...Chapter 03 | Serigala yang malang....
Di era perang ini, semua orang saling bertarung satu sama lain demi mendapatkan tanah dan kekuasaan. Tapi tidak dengan Nolan.
Dari kecil, Nolan tidak begitu suka berkelahi kecuali keadaan memungkinkan untuk mempertahankan diri dan melindungi sesuatu yang berharga.
Bagi Nolan, daripada bertarung dan membunuh satu sama lain demi tanah dan sumber daya. Nolan lebih suka hidup di dunia yang dimana setiap orang hidup berdampingan secara damai satu sama lain dan dia sangat ingin membangun desa kecil untuk hidup seperti itu.
Nolan sempat melupakan mimpi nya itu dan saat ini, Dewa memberikan kesempatan untuk mewujudkan mimpi tersebut.
...# Hari Ke-4...
Pada pagi ini Nolan memutuskan untuk membuat ladang namun, rencana nya tertunda saat melihat Miya merasakan sakit pada perut nya.
Nolan yang melihat itu, dia sontak menghampiri dan mempertanyakan nya.
"Miya, kamu kenapa?"
"Kepala Desa, perut saya keram," jawab Miya seraya meringis kesakitan dan memegang perutnya.
Nolan yang melihat itu, dia menduga sesuatu. "Berapa lama kamu tidak buang air besar?"
Miya terkejut saat mendengar pertanyaan vulgar dari Nolan namun, dia menjawab nya dengan menoleh kesamping dan wajah yang memerah.
"Seminggu lebih."
Nolan pun terkejut saat mengetahui, Miya belum buang air besar saat kepergian mereka.
Nolan yang merasa bersalah, dia pun memutuskan untuk membuat toilet secepatnya.
"Miya, tolong tahan sebentar! Aku akan segera membangun toilet."
Miya terdiam hanya menganggukkan kepalanya.
Nolan yang merasa terdesak, dia bergegas mengambil sekop dan membuat galian sesuai persyaratan dari pembuatan toilet.
Setelah itu, Nolan mengunakan 15 Poin Desa, 10 kayu dan 5 batu. Lalu, dalam sekejap toilet pun berhasil dibangun.
Nolan pun bergegas menimba air sumur dan menaruh nya di ember Toilet.
Lalu, Nolan menghampiri Miya. "Silahkan, Miya!"
"Terimakasih!" seru semangat Miya yang sontak berdiri dan lari ke toilet.
Dan, Miya pun buang air besar.
Mengetahui itu, Nolan bernafas lega.
Setelah masalah pengeluaran teratasi, Nolan kembali ke rencana semula yaitu membuat ladang.
Sebuah tanah yang tandus dengan setengah pasir didalamnya, Nolan tidak begitu yakin apakah tanah di desa nya itu bisa dibuat ladang. Namun, pilihan menu terdapat pembangunan ladang. Maka dari itu, Nolan memutuskan untuk mencoba nya.
Syarat nya untuk membangun ladang, Nolan harus menggemburkan tanah dan membaginya menjadi petak-petak, masing-masing seluas 50 meter persegi. Setelah itu, dia membuka menu [Build] dan memilih opsi 'ladang'. Untuk ini, dia harus membayar 20 poin."
Sesaat memilih itu, ladang pun terbentuk dengan tertata rapih dan tanah yang sebelumnya kering, kini berubah menjadi tanah yang subur.
Mengetahui itu, Nolan tersenyum senang. "Yosh. Akhirnya berhasil ... Tapi, bagaimana dengan bibit nya? Apakah aku memiliki nya?" gumam Nolan.
Perkataan pelan Nolan didengar oleh Miya yang sontak menyambung nya.
"Kepala Desa, anda tidak perlu cemas. Saya sudah membawa beberapa bibit tanaman sebelum nya."
Nolan yang mendengar itu, dia pun sontak senang. "Benarkah?! Kalau begitu, ayo kita tanam bersama!"
Miya tersenyum dan menganggukkan kepalanya.
Lalu, Nolan dan Miya bersama-sama menanam bibit tanaman yang terdiri dari;
Kentang;
Kubis;
Tomat;
Dan, timun.
...# Hari ke-5...
Saat ini, Nolan dan Miya sedang merawat ladang yang mereka tanam. Mereka begitu bersemangat untuk merawat ladang lantaran hanya dalam satu hari saja bibit tanaman yang mereka tanam mulai tumbuh tunas dan hal ini bukanlah sesuatu yang wajar.
Meski begitu, Nolan dan Miya percaya bahwa itu berkat ketrampilan Constructor milik Nolan.
Beberapa saat kemudian, Miya berteriak.
"Kyaa! Kepala desa, tolong!"
Mendengar itu, Nolan sontak berlari kearah Miya yang sedang berada di perbatasan hutan yang dimana saat tiba disana terlihat ada sepasang serigala dan salah satu serigala itu sedang geram kesakitan. Namun, serigala jantan geram kesal kearah Miya dan Nolan.
Disisi lain, Nolan melihat serigala itu bukan lah ingin menyerang dirinya dan Miya tapi melindungi kekasih nya yang sedang kesakitan dan Miya sepemikiran dengan Nolan.
"Kepala desa, seperti nya mereka meminta tolong!"
"Iya."
Nolan pun mengambil mangkuk kayu yang dibuat nya sendiri dan menaruh sisa daging B@bi pada piring tersebut.
Nolan jongkok dan mengajak dua serigala itu, "Hei, tidak perlu takut. Makan lah ini!"
Kondisi serigala itu yang kelaparan membuat mereka menghampiri Nolan dan memakan daging yang diberikan oleh Nolan.
Melihat itu, Nolan dan Miya saling bertukar senyum.
Akan tetapi, sesaat kemudian serigala betina geram kesakitan kembali dan terlihat lebih sakit. Lalu, serigala jantan sontak geram kembali.
Kondisi serigala betina itu dipahami oleh Miya.
"Kepala Desa, mungkin dia sedang hamil?"
"Iya. Seperti nya begitu. Baiklah, kita gunakan saja kereta untuk sementara."
"Baik. Saya akan siapkan!" jawab Miya yang sontak melangkah merapihkan kereta.
Nolan pun menyakinkan serigala jantan untuk tenang dan tidak perlu cemas serta Nolan dan Miya ingin membantu mereka.
Serigala jantan itu mengerti dan Nolan membawa serigala betina kedalam kereta kuda.
Di luar Nolan dan Miya cemas dengan keadaan kedua serigala itu.
"Kira-kira berapa lama waktu melahirkan nya ya, Miya?"
"Maaf, kepala desa. Saya juga tidak tahu."
"Apakah mereka butuh air?" sambung Nolan.
"Baik. Saya akan berikan."
Tidak hanya air, Nolan juga memberikan api unggun di depan kereta dan hanya itu yang bisa Nolan serta Miya lakukan untuk kedua serigala lantaran jika mereka melakukan lebih takut akan menganggu.
...# Hari Ke-6...
Nolan yang tidak bisa tidur karena cemas membuat nya kesiangan.
"Gawat! Udah siang!"
Nolan yang masih cemas dengan kedua serigala, dia sontak bangun dan berlari kearah kereta kuda yang dimana sudah ada Miya yang sedang memberikan daging kepada mereka.
"Selamat pagi, kepala Desa!"
"Miya, bagaimana keadaan nya?"
Miya pun memberikan kode kepala untuk melihat kedalam kereta dan Nolan pun sontak melihat kedalam yang dimana dia melihat serigala betina sedang menyusui keempat anak nya sedangkan, serigala jantan sudah tidak marah dengan Nolan dan Miya.
Melihat keadaan itu, Nolan merasa lega saat melihat serigala betina telah berhasil melewati persalinan.
Setelah itu, Nolan memberikan potongan daging b@bi terbaik untuk merayakan nya.
Lalu, Nolan dan Miya membantu mengobati luka kedua serigala tersebut.
Nolan pikir kedua serigala itu akan pergi setelah melahirkan namun, dugaan Nolan itu salah. Kedua serigala dan bersama dengan anak-anak nya memutuskan untuk tinggal di desa ini.
Nolan dan Miya pun tidak tega untuk mengusir mereka dari desa.
Bahkan ketrampilan Constructor ikut mendukung nya.
...Ding!...
...[Terdeteksi warga baru.]...
...[Apakah anda ingin mendaftarkan warga baru? Iya / Tidak. ]...
Nolan yang melihat itu, dia pun mengerti kalau yang dimaksud nya keluarga serigala. Dan, tanpa ada keraguan Nolan memilih [Iya]
Setelah itu, Nolan membuat gudang yang akan digunakan sebagai kandang para serigala.
Lalu, Nolan memberikan nama kepada mereka Kuro dan Yuki. Meski White bukanlah serigala putih namun, Nolan memberikan nama agar dirinya tidak tertukar dengan yang jantan.
Juga, keempat anak Kuro dan Yuki diberikan nama Kuroichi, Kuroni, Kurosa dan Kurogo.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
...[Desa Oasis....
...Level 2 (6/10)...
...Kepala Desa: Nolan Lionheart....
...Poin Desa: 10....
...Jumlah penduduk desa: 7...
...Ketrampilan desa: Tidak ada.]...
Kuro
Yuki
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 59 Episodes
Comments
Faatikhuddin_LD
bjirlaah wkwk
2024-07-29
1
♡~Yuki.nur019
wehh 🗿 mohon jangan
2024-01-09
2
Frando Kanan
nah kn...2 serigala ini mirip seperti anime itu... Isekai nonbiri nouka
2023-12-14
0