Pendonor

Dada Maureen seperti di himpit batu besar yang membuatnya susah bernapas.

"Ibu, kepalaku sakit." Lirih anak laki-laki berusia empat tahun.

Wajahnya begitu pucat, badannya demam tinggi dengan kulit tubuh yang memiliki memar.

"Iya sayang, kita kerumah sakit ya." Sekuat tenaga Maureen tidak ingin menjatuhkan air matanya di depan putranya yang sedang kesakitan.

Empat tahun lalu dunia Maureen runtuh seketika. Putranya yang masih bayi didiagnosa memiliki penyakit yang serius, Anemia aplastik adalah penyakit yang diderita putranya.

Maureen benar-benar kehilangan pijakan saat dokter mengatakan kesehatan putranya, andai tidak ada dokter Rafael saat itu mungkin tubuh Maureen sudah jatuh bersama sang putra.

Maureen mengalami frustasi berat saat mengetahui keadaan putranya, ia tidak melakukan apapun kecuali menjaga putranya agar tidak kenapa-kenapa. Rasa takut yang berlebihan membuat Maureen hampir saja mengalami depresi kalau tidak ada bantuan dokter Rafael yang selalu mensupport nya saat itu.

"Bayimu mengidap penyakit Anemia aplastik, sebuah penyakit seperti kanker. Dan bisa sembuh jika ada pendonor tulang sum-sum belakang yang cocok." terang dokter Rafeal dengan tatapan sendu pada Maureen yang sudah tak bedaya karena syok.

Sejak itu Maureen tidak pernah meninggalkan putranya sendirian, Maureen membawa selalu kemana dirinya pergi, termasuk bekerja untuk biaya pengobatan putranya.

Beruntung Maureen di terima bekerja sebagai Asisten general manager di resort tempatnya bekerja hampir lima tahun ini. Kinerja Maureen mendapat apresiasi dari Front office. Dari sana Maureen begitu bersyukur karena dari gaji yang dia dapatkan sedikit cukup untuk pengobatan putranya setiap bulan.

Maureen menggendong Ethan yang terus merengek kesakitan. Dengan langkah kaki tergesa bahkan tanpa alas kaki Maureen menuju pintu lift untuk menuju lobby.

"Maureen Ethan kenapa?" Cleo yang melihat Maureen berlari panik sambil menggendong putranya mendekati.

"Ethan kambuh, aku harus membawanya ke rumah sakit." Suara Maureen bergetar, air matanya tidak bisa ia bendung lagi.

"Ya Tuhan, yang kuat Maureen." Cleo menatap punggung Maureen yang menjauh dengan wajah sendu. Cleo tahu bagaimana Maureen menjalani hidup dari hamil sampai saat ini.

Maureen membawa putranya ke rumah sakit internasional di mana rumah sakit yang Maureen kunjungi sejak Ethan bayi.

"Kamu harus kuat sayang demi ibu."

Maureen tidak bisa membendung rasa sedihnya, rasa sedih dan sakit yang menjadi satu dalam dada, keteguhannya selama ini runtuh di depan putranya saat mengeluh sakit.

Selang dua puluh menit taksi yang Maureen tumpangi sampai di rumah sakit, tanpa lama Maureen langsung turun dan menggendong putranya.

"Suster tolong!" teriaknya dengan wajah panik.

Dengan sigap para perawat langsung membawa pasien ke ruang UGD, Maureen berlari mengikuti berakar yang membawa putranya sambil menghubungi dokter Rafael.

Hingga kini Maureen berdiri didepan pintu yang tertutup rapat, di dalam sana putranya sedang di periksa.

Maureen jatuh terduduk di lantai dengan kedua tangan yang menutupi wajahnya, rasanya sangat sesak menguasai dadanya.

"Ethan," Lirihnya dengan pilu.

"Maureen!!"

Dokter Rafael yang mendapat telepon langsung menghampiri Maureen setelah selesai bertugas, pria itu berjongkok di depan Maureen dan membawa wanita yang menangis pilu itu kedalam pelukannya.

"Ethan," lirih Maureen lagi dengan suara tersendat.

Dokter Rafeal memejamkan matanya, seperti ribuan jarum menusuk dadanya mendengar Isak tangis Maureen yang begitu pilu.

"Tenang, Ethan akan baik-baik saja." Rafael mencoba menenangkan Maureen yang terus menangis, sampai dokter Dean keluar dari ruangannya.

"Bagaimana dokter?" Maureen langsung bertanya saat melihat dokter Dean.

Dokter Dean menatap Rafael dan Maureen bergantian.

"Penyakit Ethan semakin memburuk, kita harus cepat menemukan pendonor tulang sum-sum untuk Ethan, kalau tidak-"

Tangisan Maureen langsung pecah menggema di lorong yang sepi itu, Rafael memeluk Maureen agar wanita itu tidak jatuh.

"Rafael apa dia tidak tahu siapa ayah dari Ethan?" Tanya dokter Dean menatap Rafael yang masih memeluk Maureen.

Rafael menggeleng, "Jangankan wajahnya, di juga tahu siapa nama pria itu."

Saat Dokter Dean menjelaskan jika Ethan bisa sembuh dengan cara transplantasi sum-sum tulang belakang atau sel punca, hanya saja transplantasi tersebut bisa di lakukan jika pendonor memiliki kecocokan. Maureen sendiri sudah melakukan pemeriksaan tapi hasilnya tidak sama, dan sampai saat ini mereka Rafael berserta dokter Dean juga belum menemukan pendonor yang cocok.

Maureen duduk di sisi putranya yang terbaring lemah, wajahnya sangat pucat bahkan tubuhnya terlihat kurus. Air matanya tidak berhenti mengalir saat inilah titik rendah Maureen jatuh melihat putranya.

"Maureen bisa kita bicara?"

Maureen bangkit dari duduknya, mengusap kepala Ethan dan mengecup keningnya. Diusapnya pipinya yang basah, Maureen mendekati dokter Rafael yang menunggunya di luar.

Dokter Rafael mengehela napas panjang sebelum bicara, ini pasti pukulan terberat untuk Maureen.

"Kamu sudah tahu kalau-"

"Ya, aku harus mencari ayah Ethan. apapun itu asal putraku sembuh."

Rafael menunduk dengan perasaan sesak, meskipun begitu dirinya juga merasakan apa yang sedang di rasakan Maureen.

"Tidak hanya dia yang bisa menjadi pendonor, bahkan ayah kandung pun bisa tidak memilki kecocokan, tapi apa salahnya di coba." Ucap Rafael mencoba membuang egonya. Ia yang sebenarnya juga tidak rela jika Maureen bertemu dengan pria yang sudah memberikannya kesedihan, tapi Rafael yang seorang dokter yang juga menyayangi Ethan tidak akan tega membiarkan sesuatu yang buruk terjadi pada Ethan.

"Rafeal, aku butuh bantuan mu." Maureen menatap Rafael penuh permohonan.

*

*

Britania Raya

Maureen menginjakkan kakinya di sebuah hotel yang lima tahun lalu memberinya kenangan buruk. Kenangan yang membuatnya selalu teringat di mana kejadian itu meninggalkan Ethan bersamanya. Beruntung dirinya bisa bertahan hidup dengan memiliki Ethan, katakanlah Maureen beruntung memiliki Ethan.

"Ada yang bisa kami bantu?" tanya resepsionis pada Maureen.

"Bisa saya bertemu dengan pimpinan hotel ini."

Penjaga resepsionis menatap Maureen dengan seksama, membuat Maureen mengeluarkan tanda pengenalnya.

"Saya berkerja di Resort hotel xxx." Katanya sambil menunjukan indentitasnya.

"Tunggu sebentar." Ucap resepsionis wanita yang langsung menghubungi seseorang.

Maureen menunggu beberapa menit untuk bisa menemui pimpinan hotel, dengan jantung berdebar Maureen berharap bisa menemukan titik terang.

Sedangkan di kota lain, di rumah sakit internasional semua tim dokter berdiri sambil menunggu pemilik rumah sakit yang baru saja menjabat. Pemimpin yang lama di turunkan dari jabatan lantaran terkena kasus. Dan saat ini pemimpin baru datang untuk melihat bagaimana rumah sakit yang baru di akusinya.

Sebuah mobil Roll Royce silver spur Limo atau Limousine berwarna hitam berhenti tepat di depan lobby rumah sakit.

Seorang pengawal membukakan pintu dan seseorang yang duduk di dalam keluar.

Sepatu pantofel yang mengkilat sepasang sepatu yang di pakai memiliki harga yang fantastis, setelah jas yang di rancang khusus dan memiliki ciri khas jangan lupakan sebuah kacamata hitam yang bertengger di hidungnya.

"Selamat datang tuan." Seorang kepala dokter rumah sakit menyapa pria yang baru saja turun dari mobil.

Namun saat mereka sedang menyambut kedatangan pimpinan rumah sakit baru, tiba-tiba seorang perawat berlari dengan wajah panik menghampirinya dokter Dean dan Rafael.

"Dokter, pasien mengalami kejang-kejang." Ucap suster dengan wajah bercucuran keringat dan bergetar.

Dokter Dean dan Rafael saling pandang hingga keduanya langsung berlari meninggalkan acara penyambutan penting itu.

"Kurang ajar sekali! siapa mereka!" Ucap pria yang kini berdiri sambil menatap punggung kedua dokter yang berlari cepat.

"Mereka-"

"Beri mereka peringatan!"

Semua dokter yang di sana menelan ludah, mereka sedikit tahu jika pemimpin yang sekarang memiliki sifat arogan, dan sekarang mereka bisa melihat sendiri.

*

*

Ada yang penasaran dengan bab sebelumnya tentang cek darah/ hasil lab akan keluar setelah beberapa hari?

Nah kebetulan mak otor sebelum nulis Udah buka Mbah google dulu 🤭 dan memang benar hasil lab itu bisa keluar kurang dari 90 menit.

Terpopuler

Comments

uhuuyyyyyy

uhuuyyyyyy

presdir itu Noel

2024-04-06

0

Biduri Aura

Biduri Aura

setiap novel yang d baca,, semuanya hmpir sama,, untuk mempersatukan orang tua yang terpisah selalu dgn penyakit yang berbahaya 😔😔😔tdk ada kh dgn sesuatu yg lain,

2023-10-05

4

hanyauntknovelygseru😋

hanyauntknovelygseru😋

heheee nanti si noel menyesal loh, pdhl anakx yg lagi sakit tuh

2023-09-19

1

lihat semua
Episodes
1 Candu
2 Nasib yang menyedihkan
3 Bayimu
4 Pendonor
5 Uncle
6 Ada apa dengan jantung ku
7 Kebenaran Ethan
8 Kau tidak mengingat ku!
9 Memohon
10 Kau pasti tahu jika melihatnya
11 Otot-otot menonjol
12 Calon suami
13 Mematikan syaraf
14 Tangan ayah kuat
15 Terbiasa berdekatan
16 Ketegangan
17 Maaf
18 Menuruti permintaan ayah
19 Niatan Rafeal
20 Dongeng menggelikan
21 Menyingung
22 Membawa Ethan
23 Jangan egois
24 Sakit
25 Menagih jaminan
26 Kehidupan yang terusik
27 Tidak Mau kehilangan
28 Tamu tak di undang
29 Pilihan cepat
30 Lebih menakutkan dari ayah
31 Pantang menunduk
32 Kapan kalian akan menikah
33 Tidur di sofa
34 Surat tugas
35 Mempelai
36 Benarkah dia suami ku
37 Kehangatan dalam pelukan
38 Berkunjung ke rumah sakit
39 Mengajak ke kantor
40 Memberikan kesibukan
41 Penasaran Jaena
42 Dia kakak ku
43 Kentang
44 Jaena mengadu
45 Akan memiliki adik
46 Kedai ramen
47 Bermaksud berbohong
48 Esppreso dan cake
49 Salon
50 Acara menggosok
51 Berkencan dengan sesama jenis
52 Jebakan
53 Mengantikan dengan kebahagiaan
54 Kekesalan Celine
55 Pacar Lucas Tante-tante
56 Arti debaran jantung
57 Bersembunyi dalam goa
58 Pemandangan
59 Permintaan Celine
60 Keturunan Jhonson sejati
61 Sensitif
62 Memanjakan mangsa
63 Terong premium
64 Di peras paksa
65 Kado wanita cantik
66 Saran Noah
67 Berkumpul di rumah sakit
68 Menyimpan tenaga
69 Carlos
70 Bayi laki-laki
71 Mejalani operasi
72 Pria normal
73 Perjanjian
74 Menunggu Ethan sadar
75 Efrain Kheil Jhonson
76 Mulai bekerja
77 Butik
78 Satu sama
79 Zora berwajah buruk
80 Gosip
81 Empat sampai lima ronde
82 Luka bibir
83 Bahagia
Episodes

Updated 83 Episodes

1
Candu
2
Nasib yang menyedihkan
3
Bayimu
4
Pendonor
5
Uncle
6
Ada apa dengan jantung ku
7
Kebenaran Ethan
8
Kau tidak mengingat ku!
9
Memohon
10
Kau pasti tahu jika melihatnya
11
Otot-otot menonjol
12
Calon suami
13
Mematikan syaraf
14
Tangan ayah kuat
15
Terbiasa berdekatan
16
Ketegangan
17
Maaf
18
Menuruti permintaan ayah
19
Niatan Rafeal
20
Dongeng menggelikan
21
Menyingung
22
Membawa Ethan
23
Jangan egois
24
Sakit
25
Menagih jaminan
26
Kehidupan yang terusik
27
Tidak Mau kehilangan
28
Tamu tak di undang
29
Pilihan cepat
30
Lebih menakutkan dari ayah
31
Pantang menunduk
32
Kapan kalian akan menikah
33
Tidur di sofa
34
Surat tugas
35
Mempelai
36
Benarkah dia suami ku
37
Kehangatan dalam pelukan
38
Berkunjung ke rumah sakit
39
Mengajak ke kantor
40
Memberikan kesibukan
41
Penasaran Jaena
42
Dia kakak ku
43
Kentang
44
Jaena mengadu
45
Akan memiliki adik
46
Kedai ramen
47
Bermaksud berbohong
48
Esppreso dan cake
49
Salon
50
Acara menggosok
51
Berkencan dengan sesama jenis
52
Jebakan
53
Mengantikan dengan kebahagiaan
54
Kekesalan Celine
55
Pacar Lucas Tante-tante
56
Arti debaran jantung
57
Bersembunyi dalam goa
58
Pemandangan
59
Permintaan Celine
60
Keturunan Jhonson sejati
61
Sensitif
62
Memanjakan mangsa
63
Terong premium
64
Di peras paksa
65
Kado wanita cantik
66
Saran Noah
67
Berkumpul di rumah sakit
68
Menyimpan tenaga
69
Carlos
70
Bayi laki-laki
71
Mejalani operasi
72
Pria normal
73
Perjanjian
74
Menunggu Ethan sadar
75
Efrain Kheil Jhonson
76
Mulai bekerja
77
Butik
78
Satu sama
79
Zora berwajah buruk
80
Gosip
81
Empat sampai lima ronde
82
Luka bibir
83
Bahagia

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!