"Boleh duduk di sini nggak?" tanya Fika menatap ke semua para tuyul.
Semua para tuyul langsung menatap sinis ke arah Fika.
"Lo ngapain ke sini dedemit?" tanya Callie menatap nyalang Fika.
Fika pun menatap sengit Callie. "Dan lo ngapain duduk disini diantara banyak cowok-cowok mana nempel sama cowok lagi, jadi cewek jangan murah dong dan lo ngajak temen cupu lo duduk bareng mereka,dih cewek macam apa kalian berdua, gue kesini mau numpang duduk emang nggak boleh hah?" sinis Fika dengan suaranya sengaja di buat tinggi agar penghuni kantin mendengar, padahal Fika belum tahu siapa Callie.
Sedangkan Raya yang mendengar perkataan Fika, seketika ingin pergi dari sana betapa bodohnya adik kandungnya itu.
Semua para tuyul tertawa bersamaan mendengar ocehan Fika, sepertinya dia tidak mencari tahu siapa Callie sebelum bicara. Apalagi para penghuni kantin langsung mencibir Fika yang betapa beg0 nya otak dia.
Telinga Fika seolah menjadi tuli ia tidak mendengar cibiran dari penghuni kantin.
Sedangkan Casey, Cesario dan Kenzo rahang mereka mengeras tangan mengepal menatap tajam Fika, mereka tidak suka kalau ada yang mengatai Callie seorang gadis murahan.
"Heh, mbak dedemit lo tahu siapa Callie huh?" tanya Azlan sambil tunjuk ke arah Callie.
"Heh, nama gue bukan mbak dedemit tapi Fika" seru Fika menatap tidak suka ke arah Azlan.
"Oh, cewek pick me" sahut Danar tersenyum miring.
"Gue bukan cewek pick me asal lo tahu" decak Fika.
Casey masih menatap tajam Fika sembari tersenyum miring tipis. "Gue tandain lo" desis Casey dalam hatinya.
"Terus kalo bukan cewek pick me,lo ngapain ke sini dan minta duduk kan masih banyak tuh meja kosong disini sudah penuh mbak atau mata lo rabun" cibir Cesario ia benar-benar geram dengan Fika yang udah mengatai Callie seorang gadis murahan.
Fika langsung menatap sekeliling emang benar masih ada meja kosong, setelah itu pandangan Fika beralih ke arah Callie dan Julia.
"Noh, terus mereka apa? kenapa mereka di perbolehkan duduk di meja kalian, berarti mereka sama-sama cewek pick me dong" ucap Fika ia tidak mau kalah.
"Hei, mbak lo baru keluar dari goa? lo nggak tahu siapa Callie? Ces, beritahu dia siapa Callie" balas Fathan sambil menyuruh Cesario untuk menjawab.
Fika menoleh kearah Fathan, Fika mengerutkan kening emang siapa dia? palingan juga cewek miskin yang selalu tebar pesona.
Sudut bibir Cesario menyungging ke atas. "Lo ingin tahu siapa Callie huh?tapi nanti kalo udah tahu gue takutnya lo malu sendiri dan berakhir pindah sekolah".
"Cih, gue nggak akan pindah sekolah lagi karena..." Fika melirik sebentar kearah Casey setelah itu ia melanjutkan kalimatnya."Karena ada calon pacar gue".
Para tuyul tertawa ngakak mereka sudah bisa menebak siapa calon pacar yang dia maksudkan. Bukan hanya para tuyul saja yang tertawa bahkan seluruh penghuni kantin juga ikutan menertawai kebodohan seorang Fika.
Sedangkan di meja Raya, Raya rasanya ingin mengumpati adik kandungnya dan menggetok kepala Fika menariknya dari sana.
"Tuh, anak sepertinya murid baru ya? makanya dia belum tahu siapa mereka terutama adiknya Casey" celetuk Freya. Raya hanya diam tidak menjawab pertanyaan Freya, sejujurnya ia sangatlah malu sekali mempunyai adik seperti Fika.
"Heh, bangun mbak ini udah siang jangan kebanyakan halu nanti bisa jadi pasien RSJ lo" ucap Nicholas terkekeh kecil.
"Tapi gue nggak halu ya, cepat atau lambat pasti dia akan jadi pacar gue" dengan pedenya Fika mengatakan kalau Casey akan menjadi pacarnya kelak.
"Emang calon pacar lo siapa?" tanya Callie menatap nyalang ia yakin pasti abang Casey menurut Callie.
Fika masih menatap sengit Callie, bagi Fika Callie adalah saingannya sekarang untuk mendapatkan Casey.
"Kak Casey yang ada di samping lo itu, dia calon pacar gue asal lo tahu" balas Fika dengan bangga.
Para tuyul di kagetkan oleh kedatangan medusa secara tiba-tiba menarik rambut Fika dengan kencang, bukan hanya mereka saja yang menganga melihat aksi medusa alias Medina tapi para penghuni kantin juga terkejut dengan Medina yang tiba-tiba menjambak rambut panjang Fika.
Sreeek!
"Awssshhh.... heh cewek gila lo ngapain narik rambut gue hah!" sungut Fika berusaha melepaskan tangan Medina dari rambutnya.
"Gue bukan cewek gila asal lo tahu calon pacar yang lo sebut itu pacar gue, pick me" sentak Medina semakin kuat menjambak rambut Fika.
Cesario menahan tawanya dan melirik ke arah Casey."Selera lo kenapa turun dratis bang, dari bidadari menjadi setan jelek kek dia" ejek Cesario mendapatkan tatapan tajam Casey membuat Cesario kesulitan menelan salivanya.
Fika melotot melirik ke Medina ia menelisik penampilan Medina,menurut Fika cewek modelan kek Medina bukan tipe nya Casey ,masih cantikan dirinya ketimbang Medina.
"Gue nggak yakin kalo lo pacarnya kak Casey" sungut Fika sambil ikutan menjambak rambut Medina.
Terjadilah mereka saling tarik-menarik antara rambut Fika dan Medina.
Sreeek!!
Srekkk!!
Semua penghuni kantin seketika menjadi heboh banyak yang mendukung mereka yang sedang saling menarik rambut mereka. Teruma geng Ravestrack mereka lebih suka menonton keributan daripada ikutan ribut.
"Wow... lanjutkan sampai keduanya botak , gue suka keributan kawal berdua sampai botak kembar" seru Nicholas.
"Gue setuju, kalo perlu bikin masuk ke IGD" sambung Kenzo.
Keadaan Fika dan Medina sekarang ini mirip dengan gembel dengan rambut acak-acakan dan wajah mereka di penuhi dengan cakaran.
"Ada gunanya juga Medusa buat jadi tameng lo dari cewek centil" ucap Areksa menoleh ke Casey.
"Hm" balas singkat Casey ia sudah tidak menatap perkelahian mereka berdua sekarang Casey tengah fokus dengan ipadnya.
"Untung gue nggak perlu membuat tangan gue kotor" sinis Callie.
Mereka semua tidak ada berniat untuk memisahkan Medina dan Fika bahkan Raya sendiri hanya diam melihat adik kandungnya bertengkar dengan Medina.
Kenzo selaku ketua osis langsung menghampiri Bu Dora di ruang BK untuk segera memisahkan mereka berdua.
Setelah beberapa menit Kenzo datang bersama Bu Dora suasana kantin sangat ricuh dan ramai ada yang menjadikannya taruhan siapa yang menang antara Medina dengan Fika ada juga yang mendokumentasikan adegan berantem mereka berdua dan menguploadnya di group sekolah. Sedangkan Casey hanya diam mengamati suasana kantin, Casey punya cara sendiri untuk menghadapi tikus seperti mereka kalau mereka sudah di luar batas.
"BERHENTI" teriak Bu Dora seketika penghuni kantin yang sedang menonton langsung menyingkir dari sana.
Kecuali Medina dan Fika mereka masih tetap berkelahi walaupun Bu Dora dan Kenzo sudah datang.
"MEDINA FIKA KALIAN BERHENTI BERKELAHI" teriak kencang Bu Dora sambil melerai mereka dibantu oleh Kenzo.
Kenzo tengah menarik ujung kerah Fika sedangkan Bu Dora menarik tubuh Medina tentu saja dengan tubuh bu Dora yang gendut dia berhasil menarik tubuh Medina.
"Kalian ini bisa-bisanya berkelahi disaat jam istirahat dan mengganggu siswa lain untuk makan siang, kalian ikut ibu ke ruangan BK sekarang juga, dan kamu Fika masih setengah hari masuk udah bikin ulah saja kamu" sentak Bu Dora menatap tajam ke mereka berdua.
"Tapi bu dia duluan yang mulai bukan aku" bantah Fika membuat Medina mendelik ia tidak terima.
"Eh, kok jadi gue sih! kan lo duluan ngaku kalo Casey calon pacar lo ya gue marah dong sebagai pacarnya Casey" Maki Medina tak ingin kalah dengan Fika.
"Sudah...Stop! kalian berhenti kalian itu yang kebanyakan halu, jadi ikut ibu sekarang juga, buruan!" pekik Bu Dora.
Huhuhu....semua penghuni kantin mencibir dan menyoraki Medina dan Fika.
'Ck, ini semuanya gara-gara murid baru sok banget mau deketin Casey, hanya gue yang bisa miliki Casey' batin Medina dengan kesal.
'Cuih, awas saja lo nenek peot gara-gara lo gue gagal deketin kak Casey' gerutu Fika dalam hatinya.
Dengan terpaksa mereka pun mengikuti Bu Dora dan di belakang mereka ada Kenzo mengawal mereka ke ruangan Bk.
Disisi lain Raya sangat kecewa dengan kelakuan Fika, padahal Fika masih mempunyai pacar walaupun itu hasil merebut dari kakaknya sendiri. Kurang apa coba mantan cowok Raya yang kini telah menjadi pacarnya Fika, masih saja dia menginginkan cowok lain.
'Ck, dasar serakah' cibir Raya dalam hatinya.
Casey menoleh dan menatap Raya dari kejauhan dengan pandangan yang sulit diartikan. 'Jadi dia adik kandung lo' batin Casey yang tidak sengaja mendengar kata batin Raya.
'Boleh juga' lanjutnya tersenyum miring.
...----------------...
Maaf sebelumnya kalau ada kata yang disisipkan dengan tanda • contohnya Jala•ng biar nggak kena sensor dan itu bukan karena typo, kalau tanpa tanda • pasti akan terkena sensor 🙏....
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 242 Episodes
Comments
lady daisy
thor kok casey bisa sgr suara batin org
2023-11-19
0
xixi
crazy up
2023-11-11
0
Marisa Official
lanjut thorr
2023-11-11
0