Chapter 17 | Invansi Bandit

...Chapter 17 | Invansi Bandit....

Shanti.

Nama nya Shanti, 22 tahun. Shanti dilahirkan dalam keluarga bangsawan kerajaan Alexandria yang penuh liku-liku sampai membuat nya menjadi bandit di daerah perbatasan.

Saat usianya genap 16 tahun, Shanti menerima Karunia Skill Telepati.

Sebuah kemampuan dimana memungkinkan pengguna skill mampu berkomunikasi batin dengan target yang dituju tanpa batas ruang dan waktu. Selain itu, Shanti juga dapat mendengar suara batin target yang di sentuh nya.

Karunia Skill Telepati merupakan Karunia skill yang langka meski begitu Keluarga Shanti tidak menyukainya hingga membuat Shanti di usir dari rumah karena karunia skill milik nya saat usia nya masih genap 17 tahun.

Selama bertahun-tahun, Shanti hidup berpindah dari satu tempat ke tempat yang lain hingga akhirnya dia menjadi salah satu kelompok bandit yang dipimpin oleh Edgar.

Waktu pun berlalu dengan cepat dan saat ini, Shanti sudah menjadi tangan kanan bos bahkan seluruh anggota memuja dan menghormati Shanti.

Lalu, Shanti juga merasa nyaman hidup bersama para bandit.

Setelah mendapatkan laporan dari Beru, Shanti bersama dengan bos serta anggota yang lain berjalan menuju desa gurun.

Berdasarkan laporan Beru, desa itu memiliki sumber daya berlimpah serta harta berharga terlebih lagi penduduk nya hanya pengungsi yang rata-rata wanita dan anak-anak.

Beberapa saat kemudian, mereka pun tiba di jarak yang tidak jauh dari desa Oasis dan salah satu bandit menyerukan penemuan nya.

"Kakak, ucapan Beru benar! Ada desa disini!"

Shanti yang melihat itu, dia mengerutkan keningnya dan menghela nafas panjang.

"Iya, saya melihat nya. Saya pikir Beru membual tapi dia mengatakan yang sebenarnya," jawab Shanti.

Memahami itu, Shanti melakukan komunikasi telepati dengan Beru.

"Oi, Beru. Kami sudah menemukan desa yang kamu informasi kan dan kami sudah berada di dekat nya. Bagaimana dengan status nya?"

"Bagus. Semua orang sudah tertidur. Sekarang waktu terbaik untuk menyerang! Juga, saya sudah membuka gerbang," jawab Beru dari telepati.

Mendengar itu, Shanti tersenyum kecil.

"Kerja bagus!"

Lalu, Shanti mengakhiri telepati nya dan melangkah untuk mengkonfirmasi nya pernyataan Beru yang mana Shanti melihat pintu gerbang desa memang sudah terbuka.

"Ini sungguh mudah," gumam remeh Shanti dengan senyuman kecil dan tolak pinggang.

Setelah itu, Shanti melaporkan kepada pemimpin nya, Edgar.

Edgar, pria 30 tahun yang memiliki tubuh yang besar dengan tinggi 2 meter lebih. Rambut nya panjang orange serta tubuhnya penuh dengan otot.

Edgar mengunakan kapak yang besar yang biasa nya orang pada umumnya kesulitan untuk mengangkat nya namun, Edgar dengan mudah mengangkat kapak besar nya memakai satu tangan saja.

Juga, Edgar memiliki temperamen yang buruk bahkan saat marah, seluruh anggota nya merinding ketakutan.

(Edgar)

Setelah mendapatkan laporan dari Shanti, Edgar sontak tersenyum lebar.

"Hahaha ... Kita beruntung. Mari kita berpesta!"

"OOO!" seru senang semua bandit dengan mengangkat tangan yang memegang senjata mereka masing-masing.

Seusai itu, Edgar yang memimpin sekitar 50 anggota berjalan secara mengendap-endap ke gerbang desa.

Edgar dan kelompoknya berjalan pelan tanpa mengunakan cahaya sedikit pun baik obor atau batu sihir. Mereka hanya mengandalkan cahaya bulan dan bintang-bintang.

Sesampainya di depan gerbang, Edgar dan lainnya merasakan sesuatu yang aneh yakni secara tiba-tiba mereka tidak merasakan tanah dibawah kaki nya lagi.

"Eh?" gumam heran Edgar seraya menoleh kebawah.

Sesaat itu juga Edgar dan lain nya terjatuh kedalam lubang yang lebar namun, didasar parit bukanlah paku melainkan air.

Edgar dan lainnya sontak menjadi panik dan marah.

"Bdebah! Bagaimana bisa mereka menempatkan parit tidak terlihat seperti ini?!" seru kesal Edgar.

Lalu, Shanti yang bisa berenang dengan cepat ke permukaan.

"Bagaimana bisa? Sihir ilusi kah?" gumam heran Shanti.

Tak lama kemudian, satu persatu batu sihir menerangi sisi lain parit dan atas gerbang serta memperlihatkan beberapa orang disana.

Shanti dan Edgar yang melihat itu sontak terkejut lantaran mereka menyadari bahwa mereka masuk kedalam jebakan.

Memahami itu, Edgar sontak kesal dan berontak.

"Bdebah! Jangan meremehkan kami!" Kita bi-"

Sebelum menyelesaikan kalimatnya, Edgar dan bandit lainnya yang ada di sungai langsung panik melihat bahwa air di parit berlahan membeku dan tubuh mereka tidak bisa digerakkan serta menggigil.

"Bdebah!" geram kesal Shanti yang ada di permukaan.

Lalu, Shanti mengunakan telepati nya kepada Beru.

"Oi, sampah! Apa maksud nya ini?!" ucap kesal Shanti.

Namun, Beru sama sekali tidak menjawab dan terdiam.

Memahami itu, Shanti semakin marah dengan Beru.

"Beru sialan! Saya tidak akan memaafkan mu!" geram batin kesal Shanti.

Meski begitu, Shanti terheran.

"Bagaimana bisa Beru mengkhianati kita?" batin analisa Shanti.

Disisi lain, Edgar yang merasa terhina. Dia sontak marah.

"Hahaha! Kalian pikir jebakan rendahan seperti ini bisa menghentikan ku!"

Seusai mengatakan itu, Edgar mengunakan segenap kekuatan nya.

"Aaaaa!" teriak Edgar.

Lalu, Edgar pun berhasil melepaskan diri dari air beku dan langsung melompat ke sisi parit.

"Mati kau, bocah!" seru Edgar yang melompat kearah Nolan.

Nolan pun hanya memberikan senyuman kecil kepada Edgar yang sudah berada di dekat nya.

Edgar dengan percaya diri mengayunkan kapak nya kearah Nolan akan tetapi, tiba-tiba dia mendengar suara pria yang merapalkan skill.

"Air Shield."

Sesaat kemudian muncul sebuah perisai angin yang menghalangi laju kapak Edgar.

Tak!

Edgar sontak terheran dan mengerutkan keningnya.

"Apa?!"

Dan, sihir itu berasal dari Noah yang berada tidak jauh dari Nolan.

Disaat yang bersamaan, Bong So yang juga berada di dekat Nolan. Dia sontak mendorong badan Edgar yang membuat nya terbang jauh ke tengah gurun.

Shanti dan semua anggota bandit terkejut melihat bos mereka yang dikenal kuat dan berat di terbang kan oleh gadis bertubuh ramping.

Tidak hanya para bandit, Edgar sendiri terkejut dan dia sontak bangun dari rebahan nya yang dimana sekumpulan serigala Inferno sudah mengelilingi nya.

"Yang benar saja! Bagaimana bisa ada monster kelas A sebanyak ini disini?!" gumam Edgar seraya bangun dari rebahan.

Lalu, Edgar pun berjalan dan mengambil kapak andalan nya.

"Aku tidak takut. Maju kalian, @njing sialan!" ucap tantang Edgar seraya menghunuskan kapak nya.

"Grrrr!" geram Kuro dan lainnya.

Namun, saat Kuro hendak menyerang. Elsa menghentikan nya.

"Kuro, hentikan! Dia lawan ku," ucap Elsa seraya berjalan pelan dengan menghunuskan pedang tipis nya serta rambut yang berlahan berubah biru.

Elsa tidak ingin berburu-buru menyerang lantaran dia mendapatkan informasi bahwa Edgar sama seperti diri nya memiliki Double Karunia, Axe Master dan Slavery.

Edgar yang melihat Elsa, dia tersenyum remeh.

"Jadi, kamu kah lawan ku selanjutnya! Baiklah, aku akan memulai serangan duluan! Hiyaaa!"

Edgar tanpa membuat waktu, dia melompat horizontal kearah Elsa dan mengayunkan kapak besar nya.

Namun, Elsa dengan mudah menghindari nya dan melawan nya balik.

"Enchant Frozen."

Sesaat merapalkan itu, pedang Elsa terselimuti es dan menusuk dada Edgar dengan cepat hingga membuat gerakan Edgar terhenti dan mundur beberapa langkah seraya memegang dada nya.

"AAA! Tidak mungkin. Kamu pemilik Double karunia juga?! Tapi, kenapa ada di desa terpencil seperti ini," ucap pelan Edgar dengan menahan rasa sakit nya dan luka tusukan dari Elsa berlahan-lahan membeku dan menyebar ke seluruh dada nya.

Disaat yang bersamaan, Shanti yang masih terheran-heran langsung menyadarkan diri dan langsung membantu satu persatu anggota bandit yang lain.

Namun, Bernard bersama beberapa prajurit desa menghalangi mereka.

"Apa yang kalian lakukan?" tanya dingin Bernard.

Melihat Bernard dan Bong So, mereka sontak mengangkat kedua tangan nya.

"Kami menyerah!" seru Shanti.

Dan, beberapa bandit yang lain mengikuti Shanti.

Shanti tahu bahwa sosok pria yang ada dihadapannya bukanlah tandingan para bandit apalagi melihat Bong So yang mana dia dengan mudah mendorong Bos mereka seperti mendorong kayu kering.

Edgar yang melihat itu, dia semakin kesal.

"Berani kamu, wanita jlang! Aku akan membunuhmu terlebih dahulu setelah itu, warga desa yang lainnya."

Elsa yang mendengar itu, dia tersenyum remeh.

"Benarkah? Coba saja!"

"Bdebah!" seru kesal Edgar yang memaksakan diri melompat dan mengayunkan kembali kapak nya.

Namun, Elsa menancapkan pedang ke tanah dan merapalkan sihir nya.

"Frost Diver."

Sebuah es yang berbentuk ular pun terbentuk yang dimana merayap beku kearah Edgar dengan kecepatan tinggi dan saat mengenai Edgar, kaki nya membeku hingga langkah terhenti.

Edgar semakin kesal dan mencoba melepaskan diri akan tetapi beku yang dikeluarkan oleh Elsa lebih kuat hingga Edgar tidak bisa melepaskan diri terlebih lagi, pembekuan terus menjalar dari kaki hingga ke badan.

Sesaat itu juga Edgar teringat sesuatu dan melihat Elsa dengan seksama.

"Mungkin kah kamu Blue Lady Elsa Estheria Petualang emblem emas?!"

Elsa pun tersenyum dan menyarungkan kembali pedang nya serta rambut nya kembali coklat.

"Aku tidak menyangka. Aku akan dikenal oleh bandit seperti mu."

Edgar pun tersenyum dan menghela nafas panjang.

"Begitu ya, seperti nya kami kurang beruntung dan baiklah, aku menyerah. Lagian tidak mungkin, aku bisa menang melawan Petualang kelas emas."

Dengan ini pertarungan pun usai yang mana Edgar serta seluruh kelompok nya dimasukkan kedalam penjara.

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

Terpopuler

Comments

Frando Kanan

Frando Kanan

lh? Dia Dr anime itu...robot itu...

2023-12-14

1

Frando Kanan

Frando Kanan

Dia....apakh Dia Dr anime itu????

2023-12-14

0

Jimmy Avolution

Jimmy Avolution

ayo

2023-12-04

1

lihat semua
Episodes
1 Chapter 00 | Bangsawan yang terasingkan.
2 Chapter 01 | Constructor System
3 Chapter 02 | Warga Desa Pertama
4 Chapter 03 | Serigala yang malang
5 Chapter 04 | Blue Lady
6 Chapter 05 | Elsa menjadi Warga Desa Oasis
7 Chapter 06 | Warga Baru
8 Chapter 07 | Ketrampilan Baru
9 Chapter 08 | Membuka Karunia Skill dan Jackpot
10 Chapter 09 | Holy Magic Master dan Festival Harvest Moon
11 Status Desa Oasis
12 Chapter 10 | Penduduk Baru
13 Chapter 11 | Membangun dan Farmer Master, Wayne
14 Chapter 12 | Penduduk Baru
15 Chapter 13 | Pohon Beringin Iblis dan Penjinak Ryoma
16 Chapter 14 | Kumoko dan Berburu Orc
17 Chapter 15 | Pengungsi baru dan Penyusup
18 Chapter 16 | The Bandit, Beru
19 Chapter 17 | Invansi Bandit
20 Chapter 18 | Setelah Invansi dan Ketrampilan Baru, Custom
21 Chapter 19 | Upgrade dan Pemandian umum
22 Chapter 20 | Pemandian umum dan membuat pedang
23 Chapter 21 | Membuat Senjata dan Shanti
24 Chapter 22 | Slime dan Invasi Serigala Inferno
25 Chapter 23 | Makan bersama X Warga Baru X Zabuto
26 Side Chapter | Transmigrator
27 Chapter 24 | Keputusan para Bandit X Irvine X Mizuha
28 Side Chapter | Smartphone di dunia lain
29 Chapter 25 | Kabar dan Desa Selatan
30 Side Chapter | Bertemu Mizuha
31 Chapter 26 | Transmigrator Rizal
32 Chapter 27 | Membangun Fasilitas Desa Modern
33 Chapter 28 | Krisis Garam dan Baron Dante
34 Chapter 29 | Kedatangan Baron Josh Dante
35 Chapter 30 | Tour Desa dan Pendaftaran Rizal
36 Side Chapter 30.5 | Big Transaction
37 Chapter 31 | Kesimpulan Josh dan Kedatangan Elf
38 Chapter 32 | Elf di desa Oasis
39 Chapter 33 | Invansi Pasukan Orc I
40 Chapter 34 | Invasi Pasukan Orc II
41 Chapter 35 | Invansi Pasukan Orc III
42 Chapter 36 | Invasi Pasukan Orc (Akhir)
43 Chapter 37 | Invasi Pasukan Orc (Setelahnya)
44 Chapter 38 | Desa Elf
45 Chapter 39 | Rune dan Bergabungnya warga Elf
46 Side Chapter 39.5 | Perusahaan Oasis I
47 Chapter 40 | Paul Lionheart dan Pembangunan di musim Dingin
48 Side Chapter 40.5 | Perusahaan Oasis II
49 Chapter 41 | Penyusup dan pembangunan musim dingin I
50 Side Chapter 41.5 | Perusahaan Oasis III (Akhir)
51 Chapter 42 | Kedatangan Dwarft
52 Chapter 43 | Karunia Skill baru dan Iron Man
53 Side Chapter 43.5 | Portal X Toko Modern
54 Chapter 44 | Iron Man X Giant Black Viper
55 Chapter 45 | Laporan Elsa X Rizal Lovers
56 Chapter 46 | Menaklukkan Little Dungeon I
57 Chapter 47 | Menaklukkan Little Dungeon II
58 Chapter 48 | Menaklukkan Little Dungeon III
59 Chapter 49 | Menaklukkan Little Dungeon IV
Episodes

Updated 59 Episodes

1
Chapter 00 | Bangsawan yang terasingkan.
2
Chapter 01 | Constructor System
3
Chapter 02 | Warga Desa Pertama
4
Chapter 03 | Serigala yang malang
5
Chapter 04 | Blue Lady
6
Chapter 05 | Elsa menjadi Warga Desa Oasis
7
Chapter 06 | Warga Baru
8
Chapter 07 | Ketrampilan Baru
9
Chapter 08 | Membuka Karunia Skill dan Jackpot
10
Chapter 09 | Holy Magic Master dan Festival Harvest Moon
11
Status Desa Oasis
12
Chapter 10 | Penduduk Baru
13
Chapter 11 | Membangun dan Farmer Master, Wayne
14
Chapter 12 | Penduduk Baru
15
Chapter 13 | Pohon Beringin Iblis dan Penjinak Ryoma
16
Chapter 14 | Kumoko dan Berburu Orc
17
Chapter 15 | Pengungsi baru dan Penyusup
18
Chapter 16 | The Bandit, Beru
19
Chapter 17 | Invansi Bandit
20
Chapter 18 | Setelah Invansi dan Ketrampilan Baru, Custom
21
Chapter 19 | Upgrade dan Pemandian umum
22
Chapter 20 | Pemandian umum dan membuat pedang
23
Chapter 21 | Membuat Senjata dan Shanti
24
Chapter 22 | Slime dan Invasi Serigala Inferno
25
Chapter 23 | Makan bersama X Warga Baru X Zabuto
26
Side Chapter | Transmigrator
27
Chapter 24 | Keputusan para Bandit X Irvine X Mizuha
28
Side Chapter | Smartphone di dunia lain
29
Chapter 25 | Kabar dan Desa Selatan
30
Side Chapter | Bertemu Mizuha
31
Chapter 26 | Transmigrator Rizal
32
Chapter 27 | Membangun Fasilitas Desa Modern
33
Chapter 28 | Krisis Garam dan Baron Dante
34
Chapter 29 | Kedatangan Baron Josh Dante
35
Chapter 30 | Tour Desa dan Pendaftaran Rizal
36
Side Chapter 30.5 | Big Transaction
37
Chapter 31 | Kesimpulan Josh dan Kedatangan Elf
38
Chapter 32 | Elf di desa Oasis
39
Chapter 33 | Invansi Pasukan Orc I
40
Chapter 34 | Invasi Pasukan Orc II
41
Chapter 35 | Invansi Pasukan Orc III
42
Chapter 36 | Invasi Pasukan Orc (Akhir)
43
Chapter 37 | Invasi Pasukan Orc (Setelahnya)
44
Chapter 38 | Desa Elf
45
Chapter 39 | Rune dan Bergabungnya warga Elf
46
Side Chapter 39.5 | Perusahaan Oasis I
47
Chapter 40 | Paul Lionheart dan Pembangunan di musim Dingin
48
Side Chapter 40.5 | Perusahaan Oasis II
49
Chapter 41 | Penyusup dan pembangunan musim dingin I
50
Side Chapter 41.5 | Perusahaan Oasis III (Akhir)
51
Chapter 42 | Kedatangan Dwarft
52
Chapter 43 | Karunia Skill baru dan Iron Man
53
Side Chapter 43.5 | Portal X Toko Modern
54
Chapter 44 | Iron Man X Giant Black Viper
55
Chapter 45 | Laporan Elsa X Rizal Lovers
56
Chapter 46 | Menaklukkan Little Dungeon I
57
Chapter 47 | Menaklukkan Little Dungeon II
58
Chapter 48 | Menaklukkan Little Dungeon III
59
Chapter 49 | Menaklukkan Little Dungeon IV

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!