...Chapter 05 | Elsa menjadi Warga Desa Oasis...
Setelah invasi Goblin berhasil dikalahkan oleh Elsa, Nolan pun mengajak Elsa untuk bertamu ke rumah nya dan berbincang-bincang disana.
"Wow, aku tidak menyangka kalau kamu bisa membangun rumah dan ladang di tempat gurun tandus seperti ini," puji Elsa seraya melihat sekeliling nya.
"Yaa, seperti yang kamu dengar. Membangun merupakan karunia skill yang ku terima. Karunia konstruktor."
Nolan yang pikir Elsa akan kecewa dengan bakat nya malah berbalik, Elsa terkagum kepada nya.
Elsa berdiri dan menyatakan komentar nya, "Bukan kah itu Hebat! Mungkinkah kamu bisa membuat gedung dalam sekejap mata."
"Begitu lah," jawab santai Nolan dengan senyuman kecil. Lalu, Nolan beralih topik.
"Jadi, Elsa. Kenapa kamu berada disini?"
Elsa sontak terdiam dan duduk kembali lalu, menundukkan kepala nya seraya menjawab pelan.
"Aku kabur dari rumah?"
Nolan yang mendengar itu, dia pun terkejut.
"Apa?! Kabur! Kenapa?"
"Dibanding kabur mungkin lebih tepatnya memutus hubungan keluarga dan bangsawan. Hehehe ..." jawab Elsa yang diakhiri dengan memegang kepala belakang dan tertawa kecil.
"Tunggu?! Bukan kah hal itu lebih buruk. Lalu, bagaimana dengan perjodohan mu? Bukan kah, aku telah diganti kan Paul dan ... Perjodohan itu bukan kah juga demi keluarga mu? Jadi, kenapa?"
"Itu sudah aku batalkan juga. Aku tidak mau menikah dengan seorang pria seperti Paul. Aku lebih memilih mati maka dari itu, lebih baik juga aku memutus hubungan keluarga daripada mati!" jawab kesal Elsa.
"Aku tidak tahu kalau kamu sebegitu benci nya terhadap Paul."
Elsa memalingkan wajahnya kesamping dan bergumam pelan. "Itu karena dia merebut semua milik mu."
Ucapan pelan Elsa tidak didengar oleh Nolan.
"Elsa, apakah kamu mengatakan sesuatu?"
Elsa yang mendengar pertanyaan Nolan, dia mengalihkan pembicaraan dan kembali melihat Nolan dengan senyuman lebar.
"Bukan apa-apa. Aku hanya lapar, hehehe ..."
Nolan pun tersenyum, "Baiklah. Jika begitu, mari kita makan bersama!"
Elsa pun mengangguk kepalanya dan dia bersama Nolan pergi ke meja makan yang ada di luar rumah yang mana Miya sudah memasak beberapa makanan.
"Kepala Desa, Nona Elsa, silahkan!" seru Miya seraya menunjukkan makanan yang sudah disajikan diatas meja.
Elsa pun tersenyum, "Miya, lama tidak berjumpa!"
Miya tersenyum dan membungkukkan badannya.
Sedangkan, Elsa sontak memeluk Miya. Meski sedikit terkejut, Miya menerima pelukan Elsa.
Setelah nya mereka makan bersama dan berbincang-bincang kecil.
"Jadi, Miya. Kamu warga desa pertama disini?" tanya Elsa.
Miya tersenyum dan menganggukkan kepalanya. "Iya. Tapi, yang tinggal disini tidak hanya saya dan Kepala Desa Nolan." Miya menoleh kearah Kuro sekeluarga. "Mereka juga warga desa disini."
Elsa pun mengikuti arah pandang Miya dan dia terkejut saat melihat Kuro, Yuki dan anak-anak nya.
"Mereka bukan kah serigala Inferno Monster kelas B?! Aku tidak menyangka, kalian bisa menjinakkan nya," ucap kagum Elsa.
Miya dan Nolan saling bertukar senyum. Lalu, Nolan yang menjawab nya.
"Secara kebetulan saja, mereka membutuhkan pertolongan jadi kami bantu setelah itu, mereka ingin tinggal disini. Ya, kami biarkan. Mereka Kuro dan Yuki."
"Oh, menarik. Kalau begitu, izinkan aku juga tinggal disini, Nolan! Meski, aku hanya bisa bertarung namun, aku siap membantu kalian dan desa ini."
Nolan yang mendengar itu, dia pun terheran dan mengerutkan keningnya.
"Elsa, kamu yakin?"
"Sangat yakin maka dari itu ..." Elsa berdiri dan membungkukkan badannya. "Mohon bimbingannya, kepala desa!"
Keputusan Elsa itu pun tidak bisa di hentikan oleh Nolan dan dia pun menerima Elsa sebagai warga desa yang baru.
...Ding!...
...[Warga desa baru telah terdaftar.]...
...[Level Desa anda telah naik ke level 3.]...
...[Anda mendapatkan 200 poin Desa dari bonus kenaikan level.]...
...[Beberapa fasilitas dan bangunan terbuka.]...
...[Desa Oasis....
...Level 3 (1/20)...
...Kepala Desa: Nolan Lionheart....
...Poin Desa: 230...
...Jumlah penduduk desa: 8...
...Ketrampilan desa: Tidak ada.]...
...----------------...
...# Hari ke-15...
Di hari sebelum, Nolan dan lainnya sudah kelelahan melawan Invasi Goblin dan Elsa yang memutuskan untuk tinggal di desa Oasis, dia tidur di kamar tidur rumah kecil bersama Miya sedangkan, Nolan tidur di kereta kuda.
Hal itu lah yang membuat Nolan memutuskan untuk membangun rumah lagi di peruntukkan tempat tinggal Elsa.
Meski begitu, Elsa merasa tidak adil bahwasanya dirinya dan Miya tinggal di rumah sedangkan, Nolan yang merupakan kepala desa masih tetap tinggal di kereta Kuda.
Maka dari itu, Nolan membangun rumah lagi untuk dirinya sendiri.
Dan, hari pun berlalu ...
...----------------...
...# Hari ke-20....
Setelah Elsa memutuskan untuk tinggal di desa Oasis, pasokan makanan dan daging menjadi terjamin.
Elsa yang memiliki kemampuan petarung yang tinggi menjadikan dirinya sebagai pemburu yang ditemani oleh Kuro.
Tentu selama beberapa hari Elsa berhasil memburu beberapa b@bi hutan dan monster kecil lain nya.
Sedangkan, Miya fokus pada urusan bertani dan Nolan mencari bahan lalu, membangun desa.
Elsa merasa percaya diri masuk kedalam hutan yang penuh dengan monster. Hal ini didasari oleh kemampuan bertarung nya yang sudah setingkat petualang emblem emas.
Di dunia ini terdapat sebuah Guild yang bernama Guild Petualang yang dimana Guild petualang bertugas untuk membasmi monster, mengumpulkan bahan, pengawalan dan tugas lain nya yang mana setiap tugasnya memiliki tingkat kesulitan dan hadiah tersendiri.
Setelah sekian lama menelusuri hutan, Elsa akhirnya menemukan sungai.
"Hei, Kuro. Lihat disana ada sungai!" seru senang Elsa seraya menunjukkan kearah sungai yang dilihat nya.
Kuro pun merespon nya dengan baik, "Guk!"
Tanpa membuang waktu, Elsa menghampiri sungai itu dan mencuci serta meminumnya.
"Wuahh ... Segar nya!" ucap Elsa seusai mencuci muka.
Lalu, Elsa menoleh kearah Kuro. "Kuro, kita harus melaporkan ini kepada kades Nolan!"
"Guk!"
Seusai itu, Elsa bangkit berdiri dan berbalik pulang untuk melaporkan nya kepada Nolan dan saat mendengar itu, Nolan juga sontak senang.
"Benarkah, kamu menemukan sungai?!"
Elsa menganggukkan kepalanya, "Iya, jaraknya beberapa mil dari sini."
"Kalau begitu, ayo kita manfaatkan!" sambung Nolan.
Nolan sudah memiliki rencana sebelumnya yaitu saat menemukan sungai, dia akan membuat waduk dan menghubungkan ke desa.
Maka dari itu, Nolan dengan bantuan Constructor System nya. Dia membuat waduk dengan persyaratan tanah liat, batu dan galian sedalam 5 meter dengan bentuk kerucut kebawah serta biaya sebesar 50 poin.
Setelah pembuatan itu, Nolan mengalir air sungai ke waduk dan dalam sekejap waduk penuh dengan sekejap.
Selain waduk, adapun ikan yang ikut terbawa.
"Kades, lihat! Ada ikan!" seru senang Miya.
"Oke, hari ini kita makan ikan!" jawab Nolan.
Ditengah kesenangan itu, tiba-tiba ikan yang jauh lebih besar datang ikut terbawa aliran. Lalu, tiba-tiba menyerang Nolan akan tetapi Elsa dengan sigap menghunuskan pedang dan menebas ikan tersebut.
Sring!
Perasaan kaget Nolan berubah menjadi rasa lega dan sontak menoleh kearah Elsa.
"Terimakasih, Elsa."
"Kades, kamu tidak apa-apa?"
"Iya, aku baik-baik saja," jawab Nolan dengan senyuman kecil.
Mendengar itu, Elsa bernafas lega dan tersenyum
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 59 Episodes
Comments
Ryan Hidayat
ini mantep kecil tapi bagus lah di banding kan
langsung level 1 (0/2.000)
kan kejauhan d
2023-12-12
0
Anggara AL-Fatih
bergantung sama perempuan, ga asyikk
2023-12-05
4
Jimmy Avolution
ayo
2023-12-04
1