...🌸🌸🌸🌸...
Kakashi serta Sakura kini sudah berada di restoran tentu saja Sakura sedikit kaget,karena Kakashi memesan semua makanan berbahan dasar strawberry,serta Sakura juga baru ingat jika selama ini Sasukelah selalu membayar makanan mereka,dan Sakura yang mengingat itu pun mendadak tersenyum sendu, karena mulai sekarang ia harus membiasakan dirinya makan malam tanpa Sasuke. Tidak lama kemudian pelayan pun datang membawa seluruh pesanan mereka,tentu saja Sakura melotot melihat banyak sekali makanannya. Para pelayan pun menata semuanya di meja,hingga meja tersebut seketika penuh,setelah semua tertata pelayan pun undur diri agar Kakashi,dan Sakura bisa memulai makan.
"Etto Kakashi-Nii,ini banyak sekali". Ucap Sakura.
Tampilan Makanan.
"Aku pikir kau sangat suka dengan strawberry karena memesan begitu banyak,jadilah aku minta semua nya saja". Seru Kakashi sambil mengaruk pipinya yang tidak gatal.
Sakura tentu saja tersenyum kikuk,dan tentu saja saat melihat semuanya ia ngiler bagaimana pun Sakura sangat menyukainya. Kakashi tersenyum tipis dalam maskernya beberapa jam ini ia melihat Sakura yang sedih,bahkan selalu menangis namun hanya dengan melihat strawberry matanya berbinar senang.
"hmm mari kita mulai makan". Ucap Kakashi.
"Hai,Kakashi-Nii. Seru Sakura.
"Ittadakimas". Kata Sakura serta Kakashi bersamaan.
Sakura pun mulai memotong steaknya,begitu pun Kakashi mereka makan dengan tenang hingga steak Kakashi duluan habis,tentu saja Sakura berkedip lucu karena cepat sekali Kakashi makannya. Sakura sudah selesai makan steaknya,dan ia sudah tidak sabar untuk makan semua dessert nya ini. Kakashi kini menikmati wine miliknya. Sakura pun mulai memotong kuenya dengan gerakkan anggun,dan Kakashi menghela nafasnya pelan karena kentara sekali dari awal Sakura menjaga sikapnya.
"Sakura,makanlah dengan ciri khasmu sendiri". Ucap Kakashi.
"Tapi Kakashi-Nii,itu tidak sopan namanya". Seru Sakura.
"Hah,setiap orang bebas menikmati makanan dengan ciri khasnya sendiri,dan kau tidak perlu menjadi orang lain jadilah dirimu sendiri apa adanya,tanpa dibuat-buat". Ujar Kakashi.
Sakura bergeming mendengar itu memang selama 2 tahun ini ia menjaga sikapnya,berubah menjadi lembut serta selalu berusaha bersikap anggun layaknya seorang putri,karena saat Sakura bertanya pada sang mantan kekasih kriteria idaman yang di inginkannya,ia bilang seperti sang Kaa-chan makanya Sakura berusaha menjadi lembut,dan berperilaku anggun seperti Uchiha Mikoto agar Sasuke semakin betah bersama dirinya, Sakura benar-benar bodoh selama 2 tahun semua yang dia lakukan itu sia-sia adanya,karena percuma ia berubah menjadi anggun jika Sasuke tidak pernah mencintai dirinya.
Sakura pun makan kuenya dengan lahap,dan Sakura tidak mempedulikan orang-orang sekitarnya ia hanya fokus pada makanannya saja. Kakashi tertawa kecil dalam maskernya melihat cara makan Sakura yang begitu bar-bar,dan setelah 1 jam Sakura pun menepuk pelan perutnya karena ia sudah sangat kenyang. Baru kali ini Sakura bisa merasakan kenikmatan setelah menyantap makanan kesukaannya.
"Arigatou,Kakashi-nii". Seru Sakura.
"Hmm,sudah kenyang".? Tanya Kakashi.
"Sudah,perutku benar-benar full". Jawab Sakura.
"Baiklah,mau pulang sekarang atau sebentar lagi".? Tanya Kakashi lagi.
"Sekarang saja,nanti mereka semua khawatir aku belum pulang". Jawab Sakura.
Kakashi pun menganggukkan kepalanya lalu mengangkat tangannya untuk memanggil pelayan,tidak lama kemudian pelayan pun datang dengan membawakan bill. Kakashi pun mengeluarkan black cardnya untuk membayar makanan mereka. Sakura tentu tersenyum kikuk,dan berbicara saat pelayan sudah pergi menuju kasir.
"Kakashi-Nii,Arigatou sudah mau membayarnya nanti aku traktir sebagai ucapan terima kasih karena seharian ini sudah mau peduli padaku". Ujar Sakura.
"hmm,nggak apa-apa jangan pikirkan itu". Seru Kakashi.
Tidak lama kemudian pelayan pun datang sambil membawa kembali kartu kredit,serta bill mereka Kakashi pun menerima black cardnya kembali. Kakashi pun berdiri diikuti Sakura tidak lama kemudian mereka pun berlalu pergi keluar dari restauran. Saat sudah berada didalam mobil handphone Sakura berbunyi,dan Sakura melihat jika sang Kaa-chan menghubungi dirinya. Sakura pun dengan sigap mengangkatnya.
"Moshi-Moshi Kaa-chan".
"Kau dimana sayang,kenapa belum pulang".
"Lagi dijalan Kaa-chan sudah mau pulang".
"Baiklah,apa kau sudah makan".
"Sudah Kaa-chan".
"Baiklah hati-hati dijalan sayang".
"Hai Kaa-chan".
Sambungan telepon pun terputus Kakashi pun melajukan mobilnya menuju mansion Haruno,selama perjalanan menuju mansion Haruno Sakura berpikir untuk jujur sama mereka jika ia,dan Sasuke sudah putus. Akhirnya setelah 45 menit mobil Kakashi sudah sampai di mansion Haruno.
"Sudah sampai Sakura". Ucap Kakashi,dan saat melihat ke arah samping ternyata Sakura sudah terlelap dalam tidurnya.
Kakashi pun menekan klakson tidak lama kemudian gerbang mansion terbuka,Kakashi pun melajukan mobilnya masuk ke dalam setelah memarkirkan mobil ia turun lalu berjalan memutar menuju kursi penumpang. Kakashi membuka pintu mobil lalu menggendong Sakura ala bridal style,dan berjalan masuk kedalam.
Di Dalam.
Setelah menelpon Sakura kini Mebuki sudah bergabung kembali dengan sang suami,serta Sasori sang putra yang kini sibuk dengan handphonenya karena pernikahannya pun sebentar lagi akan terjadi,tepatnya 2 minggu setelah Kurama menikah maka Sasori serta Deidara akan menyusul. Tidak lama kemudian terdengarlah suara derap langkah kaki,dan begitu terlihat Mebuki serta Kiazhi kaget melihat Sakura di gendong oleh Kakashi,begitu juga Sasori terkejut karena itu.
"Senpai". Ucap Sasori.
"Selamat malam,maaf sudah menganggu waktu santai kalian serta membuat Sakura terlalu lama menemani saya untuk makan di restauran". Jelas Kakashi.
"Tidak apa-apa,dan Sasori tunjukkan kamar Sakura pada Kakashi-san". Ucap Kiazhi.
"Baik,Tou-san". Seru Sasori.
Sasori pun mempersilahkan Kakashi jalan lebih dulu,tentu saja Kakashi mendengus karena posisinya ia tamu disini bukan tuan rumah. Sasori tentu tersenyum kikuk karena itu,dan Kakashi pun jalan lebih dulu tidak lama kemudian Sasori menyusul serta sudah naik tangga menuju ke atas.
"Anata,kira-kira ada apa sampai Sakura bisa bersama Kakashi-san". ? Tanya Mebuki.
"Tidak tahu Koi,semoga saja Sakura tidak aneh-aneh sampai menyinggung Kakashi-San". Jawab Kiazhi.
"Iya Anata". Seru Mebuki.
Tidak lama kemudian Sasori serta Kakashi sudah turun kembali ke bawah,Kakashi berjalan menuju sofa begitu sampai disana ia pun membungkukan badannya.
"Maaf,Uncle dan Aunty karena membuat Sakura pulang larut". Ucap Kakashi.
Kiazhi tentu tersenyum kikuk begitu juga Mebuki bagaimana pun Kakashi posisinya lebih tinggi dari mereka.
"Belum larut ini masih jam 8,dan saya sendiri merasa terhormat karena Kakashi-san sudah mau mengantar putri saya". Seru Kiazhi.
"Tentu Uncle bagaimana pun Sakura adalah tanggung jawab saya karena hari ini ia mengalami masalah saat saya melihatnya menangis di cafe,dan sebagai mantan wali kelas yang pernah mengajarnya,saya memiliki tanggung jawab untuk membantu dirinya agar bisa tenang,dan tidak melakukan tindakan yang merugikan dirinya". Terang Kakashi setelah kembali menegakkan badannya.
Mebuki menghela nafasnya dengan pelan jadi ini mengapa saat berbicara tadi suara sang putri serak.
"Masalah apa senpai".? Tanya Sasori yang sudah menggepalkan tangannya karena mendengar sang adik menangis.
"Hmm tidak tahu,karena Sakura belum cerita apapun ia hanya menangis seharian ini,saat bangun nanti kalian bisa tanya". Jawab Kakashi.
"Kalau begitu saya permisi untuk pulang". Tambah Kakashi.
"Arigatou Kakashi-san,aku sangat bersyukur putri ku ketemu denganmu". Ucap Kiazhi.
"Iya Uncle,dan saya pamit". Seru Kakashi tidak lupa membungkukan badannya.
Kakashi pun beranjak pergi dari sana untuk pulang menuju mansionnya,dan saat sudah berada jauh dari mansion Haruno Kakashi baru ingat kartu akses apartemennya masih berada di tangan Sakura.
"Aku lupa kartu aksesku,sudahlah aku juga jarang kesana". Inner Kakashi.
.
TBC.
See You Next Chap.
Info Posisi Perusahaan.
1. Namikaze Corp.
2.Uchiha Corp.
3. Hatake Corp.
4. Nara Corp.
5. Sabaku Corp.
6. Haruno Corp.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 57 Episodes
Comments