...Chapter 15 | Pengungsi baru dan Penyusup...
...# Hari ke- 70...
Di dini hari yang cerah bahkan sebelum matahari terbit, seorang pemuda yang bertugas jaga menara pengawas datang mendatangi Nolan dengan tergesa-gesa.
"Tuan Kades!" seru pemuda yang berlari menghampiri Nolan.
Mendengar itu, Nolan sontak menghadap ke sumber suara dan pemuda itu berhenti di dekat Nolan dengan nafas yang terengah-engah.
"Ada apa?" tanya Nolan.
"Ada kelompok pengungsi lain datang ke desa! Mereka sudah berada di pintu masuk," jawab pemuda.
"Baiklah, ayo kita kesana!" ajak Nolan.
Lalu, Nolan dan pemuda pergi ke pintu masuk yang dimana dia melihat sekelompok kecil sekitar 10 orang telah tiba di gerbang dan Nolan pun menyambut nya.
"Selamat datang di desa Oasis! Aku Nolan, kepala desa disini. Jika boleh tahu, apakah kalian pengungsi? Karena apa?"
Semua pengungsi terdiam dan saling memandang satu sama lain.
Reaksi mereka wajar bagi Nolan lantaran mereka pasti waspada dapat menemukan desa di gurun seperti ini. Selain itu, ekpresi mereka bukanlah waspada melainkan ketakutan.
Nolan yang memahami itu, dia pun mempertanyakan nya.
"Kalian tidak perlu khawatir. Desa ini merupakan desa yang aman dan sebenarnya, apa yang terjadi? Mungkin, kami bisa membantu."
Para pengungsi bertukar pandang kembali hingga salah satu wanita dari mereka memutuskan untuk menceritakan kronologis yang mereka alami.
"Sebenarnya ..."
Wanita itu pun menceritakan bahwa dirinya berasal dari desa yang terpencil di tengah hutan. Namun, tiba-tiba datang sekelompok bandit yang menyerang desa mereka.
Beberapa dari mereka terbunuh saat melawan dan juga ada yang ditangkap lalu, dibawa ke tempat yang mereka tidak ketahui.
Maka dari itu, pengungsi yang datang desa merupakan warga yang selamat dari penyerangan bandit.
"... Begitu lah, Tuan Kades. Kami berharap kebaikan anda dan perlindungan anda."
Seusai mengatakan itu, wanita itu bersujud dihadapan Nolan dan diikuti oleh yang lain.
Nolan yang melihat sikap mereka sontak tidak nyaman dan membangunkan wanita didepan nya.
"Iya, aku mengerti. Kamu akan membantu kalian tapi, berdiri lah! Basuh tubuh kalian dan penuhi perut kalian! Masalah bandit, biar kami yang atasi."
Semua pengungsi sontak menitihkan air mata nya dan tersenyum kecil.
"Terimakasih, Tuan Kades."
Melihat kebahagiaan mereka, Nolan pun ikut tersenyum dan para pengungsi menuruti perkataan Nolan.
Kelompok bandit merupakan kelompok penjahat yang suka mencuri dari para pedagang dan pengungsi serta menjual siapa saja yang mereka tangkap untuk dijual sebagai budak.
"Seperti yang Elsa katakan sebelumnya. Mereka yang datang sebelum nya cukup beruntung sampai ke desa ini tanpa bertemu dengan bandit. Tapi, kenapa sekarang?" batin analisa Nolan.
Malam hari nya, Nolan mendapatkan pemberitahuan dari sekretaris.
...Ding!...
...[Lapor. Terdeteksi penyusup. Seseorang telah masuk desa tanpa izin dari anda.]...
Disaat yang bersamaan, Ronald berlari menghampiri Nolan.
"Tuan Kades!" seru Ronald dari kejauhan.
Nolan yang hendak masuk ke rumahnya terhenti dan menoleh kearah Ronald.
"Ada apa, Ronald?"
Ronald berhenti didekat Nolan dan langsung membuka skill Mapping nya.
"Tuan Kades, ada titik merah masuk kedalam desa! Dan, ada kemungkinan dia manusia."
Mendengar itu, Nolan memberikan senyuman kepada Ronald.
"Ada kemungkinan mereka bandit dan seperti yang ku duga. Pengungsi itu merupakan umpan untuk menemukan desa yang lain. Lalu, ada berapa yang masuk?"
"Satu," jawab Ronald.
Mendengar itu, Nolan mengerutkan keningnya.
"Satu? Bukan kah mereka berkelompok," gumam Nolan.
"Ada kemungkinan, dia hanya seorang pengintai untuk mencari desa yang baru," jawab Roland.
"Baiklah, ayo kita periksa!" seru Nolan.
"Iya," jawab Ronald.
Setelah itu, Nolan dan Ronald pergi ke lokasi penyusup itu berada.
Disaat yang bersamaan, seorang pria usia 26 tahun sedang jalan mengendap-endap dan melompati pagar.
Setibanya dipagar, pria itu dikejutkan dengan sebuah ladang yang luas dengan hasil panen yang berlimpah.
"Saya baru tahu ada desa sesubur ini ditengah gurun," gumam pria.
Beberapa saat kemudian, ada seseorang yang melintas. Pria itu sontak berlari memasuki ladang yang mana di ladang itu banyak sekali tumbuhan yang tinggi sehingga dirinya bisa tertutup oleh tumbuhan.
Saat pria itu melangkah, dia berpapasan dengan Bong So yang sedang memakan tomat.
Pria itu sontak terkejut dan mengeluarkan pedang nya.
Bong So yang mendengar itu sontak menoleh kearah sumber suara yang mana dia melihat seorang pria yang lusuh dan membawa pedang ditangan.
"Kenapa kamu membawa pedang?" tanya santai Bong So.
Pria itu yang tertangkap basah oleh Bong So, dia pun memutuskan untuk membunuh nya agar identitas nya tidak terbongkar.
"Jangan salah kan saya! Ini hanya kesialan mu sendiri!" ucap pria bandit seraya mengayunkan pedang nya.
"Apa maksud nya? Saya tidak mengerti," jawab santai Bong So seraya memakan tomat.
Bong So pun beranjak diri dan menghela nafas panjang. Lalu, sambil makan tomat dia menampar pria itu hingga membuat nya terpental jauh sampai terbentur oleh beringin iblis.
Sesaat sadar kembali, pria itu terheran dan bingung.
"Sebenarnya, apa yang terjadi?" gumam pria bandit seraya memegang pipi nya yang sakit serta beberapa gigi nya lepas.
Sress! Sress!
Suara aneh muncul di dekat nya.
Pria bandit yang penasaran, dia sontak menoleh kearah sumber suara yang mana terlihat Kumoko diatas nya.
"Bajakdjk..."
Dengan bahasa yang tidak jelas, pria itu pun pingsan.
Tak lama kemudian, Nolan dan Ronald datang menghampiri penyusup yang dimana keadaan nya sudah pingsan.
"Apa yang terjadi kepada nya?" tanya Ronald.
"Entahlah," jawab santai Nolan.
Nolan pun menoleh keatas yang mana terlihat Kumoko disana namun, Kumoko yang menyadari tatapan Nolan. Dia mengangkat tangan kirinya yang mengartikan bukan dirinya yang membuat nya pingsan.
Memahami itu, Nolan tersenyum kecil.
"Aku tahu. Sekarang sudah tidak apa-apa."
Kumoko pun merayap kembali keatas pohon.
"Tuan Kades, apa yang kita harus lakukan kepada penyusup ini?" tanya Ronald.
"Kita masukkan saja dahulu ke penjara dan nanti kita interogasi," jawab Nolan.
Saat Nolan berkata seperti itu, ada seorang nenek yang memotong pembicaraan Nolan.
"Masalah interogasi. Serahkan kepada nenek!"
Nolan dan Ronald sontak serempak menoleh kearah samping yang mana terlihat seorang nenek yang sudah dikenal oleh mereka berdua. Dia Nenek Mio.
Dahulu, nenek Mio merupakan penyiksa yang bekerja di istana selama bertahun-tahun lantaran karunia skill milik Nenek Mio adalah Judge.
Dengan karunia skill nya, Nenek Mio mampu merubah sifat seseorang dan mendapatkan informasi yang di inginkan.
Maka dari itu, Nolan berpikir untuk menyerahkan penyusup ke nenek Mio merupakan pilihan yang bijak.
Nolan pun tersenyum dan menganggukkan kepalanya.
"Baik, nenek Mio. Aku serahkan penyusup ini kepada nenek."
"Iya, serahkan kepada saya!" ekpresi nenek Mio berubah seram, "Saya akan melakukan yang terbaik agar tidak mengecewakan Kades."
"Terimakasih," jawab santai Nolan.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Nenek Mio
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 59 Episodes
Comments
Frando Kanan
nenek mio ini...Dr One Piece bkn?
2023-12-14
1
miyamura kun~
behh seremm Nene nya co😱
2023-12-13
0
Jimmy Avolution
Yo...ayo...
2023-12-04
1