...Chapter 04 | Blue Lady....
Saat ini di kerajaan Aldebaran sedang mempersiapkan perang selanjutnya maka dari itu, suasana ricuh termasuk salah satu keluarga bangsawan dengan gelar Baron, Keluarga Estheria
Keluarga Estheria merupakan keluarga pedagang besar namun, berkat kemampuan langka milik putri nya, Elsa Estheria
Kemampuan itu merupakan Karunia ganda yakni Blade Magic yang dimana karunia ini memungkinkan seseorang mampu mengunakan senjata digabungkan dengan sihir.
Elsa sendiri memiliki Karunia Rapier dan Blue Magic atau sihir air. Karena dua karunia itulah Elsa mendapat julukan Blue Lady.
Sosok yang cantik dengan rambut coklat panjang membuat perhatian banyak pria seusai terutama saat Elsa sedang bertarung. Rambut nya akan berubah menjadi biru.
Meski banyak pria yang menyukai Elsa namun, dia sudah di jodohkan dengan Nolan saat umur 10 tahun dan seiring nya waktu, Elsa pun jatuh hati kepada Nolan lantaran sosok nya yang baik hati dan penuh rasa kasih sayang.
Akan tetapi, takdir berbicara lain. Nolan diasingkan dan sang ayah Elsa tetap meminta Elsa untuk bertunangan dengan Paul demi koneksi kerjasama dengan keluarga Lionheart.
Elsa pun menolak nya terutama saat mengetahui sifat asli Paul dan memilih untuk memberontak.
"Maafkan aku ayah. Jika, ayah terus memaksa maka aku akan pergi dari sini!" seru keras Elsa yang berdiri dari kursi nya dan menggebrak meja.
Sang ayah yang mendengar itu, dia pun terkejut dan marah, "Ap-apa katamu?!"
"Ayah mengatakan bahwa aku akan bertunangan dengan Nolan Lionheart dan aku menyetujui nya tapi tidak dengan Paul Lionheart. Apakah ayah pikir aku gadis murahan yang bisa berpindah pasangan seperti itu?!" ucap bela Elsa yang juga kesal dengan sikap ayah nya.
"Ayah tahu. Tapi, Nolan sudah bukan pewaris keluarga Lionheart lagi. Jika kamu tetap bersama nya maka keluarga kita akan bangkrut dan jatuh miskin!" sambung kesal sang ayah.
"Aku tidak peduli dan lebih baik aku mati daripada harus menikah dengan pria seperti Paul!" seru kesal Elsa seraya menendang kursi.
Setelah itu, Elsa berbalik badan meninggalkan ruangan.
Sang Ayah yang melihat Elsa pergi, dia pun berseru kesal.
"Elsa, kembali! Jika tidak, hak waris mu ayah cabut!"
Elsa yang sedang berjalan tambah kesal saat mendengar itu, "Aku tidak peduli."
Lalu, Elsa pun mengemasi barang-barangnya kedalam Magic Bag milik nya dan dia pun pergi meninggalkan rumah besar nya.
Saat Elsa hendak keluar gerbang, beberapa perajut menghalangi nya.
"Nona Elsa, tolong kembali lah!" seru salah satu prajurit.
"Jika kalian berpikir bisa menghentikan ku. Silahkan!" jawab kesan Elsa seraya memegang gagang pedang tipis nya dan rambut nya berubah menjadi biru.
Saat yang bersamaan, tanah yang dibawah kaki nya membeku disertai aura dingin yang tiba-tiba muncul.
Aura kemarahan dan tatapan tajam Elsa membuat para prajurit itu mundur dan memberikan jalan untuk nya.
Memahami itu, Elsa menenangkan diri dan mengembalikan posisi badannya bersamaan rambut yang biru kembali coklat. Lalu, Elsa pun melangkah keluar gerbang.
Sang ayah memperhatikan putri nya dari balik jendela ruangan.
"Maaf, Elsa. Ayah tidak bisa menjadi ayah yang baik untuk mu. Semoga saja jalan takdir apapun yang kamu pilih akan membuatmu menjadi kuat dan mandiri," gumam sang ayah.
...**[]................[]**...
...# Hari ke-10...
Pada hari ini, Nolan dan Miya dikejutkan dengan sayuran yang sudah panen dan hanya membutuhkan waktu kurang dari seminggu.
Miya yang pertama kali melihat itu, dia sontak senang.
"Kepala Desa, Lihat! Sayuran yang kita tanam sudah panen hanya dalam satu Minggu!"
Nolan yang melihat itu, dia juga terkejut dan tidak menyangka akan panen secepatnya itu.
"Aku juga tidak menyangka akan cepat ini. Mungkin ini karena kamu Miya dan ..." Nolan melihat Kuro sekeluarga. "Kalian."
Nolan berterimakasih kepada para serigala bukanlah tanpa alasan. Sejak keluarga Kuro tinggal di desa Oasis, mereka membantu Nolan.
Kuro pergi berburu sedangkan, Yuki mengawasi sekitar desa dengan itu Nolan dan Miya tidak perlu cemas akan kedatangan monster.
Meski beberapa hari sebelumnya, Nolan telah membangun dinding kayu setinggi 2 meter yang mungkin berguna untuk menahan serangan monster kecil beserta menara pengawas nya dengan harga masing-masing 20 desa poin.
Keputusan Nolan untuk membuat fasilitas pertahanan tepat lantaran Miya yang sedang bekerja melihat segerombolan Goblin menghampiri desa dan dia sontak berlari kearah Nolan.
"Kepala Desa, gawat! Ini darurat!" ucap panik Miya dengan nafas yang terengah-engah.
Nolan yang sedang di ladang, dia sontak berdiri menghadap Miya.
"Ada apa, Miya?"
"Sekelompok Goblin datang ke desa!"
Goblin merupakan monster kecil dengan tinggi 150cm berkulit hijau dan memiliki wajah yang buruk rupa serta memiliki ketrampilan dalam mengunakan senjata.
Meski begitu, bagi beberapa petarung. Goblin hanya lah anak kecil yang diberikan senjata tajam.
Namun, bagi Nolan muncul keraguan tersendiri bahwasanya saat ini di desa hanya ada diri nya yang bisa bertarung meski begitu, dia hanya bisa teknik berpedang dan panah tingkat dasar serta tidak memiliki skill. Walaupun begitu, Nolan tidak memiliki pilihan lain.
Nolan pun mengepalkan tangan nya dengan erat.
"Aku akan bertarung."
Kuro dan Yuki yang mendengar itu, dia pun menjawab nya juga.
"Guk!"
Para petualang dan ksatria mengatakan jika melihat satu Goblin itu berarti ada 100 Goblin yang mengikuti nya.
Dan, perkataan itu benar.
Saat ini Nolan sedang berada diatas menara pengawas dengan busur dan anak panah.
Nolan yang tidak memiliki skill senjata, dia hanya bisa berharap pada keberuntungan dari dinding kayu yang dibangun nya.
Terlebih lagi, Nolan sedikit bernafas lega lantaran Kuro membantu nya. Sedangkan, Miya yang ditemani oleh Yuki berjaga di dalam desa.
Sesaat kemudian, beberapa Goblin berhasil memanjat tembok.
"Gigigi..."
Meski begitu, Kuro dengan sigap menerkam dan mengigit nya. Ada pun Goblin yang lain yang datang di bunuh oleh anak panah Nolan yang dilesatkan kearah Goblin.
Kuro dan Nolan terus melakukan perlawanan terus namun, jumlah Goblin yang berhasil memanjat semakin banyak dan membuat Nolan juga Kuro kelelahan.
Bahkan sampai Kuro terkepung oleh beberapa Goblin dan saat ada Goblin yang ingin menusuk Kuro, Yuki datang membantu Kuro dan menghentikan serangan Goblin tersebut.
Sedangkan Miya juga datang dengan membawa tongkat kayu dan memukul beberapa kepala Goblin.
"Kepala Desa, kami datang!" seru semangat Miya sesuai memukul kepala Goblin.
"Sungguh membantu. Terimakasih."
Meski begitu, jumlah penduduk desa jauh lebih sedikit dibandingkan jumlah Goblin terlebih lagi. Nolan dan Miya tidak memiliki Karunia Skill tipe petarung.
Goblin semakin banyak yang masuk bahkan mereka berhasil melubangi dinding Kayu dan masuk kedalam desa.
Nolan dan lain nya semakin kewalahan dan lelah.
"Kepala Desa, jumlah mereka terlalu banyak!" ucap Miya seraya terus memukul Goblin.
"Aku tahu. Tapi, kita tidak boleh menyerah!" jawab Nolan.
Kondisi Nolan dan lainnya semakin terdesak bahkan Nolan sudah dikepung oleh Goblin dan mengalami kesulitan untuk memanah.
Saat itu juga ada Goblin yang melompat kearah Nolan dengan pisau ditangan nya. Meski Nolan melihat serangan itu, dia tidak yakin bisa menghindari serangan Goblin itu.
Akan tetapi, sebuah jarum es besar melesat dari arah luar desa dan tepat mengenai Goblin.
Melihat serangan itu, Nolan tahu akan jenis serangan itu dan sontak menoleh kearah sumber serangan yang dimana Nolan melihat seorang gadis berambut biru sedang menghunuskan pedang nya.
Nolan yang mengenali gadis itu sontak bergumam kaget, "Elsa?"
Elsa yang menyadari tatapan Nolan kearah diri nya, dia pun tersenyum kecil lalu, melesatkan skill lanjutan nya.
"Water Slash!"
Sebuah sabetan udara yang terbentuk dari air pun terbentuk dan membelah banyak Goblin dalam sekejap.
Lalu, Elsa pun berlari dengan kecepatan tinggi dan menusuk beberapa Goblin yang tersisa dengan pedang tipis nya.
Semua Goblin pun teralih perhatian kepada Elsa dan mereka beralih menyerang Elsa namun, Elsa yang melihat itu dia sontak menusuk pedang nya ke tanah dan merapalkan skill nya.
"Niflheim."
Sesaat skill itu di rapalkan, seluruh tanah disekitar Elsa, Nolan dan lain nya menjadi es serta membuat seluruh Goblin membeku.
Nolan yang melihat itu, dia pun yakin kalau para Goblin itu sudah mati dan bisa bernafas lega.
Lalu, Nolan menghampiri Elsa dengan senyuman kecil.
"Terimakasih, Elsa."
"Sama-sama dan lama tidak berjumpa, Nolan. Bagaimana kabar mu?"
"Seperti yang kamu lihat."
Nolan dan Elsa pun saling bertukar senyum.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Elsa Estheria.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 59 Episodes
Comments
Frando Kanan
tgg sbntr...bknny itu Asuna? di lht penampilan lg...ini lbh tptny 1 seperti Dunia game SAO Dan 1 lg msk Dunia game ALO
2023-12-14
1
Jimmy Avolution
terus
2023-12-04
1
Ancha Papua Pesi
Elsa frozen
2023-12-01
2