...Chapter 16 | The Bandit, Beru....
Beru.
Didalam ketidaksadaran nya, pria penyusup itu mengingat sesaat dirinya dan kelompok bandit berhasil menguasai satu desa.
Nama nya Beru, pria usia 23 tahun yang bergabung di kelompok bandit.
Beru dan kelompok nya menjarah desa demi untuk merampok harta benda desa, menangkap pengungsi dan menjual nya para pengungsi itu sebagai budak.
Beru juga merasa beruntung ada di kelompok bandit lantaran pemimpin mereka memiliki Double karunia skill, salah satu nya Slavery. Sebuah kemampuan untuk membuat kontrak budak.
Peperangan antara Kerajaan Aldebaran dengan Kerajaan Alexandria membuat keberuntungan tersendiri.
Karena hal itu banyak pengungsi yang dapat ditemukan dan berkeliaran tanpa tujuan.
Sejak saat itu, Beru dan kelompok nya banyak melakukan pembunuhan, menangkap pengungsi tanpa henti.
Namun, suatu ketika Beru melakukan kecerobohan dengan membuat beberapa dari mereka melarikan diri.
Dan, saat pemimpin mereka mengetahui hal itu. Beru pun diperintahkan untuk menangkap semua budak yang kabur sampai tiba di gurun.
Lalu, ada yang membuat Beru terheran saat tiba di gurun.
"Kenapa ada desa disini? Dan, terlihat berbeda," gumam Beru.
Beru yang penasaran, dia sontak menyelinap masuk kedalam desa yang dimana dia melihat banyak warga yang hidup tinggal di desa itu jika diperkirakan ada lebih dari 150 jiwa dan kebanyakan dari mereka anak-anak serta wanita.
Memahami itu, Beru tersenyum senang.
"Saya berterimakasih kepada keberuntungan ini. Mereka pasti banyak harta dan sumber daya yang berlimpah."
Sesaat kemudian, ada seseorang yang telepati kepada nya yang mana pemilik karunia skill telepati ada di kelompok bandit.
"Hei, Beru. Bagaimana keadaan nya? Apakah kamu sudah menemukan budak yang kabur.
"Kak Shanti, saya mendapatkan kabar gembira. Saya tidak hanya menemukan budak yang kabur tapi saya menemukan desa di gurun ini dan mereka cukup kaya sumber daya."
"Oi, Beru. Jangan bercanda! Kita tahu disana tidak ada apa-apa. Apakah kamu mengkhayal?!"
"Tidak kak. Ini nyata. Saya saat ini sedang menyelinap untuk memeriksa keadaan desa ini dan seperti nya desa ini dibangun dari para pengungsi dari beberapa desa. Dan, saya pikir kita bisa mudah untuk menaklukkan nya," ucap batin Beru seraya membasahi bibir nya dengan lidah.
"Apakah benar seperti itu? Kamu tidak bohong."
"Tentu saja tidak. Saya mengatakan yang sebenarnya!"
"Baiklah, saya akan melaporkan nya kepada bos. Jika memang benar, kamu akan mendapatkan prestasi yang luar biasa dan akah mendapatkan hadiah yang besar."
"Terimakasih, kak Shanti."
Setelah itu, komunikasi berakhir dan Beru melanjutkan langkah nya dengan memasuki ladang dengan penuh kegembiraan.
Namun, kegembiraan menghilang saat bertemu dengan gadis berambut merah yang mana memergoki dirinya yang tidak lain, dia Bong So.
"Sial! Saya terlihat. Jika begini, dia harus mati!" batin kesal Beru.
Lalu, Beru pun menghunuskan pedang nya.
"Jangan salah kan saya! Ini hanya kesialan mu sendiri!" ucap remeh Beru.
Bong So pun beranjak diri dan memiringkan kepala.
"Apa maksud nya? Saya tidak mengerti," jawab santai Bong So seraya memakan tomat.
Tanpa membuang waktu, Beru mengayunkan pedang nya kearah Bong So akan tetapi hanya dengan sebuah tamparan Beru terbang hingga membentur pohon beringin Iblis dan saat Beru mengumpulkan kesadaran.
Dia mendengar sesuatu dan sontak menoleh kearah sumber suara itu yang mana terlihat laba-laba putih yang cukup besar dengan merayap di atas nya.
"Baajsjs ... (Kenapa ada monster ini ....)"
Saking ketakutannya, Beru berbicara tidak jelas dan akhirnya pingsan.
Beberapa saat kemudian, Beru membuka mata dan dia pun terkejut lantaran dirinya sedang berada di penjara dengan tangan yang di ikat pada pinggang belakang nya.
"Hah? Apa yang terjadi?" gumam heran Beru seraya melihat sekeliling.
Dipahami lah bahwa dirinya sedang berada di penjara dan dia coba untuk mengingat bahwa dirinya bertemu dengan gadis berambut merah serta laba-laba putih.
"Ah, sial! Seperti nya, saya tertangkap," gumam kesal Beru didalam benak batin nya.
Tidak lama kemudian, Beru mendengar telepati dari Shanti.
"Oi, Beru. Apakah kamu bisa mendengar ku?!" telepati Shanti dengan nada yang kesal.
"Iya, saya bisa mendengar nya, kak."
"Cih! Jika kamu bisa mendengar harus nya menjawab lebih cepat dong."
"Iya, kak. Maaf."
"Seperti yang kamu laporkan. Bos, saya dan anak-anak lainnya sedang dalam perjalanan ke desa yang kamu katakan."
"Benarkah?! Baiklah, saya menunggu disini!"
"Oi, Beru. Apakah kamu yakin kalau di desa itu desa pengungsi yang kebanyakan wanita dan anak-anak? Dan, kamu yakin tidak ada petualang di desa itu."
Beru diam sejenak dan tidak menjawab sampai Shanti bertanya lagi.
"Beru?!"
"Oh, Iya. Saya yakin. Ini salah satu desa yang sangat mudah ditaklukkan."
"Baik. Kalau begitu, tunggu kami!"
Setelah itu, komunikasi berakhir namun, Beru menjadi cemas lantaran dia tersadar bahwa desa ini bukan lah desa biasa jika tidak. Bagaimana mungkin mereka bisa menangkap Beru yang bahkan memiliki kemampuan sekelas petualang emblem Perak.
"Apakah lebih baik saya beritahu informasi ini? Tapi, jika sampai ke Bos maka saya akan dikeluarkan dari kelompok bandit. Ah, lebih baik. Saya periksa keadaan nya dahulu," batin analisa Beru.
"Hei, kamu sudah bangun?" tanya seorang gadis kepada Beru.
Mendengar itu, Beru sontak menoleh kearah sumber suara yang dimana terlihat seorang gadis berambut merah pendek bersama seorang pemuda serta nenek-nenek.
Saat melihat gadis berambut merah, dia sontak teringat dengan tamparan dari nya yang sangat kencang hingga membuat kedua mata nya terbuka lebar.
"Ka-kamu yang menamparku?!"
Gadis berambut merah tidak lain Bong So yang mana dia menjawab dengan senyuman lebar dan menempelkan kedua tangan nya.
"Maaf, saya terlalu kencang menampar kamu."
"Se-sebenarnya, siapa kamu? Dan, desa apa ini?!"
Mendengar itu, Nolan yang juga ada disana langsung memperkenalkan dirinya.
"Salam kenal, aku Nolan. Kepala desa di sini. Jadi, giliran ku yang bertanya. Siapa nama mu?"
Beru yang menolak memberitahu identitas nya, dia menundukkan kepalanya dan diam.
Nolan yang melihat penampilan nya, dia pun mengambil kesimpulan dan mempertanyakan nya lagi.
"Apakah kamu seorang bandit?"
Bandit itu lagi-lagi terdiam hingga membuat Nolan menghela nafas panjang.
"Seperti nya sulit untuk membuka mulut," gumam kecewa Nolan.
"Sudah cukup. Serahkan kepada nenek!"
Nolan pun menoleh kearah Nenek Mio dan menganggukkan kepalanya.
Lalu, nenek Mio pun masuk kedalam sel penjara.
Bandit Beru hanya terdiam dengan menundukkan kepalanya kesamping.
"Anak muda. Kira mulai tahap pertama," ucap nenek Mio seraya mengeluarkan jarum akupuntur dan dia langsung menusukkan ke salah satu titik saraf yang membuat nya terus tertawa.
"Hahaha ... Apa ... Hahaha ... yang ... Hahah ... Nenek ... lakukan ... Hahah ...."
Beru pun terus tertawa tanpa henti sampai-sampai membuat nya pusing dan tersiksa sendiri.
"Hahaha ... Nenek ... Hahaha ... Maafkan ... Hahah ... Saya ... Hahaha ... Jadi .... Tolong ... Hahaha ... Hentikan ... Hahaha ..."
Melihat metode penyiksaan dari nenek Mio membuat Nolan dan Bong So tertawa kecil.
"Kalau ingin dihentikan maka kamu harus berbicara jujur anak muda!" seru nenek Mio dengan senyuman yang menakutkan.
"Hahaha ... Baik ... Hahaha ... saya ... Hahaha ... Akan ... Bicara ...."
Mendengar itu, nenek Mio menoleh kearah Nolan dan Nolan pun menjawab nya dengan anggukan kepala.
Nenek Mio yang melihat jawaban Nolan, dia mencabut jarum akupuntur nya dan tawa nya pun terhenti yang mana wajah dari Bandit Beru menjadi pucat.
Sesudah itu, Beru menceritakan semua kronologis sampai ke desa bahkan menceritakan tentang Shanti yang memiliki Karunia Skill Telepati.
Mendengar itu, Nolan sedikit terkesan dengan kelompok bandit.
"Aku tidak menyangka kalau ada pemilik Karunia Skill yang cukup langka meski mereka seorang bandit," gumam Nolan.
"Bocah Kades, jangan remehkan kami! Jika kami menyerang maka desa ini akan hancur," ucap Beru dengan senyuman remeh.
"Oh, begitu. Sungguh menarik! Aku menantikan nya," jawab santai Nolan dengan senyuman kecil.
Dan, menurut informasi. Nolan bersama Desa Oasis mau tidak mau harus menghadapi Invasi Bandit yang akan datang.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 59 Episodes
Comments
Frando Kanan
lah? Dia kn...Dr SAO S1 eps awal bertemu dgn Dia 😅
2023-12-14
0
miyamura kun~
muantap pooolll
2023-12-13
0
Jimmy Avolution
gaskeun
2023-12-04
1