...Chapter 10 | Penduduk Baru....
Harvest Moon merupakan sebuah festival yang dimana merayakan hasil panen yang berlimpah seraya mengucapkan syukur kepada Dewa / Dewi yang memberikan berkat kepada petani.
Dalam acara itu, semua orang bersuka ria dengan menari dan bernyanyi. Nolan yang melihat kegembiraan warga nya membuat dirinya juga ikut bahagia.
Lalu, Roland yang ada disamping Nolan mengeluh.
"Aduh sayang sekali, acara ini tidak ada alkohol. Padahal kalau ada maka semua nya akan sempurna."
Nolan yang mendengar keluhan itu, dia hanya tersenyum kecil. Lalu, terpikir lah sesuatu untuk mengatasi nya.
Nolan pun beranjak dari kursi nya dan pergi ke tepi yang mana sontak membuka market dan membeli satu gentong bir.
...Ding!...
...[Anda telah mengunakan 100 Poin Desa untuk membeli bir satu barrel. Saldo: 9.998.860 Poin.]...
Setelah itu, muncul sebuah barrel didepan Nolan dan dia pun memanggil seseorang.
"Bong So, bisa kemari?!" seru Nolan.
Bong So merupakan seorang gadis berusia 16 tahun yang memiliki tubuh kecil dan kurus serta memiliki rambut pendek dengan warna merah.
Namun, ada keistimewaan dari Bong So yaitu Karunia Skill yang dia miliki adalah Kromosom X.
Sebuah ketrampilan langka yang dimana pengguna akan memiliki kekuatan yang besar, pandangan yang tajam dan sebagainya meski begitu, Kromosom X memiliki kelemahan yaitu pengguna nya tidak boleh berbuat jahat dan membunuh. Jika dilakukan maka kemampuan nya akan menghilang.
Bong So yang mendengar itu, dia sontak menghampiri Nolan.
"Iya, Tuan Kades," sapa Bong So.
"Tolong bawakan gentong ini ke tengah taman dan buka disana!" seru Nolan.
"Baik."
Lalu, Bong So dengan mudah mengangkat gentong itu dan memanggulnya. Sebuah gentong yang memiliki berat sekitar 100 kg dengan mudah dibawa Bong So seperti membawa gabus.
Penyajian bir itu, langsung diserbu oleh Ronald dan warga sampai terkuras habis. Lalu, dalam keadaan setengah mabuk Ronald mengangkat gelas nya.
"Untuk Kades dan Desa Oasis yang luar biasa. Bersulang!"
"Bersulang!" jawab serentak para warga.
Ditengah itu, seorang pemuda yang bertugas jaga menara pengawas sontak berlari kearah Nolan dan lainnya seraya berteriak.
"Tuan Kades!"
Mendengar itu, Nolan menghentikan aktifitas nya dan menoleh kearah pemuda.
"Ada apa?"
Pemuda itu berhenti disamping Nolan dengan nafas yang terengah-engah dan menjawab nya.
"Sekelompok orang tidak dikenal sedang mendekati desa!"
Roland yang mendengar itu, dia sontak mengunakan ketrampilan nya.
"Mapping."
Sesaat kemudian, muncul sebuah layar 21 inci didepan Roland yang dimana layar itu mampu dilihat Nolan dan lainnya.
Dalam layar itu, terlihat banyak titik putih sedang berjalan menuju desa.
"Seperti nya mereka bukan orang jahat dan berjumlah sekitar 50 orang."
Nolan yang langsung mengambil kesimpulan.
"Mereka pasti pengungsi. Baiklah, aku akan menyambut nya."
Nolan sontak beranjak diri dan pergi ke pintu gerbang juga Ronald yang berada disamping Nolan mengikuti langkah Nolan.
Disaat yang bersamaan sekelompok orang itu terhenti di pintu gerbang dan mereka terkejut saat melihat desa Oasis.
"Saya tidak pernah tahu kalau ada desa di tempat seperti ini," ucap salah satu pria dengan melihat sekeliling.
Lalu, pria itu melihat Nolan dan kelompok nya sedang menghampiri mereka. Pria itu sontak merapihkan pakaian nya begitu orang-orang yang mengikuti nya.
Sampai Nolan tiba dihadapan mereka dan memperkenalkan diri.
"Selamat malam semua, Aku Nolan. Kepala Desa di Desa Oasis ini."
Pria itu yang melihat umur Nolan yang masih begitu muda, dia pun terkejut.
"Anak seperti menjadi ..." Pria itu menyadarkan diri nya bahwa perkataan nya tidak sopan. "Maaf, senang bertemu dengan anda. Saya Dong Gun."
Saat perkenalan itu, Roland yang memotong pembicaraan.
"Tuan Kades, saya mengenal pria ini."
"Oh, kamu mengenal nya?" tanya Nolan.
Roland tersenyum dan menganggukkan kepalanya. Sedangkan, Dong Gun terheran-heran dan mengingat-ingat wajah Roland.
Roland pun mempersempit jarak dan menyapa Dong Gun.
"Gun, apa kabar?" sapa Roland.
Setelah melihat dari dekat, Dong Gun pun mengingat nya.
"Kamu, Ronald?!"
"Lama tidak berjumpa, Gun!"
Dong Gun yang baru mengingat nya, dia sontak memeluk Ronald.
"Ronald, saya pikir kamu sudah ..."
"Tidak. Saya baik-baik saja disini."
Melihat reuni mereka membuat Nolan terharu dan memutuskan untuk mengajaknya.
"Pak Dong Gun. Kami sedang merayakan Harvest moon. Jika tidak keberatan, bergabung dengan kami! Kita makan bersama-sama."
Dong Gun dan kelompok nya yang sudah lelah dan lapar. Mereka pun menyetujui nya dan makan bersama.
Nolan duduk bersama Roland dan Dong Gun yang mana Roland menceritakan hubungan diri nya dengan Dong Gun.
Dalam cerita nya Roland, dahulu Dong Gun sering mengunjungi desa Ronald sebelum hancur oleh perang. Karena desa Roland merupakan desa perbatasan antara dua kerajaan hingga membuat banyak pedagang yang datang.
Akan tetapi, Dong Gun pergi ke desa nya Roland memiliki alasan tersendiri yakni mendekati adik perempuan Roland. Dong Gun jatuh cinta kepada adik nya Roland namun, harus disesalkan Adik perempuan nya Roland menikah dengan pria lain dan tinggal di ibukota.
Sejak Dong Gun tidak pernah berkunjung desa nya Roland lagi.
"Oh ... Begitu. Aku mengerti," jawab santai Nolan.
Dong Gun menghela nafas panjang, "Sudahlah. Itu hanya masa lalu."
Dari cerita itu, Nolan sadar akan sesuatu.
"Kalau kamu juga mengungsi. Mungkinkah, desa mu juga?!"
"Ya, betul. Area peperangan sudah mencapai desa kami dan prajurit dari kerajaan Aldebaran menetap di desa hingga membuat kami harus mengungsi demi keselamatan kami sendiri," jawab Dong Gun.
Mendengar itu, Nolan sedikit kesal. "Lalu, siapa yang memimpin pasukan nya? Hingga membuat rakyat nya menderita."
"Seribu prajurit dari House Lionheart yang di pimpin oleh Paul Lionheart."
House merupakan istilah para rakyat untuk menyebutkannya nama bangsawan yang besar serta memiliki pasukan pribadi sendiri.
Jawaban itu membuat Nolan semakin terkejut hingga membuat dirinya mengepal tangan dengan erat.
"Paul. Sebenarnya, apa yang dia lakukan?!" batin Nolan.
Karena rasa simpati Nolan, dia pun menawarkan sesuatu.
"Dong Gun, mau kah kamu dan para warga yang lain tinggal bersama disini?"
Dong Gun terkejut dengan penawaran Nolan hingga membuat nya tidak percaya.
"Benarkah? Kami boleh tinggal disini?"
Semua warga yang mengikuti Dong Gun saling bertukar pandang dan melihat Nolan.
"Tentu saja. Aku akan membangun rumah untuk kalian dan mohon kerjasama nya untuk membangun desa ini lebih baik," jawab Nolan dengan senyuman kecil.
Dong Gun yang mendengar itu, dia menitihkan air mata dan sontak berdiri. Lalu, membungkukkan badannya.
"Terimakasih, Tuan Kades. Kami tidak akan mengecewakan anda."
Seluruh warga yang mengikuti Dong Gun ikut berdiri dan membungkukkan badannya.
Dengan kehadiran Dong Gun, Penduduk desa Oasis menjadi 107 jiwa.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Bong So.
Dong Gun.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 59 Episodes
Comments
Armansyah HI Waleng
keren keren
2024-01-15
0
Frando Kanan
klo 1 ini...foto ini gk asing...tpi gw lupa dmna gw pernah lht 🤔
2023-12-14
0
Frando Kanan
lh? bong so ini adalah Dr anime itu...mahoutsukai no yume...klo gk slh nmany....chitose!
2023-12-14
0