Pagi ini Fahri tampak sibuk dengan pekerjaanmya,belum lagi banyak berkas-berkas dan dokumen yang harus ditandatangani.
"Pagi boss.."sapa Riko
"Kamu tau sudah jam berapa ini??",ucap Fahri
"Maaf bos,saya terlambat sedikit..",kata Riko
"Sedikit katamu??",tukas Fahri
"Maaf bos..saya tadi habis mengantar ibu saya ke terminal,kemarin ibu saya datang ke Jakarta bos dan pagi ini sudah kembali pulang,dan minta diantarkan ke terminal ",jelas riko
"Apa itu yang menyebabkan mu tidak masuk kantor kemarin",ucap Fahri
"Maaf bos,ibu saya ngasih tahu nya mendadak pas mau berangkat ke kantor,dan ternyata ibu sudah diterminal minta jemput",jelas riko sekali lagi.
"Oke,kali ini kamu saya maafkan tapi tidak untuk lain kali",tutur Fahri
"Kamu tau gara-gara kamu kemarin tidak masuk,lihat ini!", sambungnya sambil menunjukkan berkas-berkas dan dokumen yang ada di depannya."aku harus mengerjakan ini semua dan punyamu juga", sambungnya lagi.
"Sekali lagi saya minta maaf bos",ucap riko
"Sudahlah jangan meminta maaf terus,hari ini kita lembur,kasih tahu yang lainnya,ini semua harus selesai hari ini juga karena besok kita akan ke Bandung,proyek disana ada sedikit kendala,kita harus segera kesana",tukas Fahri.
"Siap bos,saya permisi untuk memberi tahu yang lainnya",ucap riko undur diri.
Riko keluar dari ruangan Fahri untuk memberi tahu yang lainnya kalau hari ini mereka akan lembur,tak terasa hari sudah sore,langitpun sudah berganti gelap.fahri,Riko dan teamnya masih berkutat dengan pekerjaan masing-masing.mereka berkumpul di ruangan yang biasa dipakai untuk rapat.
"Bos,apa kita tidak sebaiknya istirahat dulu,makan dulu,kasihan yang lainnya",usul Riko
"Tanggung bentar lagi selesai.. kamu bisa delivery order untuk kita berenam",ucap Fahri.
"Okee bos..saya permisi sebentar",ucap riko dan segera keluar meninggal kan ruang rapat.
*****
Seperti hari sebelum nya lepas Maghrib Kirana membantu ibunya di rumah makan milik keluarganya. Kirana memang cukup cekatan sehingga mereka tidak terlalu kewalahan sekarang karena keberadaan Kirana.
Kring..kring..kring..
"Selamat malam..Rumah makan ibu ,ada yang bisa dibantu",ucap Kirana
"Oh yaa,selamat malam.. saya bisa pesan ayam goreng spesial+nasi untuk 6 orang dan tolong antarkan ke gedung Nugraha group,lantai 27",ucap pria diseberang telepon sana.
"Maaf dengan bapak siapa ini",tanya Kirana dengan sopan.
"Saya Riko",jawab Riko
"Baik pak Riko,",ucap Kirana
"Okee..oh yaa,sekarang ya saya tunggu",sambung Riko
"Baik pak",jawab Kirana dan menutup telepon nya.
Setelah itu Kirana kebelakang untuk memberitahu ibu tentang pesanan riko.Kirana menggantikan ibu mencuci piring, sementara ibu menyiapkan pesanan Riko.
"Nah.. Kii ini pesenannya,ini total yang harus dibayar",ucap ibu sambil memberikan kertas nota."Oia,kamu yang antar yaa, gedungnya disebelah rumah makan ini",sambung ibu.
"Iya Bu",jawab Kirana.
Kirana memang anak yang penurut,baik hati dan lemah lembut.kirana tidak pernah sekalipun membantah kedua orang tua nya.kirana berjalan ke gedung Nugraha group,Kirana menaiki lift untuk sampai ke lantai 27.
Sesampainya dilantai 27 tidak ada satupun orang yang Kirana jumpai, terlihat sepi sekali.
"Oia,aku telepon saja pak riko",gumam Kirana sambil mengeluarkan hpnya dari saku celananya,"alamakkk,aku kan gak punya nomor pak Riko",ucap Kirana sambil menepuk jidatnya.
"Sedang apa kamu??",tanya Fahri mengagetkan Kirana.
"Hahh.. sa.. saya sedang mengantar ini",jawab Kirana gugup sambil memperlihatkan yang dibawanya.
"Apa itu??",tanya Fahri
"Ini makanan pesanan pak Riko",jawab Kirana lagi
"Heii... Sudah datang rupanya",tanya Riko yang tiba-tiba muncul diantara keduanya.
Kirana mengangguk tersenyum.
"Jadi Berapa semuanya Kirana??",tanya Riko
"Hahh. Ee.. ini pak Riko notanya",jawab Kirana sambil memberikan nota ke Riko.
"Kenapa gk delivery tempat Bu Endah saja sihh Riko",sela Fahri
"Lho ini saya delivery tempat Bu Endah bos",jawab Riko
"Biasanya yang antar Doni kenapa jadi cewek ini",ucap Fahri
"Lha bos ini gimana sihh.. Kirana ini kan anak Bu Endah juga,kan kita pernah ketemu di rumah makan nya",ucap riko
"Ohh.. begitu yaa,ya sudahlah mungkin aku yang lupa",jawab Fahri cuek,"Oia cepat bawa ke ruang meeting",sambung nya sambil berlalu pergi meninggalkan Riko dan Kirana.
"Siap boss..."
"Nah,Kirana ini uangnya, terimakasih yaa sudah diantarkan kesini makanannya",ucap fahri
"Sama-sama pak Riko",jawab Kirana.
Kirana pun kembali ke rumah makan, sesampainya disana Kirana kaget dengan keadaan rumah makan yang berantakan,terlihat ibu menangis sesenggukan dan mas Doni dan ayah yang terlihat babak belur, seperti telah terjadi perkelahian.
"Ada apa ini Bu.. kenapa semua berantakan dan kenapa dengan mas Doni dan ayah?",tanya Kirana khawatir.
Bukannya menjawab ibu malah menangis sejadi-jadinya.
"Mas Doni ada apa ini?",tanya Kirana ke Doni.
Donipun hanya diam seribu bahasa.
"Tadi ada debt colector kesini Kirana,mereka ingin menutup tempat ini,karena katanya sertifikat ruko ini sudah digadaikan ke rentenir,dan sama sekali belum dibayarkan dari semenjak digadaikan",tutur ayah..
"Apa??",tanya Kirana kaget
"Ini semua bohong kan,bilang sama Kirana yah..ini semua bohong".
"Semua salah ibu..hiks.. harusnya ibu tidak terlalu percaya sama orang,3bulan yang lalu Tante Rina sahabat ibu dari kecil dan suaminya datang kesini,mereka mau meminjam uang untuk biaya operasi transplantasi jantung anaknya sebesar 200juta tapi ibu tidak ada uang sebanyak itu,sedangkan operasi anak nya harus dilakukan hari itu juga,ibu tidak tega akhirnya ibu meminjamkan sertifikat ruko ini, ibu kasihan dengan mereka,dan ibu fikir mereka akan menepati janjinya,karena mereka berjanji akan mengembalikan secepatnya,ibu tidak tahu kalau akhirnya seperti ini,hhuhu.."tutur ibu sambil menangis.
"Terus dimana Tante Rina sekarang?",tanya Kirana
"Tante Rina kabur entah kemana, mereka tidak ada dirumahnya,makanya debt Collector tadi mendatangi tempat ini",jelas ayah
"Terus kita harus bagaimana,tempat ini satu-satunya sumber penghidupan kita yah",ucap Kirana sambil menangis
"Debt Collector itu memberikan waktu 3 hari untuk kita menebus sertifikat ruko ini kalau tidak rumah makan ini akan ditutup",Jawab doni
"Berapa yang harus dibayarkan mas",tanya Kirana
"300 juta",jawab Doni
"Astaghfirullah.. kita dapat uang sebanyak itu darimana dalam waktu 3hari?",tanya Kirana frustasi.
"Sudahlah kita bereskan ini semua",ucap ayah.
Kamipun mulai membersihkan rumah makan yang tadi berantakan karena ulah debt Collector dan setelah beres semuanya kami pulang kerumah.
TBC
Happy reading dears 🤗😘
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 162 Episodes
Comments
Wiwik Wardoyo
mulai menyentil hati
2022-12-20
0
re
Nah ditagih hutangnya
2021-06-18
0
Bunda Beygum Hermawan
Judulnya duda tapi ko nga sesuai ceritanya thor
2020-12-06
0