...🌸🌸🌸🌸...
Keesokkan paginya Sakura terbangun dari tidurnya,begitu terbangun ia pun mengingat kejadian kemarin siang dimana hubungannya,dengan Sasuke harus berakhir ia tidak menyangka jika dalam 2 tahun hanya dirinya yang mencintai Sasuke,bahkan dia salah dalam menanggapi arti semua hal romantis yang diberikan Sasuke padanya,mungkin saja Sasuke melakukan semua itu bukan murni keinginan dari hatinya. Sakura pun bangun dari tidurnya ia merasakan pusing,namun ia tetap berusaha untuk bangun Sakura beranjak menuju kamar mandi lalu mandi,setelah 20 menit ia keluar dengan segar. Sakura pun duduk di meja rias ia merias dirinya secantik mungkin,bahkan ia memakai jepitan hadiah dari Sasuke. Sakura pun memakai baju terbaiknya ia ingin tampil menawan hari ini,siapa tahu jika Sasuke melihat dirinya berdandan maka Sasuke akan kembali bersama dirinya.
Sakura pun keluar dari kamarnya lalu turun kebawah,begitu sampai dibawah Sakura pun menyapa mereka semua.
"Ohayou semuanya". Sapa Sakura.
"Ohayou Sayang". Sahut Kiazhi,dan juga Mebuki.
"Ohayou Imouto kau sangat cantik". Puji Sasori.
Sakura yang mendengar ucapan sang kakak tersenyum puas,dan ia pun bergabung bersama mereka semua untuk sarapan,setelah selesai sarapan Sakura pun berbicara.
"Aniki,bisa antar aku ke kampus".? Tanya Sakura.
"Hm Imouto,apa Sasuke tidak menjemputmu".? Jawab Sasori sambil bertanya.
"Tidak Aniki,Sasuke-Kun sangat sibuk akhir-akhir ini". Ucap Sakura.
"Kau benar bagaimana pun Sasuke sudah membangun perusahaannya sendiri,baiklah ayo aniki antar". Seru Sasori yang sudah berdiri.
"Tou-chan,Kaa-chan kami jalan dulu". Pamit Sakura,dan Sasori.
"Hati-hati dijalan". Seru Mebuki,dan Kiazhi.
Sakura,dan Sasori pun berlalu pergi dari sana tidak lama kemudian Kiazhi juga pamit pada sang istri untuk pergi ke kantor,walaupun Kiazhi sudah menyerahkan perusahaan ke tangan Sasori namun sesekali ia akan selalu mengunjungi perusahaan untuk melihat semua para pekerjanya,serta melihat hasil pekerjaan dari sang putra.
...🌸🌸🌸🌸...
Di Kampus Konoha.
Setelah perjalanan selama 25 menit akhirnya Sakura sudah sampai dikampus,Sakura pun turun dari mobil tidak lama kemudiaan klakson berbunyi,dan mobil Sasori pun melaju pergi meninggalkan area kampus menuju perusahaan. Sakura melangkahkan kakinya memasukki area kampus,selama perjalanan menuju fakultasnya semua mata tentu memandang Sakura yang tampak berbeda dari biasanya. Tidak lama kemudiaan ia pun sampai di kelasnya begitu sampai Matsuri pun menyapa Sakura.
"Ohayou,Sakura-Chan". Sapa Matsuri.
"Ohayou,Matsuri-Chan". Sahut Sakura.
"Kau tampak cantik hari ini,apalagi jepitan rambutmu sangat cocok untukmu". Puji Matsuri.
"Benarkah,ini hadiah dari Sasuke-Kun". Ucap Sakura sambil tersenyum senang.
Matsuri yang mendengar itu tesenyum tipis padahal 2 hari yang lalu,sudah sangat terlihat jelas jika Sasuke sudah mulai acuh pada Sakura,namun Matsuri lebih memilih diam saja,karena ia tidak mau ikut campur dalam masalah orang lain. Sakura sudah duduk di kursinya,lalu melihat handphonenya lagi-lagi ia tersenyum sendu karena tidak ada satu pun chat bahkan telepon dari Sasuke. Mengapa Sakura masih berharap Sasuke akan menghubungi dirinya,disaat hubungan mereka sudah berakhir kemarin namun Sakura masih tidak ingin menyerah ia ingin bicara sama Sasuke agar hubungan mereka tidak berakhir.
Tidak terasa hari sudah sore seluruh kegiatan perkuliahan Sakura pun sudah berakhir,ia pun dengan cepat membereskan bukunya lalu berjalan pergi menuju area parkiran mobil. Sakura sangat yakin jika saat ini Sasuke baru pulang,karena ia sudah hafal semua kegiatannya. Begitu sampai di parkiran Sakura pun bisa melihat Sasuke yang kini sudah menggunakan mobil baru.
"Eh Sasuke-Kun mengganti mobilnya". Inner Sakura.
Sakura pun bergegas menghampiri Sasuke,bahkan sudah memanggilnya.
"Sasuke-Kun". Panggil Sakura.
Sasuke yang mendengar suara tersebut mendengus untuk apa Sakura menganggunya lagi,hubungan mereka sudah dia akhiri apa yang dipikirkan oleh Sakura sampai terus saja menganggunya. Sasuke pun berbalik lalu menatap Sakura dengan tatapan datarnya,tidak ada raut apapun yang kini di tampilkan oleh Sasuke. Tentu saja Sakura tersenyum sendu ia pikir Sasuke akan memuji penampilannya,karena Sakura menggunakan jepitan rambut pemberiannya sendiri.
"Hn,ada apa".? Tanya Sasuke.
"Sasuke-Kun,bagaimana menurutmu penampilanku".? Bukannya menjawab Sakura malah bertanya.
Sasuke tentu mendengus kesal mendengar itu,dan ia pun berkata sangat jujur pada Sakura,sampai membuat hati Sakura berdenyut sakit mendengar semua perkataan Sasuke padanya.
"Hn,aku tidak peduli penampilanmu seperti apa,karena aku tidak tertarik sama sekali,bahkan kau berdandan secantik apapun serta anggun sekali pun aku tidak pernah tetarik padamu,dan juga masalah jepitan itu, aku cuma menuruti kemauan baka Aniki memberikan hadiah padamu,dan juga bukan aku yang memilih hal itu namun orang lain,serta ingat ini Haruno Sakura hubungan kita sudah berakhir jadi jangan pernah kau mengangguku atau kau akan menyesal,aku benar-benar bodoh mengapa juga aku harus menerimamu dulu karena kecewa cinta sejati ku pergi,karena jadian denganmu membuat masalah bagi hubungan kami tapi untunglah,aku bisa menyakinkan dirinya jika aku memang tidak pernah membagi hatiku pada siapapun,jadi sebaiknya kau lupakan aku". Tutur Sasuke panjang lebar sambil menekan nama Sakura.
Sasuke pun pergi dari sana ia benar-benar tidak punya perasaan karena sudah menyakiti Sakura sedemikian rupa,sedangkan Sakura tentu tersenyum sangat miris lalu melepaskan jepitan rambut tersebut,dan Sakura pun berjalan pergi dari sana air matanya tidak bisa di tahan lagi,hingga bahu Sakura bergetar sangat hebat saat ini. Hubungannya dengan Sasuke sudah benar-benar berakhir bahkan setelah mendengar semuanya hati Sakura semakin berdenyut sakit. Sakura terus berjalan tak tentu arah hingga ia pun sampai disebuah taman,dan Sakura memutuskan untuk duduk disana,lalu ia pun mengambil handphonenya,dan menelpon sang aniki.
"Moshi-Moshi Aniki hiks hiks".
"Ada apa Sakura,kau dimana sekarang".
"Hiks hiks di taman tidak jauh dari kampus".
"Baiklah tunggu aniki langsung kesana sekarang".
Tidak lama kemudian sambungan telepon pun terputus,dan Sakura menangis tersedu ia masih tidak percaya hubungannya dengan Sasuke sudah berakhir,bahkan Sasuke merasa dirinya bodoh karena menerima dirinya sebagai kekasihnya. Sakura tidak menyangka cinta pertama selama ini bertepuk sebelah tangan. Tidak lama kemudian ada yang sudah datang,dan langsung mendekap tubuh Sakura,tentu saja Sakura terisak sangat hebat ia mengeluarkan sesak didadanya tidak mempedulikan jika baju yang dipeluknya basah,dia terus mengusap rambut Sakura dengan sayang.
"Hiks hiks hiks semuanya sudah berakhir". Isak Sakura.
"Menangislah keluarkan semua beban di hatimu". Ucap Kakashi.
Benar saja yang datang Kakashi karena tadi ia bersama Sasori, dan saat Sasori mau kemari ada client yang tidak bisa di tunda untuk menemuinya,jadilah Kakashi yang menawarkan dirinya menjemput Sakura.
TBC.
See You Next Chap.
Sabar Sakura suatu saat kau akan dapat yang lebih baik dari Sasuke.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 57 Episodes
Comments