Kau tidak mengingat ku!

Noel membawa wanita cantik dengan rambut berwarna madu itu untuk masuk ke ruangan. Sejak tadi tangannya tidak lepas dari lengan Noel.

"Wow ruangan yang sangat luas dan bagus!" ucap wanita itu dengan mata berbinar, "Lalu di mana ruangan ku?" Tanyanya lagi dengan senyum cantik di bibirnya.

Noel hanya memutar bola matanya malas, pria itu menghubungi seseorang agar datang ke ruanganya.

Noel menatap wanita cantik tapi sayangnya menyebalkan baginya dengan kedua tangan terlipat di dada. Membuat wanita itu menatap Noel dengan memicingkan mata.

"Cara apa yang membuat mu di ijinkan ayah untuk bekerja di rumah sakit ini?" Tanya Noel dengan alis terangkat sebelah.

Wanita yang ditanya hanya tersenyum lebar, "Kau seharunya tau kelemahan ayah jika berurusan dengan ku."

Noah mendesahh kesal, malas sekali rasanya harus sekantor dengan adiknya sendiri, Celine yang memang sekolah megambil gelar dokter, cita-citanya sejak kecil.

"Setelah ini ada yang harus kamu lakukan," Ucap Noel dengan serius.

Bersamaan dengan pintu ruanganya terbuka setelah diketuk beberapa kali.

"Antarkan Celine ke ruanganya." Ucap Noel pada seorang pria.

"Baik tuan."

Celine hanya mencebikkan bibirnya pada Noel, sang kakak yang berbeda dengan satu tahun darinya.

"Aku rasa kakak punya rahasia, jadi-"

"Pergilah, sebelum ijin mu aku cabut!" Titah Noel dingin.

Celine hanya bisa pergi dengan wajah masam, tapi dia yakin yang di ucapkannya benar.

Saat keluar dari ruangan Noel, Celine bertemu dengan dokter yang menurutnya sangat tampan, meskipun tampan dalam versinya masih di menangkan oleh kedua kakaknya.

"Halo, dokter." Sapa Celine dengan senyuman yang manis, Celine memang seorang dokter tapi dia juga memiliki sifat bar-bar saat di luar tugas. Berbeda jika sudah berhadapan dengan pasien.

Dokter Rafeal menatap seorang wanita cantik yang tersenyum padanya.

"Kenalkan aku Celine, dokter Onkologi baru bergabung." Katanya dengan ramah disertai senyuman.

Dokter Rafael terseyum dan menerima uluran tangan Celine.

"Aku Rafael."

Celine terseyum senang, sedikit mengobrol tidak masalah, bahkan Rafael yang justru mengantarkan Celine ke ruanganya.

*

*

Maureen kembali bekerja seperti biasa, Ethan yang kondisinya sudah stabil memilih dirumah, namun anak itu di minta Maureen untuk menghubunginya satu jam sekali atau saat tubuhnya merasa tidak enak.

"Maureen hari ini ada pemilik resort hotel akan datang untuk menginap beberapa waktu, aku harap kamu yang bertanggung jawab dengan kamar pemilik resort." Ucap Seorang pria yang menjabat manager.

Maureen hanya bisa mengangguk, "Baik tuan, akan saya lakukan."

Kinerja Maureen sudah tidak diragukan lagi, dan mendapati pemilik resort yang akan datang manager tidak ingin atasanya kecewa dengan pelayanan hotel.

Dan Maureen lah yang cocok untuk melakukanya.

Sambil menarik troli berisikan perlengkapan kamar hotel, tiba-tiba ponsel Maureen bergetar, tanda pesan masuk.

"Ibu aku baru saja menggambar, apa ini bagus."

Ethan mengirim foto hasil gambarnya yang membuat Maureen tersenyum.

"Sangat bagus sayang, nanti Mama belikan hadiah karena Ethan sudah membuat gambar yang sangat bagus."

Setelah berkirim pesan dengan sang putra, Maureen kembali melanjutkan pekerjaan yang akan dia lakukan.

Mematikan jika kamar yang akan di tempati terasa nyaman dan aman. Mengecek beberapa hal seperti pengaturan air dan alat pendingin, semua tidak luput dari pemeriksaan Maureen.

Setelah beberapa menit pekerjanya selesai, saat Maureen keluar bertepatan dengan manager yang datang bersama dengan seorang pria.

"Maureen semua sudah siap?" Tanya sang manager.

Maureen menunduk hormat, "Sudah tuan,"

"Tuan silahkan, semoga anda betah di sini." ucap sang manager dengan senyum terbaiknya.

Pria yang di panggil tuan itu hanya bergumam, sambil melewati Maureen yang menunduk.

"Selamat beristirahat, jika membutuhkan sesuatu anda bisa memanggil nona Maureen."

Manager berlalu pergi sedangkan Maureen yang ingin ikut pergi justru tertahan dengan suara berat pria pemilik resort hotel ini.

"Tunggulah di situ, sebelum aku yakin jika semua baik-baik saja." Suara serak nan dingin itu terdengar di telinga Maureen.

"Baik tuan."

Maureen berdiri di sisi pintu, wanita itu terus menunduk tanpa melihat lawan bicaranya, karena memang begitulah adab pekerjanya.

Maureen hanya bisa melihat langkah kaki pria diruangan itu. Hingga langkah kakinya menghilang di dalam kamar mandi.

Maureen mengangkat kepalanya, saat bayangan pria itu tak terlihat, dengan helaian napas lega.

"Kemarilah!"

Seruan suara membuat tubuh Maureen menegang, "Ada apa tuan!" Tanyanya dengan suara yang juga keras agar pria didalam kamar mandi itu mendengarnya.

"Kau tidak dengar aku panggil! bagaimana air shower ini bisa mati!"

Maureen tersentak mendengar suara pria itu kian keras. Dengan langkah kaki ragu karena pria itu masih didalam sana Maureen kembali bersuara.

"Anda bisa keluar dulu tuan, biar saya lihat," Katanya dengan sopan di sisi pintu kamar mandi.

Tak lama derap langkah kaki mendekat membuat Maureen langsung menunduk saat melihat pria itu keluar.

"Permisi." Maureen berjalan sopan masuk kekamar mandi, ia berjalan menuju shower yang katanya mati.

Maureen mencoba memutarnya, tapi benar tidak hidup.

"Kenapa ini, bukankah tadi baik-baik saja." Katanya pada diri sendiri.

Wajah Maureen mendongak bersamaan dengan tangannya memutar kran dan,

Byurrr

Ahhh

Maureen hendak berbalik karena guyuran deras diatasnya seketika membuatnya basah. Namun belum sempat berbalik tiba-tiba sebuah tangan kekar mengunci tubuhnya dan merasakan punggungnya yang di himpit sebuah dada bidang.

Air shower masih mengalir dingin, tapi tidak dengan napas panas seorang pria yang mengungkung tubuh Maureen dari belakang.

"Tuan, anda mau apa!" Maureen berusaha melepaskan diri, jantungnya sudah berdebar kencang dengan napas yang berlarian.

"Kau tidak ingat padaku!"

Suara serak dengan hembusan napas panas menerpa telinganya, membuat sekujur tubuh Maureen meremang.

"Lima tahun lalu, hotel Xxx nomor 5."

Deg

*

*

Maafkeun beberapa hari otor libur 🤭

Terpopuler

Comments

Amoy Yani

Amoy Yani

lanjut...

2025-04-05

0

Amoy Yani

Amoy Yani

akhirnys..

2025-04-05

0

Enung Samsiah

Enung Samsiah

ooh jd pemilik RS skligus pemilik resor, wah papa athan kya juga

2024-01-26

0

lihat semua
Episodes
1 Candu
2 Nasib yang menyedihkan
3 Bayimu
4 Pendonor
5 Uncle
6 Ada apa dengan jantung ku
7 Kebenaran Ethan
8 Kau tidak mengingat ku!
9 Memohon
10 Kau pasti tahu jika melihatnya
11 Otot-otot menonjol
12 Calon suami
13 Mematikan syaraf
14 Tangan ayah kuat
15 Terbiasa berdekatan
16 Ketegangan
17 Maaf
18 Menuruti permintaan ayah
19 Niatan Rafeal
20 Dongeng menggelikan
21 Menyingung
22 Membawa Ethan
23 Jangan egois
24 Sakit
25 Menagih jaminan
26 Kehidupan yang terusik
27 Tidak Mau kehilangan
28 Tamu tak di undang
29 Pilihan cepat
30 Lebih menakutkan dari ayah
31 Pantang menunduk
32 Kapan kalian akan menikah
33 Tidur di sofa
34 Surat tugas
35 Mempelai
36 Benarkah dia suami ku
37 Kehangatan dalam pelukan
38 Berkunjung ke rumah sakit
39 Mengajak ke kantor
40 Memberikan kesibukan
41 Penasaran Jaena
42 Dia kakak ku
43 Kentang
44 Jaena mengadu
45 Akan memiliki adik
46 Kedai ramen
47 Bermaksud berbohong
48 Esppreso dan cake
49 Salon
50 Acara menggosok
51 Berkencan dengan sesama jenis
52 Jebakan
53 Mengantikan dengan kebahagiaan
54 Kekesalan Celine
55 Pacar Lucas Tante-tante
56 Arti debaran jantung
57 Bersembunyi dalam goa
58 Pemandangan
59 Permintaan Celine
60 Keturunan Jhonson sejati
61 Sensitif
62 Memanjakan mangsa
63 Terong premium
64 Di peras paksa
65 Kado wanita cantik
66 Saran Noah
67 Berkumpul di rumah sakit
68 Menyimpan tenaga
69 Carlos
70 Bayi laki-laki
71 Mejalani operasi
72 Pria normal
73 Perjanjian
74 Menunggu Ethan sadar
75 Efrain Kheil Jhonson
76 Mulai bekerja
77 Butik
78 Satu sama
79 Zora berwajah buruk
80 Gosip
81 Empat sampai lima ronde
82 Luka bibir
83 Bahagia
Episodes

Updated 83 Episodes

1
Candu
2
Nasib yang menyedihkan
3
Bayimu
4
Pendonor
5
Uncle
6
Ada apa dengan jantung ku
7
Kebenaran Ethan
8
Kau tidak mengingat ku!
9
Memohon
10
Kau pasti tahu jika melihatnya
11
Otot-otot menonjol
12
Calon suami
13
Mematikan syaraf
14
Tangan ayah kuat
15
Terbiasa berdekatan
16
Ketegangan
17
Maaf
18
Menuruti permintaan ayah
19
Niatan Rafeal
20
Dongeng menggelikan
21
Menyingung
22
Membawa Ethan
23
Jangan egois
24
Sakit
25
Menagih jaminan
26
Kehidupan yang terusik
27
Tidak Mau kehilangan
28
Tamu tak di undang
29
Pilihan cepat
30
Lebih menakutkan dari ayah
31
Pantang menunduk
32
Kapan kalian akan menikah
33
Tidur di sofa
34
Surat tugas
35
Mempelai
36
Benarkah dia suami ku
37
Kehangatan dalam pelukan
38
Berkunjung ke rumah sakit
39
Mengajak ke kantor
40
Memberikan kesibukan
41
Penasaran Jaena
42
Dia kakak ku
43
Kentang
44
Jaena mengadu
45
Akan memiliki adik
46
Kedai ramen
47
Bermaksud berbohong
48
Esppreso dan cake
49
Salon
50
Acara menggosok
51
Berkencan dengan sesama jenis
52
Jebakan
53
Mengantikan dengan kebahagiaan
54
Kekesalan Celine
55
Pacar Lucas Tante-tante
56
Arti debaran jantung
57
Bersembunyi dalam goa
58
Pemandangan
59
Permintaan Celine
60
Keturunan Jhonson sejati
61
Sensitif
62
Memanjakan mangsa
63
Terong premium
64
Di peras paksa
65
Kado wanita cantik
66
Saran Noah
67
Berkumpul di rumah sakit
68
Menyimpan tenaga
69
Carlos
70
Bayi laki-laki
71
Mejalani operasi
72
Pria normal
73
Perjanjian
74
Menunggu Ethan sadar
75
Efrain Kheil Jhonson
76
Mulai bekerja
77
Butik
78
Satu sama
79
Zora berwajah buruk
80
Gosip
81
Empat sampai lima ronde
82
Luka bibir
83
Bahagia

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!