"Kamu abis darimana Raya" suara tegas mama Raya melihat Raya baru saja masuk kedalam rumah.
Raya pun menghentikan langkahnya dan menoleh ke arah mama. "Dari mall mah" balasnya.
"Bukannya pulang sekolah belajar malah keluyuran ke mall, lihat adik kamu pulang sekolah langsung belajar contoh tuh kayak adik kamu" omel mama Raya.
Raya yang mendengar perkataan mama langsung membola malas matanya selalu saja di banding-bandingkan dengan adik kandungnya, sebenarnya Raya sudah sangat jengah melihat kelakuan adik kandungnya selalu saja mencari perhatian mama dan papa, apalagi semua yang Raya miliki selalu saja di rebut sama adik kandung Raya. Mulai dari baju hingga pacar Raya pun dia rebut, dengan cara memfitnah Raya didepan mantan pacarnya. Sampai sekarang ini dia masih berpacaran dengan mantan pacar Raya hasil merampas dari kakaknya.
"Sudah mah, jangan marahin kak Raya mungkin kak Raya pergi ke mall untuk beli sesuatu yang penting mah" ucap Fika yang berpura-pura polos.
Raya berdecih melihat wajah polos adiknya.'Kalo bukan adik kandung udah gue tendang dari sini' batinnya.
"Sudahlah mama jangan marahin Raya lagi, apa yang di katakan oleh Fika ada benarnya juga siapa tahu Raya mampir ke mall untuk beli sesuatu yang penting, Raya kamu segera ganti baju dan makan malam bersama kita" sambung papa Raya.
Raya pun langsung bergegas ke lantai atas menuju kamarnya tanpa membalas perkataan dari papanya.
Setelah beberapa menit Raya pun keluar dari kamar lalu ia melangkahkan kaki untuk menuruni anak tangga menuju ruang makan, sebenarnya Raya sangat malas untuk makan malam bersama keluarga tapi kalau bukan karena perut keroncongan Raya tidak mau satu meja dengan adik kandung berkedok pick me.
Tuk...
Tuk..
Tuk..
Dari dulu adiknya sangat iri dengan Raya kakak kandungnya, bagi adiknya kehidupan Raya sangatlah sempurna, sabuk hitam taekwondo, memiliki paras yang cantik, semua cowok selalu mendekati Raya termasuk crush nya Fika, Raya sangat pintar dari Fika,yang membuat Fika semakin iri dan dengki adalah Raya berpacaran dengan crush yang selama ini Fika incar. Dengan berbagai macam cara untuk menggagalkan hubungan Raya dengan crush nya Fika dengan teganya memfitnah kakak kandungnya sendiri dengan menyebar informasi yang membuat kedua orangtuanya sangat geram dan dari situ lah kedua orang tua Raya sekarang lebih menyayangi Fika daripada Raya.
Selalu saja Raya di salahkan dimata mereka Raya adalah anak yang nakal dan pembangkang, Fika memfitnah Raya dengan menyebarkan foto dan video panas Raya dengan cowok lain, padahal Raya sama sekali tidak pernah melakukannya toh dia masih tetap virgi•n, namun lain hal dengan kedua orangtuanya mereka sangat percaya dengan berita yang dibuat oleh Fika menelan mentah-mentah berita tersebut tanpa mencari kebenaran terlebih dahulu.
Disekolah nya dulu Raya selalu saja di cemooh oleh semua para siswa di sekolahan dan juga para sahabatnya memilih untuk memutuskan hubungan persahabatan dengan Raya, Raya disebut Jala•ng murah. Semua orang beranggapan bahwa Raya sudah tidak virgi•n lagi. Dari situ lah Raya sudah hilang respek terhadap Fika, Fika benar-benar cewek pintar memanipulasi semuanya dan berpura-pura polos didepan semua orang bahkan mantan sahabatnya dia rebut.
Entah dari mana Fika memiliki ide gila semacam itu di otak dia, tapi Raya berterima kasih kepada Fika karena berkat Fika dia tahu soal ketulusan ketiga sahabatnya itu ternyata mereka bertiga bukan sahabat yang baik bagi Raya saat Raya di fitnah malah mereka bertiga dengan kompaknya membenci Raya dan memutuskan persahabatan mereka berempat.
Benar-benar sahabat munafik, tidak ada yang tulus di dunia ini. Raya tidak berniat untuk mengembalikan nama baik dia, Raya sudah lelah dengan semuanya biarlah waktu yang menjawab toh, fitnah tersebut bisa membuat dosa dia semakin berkurang.
Kalau sudah di cap nakal ya sekalian Raya mewujudkan keinginan mereka sesuai apa yang sudah Fika sebar. Raya masih memiliki rasa kasihan kepada Fika karena Fika adalah adik kandung Raya sendiri kalau bukan adik kandung sudah di pastikan Fika akan di tendang oleh Raya dari rumahnya.
Raya menggeret kursi dan duduk di sebelah Fika, Fika melirik sinis ke arah Raya. Raya tahu akan hal itu tapi Raya abaikan tatapan sinis Fika.
"Kak, besok aku sudah pindah ke sekolah nya kakak" ucap Fika dengan wajah polos.
Wajah Fika sangat biasa saja dibandingkan dengan Raya sangat jauh sekali. Raya seketika tersedak makanan mendengar ucapan Fika, apa pindah? kenapa dia hobi sekali mengikuti Raya kemanapun ia pergi.
"Ada apa dengan sekolah mu? kenapa kamu pindah? ada masalah? apa mereka sudah tahu kelakuan mu yang sebenarnya?" cerca pertanyaan dari Raya.
Deg!
Tubuh Fika menegang jangan sampai kedua orangtuanya bertanya soal pertanyaan yang baru saja Raya lontarkan.
"M-maksud kakak apa? Fika tidak mempunyai masalah kak, dan kelakuan Fika yang sebenarnya itu apa kak? emang Fika selama ini membuat masalah?" dusta Fika.
"Ck, munafik dasar pick me" cibir Raya dengan sedikit menyunggingkan sudut bibirnya.
"Raya jaga omongan mu, dia adik kandung kamu" maki mama Raya.
Mata Fika sudah berkaca-kaca mendengar cibiran dari Raya. "Hiks, kakak kenapa selalu saja mengatai ku pick me apa salah aku kak"
'Dih, mulai deh drama bikin mood makan malam gue ancur seketika' gerutu Raya dalam hati.
"Raya lihat lah gara-gara omongan mu Fika jadi menangis ini semua gara-gara kamu, salah Fika apa Raya kenapa kamu selalu saja mencibir adik kandung kamu sendiri bisakah kalian itu akur" omel papa Raya.
Raya sudah menatap jengah drama yang di buat Fika malam ini selalu saja Raya yang di marahi. Raya tanpa ba-bi-bu ia langsung bangkit dan berdiri meninggalkan ruang makan terpaksa ia tidak makan makan gara-gara drama pick me.
"RAYA" teriak papa Raya melihat anaknya pergi dari sana tanpa memperdulikan perkataan orang tuanya.
"Sudahlah mas,biarkan saja dia pergi dia benar-benar anak yang tidak tahu diri selalu membangkang terhadap kedua orangtuanya" ucap mama Raya.
Papa Raya menghela nafas dan menoleh ke arah Fika yang masih menangis.
"Sudah Fika jangan menangis, maafkan ucapan kakak kamu Fika mungkin kakak kamu sedang ada masalah, sudah lah berhenti menangis dan lanjutkan makanan mu" ucap papa Raya.
"Hiks...hiks..baik pah, Fika sudah maafin kak Raya pah" balas Fika dengan mengangkat sudut bibir ke atas tanpa di sadari oleh mereka berdua.
...****************...
Di pusat perbelanjaan ibukota Hana bersama Kivandra sedang berbelanja kebutuhan sehari-hari, saat Hana pergi ke rak makanan ia tidak sengaja menabrak seseorang.
Bruk!
"Maaf nggak sengaja" ucap Hana menabrak seseorang, menatap seseorang yang sedang memunguti barang yang berserakan di lantai.
"Ah,tidak apa-apa justru saya yang salah tidak melihat anda, maaf" balas seseorang sambil memunguti barang yang jatuh di lantai.
Deg!
'Kenapa suaranya familiar banget, ah tidak mungkin' Hana menepis pikiran tentang pemilik suara seseorang yang baru saja ia tabrak.
Saat seseorang itu berdiri dan saling berhadapan, mata mereka saling bertemu dan Hana terkejut apa yang ia lihat di depan matanya sendiri. Begitu juga seseorang melihat wajah Hana membuat kepalanya pusing.
Deg!
"Bang Galang? tidak mungkin" gumam lirih Hana.
...----------------...
...Visual Fika...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 242 Episodes
Comments
beybi T.Halim
hobi banget Pada tabrakan yah🙄
2025-01-03
0
Alejandra
Kisah Hana terulang kembali, bedanya ini saudara kandung bukan saudara angkat...
2024-08-31
0
Eric ardy Yahya
kayaknya si Fika ini Yera versi keduanya . sama kayak siapapun apalagi 5 wanita jijik itu . kayaknya Raya dan Hana adalah orang yang berbeda dengan kisah yang sama.
2024-01-10
1