...🌸🌸🌸🌸...
Di Parkiran Mobil.
Sasuke sudah meninggalkan Gaara serta Shikamaru ia lebih dulu jalan,Sakura yang melihat sang kekasih pergi pun menyusul langkah kakinya menuju parkiran mobil. Begitu sampai disana ia bisa melihat Sasuke untuk pertama kalinya tersenyum walaupun sangat tipis,dan Sakura bisa melihat jika sang kekasih yang lagi berbicara entah dengan siapa.
"Dengan siapa Sasuke-Kun berbicara bahkan selama 2 tahun kami bersama,ia sama sekali tidak pernah tersenyum padaku siapa orang yang membuat kekasihku bisa tersenyum". Inner Sakura.
Sakura pun mendekat lalu ia bisa mendengar sayup-sayup pembicaraan mereka.
"Hn Dobe,jangan makan pedas terlalu banyak aku tidak ada disampingmu jika nanti kau sakit".
"Deg Deg Deg Deg"
Jantung Sakura berdetak sangat cepat saat kata "Dobe" meluncur begitu saja dari mulut Sasuke,Sakura tentu mengingat panggilan tersebut yang Sasuke gunakan pada gadis dalam mimpinya. Tidak lama kemudian,sang kekasih sudah selesai berbicara lalu saat melihatnya wajah Sasuke kembali datar. Sakura merasakan nyeri di hatinya siapa gadis itu mengapa ia bisa membuat Sasuke, tersenyum sedangkan dirinya tidak,padahal Sakura adalah kekasih dari Sasuke namun semuanya hanya bisa di ucapkan di dalam hatinya. Sakura pun tersenyum lalu berkata.
"Sasuke-Kun,aku mau minta maaf seharusnya aku tidak langsung memelukmu tanpa melihat sekitarmu". Ucap Sakura.
"Hn". Seru Sasuke yang tidak menatapnya namun ia menatap ponselnya.
"Sasuke-Kun,apa bisa aku ikut ke kantormu soalnya kuliahku sudah selesai hari ini serta tidak ada praktek".? Tanya Sakura karena jujur Sasuke tidak pernah membawanya ke kantor Uchiha Corp.
"Hn". Jawab Sasuke.
Sakura tidak paham akan hal itu tidak lama kemudian Shikamaru,Gaara,serta Matsuri sudah sampai di parkiran mobil. Sasuke mendengus menatap datar Gaara,sedangkan Gaara tidak peduli sama sekali.
"Hn,apa dramamu sudah beres". Dengus Sasuke.
"Urusai,jangan iri padaku". Ejek Gaara.
"Hn,panda aku tidak iri padamu bahkan kaulah iri". Ejek Sasuke.
Gaara tentu merotasikan matanya,dan saat mau membalas perkataan Sasuke terhenti dengan Shikamaru yang merangkul Gaara serta Sasuke.
"Mendokusai na,jika kalian terus berdebat disini Uncle Fugaku akan marah pada kita karena sudah telat,serta kau tahu betul Sasuke tadi Uncle sudah marah padamu". Kata Shikamaru.
"Hn,kita pergi". Balas Sasuke.
Sasuke pun membuka pintu mobilnya lalu berkata.
"Hn,masuklah". Kata Sasuke yang langsung duduk di kursi kemudi.
Sakura tentu bersorak senang lalu berlari kecil memutar untuk masuk di kursi penumpang,namun terhenti saat melihat Gaara membukakan pintu mobil buat Matsuri,dan Sasuke mendengus lalu menekan klakson hingga Sakura masuk kedalam mobil.
"Hn,jangan buang-buang waktuku untuk hal tidak berguna". Dengus Sasuke.
"Gomen Sasuke-Kun". Seru Sakura sambil meremat tasnya.
Mobil Sasuke pun berjalan pergi meninggalkan area parkiran kampus,selama perjalanan mereka hanya diam masing-masing tidak ada pembicaraan yang terjadi.
...🌸🌸🌸🌸...
Uchiha Corp.
Setelah 20 menit Sasuke pun sampai di Uchiha Corp setelah memarkirkan mobil,ia turun dari mobilnya disusul oleh Sakura tidak lama kemudian mobil Gaara serta Shikamaru sudah terpakir juga. Lagi-lagi Sakura merasa iri pada Matsuri karena Gaara memperlakukan dirinya dengan sangat baik. Mereka berlima pun jalan Sakura yang melihat Matsuri merangkul tangan Gaara berinsiatif mencobanya,namun sebelum itu terjadi sang kekasih sudah mengangkat teleponnya,lalu lagi-lagi jantung Sakura berdetak sangat cepat saat mendengarnya.
"Hn Dobe,aku baru saja sampai di kantor"
"Hn tenang saja aku yakin Uncle tidak akan kecewa dengan proyek ini".
"Hn Dobe,nanti aku menghubungimu lagi saat rapat sudah selesai ".
"Hn,Jaa Dobe matahariku".
Sambungan telepon pun terputus tentu saja Sakura kaget ucapan terakhir dari Sasuke,hingga Sakura pun bertanya.
"Sasuke-Kun siapa itu".? Tanya Sakura.
"Hn,bukan urusanmu". Jawab Sasuke.
"Itu akan menjadi urusanku karena aku kekasihmu,siapa itu Dobe". Kata Sakura.
"Hn,jangan pernah menyebut namanya". Desis Sasuke.
"SIAPA ITU DOBE,APA GADIS ITU MENGGODAMU HINGGA KAU BISA MEMANGGILNYA MATAHARIKU,APA KAU TIDAK BERPIKIR PERASAANKU BAGAIMANA SAAT INI". Teriak Sakura.
Seketika mereka jadi pusat perhatian saat mendengar teriakkan Sakura,sedangkan Sasuke sangat marah saat ini hingga ada yang menginterupsi mereka.
"Hn,ada apa ini".? Tanya Fugaku yang baru sampai setelah pulang sebentar ke mansion Uchiha.
"Hn,tidak ada Tou-san ". Jawab Sasuke.
"Pergi dari sini". Seru Sasuke pada Sakura.
"TIDAK SEBELUM KAU KATAKAN SIAPA DOBE,SIAPA ***** ITU MENGAPA IA MENGGODA KEKASIHKU". lagi-lagi Sakura berteriak marah pada Sasuke.
Tentu rahang Sasuke mengeras karena itu bahkan aura hitamnya keluar saat ini,Itachi yang baru tiba tentu mendengar semua itu hingga Izumi yang memang ikut langsung berjalan menuju Sakura lalu menamparnya.
"Plak".
Sakura membulatkan matanya karena Izumi datang menamparnya.
"Beraninya kau menghina adikku dengan kata kotormu". Ucap Izumi.
"Koi". Seru Itachi menatap Sasuke dengan pandangan kecewa.
Sakura tentu tidak menyangka jika dia merupakan adik dari Izumi,sedangkan Fugaku berjalan pergi dari sana dengan wajah datarnya karena Ceo Hatake Corp sudah menunggu mereka di ruang rapat. Sakura pun menatap Izumi yang kini menatapnya dengan dingin,bahkan tidak ada lagi senyuman di wajahnya.
"Izumi-nee". Lirih Sakura.
"Aku tidak akan melupakan hari ini Sakura,karena kau sudah sangat lancang memanggil adikku dengan sebutan kotor seperti itu". Setelah mengatakan itu Izumi berlalu pergi dari sana menuju ruangan sang suami.
Itachi pun menghela nafasnya dengan pelan karena Sakura tidak sepenuhnya salah,semua menjadi kacau akibat ulah adiknya sendiri yang membawa Sakura masuk ke dalam ruang lingkup mereka.
"Hn Otoutou selesaikan masalah di antara kalian,jangan sampai Uncle mengetahui putrinya di hina akibat perbuatan brengsekmu sendiri". Seru Itachi.
Itachi pun berlalu pergi dari sana menuju ruang rapat karena sahabat,sekaligus seniornya sudah menunggu mereka sejak tadi. Sasuke mengepalkan kedua tangannya lalu berkata.
"Pergi dari sini". Kata Sasuke dengan datar.
Sakura pun berlari pergi dari sana sedangkan Gaara serta Shikamaru,dan Matsuri hanya diam saja mereka tidak mau ikut campur. Matsuri sendiri menatap sendu kepergiaan Sakura sang teman kelas,walaupun mereka tidak akrab tapi Matsuri paham bagaimana perasaan Sakura saat ini.
...🌸🌸🌸🌸...
Di Mansion Haruno.
Sakura sudah sampai di mansion Haruno ia berlari naik keatas menuju kamarnya,dengan air mata yang masih jelas terlihat Mebuki yang memang tidak kerumah sakit bisa melihat sang putri menangis. Mebuki pun berjalan naik ke atas menuju kamar putrinya begitu sampai Mebuki mengetuk pintu kamar sang putri.
"Tok Tok Tok Tok".
"Ceklek".
Begitu terbuka Sakura langsung memeluk sang Kaa-chan dengan sangat erat serta terisak begitu hebat,Mebuki mengelus surai sang putri dengan sayang.
"Ayo kita masuk dulu terus ceritakan pada Kaa-chan apa yang terjadi". Ajak Mebuki.
Sakura menguraikan pelukkan mereka,dan menurut saat Mebuki menarik pelan tangannya untuk masuk ke dalam kamar. Kini Sakura sudah tidur di paha sang Kaa-chan,Mebuki mengelus surai sang putri dengan sayang.
"Jadi apa yang terjadi".? Tanya Mebuki dengan lembut.
Sakura pun menceritakan semua yang terjadi hari Mebuki pun mengelus pelan belakang Sakura,dan berkata.
"Kau pun salah sayang harusnya kau bisa mengontrol emosimu,karena kakak mana yang terima adiknya di hina contohnya anikimu dia akan selalu menghajar orang yang membuat adiknya menangis,serta soal mimpimu kau terlalu banyak berpikir negatif sebelum tidur makanya bisa terbawa,dan jika pun suatu saat mimpimu jadi kenyataannya artinya Sasuke bukan jodohmu,jadi kau pun harus bisa menerima itu sayang karena sekalipun kau mengenggam erat tangan Sasuke,tapi jika dia bukan jodohmu maka tetap akan bisa terlepas darimu". Ujar Mebuki.
Sakura pun memejamkan matanya hingga ia pun tertidur karena kelelahan menangis,Mebuki menatap sendu sang putri dimana sang putri begitu sangat mencintai Sasuke,namun Mebuki sadar sampai kapan pun Sasuke tidak akan bisa mencintai sang putri.
TBC.
See You Next Chap.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 57 Episodes
Comments