Ada apa dengan jantung ku

Noel mencoba tersenyum, senyum yang terlihat sangat kaku, tapi tetap dia paksakan.

"Dan dunia ini ada tujuh kemiripan, meskipun tidak sedarah. Jadi kamu salah satunya." Ucap Noel dengan tatapan mata yang tak lepas dari wajah pucat namun masih terlihat tampan itu.

Hati Noel berdesir dengan jantung berdebar cepat, dia tidak tahu apa yang terjadi pada dirinya.

"Jadi uncle-"

"Ethan, kamu di sini?" Suara seorang laki-laki membuat kedua orang yang berbeda generasi itu menoleh.

Noel berdiri dari posisi jongkoknya, saat Dokter Rafael mendekati mereka.

"Ya, aku bosan di kamar ayah." Ucap Ethan dengan wajah sendunya.

Dokter Rafeal melirik pada pria Noel dan menunduk memberikannya hormat.

"Tuan Noel," Sapanya sopan.

Noel hanya berdehem dan kembali menatap anak laki-laki yang sejak tadi mencuri perhatiannya.

"Jangan lama-lama, nanti kamu kedinginan kalau ibu mu tahu, ayah pasti kena marah," Ucap dokter Rafael dengan mimik wajah memelas.

Selain itu dokter Rafael sejak tadi diam-diam melirik tuan Noel dan juga Ethan secara bergantian.

"Kenapa wajah mereka sangat mirip, hanya saja Ethan versi tuan Noel kecil," ucapnya dalam hati. "Tapi ini tidak mungkin, pasti hanya kebetulan saja." Katanya lagi.

"Ayo, kita kembali ke ruang rawat." Ajak sang suster yang sejak tadi menemani Ethan, bahkan suster itu sejak tadi diam-diam memperhatikan Noel.

"Kami permisi tuan," Ucap dokter Rafael.

Noel hanya menatap Ethan yang tersenyum padanya.

"Uncle, semoga kita bertemu lagi." Ethan tersenyum lebar, meksipun begitu wajah pucat nya tidak bisa tertutupi.

"Ya, cepat sembuh."

Saat Ethan pergi, entah kenapa ada perasaan tidak rela, hatinya jadi merasa sedih.

"Ada apa dengan ku ini," gumam Noel dengan kebingungan hatinya.

*

*

Maureen harus menelan kekecewaan saat kedatangannya ke kota yang sudah dia tinggalkan selama hampir enam tahun ini. Maureen yang berharap bisa menemukan sesuatu tapi ternyata ia kembali menelan kekecewaan.

"Ethan, ibu akan melakukan apapun untuk mu," Gumam Maureen sambil mengusap air matanya.

Maureen mengirim pesan pada dokter Rafael jika dirinya tidak mendapatkan apapun di sini, dan Maureen mengabarkan jika dirinya sedang berada di perjalanan pulang.

Butuh waktu untuk Maureen sampai di tempat tinggalnya dan setelah melakukan perjalanan cukup lama Maureen sampai di rumah sakit kambali.

Saat sampai hari sudah petang, Maureen yang berjalan buru-buru tidak sengaja menabrak bahu seseorang.

"Maaf tuan," Maureen menunduk hormat, tangannya meraih tas milik orang yang dia tabrak.

"Sekali lagi saya minta maaf, dan ini tas anda." Maureen mengangkat wajahnya saat orang didepanya meraih tas.

Maureen tersenyum dan berlalu pergi, setelah meminta maaf kembali.

Sedangkan pria yang Maureen berikan tas berdiri mematung, tatapanya menatap punggung wanita yang sepertinya tidak asing baginya.

Maureen berlari kecil untuk segera sampai di ruangan putranya, di tangannya terdapat paper bag oleh-oleh untuk sang putra.

Ceklek

Membuka pintu Maureen tersenyum saat melihat Ethan, putranya sedang bermain dengan dokter Rafael. Kedua pria berbeda generasi itu melempar senyum saat Maureen datang.

"Ibu!" Ethan merentangkan tangannya, membuat Maureen langsung menghambur memeluk putranya.

"Maafkan ibu nak, ibu pergi meninggalkan Ethan." Ucap Maureen sambil mengecup pucuk kepala Ethan dengan sayang.

"Tidak apa ibu, karena kalau ibu pergi pasti pulang bawa oleh-oleh." Kata Ethan dengan wajah polosnya, jangan lupakan senyum yang selalu Ethan tunjukkan yang justru membuat hati Maureen terasa diremas.

Maureen tersenyum dengan pilu, tangannya mengusap wajah putranya dengan penuh sayang.

"Tentu, ibu tidak lupa membelikan Ethan oleh-oleh,"

Mendengar itu tentu saja Ethan begitu senang, hingga mereka akhirnya memilih menemani Ethan bermain sebelum anak laki-laki itu tertidur setelah minum obat.

Maureen menyelimuti putranya dan mengecup keningnya lama, hingga tanpa terasa air matanya kembali meleleh membuat Maureen buru-buru mengusap air matanya.

"Rafael, terima kasih." Ucap Maureen yang sudah ikut duduk disofa bersama dokter Rafael.

"Tidak masalah," Dokter Rafael tersenyum sambil mengulurkan minuman pada Maureen.

"Jadi kamu tidak menemukan jejak apapun?" tanya dokter Rafael menatap Maureen yang memiliki wajah sendu.

Maureen menunduk sambil menggeleng, "Bodohnya aku tidak bisa mengingat pria itu, meskipun aku pernah melihat wajahnya sebelum-"

Suara Maureen tercekat saat mengingat dirinya dipaksa untuk bercinta, melayani pria yang sedang dalam pengaruh obat.

Dokter Rafael menghela napas, "Memang tidak mudah mendapatkan pendonor, selain harus memiliki kecocokan. pendonor juga akan mengalami resiko besar."

Maureen hanya bisa berdoa untuk kebaikan putranya, rasanya cobaan hidupnya datang silih berganti.

Di per*kosa dan diperlakukan buruk oleh kedua orang tuanya, dan kabur dari rumah saat ingin di nikahkan. Sekarang kenapa harus putra kecilnya yang menanggung penyakit mematikan ini. Sungguh rasanya Maureen benar-benar tidak kuat.

"Kamu yang kuat, Ethan membutuhkan mu." Rafael mengusap pugung Maureen yang bergetar, perlahan dokter Rafael membawa Maureen bersandar di bahunya.

*

*

Noel yang hendak pulang memilih untuk kembali masuk kedalam ruanganya kembali, pria itu menunggu seseorang yang Noel perintahkan.

Hingga setelah lima belas menit menunggu, pintu ruanganya di ketuk membuat Noel berseru menyuruh masuk.

"Data yang anda minta tuan." Seorang pria berbadan besar dan wajah dingin meyerahkan berkas yang atasanya minta.

Noel segara megambil dan membacanya dengan teliti. Lembar demi lembar Noel baca dengan teliti.

"Maureen Coline, 27 tahun. Ethan Coline." Gumam Noel saat membaca identitas Ethan yang dia minta.

"Anemia aplastik." Gumam Noel dengan suara tercekat.

"Anak laki-laki itu sedang membutuhkan transplantasi tulang sum-sum yang cocok, dan sampai sekarang belum mendapatkan pendonor yang cocok." Ucap pria bernama Jeff.

Hatinya merasa sedih membuat keduanya matanya berkaca-kaca setelah membaca diagnosa penyakit yang diderita Ethan.

Jeff yang melihat bosnya terlihat sedih mengerutkan keningnya.

"Ada apa tuan, kenapa anda-"

"Pergilah, tugas mu selesai!" Titah Noel dengan tegas.

Pria bernama Jeff hanya patuh dan berlalu pergi. Sedangkan Noel masih terpaku dengan rentetan penyakit yang Ethan alami.

"Kenapa dadaku sesak begini, ada apa sebenarnya." Gumam Noel yang merasa tidak nyaman.

"Mungkin aku harus periksa jantung." Katanya lagi sambil beranjak dari tempat duduknya.

Noel memilih untuk memeriksakan jantungnya ke dokter, dari pada harus merasakan perasaan aneh setiap waktu. apalagi saat melihat anak laki-laki tadi jantung Noel seperti tidak baik-baik saja.

"Malam tuan Noel," Seorang dokter pria yang hendak akan pulang mendadak pending saat mendapat penggilan khusus jika Presdir akan melakukan pemeriksaan jantung.

"Hm," Noel hanya bergumam, pria itu mengikuti petunjuk dokter yang menyuruhnya untuk berbaring di ranjang pemeriksaan.

"Keluhan apa yang tuan alami?" tanya sang dokter meskipun merasa gugup melihat tatapan Noel yang datar dan dingin.

"Hari ini rasanya jantung ku berdebar dengan cepat seperti ingin lepas dari tempatnya, tidak tahu apa yang terjadi yang jelas setelah bertemu anak kecil tadi."

"Anak kecil?" Dokter paruh baya itu menaikkan satu alisnya.

"Apa ada penyakit yang serius?"

Noel enggan membahas masalah Ethan, ia harus tahu penyakit apa yang dia derita.

Setelah beberapa saat dokter Frans membenarkan kaca matanya dengan ekspresi gugup.

"Tidak ada gejala ataupun masalah dari jantung anda tuan, jantung anda sehat dan-"

"Mustahil."

Dokter Frans menelan ludah kasar, saat tatapan tajam Noel membuatnya gemetar.

"Saya sudah memeriksa dengan detail dan hati-hati, tapi memang anda baik-baik saja."

Noel keluar dari ruangan dokter yang sebelumya terasa mencekam dan tegang, terutama untuk dokter Frans yang mendapat tatapan intimidasi dari Noel.

Dan saat Noel keluar, matanya memicing melihat dokter Rafeal yang baru saja keluar dari ruang rawat di lantai itu.

"Kenapa dia tidak pulang sudah malam begini," Gumam Noel yang penasaran.

Langkah kakinya membawanya menuju ruangan yang dokter Rafael tinggalkan tadi, Noel melirik dokter Rafeal yang sudah menghilang masuk ke lift. Sedangkan tangannya mendorong gagang pintu.

Noel tertegun saat melihat pemandangan di atas ranjang, seorang wanita sedang memeluk anak laki-laki yang dia tahu Ethan.

"Kenapa lagi dengan jantung ku," Gumam Noel sambil memegangi dadanya.

*

*

Jantung mu berdebar jatuh cinta apa takut ditagih utang bang Noel 🤣🤣🤣

Terpopuler

Comments

Alanunyu Alan

Alanunyu Alan

/Smirk//Smirk/

2024-02-06

0

Enung Samsiah

Enung Samsiah

periksa jantung udah skrg periksa darah DNA bknya wajh kalian mirip,,, ayo pk direktur,,, tp knpa namanya noel asa kurang pas pk noel wkwkwk

2024-01-26

0

Sri Darmayanti

Sri Darmayanti

aya 2 wae

sehat Norl... itu benihmu

2024-01-14

0

lihat semua
Episodes
1 Candu
2 Nasib yang menyedihkan
3 Bayimu
4 Pendonor
5 Uncle
6 Ada apa dengan jantung ku
7 Kebenaran Ethan
8 Kau tidak mengingat ku!
9 Memohon
10 Kau pasti tahu jika melihatnya
11 Otot-otot menonjol
12 Calon suami
13 Mematikan syaraf
14 Tangan ayah kuat
15 Terbiasa berdekatan
16 Ketegangan
17 Maaf
18 Menuruti permintaan ayah
19 Niatan Rafeal
20 Dongeng menggelikan
21 Menyingung
22 Membawa Ethan
23 Jangan egois
24 Sakit
25 Menagih jaminan
26 Kehidupan yang terusik
27 Tidak Mau kehilangan
28 Tamu tak di undang
29 Pilihan cepat
30 Lebih menakutkan dari ayah
31 Pantang menunduk
32 Kapan kalian akan menikah
33 Tidur di sofa
34 Surat tugas
35 Mempelai
36 Benarkah dia suami ku
37 Kehangatan dalam pelukan
38 Berkunjung ke rumah sakit
39 Mengajak ke kantor
40 Memberikan kesibukan
41 Penasaran Jaena
42 Dia kakak ku
43 Kentang
44 Jaena mengadu
45 Akan memiliki adik
46 Kedai ramen
47 Bermaksud berbohong
48 Esppreso dan cake
49 Salon
50 Acara menggosok
51 Berkencan dengan sesama jenis
52 Jebakan
53 Mengantikan dengan kebahagiaan
54 Kekesalan Celine
55 Pacar Lucas Tante-tante
56 Arti debaran jantung
57 Bersembunyi dalam goa
58 Pemandangan
59 Permintaan Celine
60 Keturunan Jhonson sejati
61 Sensitif
62 Memanjakan mangsa
63 Terong premium
64 Di peras paksa
65 Kado wanita cantik
66 Saran Noah
67 Berkumpul di rumah sakit
68 Menyimpan tenaga
69 Carlos
70 Bayi laki-laki
71 Mejalani operasi
72 Pria normal
73 Perjanjian
74 Menunggu Ethan sadar
75 Efrain Kheil Jhonson
76 Mulai bekerja
77 Butik
78 Satu sama
79 Zora berwajah buruk
80 Gosip
81 Empat sampai lima ronde
82 Luka bibir
83 Bahagia
Episodes

Updated 83 Episodes

1
Candu
2
Nasib yang menyedihkan
3
Bayimu
4
Pendonor
5
Uncle
6
Ada apa dengan jantung ku
7
Kebenaran Ethan
8
Kau tidak mengingat ku!
9
Memohon
10
Kau pasti tahu jika melihatnya
11
Otot-otot menonjol
12
Calon suami
13
Mematikan syaraf
14
Tangan ayah kuat
15
Terbiasa berdekatan
16
Ketegangan
17
Maaf
18
Menuruti permintaan ayah
19
Niatan Rafeal
20
Dongeng menggelikan
21
Menyingung
22
Membawa Ethan
23
Jangan egois
24
Sakit
25
Menagih jaminan
26
Kehidupan yang terusik
27
Tidak Mau kehilangan
28
Tamu tak di undang
29
Pilihan cepat
30
Lebih menakutkan dari ayah
31
Pantang menunduk
32
Kapan kalian akan menikah
33
Tidur di sofa
34
Surat tugas
35
Mempelai
36
Benarkah dia suami ku
37
Kehangatan dalam pelukan
38
Berkunjung ke rumah sakit
39
Mengajak ke kantor
40
Memberikan kesibukan
41
Penasaran Jaena
42
Dia kakak ku
43
Kentang
44
Jaena mengadu
45
Akan memiliki adik
46
Kedai ramen
47
Bermaksud berbohong
48
Esppreso dan cake
49
Salon
50
Acara menggosok
51
Berkencan dengan sesama jenis
52
Jebakan
53
Mengantikan dengan kebahagiaan
54
Kekesalan Celine
55
Pacar Lucas Tante-tante
56
Arti debaran jantung
57
Bersembunyi dalam goa
58
Pemandangan
59
Permintaan Celine
60
Keturunan Jhonson sejati
61
Sensitif
62
Memanjakan mangsa
63
Terong premium
64
Di peras paksa
65
Kado wanita cantik
66
Saran Noah
67
Berkumpul di rumah sakit
68
Menyimpan tenaga
69
Carlos
70
Bayi laki-laki
71
Mejalani operasi
72
Pria normal
73
Perjanjian
74
Menunggu Ethan sadar
75
Efrain Kheil Jhonson
76
Mulai bekerja
77
Butik
78
Satu sama
79
Zora berwajah buruk
80
Gosip
81
Empat sampai lima ronde
82
Luka bibir
83
Bahagia

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!