Nasib yang menyedihkan

Maureen Coline wanita 22 tahun, membuka matanya setelah merasakan pria yang beberapa jam lalu menggagahi dirinya berulang kali dan kini sudah terkapar dengan suara dengkuran halus.

Maureen menyingkirkan tangan yang melingkar di perutnya yang terasa berat.

Dengan tubuh yang terasa sakit dan lelah, Maureen bangun dari ranjang dengan langkah kaki tertatih menuju kamar mandi. Rasanya begitu sakit, sakit fisik maupun hati. Maureen kembali menangis di dalam kamar mandi sambil menatap pantulan dirinya depan cermin.

Wajah menyedihkan dengan banyak tanda merah hampir disekujur tubuhnya, Maureen terlihat jijik hanya dengan melihat tubuhnya.

Dengan hati yang hancur dan air mata yang terus menetes, Maureen membersihkan diri dan keluar dari kamar mandi hanya dengan menggunakan handuk.

Melihat seorang pria yang terkapar di atas ranjang membuat dada Maureen kembali terasa diremas hingga meninggalkan sesak yang begitu nyata.

"Aku berdoa semoga di kehidupan mendatang tidak akan bertemu dengan pria seperti mu." Ucapnya sambil melihat gaun pengantinnya yang tergolek di atas lantai.

Melihat semuanya membuat hati Maureen kembali sesak, meskipun lolos dari tuan Fergu, tapi Maureen justru terjebak di dalam kandang singa yang menghancurkan masa depannya. Sungguh nasib buruk menimpanya.

Melihat gaun pengantin yang sudah terbelah, Maureen mengedarkan pandangannya dan melihat ada sebuah koper di sudut ranjang.

Dengan langkah yang masih tertatih Maureen mendekati koper dan membukanya.

"Entah sebesar apa rudal mu, sampai membuat milikku begitu sakit," Gumam Maureen sambil memikirkan rudal yang mengobrak abrik miliknya sampai ledes dan terasa masih mengganjal.

Matanya mencari pakaian yang bisa ia pakai, tapi otaknya justru memikirkan rudal yang memberikannya kenikmatan.

Dasar Maureen!

Maureen mengambil Cardlock yang ada di atas nakas, dan dirinya baru bisa keluar dari kamar hotel.

Meninggalkan kamar hotel mewah dan luas, Maureen memakai kemeja navi yang kedodoran, panjangnya kemeja bahkan menyentuh lutut Maureen, wanita itu meninggalkan hotel sambil membawa kemeja pria yang sudah menodainya.

*

*

Sang Surya pagi menunjukan sinarnya yang begitu terik, seorang pria yang masih tergolek di atas ranjang merasakan gangguan di wajahnya saat terasa silau.

Pria itu masih ingin tidur dengan nyenyak, ia merasakan kualitas tidur malam ini begitu baik hingga membuatnya enggan membuka matanya.

Selain sinar matahari, ternyata deringan telepon khususnya berdering nyaring, membuat tanganya meraba sekitar di mana letak bunyi suara yang sangat mengusik telinganya.

"Ya, Bu." Jawab pria itu dengan mata terpejam dan suaranya terdengar serak, tanpa melihat nama pemanggil deringan khusus itu sudah menjawab siapa yang menelpon.

"Kamu di mana, kenapa tidak pulang!"

Suara seorang wanita di seberang telepon yang terdengar nyaring membuat pria itu sedikit menjauhkan ponselnya dari telinga.

"Aku bukan akan kecil lagi Bu, yang tidak pulang dan harus melapor." Jawabnya dengan nada kesal masih betah dengan matanya yang terpejam.

"Noel, kau tau bagaimana kalau ibu mu sedang cemas."

Kali ini terdengar suara seorang pria yang jelas adalah ayahnya.

"Ck, bilang pada ibu ayah. Suruh ibu hamil lagi biar perhatiannya tidak lagi tertuju padaku."

"Noel, kau-"

"Ayah, di sana ada Celine dan Carlos yang butuh perhatian ibu, mereka juga anak-anak ibu." Desahhnya dengan sebal.

Pagi-pagi kedua orang tuanya sudah membuat mood nya begitu buruk.

Noel melempar ponselnya begitu saja di kasur.

"Menyebalkan." Gumamnya dengan kedua tangan menyentuh kepalanya yang terasa pusing.

Tiba-tiba tangan Noel menyentuh kasur disampingnya, merabanya tapi tidak ada siapapun membuat matanya langsung terbuka lebar.

"Di mana dia? apa aku hanya bermimpi." Ucapnya dengan wajah kebingungan.

Noel beranjak dari kasur, tapi melihat keadaan tubuhnya membuat matanya terbelalak.

"Siall!!"

Noel menarik selimut untuk menutupi tubuh polosnya, hingga tatapan matanya tertuju pada sprei putih yang sudah berantakan tapi masih terlihat jelas noda merah yang ada di sprei itu.

"Apa itu darah?" tanyanya pada diri sendiri.

Noel membuka selimut yang menutupi asetnya, ia melihat rudalnya bergantian dengan sprei bercak merah yang Noel yakini adalah darah.

"Kenapa milikku bisa berdarah-darah." Gumamnya dengan wajah linglung sambil melihat rudalnya yang terdapat bercak darah kering.

*

*

Maureen pulang dengan keadaan yang tidak baik-baik saja, tubuhnya terasa lelah dan juga sakit. Apalagi wajahnya yang pucat membuat Maureen seperti mayat berjalan.

Untung saja saat pulang orang tua Maureen sudah berangkat bekerja, kalau belum pasti dirinya di hajar habis-habisan karena kabur dari tuan Fergu.

Maureen memilih untuk masuk kedalam kamar, ia butuh istirahat untuk mengembalikan tenaganya, Maureen kini justru merasakan suhu tubuhnya memanas sepertinya ia demam.

"Kenapa sakitnya berlipat-lipat." Gumamnya sambil menelan obat penurun panas.

Maureen harus menyiapkan banyak tenaga untuk melawan amukan kedua orang tuanya nanti, jadi sekarang dirinya benar-benar butuh istirahat.

"Semoga nasib baik masih berpihak dengan ku." Katanya dengan mata yang mulai terpejam.

Maureen Coline, memiliki kehidupan yang sangat keras, wanita itu seperti sapi perah untuk kedua orangtuanya, hingga saat terlilit hutang dan tidak bisa membayar, mereka dengan tega menyodorkan Maureen untuk menebus hutang yang tidak bisa mereka bayar pada pria yang memiliki mata keranjang dan kejam. Istrinya tidak hanya satu.

Maureen memiliki seorang kakak perempuan, tapi sama saja kakaknya sama-sama gila seperti orang tuannya.

Dor...Dor...Dor..

Suara gedoran pintu kamar yang terkunci dari dalam membuat tidur lelap Maureen harus terganggu, padahal Maureen baru memejamkan matanya belum lama tapi gangguan yang memekakkan telinganya membuat Maureen mau tidak mau harus membuka matanya.

"Maureen buka pintunya!!"

Suara gedoran pintu di iringi teriakan ayahnya membuat Maureen mendesahh kasar.

Tubuhnya masih terasa sakit semua dan ia tidak tahu kejadian apa yang sebentar lagi menimpanya.

"Maureen!!"

Ceklek

Belum sempat pintu terbuka sepenuhnya, tiba-tiba tubuh Maureen langsung terhuyung kebelakang saat pintunya di dorong kuat dari luar.

"Beraninya kau kabur, anak sialan!!"

Akkhhh

"Ayah sakit!" Maureen meringis saat merasakan kepalanya perih, ia yakin jika sebagian rambutnya tercabut saat ini karena dijambak begitu kuat oleh ayahnya.

"Kau sengaja Ingin membuat kami mati, hah!!"

Ayah Maureen yang diliputi amarah semakin kuat menarik rambut Maureen sampai membuat wajah Maureen merah padam menahan rasa sakit yang menjalar disekujur tubuhnya.

"Dia sengaja Ingin membuat kita semua mati ditangan tuan Fergu sayang, dia memang anak tidak tahu diri!" Timpal ibu Maureen yang menambah kekesalan di hati ayahnya.

"Dengar anak sialan!"

"Ayah sakitt!" air mata Maureen sudah berlinang membasahi pipinya. Rasa sesak kembali menguasai menjalar di dadanya saat diperlukan seperti penjahat oleh orang tuanya.

"Rasakan, kau pantas mendapatkannya, hahaha!"

Di ambang pintu kakak Maureen tertawa puas melihat Maureen yang disiksa. Jaena kakak Maureen begitu puas melihat Maureen menangis merasakan sakit.

"Sebentar lagi tuan Fergu akan datang untuk menikahi mu, jangan coba-coba kau kabur lagi jika tidak ingin melihat mayat kami didepan matamu!"

Seluruh tubuh Maureen langsung melemas, tubuhnya ambruk ke lantai dengan wajah pucat berlinang air mata.

Sungguh menyedihkan nasibmu Maureen.

*

*

Tinggalkan JEJAK kalian, sebenarnya Karya ini mengikuti Loman tentang "Pernikahan Manis- Bersatu karena anak." Jadi Ons dulu biar menghasilkan anak 🤣🤣🤣

Terpopuler

Comments

di wish

di wish

percuma kabur kalo balik pulang lagi....bodoh atau gmn ya

2025-03-03

2

Alif

Alif

aneh sdh tau kluarganya bgtu lha kok balik ya rasakan sekarang

2025-03-20

0

Miryam Toressy

Miryam Toressy

Pasti Mauren bukan anak kandung ayah dan ibunya,...

2025-03-19

0

lihat semua
Episodes
1 Candu
2 Nasib yang menyedihkan
3 Bayimu
4 Pendonor
5 Uncle
6 Ada apa dengan jantung ku
7 Kebenaran Ethan
8 Kau tidak mengingat ku!
9 Memohon
10 Kau pasti tahu jika melihatnya
11 Otot-otot menonjol
12 Calon suami
13 Mematikan syaraf
14 Tangan ayah kuat
15 Terbiasa berdekatan
16 Ketegangan
17 Maaf
18 Menuruti permintaan ayah
19 Niatan Rafeal
20 Dongeng menggelikan
21 Menyingung
22 Membawa Ethan
23 Jangan egois
24 Sakit
25 Menagih jaminan
26 Kehidupan yang terusik
27 Tidak Mau kehilangan
28 Tamu tak di undang
29 Pilihan cepat
30 Lebih menakutkan dari ayah
31 Pantang menunduk
32 Kapan kalian akan menikah
33 Tidur di sofa
34 Surat tugas
35 Mempelai
36 Benarkah dia suami ku
37 Kehangatan dalam pelukan
38 Berkunjung ke rumah sakit
39 Mengajak ke kantor
40 Memberikan kesibukan
41 Penasaran Jaena
42 Dia kakak ku
43 Kentang
44 Jaena mengadu
45 Akan memiliki adik
46 Kedai ramen
47 Bermaksud berbohong
48 Esppreso dan cake
49 Salon
50 Acara menggosok
51 Berkencan dengan sesama jenis
52 Jebakan
53 Mengantikan dengan kebahagiaan
54 Kekesalan Celine
55 Pacar Lucas Tante-tante
56 Arti debaran jantung
57 Bersembunyi dalam goa
58 Pemandangan
59 Permintaan Celine
60 Keturunan Jhonson sejati
61 Sensitif
62 Memanjakan mangsa
63 Terong premium
64 Di peras paksa
65 Kado wanita cantik
66 Saran Noah
67 Berkumpul di rumah sakit
68 Menyimpan tenaga
69 Carlos
70 Bayi laki-laki
71 Mejalani operasi
72 Pria normal
73 Perjanjian
74 Menunggu Ethan sadar
75 Efrain Kheil Jhonson
76 Mulai bekerja
77 Butik
78 Satu sama
79 Zora berwajah buruk
80 Gosip
81 Empat sampai lima ronde
82 Luka bibir
83 Bahagia
Episodes

Updated 83 Episodes

1
Candu
2
Nasib yang menyedihkan
3
Bayimu
4
Pendonor
5
Uncle
6
Ada apa dengan jantung ku
7
Kebenaran Ethan
8
Kau tidak mengingat ku!
9
Memohon
10
Kau pasti tahu jika melihatnya
11
Otot-otot menonjol
12
Calon suami
13
Mematikan syaraf
14
Tangan ayah kuat
15
Terbiasa berdekatan
16
Ketegangan
17
Maaf
18
Menuruti permintaan ayah
19
Niatan Rafeal
20
Dongeng menggelikan
21
Menyingung
22
Membawa Ethan
23
Jangan egois
24
Sakit
25
Menagih jaminan
26
Kehidupan yang terusik
27
Tidak Mau kehilangan
28
Tamu tak di undang
29
Pilihan cepat
30
Lebih menakutkan dari ayah
31
Pantang menunduk
32
Kapan kalian akan menikah
33
Tidur di sofa
34
Surat tugas
35
Mempelai
36
Benarkah dia suami ku
37
Kehangatan dalam pelukan
38
Berkunjung ke rumah sakit
39
Mengajak ke kantor
40
Memberikan kesibukan
41
Penasaran Jaena
42
Dia kakak ku
43
Kentang
44
Jaena mengadu
45
Akan memiliki adik
46
Kedai ramen
47
Bermaksud berbohong
48
Esppreso dan cake
49
Salon
50
Acara menggosok
51
Berkencan dengan sesama jenis
52
Jebakan
53
Mengantikan dengan kebahagiaan
54
Kekesalan Celine
55
Pacar Lucas Tante-tante
56
Arti debaran jantung
57
Bersembunyi dalam goa
58
Pemandangan
59
Permintaan Celine
60
Keturunan Jhonson sejati
61
Sensitif
62
Memanjakan mangsa
63
Terong premium
64
Di peras paksa
65
Kado wanita cantik
66
Saran Noah
67
Berkumpul di rumah sakit
68
Menyimpan tenaga
69
Carlos
70
Bayi laki-laki
71
Mejalani operasi
72
Pria normal
73
Perjanjian
74
Menunggu Ethan sadar
75
Efrain Kheil Jhonson
76
Mulai bekerja
77
Butik
78
Satu sama
79
Zora berwajah buruk
80
Gosip
81
Empat sampai lima ronde
82
Luka bibir
83
Bahagia

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!