdecak ia tidak membawa jas hujan bagaimana ia pulangnya nanti terpaksa ia akan menunggu hujan reda di kafe.
Casey mengirimkan chat kepada mommy untuk pulang terlambat karena terjebak hujan setelah mengirimkan chat Casey kembali menatap Raya.
"Lo siapa kenapa membuat gue semakin penasaran cewek yang tingkahnya aneh" ucap Casey.
Bagi Casey Raya adalah cewek yang tingkahnya aneh dan konyol membuat dirinya penasaran sosok seorang Raya kenapa dia dan adik kandungnya tidak akur.
Disisi lain Raya menatap aneh Casey. "Ngapain tuh kulkas daritadi lihatin gue terus, demen kali ama gue dih sadar Raya mana mungkin tuh kulkas demen sama lo ibarat dia langit dan lo itu cuman remahaan kerupuk yang udah berserakan dimana-mana dan lagi nya dia dari keluarga sultan mana bisa gue bersanding dengan kulkas".
Casey melihat hujan sedikit reda ia langsung memasukan laptop ke dalam setelah selesai ia berjalan menuju kasir, Casey ingin membeli beberapa kue untuk Callie karena dia pasti membutuhkan cemilan disaat cuaca dingin seperti ini. Uh...abang idaman 😘.
'Waduh gawat dia mau kesini' panik Raya ia langsung menghilangkan rasa gugupnya.
Ehkm!
Raya terperanjat mendengar suara deheman Casey.
"Red Velvet 4 potong" ucap Casey.
"Hah?" otak Raya tidak bisa memahami perkataan dari si kulkas 20 pintu.
"Ck, gue mau beli red Velvet 4 potong" Casey mengulangi perkataan nya lagi.
"Oh bilang dong dari tadi kan gue nggak tahu maksud lo" ucap Raya sambil mengambil red Velvet 4 potong kedalam kotak kardus.
Casey menyodorkan black card kepada Raya, Raya terkejut menatap black card ia menelan saliva dengan pelan.
'Busyet dia setajir ini punya black card gue kalah dari dia punya aja kagak, pake ini bisa buat beli apa aja ya? kebayang gue punya kartu ini pasti gue udah langsung pergi dari rumah' batin Raya masih menatap black card.
"Sampai kapan lo menatap black card gue?" suara dingin Casey membuyarkan kesadaran Raya, ia langsung mengambil kartu tersebut dan menggesekkan ke mesin kartu.
Raya merutui kebodohannya bisa-bisanya dia kelihatan tidak pernah melihat black card. Raya mengembalikan black card kembali kepada Casey setelah selesai melakukan transaksi.
"Terimakasih udah mampir ke kafe kami" ucap Raya sambil tersenyum canggung.
"Hm, pulang jam berapa?" tanya Casey dengan wajah datar.
"Jam 9 malam" jawab Raya, dalam hatinya kenapa Casey menanyakan jam berapa dirinya pulang.
Casey langsung meninggalkan Raya yang masih bengong tanpa menjawab ucapan Raya.
"Hah? gue kira dia mau nganter gue pulang tadi dia tanya jam berapa gue pulangnya, dasar Raya ngapain lo berharap sama cowok kulkas kek dia, terus ngapain dia tanya" heran Raya menatap Casey yang udah pergi jauh dari sana.
Sebenarnya Casey cuman ingin tahu saja jam bekerja Raya di kafe sampai jam berapa tidak ada maksud tertentu.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Di belahan negara Los Angeles ada seorang laki-laki yang berusia 18 tahun tengah menikmati keindahan dunia malam di sebuah club malam.
Seorang laki-laki muda tersebut sedang menghabiskan waktunya dengan menyewa wanita murahan yang sedang bergelayutan manja di pangkuannya sedangkan teman yang lainnya juga seperti laki-laki muda tersebut menyewa wanita murahan.
"Apa lo yakin akan pergi ke Indonesia sendirian bro? apa lo tidak akan ketahuan sama bokap lo" ucap Evan.
"Ck, kalo kalian mau ikut gue silahkan kita bisa mendirikan geng motor kita di sana sekalian gue mau membalas dendam karena bokap gue di usir dari Indonesia dan mereka membunuh keluarga bokap gue" balas laki-laki muda tersebut.
"Tapi kan kata bokap lo katanya tidak perlu balas dendam pada mereka dan tidak perlu kembali lagi ke Indonesia karena berkat mereka kehidupan bokap lo jadi tenang dan damai, sampai sekarang kehidupan bokap lo tidak seperti dulu lagi yang susah untuk mencukupi kebutuhannya sekarang sudah sukses di rancah dunia bisnis" sergah Luwis.
Laki-laki muda tersebut mera•ba pa•ha wanita murahan dengan mengendus lehernya.
"Itu semua bukan berkat mereka tapi berkat mami gue yang udah menolong papi saat papi tidak punya apa-apa awal datang ke negara orang lain dan pada akhirnya papi setuju untuk menikah dengan mami jadi bukan berkat mereka, gue akan tetap membalas rasa sakit papi selama ini walaupun papi bilang seperti itu gue rasa gue akan tetap melakukannya , kalian mau ikut gue ke Indonesia?" tanya laki-laki muda itu.
"Tapi bagaimana lo beritahu kepada bokap lo kalo mau pergi ke Indonesia? tapi tetap saja ini semua berkat mereka,coba saja kalo mereka tidak menyuruh bokap lo untuk pergi ke negara LA pasti bokap lo nggak akan bertemu dengan nyokap lo dan lo nggak akan pernah ada" sahut Edward menenggak satu sloki wine.
"Tenang saja itu masalah gampang bagi gue, jadi kalian mau ikut atau tidak? sekalian kita akan mendirikan geng motor kita di sana katanya disana ada geng motor yang paling di takuti dan kebetulan ketua geng nya adalah anak mereka" senyum miring laki-laki muda.
"Boleh juga tuh, kita sudah sering berpergian ke seluruh negara tapi kita belum pernah pergi ke Indonesia, gue juga pernasaran sama ketua geng itu dia sangat terkenal dingin dan sadis bro, nama geng nya gue lupa" sambung Michelle.
"Ravestrack kalo nggak salah, dan di anggota inti mereka ada adik kandung dari ketuanya dan dia playboy sangat menyukai wanita bagaimana kalo lo perlu mengajak adik lo yang cantik itu untuk mendekati adiknya" saran licik dari Edward.
"Gimana Marvel apa lo akan setuju dengan saran dari Edward? tanya Luwis.
Ya laki-laki muda tersebut adalah Marvel anak dari Luffy masih kenal dengan Luffy? hayo siapa coba...ada di S1.
"Boleh juga dia pasti akan menyukainya apalagi melihat cowok tampan dan kekar" senyum smirk Marvel.
"Pasti itu Elnara akan sangat menyukai nya karena dia pencinta cogan dan roti sobek, jadi kapan kita akan berangkat?" tanya Evan.
"Secepatnya akan gue usahakan untuk merayu papi gue untuk pergi ke Indonesia" balas Marvel yang sudah bangkit dan berdiri mengajak wanita bayarannya untuk pergi dari sana.
"Mau kemana lo?" tanya Michelle melihat Marvel yang ingin pergi.
"Lo nggak tahu Marvel saja bro, dia pasti akan menghabiskan one night stand dengan wanita jala•ngnya, kan dia kesini cuman ingin itu" balas Luwis.
Marvel tidak menjawab pertanyaan Michelle ia langsung pergi ke kamar vvip yang sudah ia pesan untuk menghabiskan one night stand dengan wanitanya.
Kehidupan kedua anak Luffy sangatlah bebas dan sering sekali menghabiskan malamnya dengan menyewa wanita dan anak perempuan nya sama seperti Marvel bedanya Elnara sering bergonta-ganti kekasih dan berakhir di kamar hotel.
...****************...
...Visual Marvel...
...Visual Michelle...
...Visual Edward...
...Visual Luwis...
...Visual Evan...
...Visual Elnara...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 242 Episodes
Comments
Alejandra
Semoga Cesario bisa membedakan mana cewek baik", mana yang ulat bulu...
2024-08-31
0
Alejandra
Anaknya Luffy...
2024-08-31
0
latishaura
tau gt dulu dibunuh aja
2024-03-13
0