Mematikan syaraf

"Ethan, jangan bicara sembarangan sayang." Maureen langsung mendekati putranya dan tersenyum kaku pada Noel yang menatapnya dengan datar tanpa ekspresi.

Maureen hanya takut jika pria itu akan tersinggung, meskipun Ethan adalah darah dagingnya tapi Noel pasti memiliki kehidupan pribadi sendiri. Minta di akui sebagai ayah tidak masalah, karena Noel memang ayah dari putranya.

"Bukanya panggilan ayah untuk seseorang yang sudah memiliki anak dan menikah? lalu kenapa Paman ini minta di panggil ayah? itu berarti dia akan menjadi suami ibu." kata Ethan lagi sambil menatap ibunya dengan rasa penasaran.

Maureen menatap putranya dengan tatapan nanar, entah mendapat pemikiran dari mana saat Ethan mengatakan hal yang mungkin hanya orang dewasa yang mengerti, tapi anak kecil ini begitu lancar mengatakannya.

"Tidak sayang, panggilan ayah tidak harus menjadi sepasang suami istri. Kalau Ethan sudah besar pasti Ethan akan mengerti." Maureen mengusap kepala putranya dengan lembut dan tatapan penuh kasih sayang.

Sedangkan Noel sejak tadi memperhatikan interaksi keduanya yang membuatnya merasakan sesak melihat putranya yang sangat kritis pertanyaan dan begitu cerdas.

"Kalau Ethan keberatan tidak masalah, panggil saja paman seperti sebelumnya," Noel tersenyum meskipun ada hatinya yang merasa tercubit, bukankah dia harus menjaga agar Ethan memiliki hati yang senang.

Pada akhirnya Ethan menerima pemberian Paman yang minta dipanggil ayah itu, meskipun wajah mereka mirip tapi Ethan tidak tahu jika pria itu adalah ayah kandungnya. Jika Ethan tahu pasti anak itu akan mengajukan banyak pertanyaan yang pasti akan membuat dua orang tuanya pusing.

*

*

Maureen sedang masak di dapur, dia sejak tadi sibuk sendiri tanpa ingin bergabung dengan anak dan ayahnya itu. Lebih tepatnya Maureen menyibukkan dirinya agar tidak terjebak satu ruang dengan pria yang membuat hawa panas langsung menjalar di sekujur tubuhnya.

"Ayah apa ini bagus?" Ethan menunjukan sebuah sketsa yang dia gambar di ponsel sang ayah, di mana Ethan langsung bisa memberinya warna dengan alat yang dia pegang.

"Kenapa kamu suka sekali menggambar gedung seperti ini? apa kamu ingin menjadi arsitek?" tanya Noel yang melihat sketsa hasil Ethan cukup memukau.

Kepala Ethan menggeleng, "Aku punya cita-cita untuk bisa menjadi pemilik sebuah perusahaan besar, agar ibu tidak perlu lagi bekerja," Katanya dengan nada santai dan tangan fokus menggambar, bahkan Ethan bicara tanpa melihat lawan bicaranya.

Noel yang duduk disamping Ethan merangkul bahu anak kecil itu, dikecupnya pucuk kepala Ethan dengan perasaan yang tiba-tiba membuat dadanya sesak.

"Itu bukan hanya cita-cita sayang, tapi memang takdir hidup mu sebagai penerus kelurga Jhonson." Gumam Noel.

Di dapur Maureen yang ingin mengambil toples bumbu di rak atas merasa kesulitan, kakinya sudah berjinjit semaksimal mungkin, tangannya sudah menggapai-gapai agar sampai tapi nihil juga.

"Ish, kenapa aku merasa jika tinggi ku menyusut." gerutunya karena merasa kesulitan.

Maureen mencobanya sekali lagi, bisa menaruh kok dia nggak bisa ngambilnya kan aneh.

Hap

Sebuah tangan meraih toples yang ingin Maureen ambil, tubuh Maureen sampai terhuyung kebelakang dan membentur dada bidang yang keras, tubuhnya hampir saja oleng kalau tidak ada sebuah tangan melingkar di perutnya.

Sejenak Maureen menahan napas saat hembusan nafas hangat Noel menerpa daun telinga bagian belakang.

Noel yang sengaja masuk kedapur untuk melihat Maureen tidak sengaja justru mendapati keadaan yang malah menyiksa dirinya sendiri.

"Siall, ini hanya berdekatan kenapa si Joni langsung tegang." Umpat Noel dalam hati.

Sedangkan Maureen tubuhnya sudah menegang sempurna saat merasakan sesuatu yang keras menonjol dibagian belakang tubuhnya. mereka saling diam dengan pikiran masing-masing.

Sedangkan di depan sana seseorang terdengar mengetuk pintu membuat Ethan berdiri dan berjalan untuk membuka pintu.

Ceklek

Pintu dibuka, Ethan mengerutkan keningnya saat melihat seorang wanita cantik yang tidak pernah ia lihat berdiri dengan wajah syoknya.

"Bibik siapa?" Tanya Ethan dengan ramah.

Celine yang berdiri mematung dengan wajah syoknya hampir linglung melihat anak kecil yang sangat mirip dengan kakaknya itu.

"Kenapa ada kak Noel kecil," gumam Celine dengan wajah pucat nya.

Sedangkan adegan di dapur juga belum berpindah posisi, sangking sibuk dengan pikiran mereka masing-masing, suara ketukan pintu tidak membuat keduanya terganggu.

Noel perlahan mendekatkan kepalanya dan memejamkan matanya saat aroma wangi rambut Maureen menyapa indera penciumannya, Noel menghirup banyak-banyak aroma wangi yang menenangkan, ia menyukai wangi Maureen.

"T-tuan tolong lepaskan." Ucap Maureen yang mencoba melepaskan rangkulan tangan Noel di pinggangnya yang sangat erat. Bahkan Maureen semakin merasakan hembusan napas panas Noel semakin dekat membuat sekujur tubuhnya merinding.

"Kenapa wangi mu membuat ku candu, hm."

Suara serak nan berat Noel membuat Maureen membelalakan matanya, apalagi tonjolkan keras dibelakang sana kian kuat dan tegang.

"T-Tuan tol-Shhh." Maureen memejamkan matanya dengan tubuh bergetar saat merasakan sentuhan ringan namun mampu membuat sekujur tubuhnya merasakan geli saat bibir Noel menyentuh daun telinganya.

Napas Noel terdengar memburu dan keras, membuat irama tersendiri bagi Maureen.

"Maureen, ternyata wanita sepertimu yang mematikan syaraf pusat tubuhku!" Geram Noel dengan napas tertahan.

Maureen yang tidak mengerti hanya diam sambil menahan napas, meskipun sekujur tubuhnya sudah terasa lemas.

Noel yang sudah dikuasi dengan gairah yang sudah lama tidak ia rasakan semakin berani menunjukan sisi liarnya, pria itu hendak menyesap leher putih Maureen namun suara intrupsi tiba-tiba terdengar.

"Ayah, ibu ada bibik Celine!!"

Suara Ethan yang datang tiba-tiba membuat Maureen langsung tersadar dan melepaskan rangkulan dari pria panas nan bahaya ini.

Terpopuler

Comments

Alanunyu Alan

Alanunyu Alan

8888

2024-02-06

1

Ita Mariyanti

Ita Mariyanti

🔥🔥🔥🍍🍍🍍🍍🍍🏃🏃🏃

2023-11-03

1

💜🌷halunya jimin n suga🌷💜

💜🌷halunya jimin n suga🌷💜

anak sama bapak sama an ya lngsng on.... apa terkutuk darah perawan... 😂

2023-11-03

0

lihat semua
Episodes
1 Candu
2 Nasib yang menyedihkan
3 Bayimu
4 Pendonor
5 Uncle
6 Ada apa dengan jantung ku
7 Kebenaran Ethan
8 Kau tidak mengingat ku!
9 Memohon
10 Kau pasti tahu jika melihatnya
11 Otot-otot menonjol
12 Calon suami
13 Mematikan syaraf
14 Tangan ayah kuat
15 Terbiasa berdekatan
16 Ketegangan
17 Maaf
18 Menuruti permintaan ayah
19 Niatan Rafeal
20 Dongeng menggelikan
21 Menyingung
22 Membawa Ethan
23 Jangan egois
24 Sakit
25 Menagih jaminan
26 Kehidupan yang terusik
27 Tidak Mau kehilangan
28 Tamu tak di undang
29 Pilihan cepat
30 Lebih menakutkan dari ayah
31 Pantang menunduk
32 Kapan kalian akan menikah
33 Tidur di sofa
34 Surat tugas
35 Mempelai
36 Benarkah dia suami ku
37 Kehangatan dalam pelukan
38 Berkunjung ke rumah sakit
39 Mengajak ke kantor
40 Memberikan kesibukan
41 Penasaran Jaena
42 Dia kakak ku
43 Kentang
44 Jaena mengadu
45 Akan memiliki adik
46 Kedai ramen
47 Bermaksud berbohong
48 Esppreso dan cake
49 Salon
50 Acara menggosok
51 Berkencan dengan sesama jenis
52 Jebakan
53 Mengantikan dengan kebahagiaan
54 Kekesalan Celine
55 Pacar Lucas Tante-tante
56 Arti debaran jantung
57 Bersembunyi dalam goa
58 Pemandangan
59 Permintaan Celine
60 Keturunan Jhonson sejati
61 Sensitif
62 Memanjakan mangsa
63 Terong premium
64 Di peras paksa
65 Kado wanita cantik
66 Saran Noah
67 Berkumpul di rumah sakit
68 Menyimpan tenaga
69 Carlos
70 Bayi laki-laki
71 Mejalani operasi
72 Pria normal
73 Perjanjian
74 Menunggu Ethan sadar
75 Efrain Kheil Jhonson
76 Mulai bekerja
77 Butik
78 Satu sama
79 Zora berwajah buruk
80 Gosip
81 Empat sampai lima ronde
82 Luka bibir
83 Bahagia
Episodes

Updated 83 Episodes

1
Candu
2
Nasib yang menyedihkan
3
Bayimu
4
Pendonor
5
Uncle
6
Ada apa dengan jantung ku
7
Kebenaran Ethan
8
Kau tidak mengingat ku!
9
Memohon
10
Kau pasti tahu jika melihatnya
11
Otot-otot menonjol
12
Calon suami
13
Mematikan syaraf
14
Tangan ayah kuat
15
Terbiasa berdekatan
16
Ketegangan
17
Maaf
18
Menuruti permintaan ayah
19
Niatan Rafeal
20
Dongeng menggelikan
21
Menyingung
22
Membawa Ethan
23
Jangan egois
24
Sakit
25
Menagih jaminan
26
Kehidupan yang terusik
27
Tidak Mau kehilangan
28
Tamu tak di undang
29
Pilihan cepat
30
Lebih menakutkan dari ayah
31
Pantang menunduk
32
Kapan kalian akan menikah
33
Tidur di sofa
34
Surat tugas
35
Mempelai
36
Benarkah dia suami ku
37
Kehangatan dalam pelukan
38
Berkunjung ke rumah sakit
39
Mengajak ke kantor
40
Memberikan kesibukan
41
Penasaran Jaena
42
Dia kakak ku
43
Kentang
44
Jaena mengadu
45
Akan memiliki adik
46
Kedai ramen
47
Bermaksud berbohong
48
Esppreso dan cake
49
Salon
50
Acara menggosok
51
Berkencan dengan sesama jenis
52
Jebakan
53
Mengantikan dengan kebahagiaan
54
Kekesalan Celine
55
Pacar Lucas Tante-tante
56
Arti debaran jantung
57
Bersembunyi dalam goa
58
Pemandangan
59
Permintaan Celine
60
Keturunan Jhonson sejati
61
Sensitif
62
Memanjakan mangsa
63
Terong premium
64
Di peras paksa
65
Kado wanita cantik
66
Saran Noah
67
Berkumpul di rumah sakit
68
Menyimpan tenaga
69
Carlos
70
Bayi laki-laki
71
Mejalani operasi
72
Pria normal
73
Perjanjian
74
Menunggu Ethan sadar
75
Efrain Kheil Jhonson
76
Mulai bekerja
77
Butik
78
Satu sama
79
Zora berwajah buruk
80
Gosip
81
Empat sampai lima ronde
82
Luka bibir
83
Bahagia

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!