...Chapter 06 | Warga baru....
...# Hari ke-30...
Tanpa terasa Nolan sudah sebulan tinggal dan bangun desa Oasis, sebuah daratan yang dahulu tandus dan hanya ada gurun kini menjadi lebih berwarna dengan aneka buah dan sayuran di ladang.
Elsa sebelum membawa beberapa buah dan biji buah yang dibawa itu ditanam oleh Nolan. Hal hasil, buah apel, jeruk dan pir tumbuh berkembang dengan baik di desa Oasis.
Meski begitu, ditempat yang berbeda perang sedang berkecamuk antara Kerajaan Aldebaran dengan Kerajaan Alexandria untuk mendapatkan wilayah dengan sumber daya berlimpah.
Namun, setiap perang yang menjadi korban ialah rakyat dan warga cipil yang tidak mengerti apapun terutama wanita, orang tua dan anak-anak.
Dan, hari ini. Miya yang sedang bertugas jaga menara pengawas, dia melihat sekelompok orang.
"Mereka ... Mungkinkah?!" gumam Miya.
Miya yang menyadari itu sontak turun dari menara pengawas dan berlari menghampiri Nolan.
Melihat kedatangan Miya yang tergesa-gesa, Nolan menghentikan aktifitas nya dan menghadap Miya.
Miya pun berhenti didekat Nolan dengan nafas yang terengah-engah.
"Ada apa, Miya?! Mungkin kah ada serangan monster lagi?!" kaget Nolan saat menduga sesuatu.
Miya menenangkan diri dan mengambil nafas. Lalu, menjawab nya.
"Bukan. Tapi sekelompok orang-orang dan seperti nya mereka sedang mengungsi!"
Nolan yang mendengar itu, dia pun terkejut. "Apa?!"
Nolan yang penasaran, dia sontak berlari ke menara pengawas dan membuktikan pernyataan Miya.
Lalu, Nolan pun melihat ada banyak sekelompok orang yang sedang berbondong-bondong jalan ke arah desa Oasis.
"Kades, apakah anda melihat nya?" tanya Miya.
"Iya, aku melihat nya."
Nolan melihat ada sekitar 50 orang campuran ada pria, wanita dan anak-anak. Mereka juga terlihat tidak membawa senjata dengan pakaian yang compang-camping yang mana Nolan menyakini mereka bukan orang jahat.
Selain itu, mereka terlihat kelelahan dan mungkin kelaparan. Ini terlihat dari kondisi mereka yang kurus maka dari itu, Nolan pun memutuskan untuk membantu mereka.
"Kades, apa yang harus kita lakukan?" tanya Miya.
"Mereka terlihat bukanlah orang jahat. Seperti nya mereka hanya pengungsi dari desa asalnya dan kita akan membantu nya."
"Baik, kepala desa," jawab Miya.
Setelah itu, Nolan turun dari menara pengawas dan menyambut para pengungsi.
Pintu dinding pun dibuka kan dan para pengungsi masuk kedalam desa yang dimana mereka sontak tertegun-tegun saat melihat sebuah desa dengan tanah yang subur di tengah gurun tandus.
"Saya tidak tahu kalau ada desa disini?!" ucap salah pria pengungsi seraya melihat sekeliling nya.
Lalu, mereka melihat ada dua orang bersama satu serigala. Melihat itu, semua warga sempat sedikit ketakutan dengan kehadiran Yuki namun, mereka lebih memilih diam lantaran melihat dua orang bersama serigala tersebut.
Lalu, Nolan tiba didekat para pengungsi dan memperkenalkan diri.
"Salam kenal, aku Nolan. Kepala desa disini. Yaa ... Meski, aku katakan ini desa namun, warga nya hanya tiga orang dan 6 serigala," ucap ramah Nolan dengan senyuman kecil dan memberikan tangan nya.
Pria besar itu pun menerima tangan Nolan dengan ramah.
"Oh, iya. Terimakasih sudah mau menerima kami. Saya Roland, perwakilan dari kelompok ini," jawab Roland yang menerima tangan Nolan.
Roland merupakan pria dewasa yang berusia sekitar 30 tahun. Dia terlihat memiliki otot-otot yang kuat namun kondisi nya kurus seperti pria kekurangan gizi begitu juga para pengungsi yang lain.
Nolan yang melihat para pengungsi, dia pun tersadar bahwa mereka sedang kelaparan dan mungkin juga kehausan.
Memahami situasi itu, Nolan menoleh kearah Miya dan Miya pun mengerti dengan tatapan Nolan yang mana dia menganggukkan kepalanya untuk menjawab nya.
Mengetahui itu, Nolan sontak memberikan penawaran kepada para pengungsi.
"Sebelum berbicara panjang, mari kita makan bersama! Meski, hanya ada sedikit makanan. Aku harap itu bisa memuaskan rasa lapar kalian."
Mendengar penawaran Nolan, Roland dan para pengungsi lain nya saling bertukar senyum senang.
Lalu, Roland kembali melihat Nolan. "Benarkah? Terimakasih, Tuan."
Setelah itu, Nolan dan para pengungsi makan bersama dengan beberapa hasil panen dan daging b@bi hutan yang tersimpan di Magic Bag.
Saat makan bersama, Roland menceritakan kronologi dirinya dan para pengungsi yang dimana sebenarnya mereka merupakan warga desa yang berada di perbatasan kerajaan Aldebaran dan Alexandria.
Lalu, saat mereka berperang desa mereka menjadi korban dan banyak warga desa yang menjadi korban nya termasuk ayah dari Roland yang merupakan kepala desa akan tetapi, sang ayah meninggal dunia karena serangan dadakan dari kedua belah pihak.
Roland yang dirundung rasa kesedihan, dia pun harus memenuhi keinginan terakhir sang ayah untuk menyelamatkan warga desa sebanyak mungkin dengan meninggalkan desa dan menemukan tempat yang baru.
Akan tetapi, ditengah perjalanan. Mereka bertemu dengan bandit dan serigala hingga dari 100 pengungsi hanya tersisa 50 pengungsi.
Sepuluh pria dewasa, 20 wanita, 10 lansia dan 10 anak-anak.
Lalu, salah satu wanita dewasa mengutarakan rasa syukur nya kepada Nolan.
"Kami sangat berterimakasih atas kebaikan Tuan tunjukkan kepada kami. Jika berkenan, kami ingin membalas kebaikan Tuan."
Ucapan wanita itu sontak membuat seluruh arah pandang tertuju pada Nolan termasuk Ronald sendiri. Lalu, mereka menundukkan kepalanya.
Disaat yang bersamaan, Quest baru datang.
...Ding!...
...[Quest baru: Jadikan para pengungsi warga desa Oasis. Hadiah: 600 Desa Poin dan 30 Exp Poin.]...
Nolan yang melihat itu, dia sontak tersenyum kecil lantaran quest selaras dengan pemikiran Nolan.
"Jika kalian berkenan, tinggal lah di desa ini! Ya ... Meski tidak hanya manusia yang tinggal disini tapi, aku harap kalian bisa rukun. Bagaimana?"
Semua pengungsi yang mendengar itu sontak terkejut haru bahkan beberapa dari mereka ada yang menitihkan air mata nya dan Ronald pun mewakili rasa syukur para pengungsi.
"Benarkah? Kami diizinkan untuk tinggal disini?!"
"Iya. Meski begitu, kalian tidak boleh malas dan mari kita bersama-sama membangun desa ini menjadi lebih baik," jawab Nolan dengan senyuman lebar.
"Kami sangat berterimakasih. Terimakasih, Tuan Nolan. Bukan, kepala desa," ucap Ronald yang diakhiri dengan menundukkan kepalanya.
Para pengungsi yang lain mengikuti gerakan Ronald.
Sedangkan, Nolan dan Miya saling bertukar senyum.
Dan, 50 pengungsi kini resmi menjadi warga desa Oasis. Dengan itu juga beberapa pemberitahuan sistem datang.
...Ding!...
...[Anda mendapatkan 600 Poin Desa dan 30 Exp Poin.]...
...[Desa anda telah naik level 3.]...
...[Kamu dapat membangun lebih banyak fasilitas.]...
...[Anda mendapatkan 200 poin desa dari kenaikan level desa.]...
...[Area desa telah terbuka. Luas desa 300 meter persegi.]...
...[Selamat anda telah memiliki lebih dari 10 penduduk desa.]...
...[Ketrampilan Penilaian telah terbuka.]...
...[Selamat anda telah memiliki lebih dari 20 penduduk desa.]...
...[Ketrampilan Move telah terbuka.]...
...[Selamat anda telah memiliki lebih dari 50 penduduk desa.]...
...[Ketrampilan Market telah terbuka.]...
...Ding!...
...[Desa Oasis....
...Level 3 (1/20)...
...Kepala Desa: Nolan Lionheart....
...Poin Desa: 1.030...
...Jumlah penduduk desa: 57...
...Ketrampilan desa:...
...Market / Move / Penilaian.]...
Dan, ditempat yang berbeda. Elsa bersama Kuro serta Kuroichi menemukan sebuah reruntuhan.
"Kuro, seperti nya kita akan mendapatkan Jackpot."
"Guk!" jawab Kuro.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Ronald.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 59 Episodes
Comments
Frando Kanan
eh? bknny foto ini egil kn? Dr SAO itu kn??
2023-12-14
0
Ryan Hidayat
poinnya berubah berarti fokus ke poin kah sedengkan level nanti belakangan
2023-12-12
0
Ryan Hidayat
level 4 (11/40) harusnya
2023-12-12
0