BAB 14

Tiga puluh menit berlalu...

Berulangkali Kaylee melihat jam di tangannya. "Huhh, kenapa laki-laki itu belum nampak juga", gumam Kaylee mulai bosan menunggu.

Sedari tadi Kaylee hanya membolak-balik majalah yang tersusun rapi di samping teman duduknya. Lebih tepatnya majalah perusahaan Gladwyn beserta anak perusahaan mereka.

Setiap halaman memuat foto Flint. Pengusaha muda berusia tiga puluh lima tahun yang sukses mengembang bisnis di beberapa bidang. Bisnis milik nya kian berkembang pesat sejak beberapa tahun belakangan.

Kaylee, mengambil teh yang di suguhkan Nicole sekertaris Flint beberapa saat yang lalu. Nicole bilang meeting yang di hadiri Flint sangat penting, bisa saja memakan waktu yang lama. Nicole menyuguhkan cemilan juga di hadapan Kaylee. Namun Kaylee tidak minat mencoba makanan itu, baginya terlalu manis.

Waktu terus berputar, kalau di hitung dari kedatangannya sudah lebih dari satu jam ia berada di ruangan Flint.

"Apa sebaiknya nanti saja aku menemuinya. Waktuku habis percuma. Sudah satu jam aku menunggu, laki-laki itu belum selesai meeting juga", ucap Kaylee sembari beranjak dari sofa. Ia mengambil sling bag milik nya dan menyelempangkan long strip ke bahunya.

Kaylee hendak membuka handle pintu, dalam waktu bersamaan pintu itu terbuka. Seketika wajah tampan Flint terlihat di depan pintu. Kaylee bertukar pandang dengan laki-laki itu.

"Kau mau kemana?", tanya Flint masuk ke dalam ruangannya, ternyata ia tidak sendiri ia bersama laki-laki sebaya Flint. Laki-laki itu menatap Kaylee dengan pasat.

"Hm...sudah satu jam lebih aku menunggu mu, tuan. Aku baru saja mau pulang, aku pikir besok bisa menemui mu kembali", jawab Kaylee. Saat bicara mata indah gadis itu membulat.

Flint memperhatikan Kaylee dari kursi kebesarannya. Ia bersama temannya sudah duduk. Sementara Kaylee masih berdiri di dekat pintu.

"Apa kau tidak ingin duduk, nona Kaylaa? Apa yang ingin kau sampaikan pada ku? Agency mu sampai menghubungi asisten ku", tanya Flint to the points. Iris berwarna abu-abu pria itu tak lepas dari sosok Kaylee.

Begitu juga Thomas, terus saja menatap gadis cantik memiliki mata sangat indah.

Kaylee duduk di hadapan Flint, tepatnya di samping Thomas. Kaylee mengambil cek di dalam tas nya dan memberikannya di hadapan Flint.

"Aku membayar hutang papa, seperti janjiku beberapa hari yang lalu".

Flint mengambil cek itu. Melihat nominal yang di bayar Kaylee.

"Itu baru delapan puluh persen. Sisanya.."

Kaylee tidak melanjutkan ucapannya, gadis itu terlihat menelan ludah. Flint menatapnya sembari menyandarkan punggung dan mengusap dagunya.

"Untuk membayar sisa hutang papa, bisakah saya meminta waktu sebulan lagi. Saya harus mengumpulkan uang yang tidak sedikit", ucap Kaylee pelan.

Thomas menopang wajahnya dengan tangannya yang bertumpu pada meja kerja Flint. Ia menatap Kaylee. Ia tahu di balik mata indah gadis itu menyimpan kesedihan mendalam.

"Baiklah. Aku hargai itikad baik mu. Aku yakin kau sudah bekerja keras mengumpulkan uang sebanyak ini", ucap Flint menatap gadis berkulit bening itu.

Mendengar perkataan Flint tentu saja membuat perasaan Kaylee lega. Bahkan ia spontan mengucap rasa syukur nya. Senyum bahagia terlukis di wajah Kaylee.

Flint mengusap tengkuknya melihat senyum indah Kaylee. "Ehem..."

Thomas melihat perubahan temannya itu. Baginya yang mengenal Flint sudah sangat lama, rasanya tidak mungkin Flint bersikap lunak itu pada siapapun. Tanpa kecuali wanita manapun. Apalagi jika sudah menyangkut bisnisnya, tentu ia tidak mau rugi.

"Tapi aku mau tiap minggu kau datang kemari. Membuat laporan pada Roland asisten ku. Ingat Kaylaa aku tidak mau kau melarikan diri, orang-orang ku tahu di mana tempat mu bekerja".

Kaylee menganggukkan kepalanya dengan pasti. "Tentu saja. Tuan jangan kuatir aku tidak akan kabur", jawabnya sambil tertawa.

Lagi-lagi Flint mengusap tengkuknya, menatap Kaylee tertawa lepas. Terdengar tawa begitu renyah di telinga Flint.

"Adik dan pelayan mu bisa kembali ke rumah itu, Kaylaa".

Ucapan Flint mengejutkan Kaylaa yang hendak beranjak dari duduknya. Bahkan Flint menyebut nama Kaylaa dengan jelas.

"pengacara Henry akan mengembalikan kunci rumah mu", ujar Flint lagi.

"Oh... Terima kasih tuan. Kalau begitu saya permisi", ucap Kaylee terlihat girang. Gadis itu mengulurkan tangannya untuk bersalaman dengan Flint. Beberapa saat Flint terdiam, kemudian barulah menyambut tangan Kaylee yang terasa hangat dan halus sekali.

Thomas curiga melihat tingkah teman nya itu.

Setelah Kaylee keluar, Thomas menatap temannya. "Apa yang kau rencanakan Flint? Aku tidak pernah melihat mu seperti ini".

"Memang apa yang salah. Gadis itu mengembalikan uang yang di pinjam ayahnya", jawab Flint memasukkan selembar cek dari Kaylaa ke dalam laci meja kerja nya.

"Kau meminta nya datang tiap minggu untuk membuat laporan, bukankan itu berlebihan sekali".

"Ya...aku ingin memastikan saja bahwa ia bersungguh-sungguh dengan janjinya", jawab Flint lagi seraya berdiri menuju meja minuman. Laki-laki itu menuang wine kedalam gelas sloki dan meneguknya.

Thomas tahu ada yang di sembunyikan temannya itu.

"Ternyata gadis itu sangat cantik. Bahkan lebih cantik dari foto yang aku lihat di pemakaman Andrew", ucap Thomas.

Mendengar perkataan Thomas membuat Flint mencengkram kuat gelas sloki yang ada di genggaman nya. "Iya. Gadis itu sangat cantik, tapi sayang ia wanita pengkhianat yang menyebabkan kematian Andrew.."

...***...

Terpopuler

Comments

Ita Maisaroh

Ita Maisaroh

ntar bucin trus nyesel deh.. flint...

2024-11-22

2

Alanna Th

Alanna Th

flint mulai msk sarang laba" tarantula! /Facepalm//Facepalm//Good/

2024-10-16

0

Amelia

Amelia

Terpesona berselimut dendam /Tongue/

2024-09-14

1

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!